• Tidak ada hasil yang ditemukan

muhammad syukur.pdf - Repository - Nobel Indonesia Institute

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "muhammad syukur.pdf - Repository - Nobel Indonesia Institute"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Oleh karena itu, Pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan profesional. Faktor sarana dan prasarana yang belum memadai ikut menentukan efisiensi dan tingkat keberhasilan pelayanan publik.

Rumusan Masalah

Peralatan publik masih kurang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang masih belum maksimal. Beberapa hal diatas merupakan fenomena menarik yang penulis teliti, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan kajian dan penelitian mengenai pengaruh kemampuan aparatur, prosedur pelayanan dan prasarana terhadap efektivitas pelayanan publik pada Pemerintahan Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sebagai kontribusi kepada pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan pelayanan serta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Penelitian Terdahulu
  • Efektivitas Pelayanan Publik
  • Kemampuan Aparat
  • Prosedur Pelayanan
  • Sarana Prasarana

Efisiensi adalah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, sesuai dengan harapan dan dilaksanakan dengan baik, dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada. Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset dasar yang disebut sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

Kerangka Konseptual

Hipotesis

Definisi Operasional Variabel

Ada atau tidaknya pengaruh variabel kemampuan petugas terhadap efisiensi pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Ya atau Tidak Pengaruh Variabel Proses Pelayanan Terhadap Efisiensi Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Ada atau tidaknya pengaruh variabel infrastruktur terhadap efisiensi pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

22, ketiga variabel independen (X) diketahui mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, dengan rangkuman sebagai berikut. Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan petugas, prosedur pelayanan dan sarana prasarana terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan petugas, prosedur pelayanan dan parsial sarana prasarana terhadap efektivitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

Diduga variabel infrastruktur mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. 22, diketahui ketiga variabel bebas (X) mempunyai pengaruh parsial yang signifikan terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang dengan rangkuman sebagai berikut. 15, diketahui ketiga variabel bebas (X) mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang dengan rangkuman sebagai berikut.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Survei tersebut akan dilakukan di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang mengingat kegiatan pelayanan publik berdasarkan hasil survei lapangan diketahui adanya keluhan masyarakat terhadap kegiatan pelayanan administrasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei dengan teknik analisis korelasi untuk mengetahui antara variabel gabungan dan variabel independen. Variabel terikat dan variabel bebas dalam penelitian ini tidak dikembangkan.

Variabel Penelitian dan Pengukuran

Kategori jawaban terdiri dari 5 level untuk analisis kuantitatif, sehingga alternatif jawaban diberi skor 1 sampai 5 sebagai berikut.

Gambar 4.1  Skema Desain Penelitian
Gambar 4.1 Skema Desain Penelitian

Populasi dan Sampel

Metode Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyon (2004), instrumen yang reliabel berarti instrumen yang akan memberikan data yang sama bila digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama.

Uji Hipotesis

H0 : b1-4 = 0 yang berarti tidak terdapat pengaruh simultan variabel independen terhadap variabel dependen. H0 : b1-4 ≠ 0 yang berarti terdapat pengaruh simultan (simultan) variabel independen terhadap variabel dependen. Tentukan taraf signifikansi (α) sebesar 5% dan tentukan nilai Ftabel dengan derajat kebebasan (df) sebesar (n-k-1).

H0 : b1-4 = 0 yang berarti tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen.

Uji Asumsi Klasik

Nilai koefisien regresi kemampuan petugas (X1) sebesar 0,997 yang berarti terdapat pengaruh positif kemampuan petugas terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang yaitu sebesar 0,997 sehingga. Uji F berfungsi untuk menguji variabel kapasitas aparatur, prosedur pelayanan dan prasarana apakah ketiga variabel yang diteliti berpengaruh secara simultan terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Ha : b1 ≠ 0 yang berarti X1 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel kemampuan petugas terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.

Ha : b2 ≠ 0 yang berarti X2 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel prosedur pelayanan terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Ha : b3 ≠ 0 yang berarti X3 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Y atau terdapat pengaruh variabel infrastruktur terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Nilai koefisien determinasi (R-squared) sebesar 0,729 yang berarti variabel independen (X) yang meliputi kemampuan petugas, prosedur pelayanan dan sarana prasarana memberikan kontribusi terhadap efisiensi pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang sebesar 72,9%, sedangkan sisanya sebesar 27,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Dari penelitian tersebut juga diperoleh jawaban bahwa diantara kemampuan aparatur, prosedur pelayanan dan sarana prasarana, sarana prasarana (X3) merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi peningkatan efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang diulas secara mendalam dan sistematis. Variabel infrastruktur paling dominan terhadap efisiensi pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, sehingga pimpinan semakin meningkatkan infrastruktur kerja internal.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Gambaran Umum Objek Penelitian
  • Identitas Responden
  • Deskripsi Variabel Penelitian
  • Uji validitas dan Reliabilitas
  • Uji Analisis Regresi Linier Berganda
  • Uji Asumsi Klasik
  • Pengujian Hipotesis

Berdasarkan Tabel 5.5, keberhasilan pelayanan publik sangat ditentukan oleh tingkat kedisiplinan PNS, yaitu 23,1% responden menyatakan sangat tinggi, 59,6% responden menyatakan tinggi, kemudian 17,3% responden menyatakan sangat tinggi. bahwa itu sudah cukup. dan tidak ada satupun responden yang menyatakan rendah atau sangat rendah. Pada poin empiris ketiga, seluruh pegawai bekerja dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing, dimana 46,2% responden menyatakan sangat tinggi, 26,9% responden menyatakan tinggi, kemudian 26,9% responden menyatakan sangat tinggi. itu sudah cukup dan 0% menunjukkan rendah dan sangat rendah. Berdasarkan Tabel 5.6 item unsur empiris pertama Seluruh pegawai bekerja sesuai dengan deregulasi dan prosedur pelayanan yang telah ditetapkan, dimana 46,2% responden menyatakan sangat tinggi, 26,9% responden menyatakan tinggi, kemudian 26,9% responden menyatakan sangat tinggi. tinggi. cukup tinggi. , lalu 0%.

Pada butir empiris kedua, pemberian pelayanan dilakukan melalui penyederhanaan prosedur dalam penyelenggaraan pelayanan (deregulasi), dimana 46,2% responden menyatakan sangat tinggi, 23,1% responden menyatakan tinggi, kemudian 30,8% responden menyatakan tinggi. terlalu tinggi. sudah cukup, maka 0% responden menyatakan dinyatakan rendah dan sangat rendah. Pada poin empiris ketiga, pemberian pelayanan dilakukan dengan penyederhanaan birokrasi (debirokratisasi), dimana 44,2% responden menyatakan sangat tinggi, 25,0% responden menyatakan tinggi, kemudian 30,8%. Pada butir empiris keempat, seluruh masyarakat mendapat pelayanan tanpa komplikasi (debirokratisasi), dimana 23,1% responden menyatakan sangat tinggi, 59,6% responden menyatakan tinggi, kemudian 17,3%.

Berdasarkan Tabel 5.7 elemen item empirik yang pertama adalah seluruh pegawai memberikan pelayanan dengan menggunakan peralatan administrasi, dimana 46,2% responden menyatakan sangat tinggi, 26,9% responden menyatakan tinggi, kemudian 26,9% responden menyatakan cukup , kemudian 0% responden menyatakan ditetapkan rendah dan sangat rendah. Pada item empiris kedua, perlengkapan administrasi kepemimpinan yang memadai merupakan kriteria kelancaran penyampaian pelayanan kepada masyarakat dimana 38,5% responden menyatakan sangat tinggi, 38,5% responden menyatakan tinggi, dan 23,1% responden menyatakan sangat tinggi. itu tinggi. cukup maka 0% responden menyatakan ditetapkan rendah dan sangat rendah. Pada item empiris ketiga, efektivitas pelayanan publik didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti keberadaan gedung dan kendaraan operasional, dimana 46,2% responden menyatakan sangat tinggi, 26,9% responden menyatakan tinggi, lalu 26,9% responden menyatakan cukup, lalu 0%.

Pada poin empiris keempat, pelayanan diberikan kepada masyarakat dengan biaya operasional yang terjangkau masyarakat, dimana 38,5% responden menyatakan sangat tinggi, 38,5% responden menyatakan tinggi, kemudian 23 responden menyatakan, 1% responden. cukup, kemudian 0% responden menyatakan terindikasi rendah dan sangat rendah. Pada poin empiris yang ketiga, optimalisasi pelayanan kepada masyarakat ditentukan oleh kemampuan berpikir petugas dan kemampuan petugas dalam menerima dan melaksanakan perintah atasan, dimana 46,2% responden menyatakan sangat puas, 30,8% menyatakan sangat puas. dipertanyakan. menyatakan puas, kemudian sebanyak 23,1% responden menjawab cukup puas, kemudian sebanyak 0% responden menjawab tidak puas dan sangat tidak puas.

Tabel 5.3  Hasil Uji Item Variabel
Tabel 5.3 Hasil Uji Item Variabel

Pembahasan

  • Pengaruh Kemampuan Aparat terhadap Efektivitas Pelayanan
  • Pengaruh Prosedur Pelayanan terhadap Efektivitas Pelayanan

Berkenaan dengan peningkatan kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, penelitian ini mencoba mengungkap berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian pelayanan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan yang dimaksud adalah kemampuan perangkat, prosedur pelayanan serta sarana dan prasarana yang dimiliki Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Penting untuk diupayakan kemampuan aparat dalam melaksanakan pelayanan terpadu di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, karena sebaik apapun unsur pelayanan yang lain, jika tidak dibarengi dengan kemampuan yang baik maka pelayanan yang diberikan tidak akan maksimal. optimal.

Pengaruh Prosedur Pelayanan Terhadap Efisiensi Pelayanan Publik Untuk mengoptimalkan sistem pelayanan di Kantor Kecamatan Batulappa Untuk mengoptimalkan sistem pelayanan di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang perlu diterapkan dan dijalankannya mekanisme prosedur yang jelas, sederhana dan transparan. Sarana dan prasarana yang dimaksud dalam penelitian adalah (1) peralatan administrasi atau kertas kantor disesuaikan dengan beban kerja yang diselesaikan (2) bangunan/kendaraan yang menunjang kelancaran pelayanan dan (3) biaya operasional yang diukur berdasarkan responden. pengalaman mengurus berbagai perizinan di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Karena dengan prosedur pelayanan maka seluruh rangkaian kegiatan yang dikelola Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang akan berjalan efisien, efektif dan berkualitas.

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel independen ( %, sedangkan sisanya sebesar 28,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (X) yang meliputi kemampuan peralatan (X1), prosedur pelayanan (X2) dan sarana prasarana (X3) dapat digunakan untuk efektivitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. sehingga kementerian dapat lebih meningkatkan efektivitas pemberian pelayanan kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Ketiga variabel independen (X) menunjukkan bahwa masing-masing variabel memberikan kontribusi yang berbeda terhadap efektivitas pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, sehingga variabel ini menjadi perhatian instansi terkait.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Handoko, Hani (2014), Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, Balai Pustaka Hasibuan, Malayu, S.P, (2011), Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia,. Sehubungan dengan penelitian dalam rangka Penyusunan Tesis Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Nobel Indonesia Makassar yang berjudul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CACATNYA PELAYANAN PUBLIK PADA PEMERINTAH KABUPATEN BATULAPPA, saya mohon agar saudara mengambil KABUPATEN BATULAPPA”. sejenak untuk mengisi kuesioner ini. . Tidak ada jawaban benar atau salah dan sesuai dengan kode etik penelitian, kerahasiaan seluruh data terjamin.

Jangan terlalu banyak mikir, saya harap anda lebih leluasa menjawab sesuai dengan apa yang anda rasakan dan alami, bukan sesuai dengan apa yang seharusnya. Saya sangat mengapresiasi segala partisipasi dan kejujuran anda dalam menjawab kuesioner ini dan saya sangat berterimakasih atas segala kerjasama anda. Lengkapi jawaban berikut berdasarkan apa yang Anda alami dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.

Pemberian pelayanan yang optimal kepada masyarakat ditentukan oleh kemampuan berpikir petugas dan kemampuan petugas dalam menerima dan melaksanakan perintah atasan.

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden Berdasarkan Umur

Distribusi Frekuensi Item-item Variabel Kemampuan Aparat

Distribusi Frekuensi Item-item Variabel Prosedur Pelayanan

Distribusi Frekuensi Item-item Variabel Sarana dan Prasarana

Distribusi Frekuensi Item-item Variabel Efektivitas Pelayanan Publik . 65

Hasil Uji Reliabilitas

Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Hasil Uji Multikolinearitas

Hasil Uji Autokorelasi

Hasil Uji F

Hasil Uji T

Hasil Uji Beta

Hasil Uji Determinasi

Gambar

Gambar 4.1  Skema Desain Penelitian
Tabel 5.3  Hasil Uji Item Variabel
Tabel 5.8  Hasi Uji Autokorelasi
Tabel 5.8  Hasil Uji F
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Regresi Variabel AbsRes_1 Terhadap Kebijakan Dividen Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Dependent

Dari hasil regresi pada tabel 5.6, dapat dilihat korelasi antara variabel terikat (dependent variable) yaitu beta koofisien PLN dengan variabel-variabel bebas

Nilai 0,388 pada variabel kualitas produk X2 adalah bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kualitas produk, berarti akan semakin tinggi pula keputusan pembelian

Dependent Variable: Kual Sumber: Data Diolah 2021 Hasil pengujian antara variabel independen integritas auditor, objektivitas auditor, kompetensi auditor, kerahasiaan auditor, dan

Dependent Variable: Kinerja Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS 26.0 2021 Dari hasil perhitungan pada variabel kompensasi finansial terhadap kinerja maka diperoleh nilai

2 2021 Tabel 5 Variabel Yang Berpengaruh Dominan Model Standardized Coefficients Beta 1 Constant Motivasi X1 ,353 Kompensasi X2 ,233 Kedisiplinan X3 ,278 Sumber: Data

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima dimensi kualitas pelayanan, hanya 3 dimensi yakni dimensi tangible, dimensi emphaty dan dimensi assurance yang berpengaruh positif

Dependent Variable: Produktivitas Kerja Sumber: Data Primer, Diolah 2021 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil nilai signifikan antara variabel kemampuan kerja sebesar 0,003 dan