• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.7. Pengujian Hipotesis

78

Sumber : Data Diolah, 2021

Gambar 5.2.

Uji Normalitas

79

alat bantu program pengolahan data SPSS ver. 22 yang dapat dijelaskan dalam Tabel 5.8 berikut :

Tabel 5.8 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 412.892 3 137.631 14.999 .000b

Residual 45.877 48 .956

Total 458.769 51

a. Dependent Variable: Total Efektivitas Pelayanan Publik

b. Predictors: (Constant), Total Sarana Prasarana, Total Kemampuan Aparat, Total Prosedur Pelayanan

Sumber : Data Diolah, 2021

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS ver. 22 yang dituangkan dalam tabel di atas, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut :

a) Merumuskan Hipotesis

H0 : bi = 0, artinya variabel independen (X) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).

Ha : bi ≠ 0, variabel independen (X) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).

b) Menghitung nilai Fhitung

Berdasarkan hasil analisa data SPSS diketahui Fhitung sebesar 14,999 dengan signifikan 0,000.

c) Menentukan kriteria penerimaan

80

Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah = 0,05 atau dengan interval keyakinan sebesar 95% dengan df (n-k-1) = 51 dan ditentukan nilai Ftabel = 2,78.

d) Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel

Oleh karena nilai Fhitung sebesar 14,999, berarti variabel bebas/independen (X) yang meliputi kemampuan aparat, prosedur pelayanan dan sarana prasarana secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang bisa dikatakan signifikan karena dari pengujian menunjukkan bahwa hasil Fhitung = 14,999 lebih besar dari F tabel = 2,78 atau bisa dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima.

B. Pengujian Secara Parsial (Uji-t)

Untuk menguji variabel secara parsial atau sendiri-sendiri variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dapat digunakan uji t. Ini dapat dilihat dalam hasil analisa pengolahan data SPSS ver. 22 yang tertuang dalam Tabel 5.9 berikut :

Tabel 5.9 Hasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

81

1 (Constant) 18.715 23.242 .805 .425

Total Kemampuan Aparat .997 .156 .821 3.364 .000 .126 7.958 Total Prosedur Pelayanan 1.073 .161 .936 9.173 .000 .106 9.473 Total Sarana Prasarana .931 .092 .766 8.437 .000 .364 2.746 a. Dependent Variable: Total Efektivitas Pelayanan Publik

Sumber : Data Diolah, 2021

Adapun hasil uji t masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pengaruh kemampuan aparat (X1) terhadap efektivitas pelayanan publik pada

Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang (Y) a) Merumuskan hipotesis

 H0 : b1 = 0, artinya X1 secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Y atau tidak ada pengaruh variabel kemampuan aparat terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

 Ha : b1 ≠ 0, artinya X1 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau ada pengaruh variabel kemampuan aparat terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

b) Menghitung nilai t test

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 22 diketahui bahwa nilai thitung variabel kemampuan aparat sebesar 3,364 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.

c) Kriteria penerimaan

Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 51. yang ditentukan t tabel sebesar 2,675.

82

d) Membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel

Oleh karena thitung sebesar 3,364. lebih besar dibandingkan dengan ttabel

sebesar 2,675 yang berarti variable kemampuan aparat signifikan mempunyai pengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

2. Pengaruh Prosedur pelayanan (X2) terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang (Y)

a) Merumuskan hipotesis

 H0 : b2 = 0, artinya X2 secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Y atau tidak ada pengaruh variabel Prosedur pelayanan terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

 Ha : b2 ≠ 0, artinya X2 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau ada pengaruh variabel Prosedur pelayanan terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

b) Menghitung nilai t test

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 22 diketahui bahwa nilai thitung variabel Prosedur pelayanan sebesar 9,173 dengan tingkat signifika sebesar 0,000

c) Kriteria penerimaan

83

Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 51 yang ditentukan t tabel sebesar 2,675.

d) Membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel

Oleh karena thitung sebesar 9,173 lebih besar dibandingkan dengan ttabel

sebesar 2,675 yang berarti variabel Prosedur pelayanan signifikan mempunyai pengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

3. Pengaruh sarana prasarana (X3) terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang (Y)

a) Merumuskan hipotesis

 H0 : b3 = 0, artinya X3 secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Y atau tidak ada pengaruh variabel sarana prasarana terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

 Ha : b3 ≠ 0, artinya X3 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau ada pengaruh variabel sarana prasarana terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

b) Menghitung nilai t test

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 22 diketahui bahwa nilai thitung variabel sarana prasarana sebesar 8,437 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.

c) Kriteria penerimaan

84

Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 51 yang ditentukan t tabel sebesar 2,675.

d) Membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel

Oleh karena thitung sebesar 8,437 lebih besar dibandingkan dengan ttabel

sebesar 2,675 yang berarti variabel sarana prasarana signifikan mempunyai pengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

Dari uraian uji t dengan menggunakan program analisa data SPSS ver. 22 maka diketahui bahwa ketiga variabel bebas/independen (X) signifikan berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang dengan ringkasan sebagai berikut :

 Variabel Kemampuan aparat (X1) dengan nilai thitung 3,364 > t tabel 2,675

 Variabel Prosedur pelayanan (X2) dengan nilai thitung 9,173 > t tabel 2,675

 Variabel Sarana prasarana (X3) dengan nilai thitung 8,437 > t tabel 2,675

C. Pengujian Secara Dominan (Uji Beta)

Uji beta yaitu untuk menguji variabel-variabel bebas/independen (X) yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap variabel terikat/independen (Y) dengan menunjukkan variabel yang mempunyai koefisien beta standardized tertinggi. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS maka dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

85 Tabel 5.10.

Uji Hasil Beta

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 18.715 23.242 .805 .425

Total Kemampuan Aparat .997 .156 .821 3.364 .000 .126 7.958 Total Prosedur Pelayanan 1.073 .161 .936 9.173 .000 .106 9.473 Total Sarana Prasarana .931 .092 .766 8.437 .000 .364 2.746 a. Dependent Variable: Total Efektivitas Pelayanan Publik

Sumber : Data Diolah, 2021

Berdasarkan hasil nilai beta standardized diketahui bahwa variabel-variabel yang meliputi kemampuan aparat, prosedur pelayanan dan sarana prasarana maka yang mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang adalah variabel sarana prasarana (X3). Penelitian ini juga menemukan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (R square) dan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.11 Hasil Uji Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .854a .729 .894 .878 1.429

a. Predictors: (Constant), Total Sarana Prasarana, Total Kemampuan Aparat, Total Prosedur Pelayanan

b. Dependent Variable: Total Efektivitas Pelayanan Publik Sumber : Data Diolah, 2021

86

Nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,729 yang dapat diartikan bahwa variabel bebas/independen (X) yang meliputi kemampuan aparat, prosedur pelayanan dan sarana prasarana mempunyai kontribusi terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang sebesar 72,9%, sedangkan sisanya sebesar 27,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Dokumen terkait