• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Kualitas Air IPA III Tanralili

Dalam dokumen KABUPATEN MAROS (Halaman 55-81)

Penelitian kualitas air dilakukan dengan pengamatan secara langsung untuk mengetahui kualitas air pada IPA III Tanralili. Seperti yang kita ketahui bahwa kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu.

Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa, kulitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan, dan sebagainya, serta kualitas biologi dimana air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu.Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air bersih, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air bersih berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air bersih yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan.

Berikut ini adalah hasil pemeriksaan kualitas air IPA III Tanralili yaitu di Sungai Dulang pada tabel :

Tabel 4. Hasil Uji Kualitas Air Baku

Parameter Satuan Air Baku

Syarat Baku Mutu Kelas II

(PP No.82 Tahun 2001)

Fisika

1. Bau 2. Warna 3. Rasa 4. Kekeruhan

- - - NTU

- - - 34,71

Tidak berbau Tidak berwarna

Tidak berasa 600

Kimia

1. pH

2. T.Alkalinity 3. Alkalinity (P) 4. Alkalinity (M) 5. OH

6. HCO3

7. CO3

8. Chlorida 9. Calcium 10. CO2 bebas 11. Sisa Chlor

- Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L

7,5 87 0 87

0 87

0 39,04

10 14,08

-

6 – 9 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000

-

Sumber : Hasil Uji

Berdasarkan tabel 4 air baku parameter fisika yaitu Bau, Warna dan Rasa menunjukkan nilai nihil (tidak ada), sedangkan Kekeruhan 34,71 NTU. Parameter kimia yaitu pH 7,5, jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 87 mg/L,Chlorida 39,04 mg/L, Calcium 10 mg/L, CO2 bebas yaitu 14,08 dan Sisa Chlor menunjukkan nilai nihil (tidak ada). Hasil uji kualitas air baku diatas telah memenuhi syarat air baku menurut PP No.

82 Tahun 2001 Kriteria Mutu Air Kelas II, sehingga air baku yang diolah IPA III Tanralili telah memenuhi standar pemerintah.

Tabel 5. Hasil Uji Kualitas Air Bersih

Parameter Satuan Air Bersih

Syarat Air Bersih Lampiran II

(416/MENKES/PER/IX/1990) Fisika

1. Bau 2. Warna 3. Rasa 4. Kekeruhan

- - - NTU

Tidak berbau Tidak berwarna

Tidak berasa 1,56

Tidak berbau Tidak berwarna

Tidak berasa 25

Kimia

1. pH

2. T.Alkalinity 3. Alkalinity (P) 4. Alkalinity (M) 5. OH

6. HCO3

7. CO3

8. Chlorida 9. Calcium 10. CO2 bebas 11. Sisa Chlor

- Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L

7,29 76

0 76

0 76

0 33,04

8 12,32

0,32

6,5-9,0 500 500 500 500 500 500 500 500 500 0,1-2,2

Sumber : Hasil Uji

Berdasarkan tabel 5 air bersih parameter fisika yaitu Bau menujukkan tidak berbau, warna menunjukkan tidak berwarna, rasa menunjukkan tidak berasa, sedangkan kekeruhan yaitu 1,56 NTU.

Parameter kimia yaitu pH 7,29, jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3

adalah 0 sesuai hasil penelitian. Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3

yaitu 76 mg/L, Chlorida 33,04 mg/L, Calcium 8 mg/L, CO2 bebas yaitu 12,32 mg/L dan Sisa Chlor 0,32 mg/L. Hasil uji kualitas air bersih diatas telah memenuhi baku mutu air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.416/MEN.KES/PER/IX/1990, sehingga air baku yang diolah IPA III Tanralili telah memenuhi standar pemerintah.

Tabel 6. Hasil Analisa Kualitas Air Baku Pada Tahun 2013

Parameter Sat

Bulan

Rata- rata

Syarat Baku Mutu Kelas II

(PP No.82 Tahun 2001) Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

F I S

I K A

Bau - - - - - - - - - - - Tdk brbau

Warna - - - - - - - - - - - Tdk brwrn

Rasa - - - - - - - - - - - Tdk brasa

Kekeruhan NTU 31, 89

41, 46

34, 84

22, 90

13, 18

12, 49

12, 48

23, 92

40,

59 25,97 600

K I M

I A

pH - 7 7,3 6,9 7,1 7,1 7,3 7,2 7,3 7,3 7,17 6 – 9

T.Alkalinity Mg/L 48 50 42 66 70 80 76 70 56 62 1000

Alkalinity (P) Mg/L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

Alkalinity (M) Mg/L 48 50 42 66 70 80 76 70 56 62 1000

OH Mg/L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

HCO3 Mg/L 48 50 42 66 70 80 76 70 56 62 1000

CO3 Mg/L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

Chlorida Mg/L 18, 02

24, 03

20,

02 31 39,

04 120 98, 10

61, 07

32,

03 49,26 1000

Calcium Mg/L 8 8 8 20 13 13 10 11 9 11,11 1000

CO2 bebas Mg/L 10, 56

10, 56

10, 56

10, 08

22, 88

20, 15

22, 88

12, 32

14,

08 14,90 1000

Sisa Chlor Mg/L - - - - - - - - - - -

Sumber : PDAM Maros Tahun 2013

Berdasarkan tabel 6 rata – rata air baku tahun 2013 untuk parameter fisika yaitu bau, warna dan rasa yang menunjukkan nilai nihil (tidak ada). Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut.

Kekeruhan air baku 25,97 NTU. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan

untuk baku mutu air yaitu 400 mg/L atau 600 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara partikel koloid atau partikel kasar yang terdispersi dapat berupa materi organik maupun anorganik.

PH untuk air baku 7,17. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa pH yang diperbolehkan untuk baku mutu air yaitu 6 – 9. Derajat keasaman (pH) air menunjukkan keberadaan ion hidrogen di dalam air. Hal ini dikarenakan ion hidrogen bersifat asam.Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7 – 8.5.Merujuk pada pendapat tersebut maka pH air sungai Dulang masih dapat mendukung kehidupan biota air sehingga mengindikasikan bahwa biota air dapat hidup dengan baik.

Jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Karena Alkalinity (P) digunakan apabila pH 8,3 – 10. Penyusun Alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-) dan hidroksida (OH-). Anion utama dalam air kebanyakan adalah bikarbonat (HCO3-), karbonat dan hidroksida terlihat jika pH di atas 8,3 dan di bawah pH 8,3 hanya HCO3- yang ada, karena semua CO32- telah dinetralkan.Seperti titrasi asam, masing-masing ion bikarbonat memakan ion hidrogen untuk membentuk sebuah molekul H2CO3.

Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 62 mg/L. Chlorida 49,62 mg/L, Calcium 11,11 mg/L, CO2 bebas 14,90 mg/L dan untuk Sisa Chlor menujukkan nilai nihil (tidak ada).

Tabel 7. Hasil Analisa Kualitas Air Baku Pada Tahun 2014

Parameter Sat

Bulan

Rata- rata

Syarat Baku Mutu Kelas

II (PP No.82 Tahun 2001) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

F I S I K A

Bau - - - - - - - - - - - - - - Tdk

brbau

Warn - - - - - - - - - - - - - - Tdk

brwrn

Rasa - - - - - - - - - - - - - - Tdk

brasa Kekeru

han NT

U 43,

16 21,

84 59,

91 60,

11 41,

46 70, 48

37, 04

16, 26

14, 62

16, 94

22, 13

75,

98 39,99 600

K I M I A

pH - 7 7 7 7,4 7,3 7,7 8 8,1 7,8 7,8 7,2 7,5 7,48 6 – 9

T.Alkali nity

Mg/

L 58 44 42 44 50 40 44 34 68 98 98 83 58,58 1000

Alkalinit y (P)

Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

Alkalinit y (M)

Mg/

L 58 44 42 44 50 40 44 34 68 98 98 83 58,58 1000

OH Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

HCO3 Mg/

L 58 44 42 44 50 40 44 34 68 98 98 83 58,58 1000

CO3 Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1000

Chlorid a

Mg/

L 30,

02 24,

03 22,

02 27,

03 24,

03 22, 02

40, 04

68, 07

139, 15

148, 16

66, 07

50,

01 55,05 1000 Calciu

m

Mg/

L 8 7 7 9 8 11 8 10 7 11 9 8 8,58 1000

CO2

bebas Mg/

L 11,

02 10,

56 14,

08 7, 37

10, 56

14, 08

16, 84

22, 88

19, 36

14, 08

19, 36

16,

21 14,62 1000 Sisa

Chlor

Mg/

L - - - - - - - - - - - - - -

Sumber : PDAM Maros Tahun 2014

Berdasarkan tabel 7 rata – rata air baku tahun 2014 untuk parameter fisika yaitu bau, warna dan rasa yang menunjukkan nilai nihil

(tidak ada). Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut.

Kekeruhan air baku 39,99 NTU. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan untuk baku mutu air yaitu 400 mg/L atau 600 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara partikel koloid atau partikel kasar yang terdispersi dapat berupa materi organik maupun anorganik.

PH untuk air baku 7,48. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa pH yang diperbolehkan untuk baku mutu air yaitu 6 – 9. Derajat keasaman (pH) air menunjukkan keberadaan ion hidrogen di dalam air.Hal ini dikarenakan ion hidrogen bersifat asam.Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7 – 8.5. Merujuk pada pendapat tersebut maka pH air sungai Dulang masih dapat mendukung kehidupan biota air sehingga mengindikasikan bahwa biota air dapat hidup dengan baik.

Jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Karena Alkalinity (P) digunakan apabila pH 8,3 – 10. Penyusun Alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-) dan hidroksida (OH-). Anion utama dalam air kebanyakan adalah bikarbonat (HCO3-), karbonat dan hidroksida terlihat jika pH di atas 8,3 dan di bawah pH 8,3 hanya HCO3- yang ada, karena semua CO32- telah

dinetralkan.Seperti titrasi asam, masing-masing ion bikarbonat memakan ion hidrogen untuk membentuk sebuah molekul H2CO3.

Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 58,58 mg/L. Chlorida 55,05 mg/L, Calcium 8,58 mg/L, CO2 bebas 14,62 mg/L dan untuk Sisa Chlor menujukkan nilai nihil (tidak ada).

Tabel 8. Hasil Analisa Kualitas Air Baku Pada Tahun 2015

Parameter Sat

Bulan

Rata - rata

Syarat Baku Mutu Kelas II (PP No.82 Tahun 2001)

Jan Feb Mar Apr

F I S I K A

Bau - - - - - - Tdk brbau

Warna - - - - - - Tdk brwrn

Rasa - - - - - - Tdk brasa

Kekeruhan NTU 72,15 75,46 115,08 39,10 74,45 600

K I M

I A

pH - 7,4 7,4 7,6 7,7 7,5 6 – 9

T.Alkalinity Mg/L 26 28 24 26 26 1000

Alkalinity (P) Mg/L 0 0 0 0 0 1000

Alkalinity (M) Mg/L 26 28 24 26 26 1000

OH Mg/L 0 0 0 0 0 1000

HCO3 Mg/L 26 28 24 26 26 1000

CO3 Mg/L 0 0 0 0 0 1000

Chlorida Mg/L 24,03 19,02 20,02 21,02 21,02 1000

Calcium Mg/L 8 9 9 13,2 9,80 1000

CO2 bebas Mg/L 17,6 8,8 5,28 12,32 11 1000

Sisa Chlor Mg/L - - - - - -

Sumber : PDAM Maros Tahun 2015

Berdasarkan tabel 8 rata – rata air baku tahun 2015 untuk parameter fisika yaitu bau, warna dan rasa yang menunjukkan nilai nihil

(tidak ada). Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut.

Kekeruhan air baku 74,45 NTU. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan untuk baku mutu air yaitu 400 mg/L atau 600 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara partikel koloid atau partikel kasar yang terdispersi dapat berupa materi organik maupun anorganik.

PH untuk air baku 7,5. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 menyatakan bahwa pH yang diperbolehkan untuk baku mutu air yaitu 6 – 9. Derajat keasaman (pH) air menunjukkan keberadaan ion hidrogen di dalam air. Hal ini dikarenakan ion hidrogen bersifat asam.Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7 – 8.5. Merujuk pada pendapat tersebut maka pH air sungai Dulang masih dapat mendukung kehidupan biota air sehingga mengindikasikan bahwa biota air dapat hidup dengan baik.

Jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Karena Alkalinity (P) digunakan apabila pH 8,3 – 10. Penyusun Alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-) dan hidroksida (OH-). Anion utama dalam air kebanyakan adalah bikarbonat (HCO3-), karbonat dan hidroksida terlihat jika pH di atas 8,3 dan di bawah pH 8,3 hanya HCO3- yang ada, karena semua CO32- telah dinetralkan.

Seperti titrasi asam, masing-masing ion bikarbonat memakan ion hidrogen untuk membentuk sebuah molekul H2CO3.

Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 26 mg/L. Chlorida 21,02 mg/L, Calcium 9,80 mg/L, CO2 bebas 11 mg/L dan untuk Sisa Chlor menujukkan nilai nihil (tidak ada).

Tabel 9. Hasil Analisa Kualitas Air Baku dan Hasil Uji Kualitas Air Baku

Parameter Sat

Hasil Analisa

Air Baku 2013

Hasil Analisa

Air Baku 2014

Hasil Analisa

Air Baku 2015

Hasil Uji Kualitas Air Baku

Syarat Mutu Air baku

Kelas II (PP No. 82 Tahun 2001) F

I S

I K A

1. Bau 2. Warna 3. Rasa 4. Kekeruhan

- - - NTU

- - - 25,97

- - - 39,99

- - - 74,45

- - - 34,71

Tdk berbau Tdk brwarna

Tdk berasa 600

K I M

I A

1. pH

2. T.Alkalinity 3. Alkalinity (P) 4. Alkalinity (M) 5. OH

6. HCO3

7. CO3

8. Chlorida 9. Calcium 10. CO2

11. Sisa Chlor

- Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L Mg/L

7,17 62

0 62

0 62

0 49,26 11,11 14,90

-

7,48 58,58

0 58,58

0 58,58

0 55,05

8,58 14,62

-

7,5 26 0 26

0 26

0 21,02

9,80 11

-

7,6 87 0 87

0 87

0 39,04

10 14,08

-

6 – 9 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000 1000

-

Sumber : Hasil Perhitungan

Berdasarkan tabel 10 untuk Bau, Warna dan Rasa menunjukkan nilai nihil (tidak ada). Sedangkan untuk parameter Kekeruhan, pH, T.Alkalinity, Alkalinity (P), Alkalinity (M), OH, HCO3, CO3, Chlorida,

Calcium, CO2 bebas, Sisa Chlor, untuk hasil analisa air baku dan uji kualitas air baku diatas telah memenuhi syarat air baku menurut PP No.

82 Tahun 2001 Kriteria Mutu Air Kelas II, sehingga air baku yang diolah IPA III Tanralili telah memenuhi standar pemerintah.

Tabel 10. Hasil Analisa Kualitas Air Bersih Pada Tahun 2013

Parameter Sat

Bulan

Rata- rata

Syarat Air Bersih Lampiran

II (416/MEN KES/PER /IX/1990) Apr Mei Jun Juli Ags Sep Okt Nov Des

F I S I K A

Bau -

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

- Tidak

berbau

Warna -

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

- Tidak

berwarna

Rasa -

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

- Tidak

berasa Kekeruhan NT

U 1,2 1,3 1,4 1,7 1,5 1,5 1,3 1,2 1,5 1,39 25

K I M

I A

pH - 7 7,2 6,8 7 7 7,2 7,1 7,2 7,2 7,08 6,5 – 9,0

T.Alkalinity Mg/

L 44 46 34 58 56 78 68 52 50 54 500

Alkalinity (P) Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

Alkalinity (M) Mg/

L 44 46 34 58 56 78 68 52 50 54 500

OH Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

HCO3 Mg/

L 44 46 34 58 56 78 68 52 50 54 500

CO3 Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

Chlorida Mg/

L 14,

02 22,

02 18,

01 29 33, 04

116, 12

97, 10

60, 07

31,

03 46,71 500

Calcium Mg/

L 8 8 3 16 11 10 8 8 8 8,89 500

CO2 bebas Mg/

L 10

,56 8,8 7, 04

6, 28

21, 12

19, 36

19, 36

12, 32

14,

08 13,21 500 Sisa Chlor Mg/

L 0,2 0,3 0,4 0,5 0,5 0,2 0,1 0,4 0,3 0,32 0,1 – 2,2

Sumber : PDAM Maros Tahun 2013

Berdasarkan tabel 10 rata – rata air bersih di tahun 2013. Bau yang menunjukkan bahwa tidak berbau. Air bersih yang berbau, selain tidak estetis juga tidak disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk terhadap kualitas air, misalnya bau amis dapat disebabkan oleh adanya algae dalam air tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berbau.

Warna pada air bersih menunjukkan warna yang tidak berwarna.

Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut. Warna yang disebabkan oleh materi tersuspensi adalah warna semu (apparent color) dan warna yang disebabkan oleh material organik dalam bentuk koloid disebut warna sejati (true color).

Rasa pada air bersih yang menunjukkan bahwa air bersih tidak berasa. Air bersih biasanya tidak memberikan rasa (tawar).Air yang berasa menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia tergantung pada penyebab timbulnya rasa.Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berasa.

Kekeruhan air bersih yaitu1,39 NTU. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990,yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 25 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara

partikel koloid atau partikel kasar yang terdispersi dapat berupa materi organik maupun anorganik.

PH untuk air bersih yaitu 7,08. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990,menyatakan bahwa pH yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 6,5 – 9. Derajat keasaman (pH) air menunjukkan keberadaan ion hidrogen di dalam air. Hal ini dikarenakan ion hidrogen bersifat asam.Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7 – 8.5.

Merujuk pada pendapat tersebut maka pH air sungai Dulang masih dapat mendukung kehidupan biota air sehingga mengindikasikan bahwa biota air dapat hidup dengan baik.

Jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Karena Alkalinity (P) digunakan apabila pH 8,3 – 10. Penyusun Alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-) dan hidroksida (OH-). Anion utama dalam air kebanyakan adalah bikarbonat (HCO3-), karbonat dan hidroksida terlihat jika pH di atas 8,3 dan di bawah pH 8,3 hanya HCO3- yang ada, karena semua CO32- telah dinetralkan.Seperti titrasi asam, masing-masing ion bikarbonat memakan ion hidrogen untuk membentuk sebuah molekul H2CO3.

Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 54 mg/L. Chlorida yaitu 46,71 mg/L, Calcium yaitu 8,89 mg/L, CO2 bebas yaitu 13,21 dan untuk Sisa Chlor yaitu 0,32 mg/L. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, menyatakan bahwa Kesadahan yang

diperbolehkan untuk air bersih yaitu 500 mg/L dan untuk sisa chlor yaitu 0,1 – 2,2 mg/L.

Tabel 11. Hasil Analisa Kualitas Air Bersih Pada Tahun 2014

Parameter Sat

Bulan

Rata- rata

Syarat Air Bersih Lampir

an II (416/M

ENKE S/PER /IX/199

0) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

F I S I K A

Bau -

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

Tdk ber bau

- Tidak berbau

Wrna -

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

Tdk ber wrn

-

Tidak berwar na

Rasa -

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

Tdk ber asa

- Tidak berasa Keker

uhan NT

U 1,7 1,8 2,1 2 1,3 1,5 1,8 1,7 1,7 1,8 1,8 1,3 1,71 25

K I M

I A

pH - 6,9 6,9 6,9 6,5 7,2 7,2 7,3 7,8 7,5 7,5 7,1 7,1 7,16 6,5-9,0 T.Alk

alinity Mg/

L 52 26 38 18 46 30 32 28 56 84 84 70 47 500

Alkali nity (P)

Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

Alkali nity (M)

Mg/

L 52 26 38 18 46 30 32 28 56 84 84 70 47 500

OH Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

HCO3 Mg/

L 52 26 38 18 46 30 32 28 56 84 84 70 47 500

CO3 Mg/

L 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 500

Chlori da

Mg/

L 30 24, 03

22, 02

21, 02

22, 02

19, 02

33, 04

64, 07

117, 12

143, 16

58, 06

48,

82 50,20 500 Calci

um

Mg/

L 6 3 4 5 8 7 7 7 6 9 7 6 6,25 500

CO2

bebas Mg/

L 10 8,8 12,

32 6,54 8,8 12, 32

15, 84

19, 36

15, 84

12, 32

15, 84

14,

12 12,68 500 Sisa

Chlor Mg/

L 0,7 0,4 0,3 0,3 0,3 0,9 - 0,6 0,5 0,5 0,3 0,4 0,146 0,1-2,2

Sumber : PDAM Maros Tahun 2014

Berdasarkan tabel 11 rata – rata air bersih di tahun 2014. Bau yang menunjukkan bahwa tidak berbau. Air bersih yang berbau, selain tidak estetis juga tidak disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk terhadap kualitas air, misalnya bau amis dapat disebabkan oleh adanya algae dalam air tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berbau.

Warna pada air bersih menunjukkan warna yang tidak berwarna.

Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut. Warna yang disebabkan oleh materi tersuspensi adalah warna semu (apparent color) dan warna yang disebabkan oleh material organik dalam bentuk koloid disebut warna sejati (true color).

Rasa pada air bersih yang menunjukkan bahwa air bersih tidak berasa.Air bersih biasanya tidak memberikan rasa (tawar). Air yang berasa menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia tergantung pada penyebab timbulnya rasa.Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berasa.

Kekeruhan air bersih yaitu 1,71 NTU. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 25 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara partikel koloid atau partikel kasar yang terdispersi dapat berupa materi organik maupun anorganik.

PH untuk air bersih yaitu 7,16. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990,menyatakan bahwa pH yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 6,5 – 9. Derajat keasaman (pH) air menunjukkan keberadaan ion hidrogen di dalam air. Hal ini dikarenakan ion hidrogen bersifat asam.Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7 – 8.5.

Merujuk pada pendapat tersebut maka pH air sungai Dulang masih dapat mendukung kehidupan biota air sehingga mengindikasikan bahwa biota air dapat hidup dengan baik.

Jika pH < 8,2 maka Alkalinity (P), OH, CO3 adalah 0 sesuai hasil penelitian. Karena Alkalinity (P) digunakan apabila pH 8,3 – 10. Penyusun Alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO3-) dan hidroksida (OH-). Anion utama dalam air kebanyakan adalah bikarbonat (HCO3-), karbonat dan hidroksida terlihat jika pH di atas 8,3 dan di bawah pH 8,3 hanya HCO3- yang ada, karena semua CO32- telah dinetralkan.Seperti titrasi asam, masing-masing ion bikarbonat memakan ion hidrogen untuk membentuk sebuah molekul H2CO3.

Untuk T.Alkalinity, Alkalinity (M), HCO3 yaitu 47 mg/L. Chlorida yaitu 50,20 mg/L, Calcium yaitu 6,25 mg/L, CO2 bebas yaitu 12,68 dan untuk Sisa Chlor yaitu 0,146 mg/L. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, menyatakan bahwa Kesadahan yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 500 mg/L dan untuk sisa chlor yaitu 0,1 – 2,2 mg/L.

Tabel 12. Hasil Analisa Kualitas Air Bersih Pada Tahun 2015

Parameter Sat

Bulan

Rata – rata

Syarat Air Bersih Lampiran II (416/MENK ES/PER/IX/

1990)

Jan Feb Mar Apr

F I S I K A

Bau - Tdk

berbau

Tdk berbau

Tdk berbau

Tdk

berbau - Tidak berbau

Warna - Tdk

berwrn

Tdk berwrn

Tdk berwrn

Tdk

berwrn - Tidak

berwarna

Rasa - Tdk

berasa

Tdk berasa

Tdk berasa

Tdk

berasa - Tidak berasa Kekeruhan

NTU 1,91 1,76 2,19 1,55 1,85 25

K I M

I A

pH - 7,1 7,1 7,4 7,4 7,25 6,5 – 9,0

T.Alkalinity Mg/L 26 24 22 20 23 500

Alkalinity (P) Mg/L 0 0 0 0 0 500

Alkalinity (M) Mg/L 26 24 22 20 23 500

OH Mg/L 0 0 0 0 0 500

HCO3 Mg/L 26 24 22 20 23 500

CO3 Mg/L 0 0 0 0 0 500

Chlorida Mg/L 22,02 18,02 19,02 21,02 20,02 500

Calcium Mg/L 7 6 9 12,1 7,33 500

CO2 bebas Mg/L 8 5,28 5,28 12,32 7,72 500

Sisa Chlor Mg/L 0,63 0,59 0,63 0,63 0,62 0,1 – 2,2

Sumber : PDAM Maros Tahun 2015

Berdasarkan tabel 13rata – rata air bersih di tahun 2015. Bau yang menunjukkan bahwa tidak berbau. Air bersih yang berbau, selain tidak estetis juga tidak disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk terhadap kualitas air, misalnya bau amis dapat disebabkan oleh adanya algae dalam air tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berbau.

Warna pada air bersih menunjukkan warna yang tidak berwarna.

Warna pada air dapat disebabkan oleh materi tersuspensi dan materi organik terlarut. Warna yang disebabkan oleh materi tersuspensi adalah warna semu (apparent color) dan warna yang disebabkan oleh material organik dalam bentuk koloid disebut warna sejati (true color).

Rasa pada air bersih yang menunjukkan bahwa air bersih tidak berasa. Air bersih biasanya tidak memberikan rasa (tawar). Air yang berasa menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia tergantung pada penyebab timbulnya rasa. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, diketahui bahwa syarat air bersih yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berasa.

Kekeruhan air bersih yaitu 1,85 NTU. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 25 NTU. Kekeruhan disebabkan oleh berbagai macam jenis material tersuspensi, dengan ukuran partikel antara

Dalam dokumen KABUPATEN MAROS (Halaman 55-81)

Dokumen terkait