Umur perkawinan pertama wanita erat hubungannya dengan fertilitas. Bila umur perkawinan pertama seorang perempuan semakin muda semakin mendekati umur haid pertama kali, maka semakin lama masa reproduksinya. Hal ini berarti semakin panjang masa bagi seorang wanita untuk hamil dan melahirkan.
30 7. Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu sarana untuk mengendalikan jumlah penduduk terutama untuk menekan angka kelahiran yang akhirnya akan menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Data KB dikumpulkan diantaranya melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mendapatkan informasi penggunaan alat KB oleh perempuan pernah kawin (kawin, cerai hidup, dan cerai mati) berusia 15 tahun ke atas. Pada kelompok usia tersebut seorang perempuan berpeluang untuk hamil dan melahirkan.
Pada tahun 2019, persentase perempuan pernah kawin berumur 15-49 tahun yang sedang menggunakan alat/cara KB hanya sekitar 37,27 persen, menurun dibandingkan data tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 persentase perempuan yang menggunakan metode/cara KB hanya sekitar 27,71 persen.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah persentase perempuan yang tidak pernah menggunakan alat KB cenderung meningkat. Pada tahun 2019 persentase peremuan pernah kawin berumur 10-59 tahun yang tidak menggunakan alat KB adalah 49,98 persen, kemudian pada tahun 2020 turun menjadi 38,14 persen.
31
Gambar 3.3. Perempuan Pernah Kawin menurut Penggunaan Alat/Cara KB (persen), 2016-2020
Sumber : BPS Kabupaten Agam Tahun 2020
Air Susu Ibu (ASI) merupakan zat makanan terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama masa pertumbuhan. ASI yang pertama kali keluar (kolostrum) kaya zat gizi dan mengandung zat kekebalan yang baik untuk pertahanan tubuh bayi dalam melawan penyakit dan tidak dimiliki oleh susu lainnya. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah dan komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bayi dan perkembangan usianya.
Interaksi selama menyusui akan berpengaruh terhadap aspek psikologi ibu dan bayi. Ikatan kasih sayang antara
17.00 16.03 16.28 22.32 15.84
41.20 43.99 35.84 27.71 37.27
41.80 39.98 47.88 49.98 46.89
2016 2017 2018 2019 2020
Pernah Menggunakan Sedang Menggunakan Tidak Pernah Menggunakan
32
keduanya akan semakin erat. Menyusui bayi juga sangat ekonomis karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula dan perlengkapannya. Selain itu, menyusui secara eksklusif dapat menunda haid sehingga berfungsi sebagai kontrasepsi alami yang dikenal sebagai Metode Amenorhea Laktasi (MAL).
ASI kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Karena itu, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan sudah menjadi kewajiban ibu. Dan, akan menjadi lebih sempurna jika pemberian ASI ini dilanjutkan hingga si Kecil berusia dua tahun.
Tabel 3.13
Persentase Baduta Pernahdiberian ASI dan Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan), 2020
Jenis Kelamin Persentase Baduta Pernah
diberi ASI
Rata-rata Lama Pemberian ASI (Bulan)
Laki-laki 100 9,32
Perempuan 100 9,98
Kab Agam 100 9,62
Sumber: Susenas 2020
33
Tahun 2020,100 persen persen bayi kurang dua tahun(Baduta) di Kabupaten Agam pernah diberi ASI. Hal ini mengindikasikan kesadaran penduduk yang sudah cukup baik dalam pemberian ASI pada baduta. Rata-rata lama pemberian ASI lebih panjang pada baduta perempuan dibandingkan baduta laki-laki.
8. Perempuan sebagai Kepala Rumah Tangga (KRT)
Kepala rumah tangga (KRT) adalah seseorang yang bertanggung jawab secara sosial ekonomi terhadap seluruh anggota rumah tangga. Karakteristik kepala rumah tangga adalah salah satu hal penting bagi kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Kepala rumah tangga yang lebih mapan dan memiliki pola fikir yang lebih baik akan mampu mendorong perekonomian rumah tangga menjadi lebih baik.
34
Gambar 3.4.Persentase Rumah Tangga menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin KRT Usia 24 tahun ke atas, 2020
Sumber : Susenas 2020
Secara umum kepala rumah tangga di Kabupaten Agam adalah laki-laki. Umumnya kepala rumah tangga perempuan adalah berstatus cerai hidup/cerai mati. Jika dilihat menurut pendidikan kepala rumah tangga, semakin tinggi pendidikan KRT maka persentase rumah tangga yang dikepalai oleh laki-laki semakin meningkat. Dengan demikian kepala rumah tangga perempuan umumnya berpendidikan rendah dibandingkan dengan kepala rumah tangga laki-laki.
Hal ini berdampak kepada kesejahteraan rumah tangganya.
Umumnya rumah tangga yang dikepalai oleh laki-laki relatif lebih sejahtera dibandingkan rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan.
43.37
56.63
49.81 50.19
SD Kebawah SMP Ke Atas
Laki-Laki Perempuan
35
9. Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 3.14. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2020
No KECAMATAN JUMLAHKK
TOTAL LAKI-LAKI PEREMPUAN
1. Tanjung Mutiara 5.048 1.021 6.069
2. Lubuk Basung 12.847 2.846 15.693
3. Tanjung Raya 6.827 2.000 8.827
4. Matur 3.931 1.352 5.283
5. IV Koto 5.378 1.706 7.084
6. Banuhampu 6.811 1.520 8.331
7. Ampek Angkek 8.485 1.966 10.451
8. Baso 7.661 2.221 9.882
9. Tilatang Kamang 7.830 2.326 10.156
10. Palupuh 3.109 778 3.887
11. Palembayan 6.561 1.620 8.181
12. Sungai Pua 5.045 1.472 6.517
13. Ampek Nagari 4.914 926 5.840
14. Candung 4.773 1.364 6.137
15. Kamang Magek 4.121 1.405 5.526
16. Malalak 2.279 755 3.034
KABUPATEN 95.620 25.278 120.898
Sumber : Dinas Dalduk KB P2 dan PA Kab. Agam Tahun 2020
36
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Secara implisit dalam batasan ini adalah anak yang belum menikah. Kepala keluarga adalah laki-laki atau perempuan yang berstatus kawin, atau janda/duda yang mengepalai suatu keluarga yang anggotanya terdiri dari istri/suami atau anak-anaknya.
Berdasarkan tabel 3.15. menunjukkan bahwa perempuan sebagai kepala keluarga sebesar 20,91% (25.278 KK) dan laki-laki sebesar 79,09% (95.620 KK) di Kabupaten Agam pada tahun 2020.
37 BAB IV
DATA PERSEPEKTIF GENDER BIDANG PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia, sehingga kualitas sumber daya manusia bergantung pada kualitas pendidikan yang dicapai.
Pentingnya pendidikan tercermin dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa pendidikan memiliki andil besar terhadap kemajuan sosial ekonomi dan kesejahteraan suatu bangsa.
Setiap penduduk Indonesia berhak atas kehidupan yang layak.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai kehidupan yang layak tersebut adalah melalui pendidikan, dengan pencapaian pendidikan bagi semua lapisan masyarakat (education for all) bagi tua dan muda, miskin maupun kaya, dan laki-laki maupun perempuan.
Salah satu pilar pembangunan pendidikan adalah perluasan dan pemerataan pendidikan dengan indikator antara lain : Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Buta Aksara/Angka Melek Aksara, dimana ketimpangan gender dapat terlihat dari representasi perempuan dan laki-laki pada data indikator tersebut.
1. Partisipasi Sekolah
Indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui tingkat partisipasi anak usia sekolah dalam proses kegiatan belajar dipendidikan formal (sekolah) adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS).
38
APS merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. Angka tersebut memperhitungkan adanya perubahan penduduk terutama usia muda. Ukuran yang banyak digunakan di sektor pendidikan seperti pertumbuhan jumlah murid lebih menunjukkan perubahan jumlah murid yang mampu ditampung di setiap jenjang sekolah. Sehingga, naiknya persentase jumlah murid tidak dapat diartikan sebagai semakin meningkatnya partisipasi sekolah. Kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan ditambahnya infrastruktur sekolah serta peningkatan akses masuk sekolah sehingga partisipasi sekolah seharusnya tidak berubah atau malah semakin rendah
Perluasan kesempatan perempuan untuk mengakses pendidikan telah menambah angka partisipasi wanita dalam pendidikan. Konsekuensinya terhadap perencanaan pembangunan yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja bagi penduduk perempuan.
39
Tabel 4.1. Persentase Penduduk Berusia 5 Tahun Keatas Menurut Partisipasi Sekolah Tahun 2020
Partisipasi
Pendidikan Laki-laki Perempuan L + P
(1) (2) (3) (4)
1. Tidak/Belum Pernah Sekolah 4,85 3,94 4,39
2. Masih Sekolah 28,37 27,77 28,07
3. Tidak Bersekolah Lagi 66,79 68,29 67,54 Sumber : BPS Kab. Agam Tahun 2020.
Indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui tingkat partisipasi anak usia sekolah dalam proses kegiatan belajar di pendidikan formal (sekolah) adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS).
APS merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. Angka tersebut memperhitungkan adanya perubahan penduduk terutama usia muda. Ukuran yang banyak digunakan di sektor pendidikan seperti pertumbuhan jumlah murid lebih menunjukkan perubahan jumlah murid yang mampu ditampung di setiap jenjang sekolah. Sehingga, naiknya persentase jumlah murid tidak dapat diartikan sebagai semakin meningkatnya partisipasi sekolah. Kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan ditambahnya infrastruktur sekolah
40
serta peningkatan akses masuk sekolah sehingga partisipasi sekolah seharusnya tidak berubah atau malah semakin rendah
Perluasan kesempatan perempuan untuk mengakses pendidikan telah menambah angka partisipasi wanita dalam pendidikan. Konsekuensinya terhadap perencanaan pembangunan yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan kerja bagi penduduk perempuan.
Tabel 4.2. Jumlah Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut kelompok umur umur (7-12 dan 13-15 tahun) dan jenis kelamin per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2020
No Kec 7-12 13-15
L P L+P L P L+P
1 Ampek Angkek 104.76 103.53 104.17 98.73 92.55 95.78
2 Ampek Nagari 99.03 102.69 100.77 79.88 80.84 80.35
3 Banuhampu 88.03 90.75 89.31 131.77 149.26 140.19
4 Baso 84.45 88.04 86.18 59.41 58.25 58.85
5 Candung 78.75 85.00 81.81 138.52 138.74 138.62
6 IV Koto 85.34 88.08 86.67 77.96 77.00 77.50
7 Kamang Magek 89.82 91.28 90.51 96.56 97.11 96.82
8 Lubuk Basung 101.33 100.82 101.08 93.04 88.69 90.94
9 Malalak 94.34 94.48 94.41 45.22 39.92 42.75
10 Matur 94.50 98.23 96.27 88.59 85.84 87.26
11 Palembayan 91.19 90.21 90.72 62.38 56.68 59.54
12 Palupuh 89.33 90.05 89.67 64.90 63.30 64.08
13 Sungai Pua 90.42 89.35 89.92 65.72 57.20 61.57
14 Tanjung Mutiara 97.46 99.89 98.60 62.04 65.01 63.42 15 Tanjung Raya 98.80 102.64 100.65 88.87 84.91 86.88 16 Tilatang Kamang 85.83 84.24 85.06 97.00 101.13 98.94 Kab.Agam 93.56 94.92 94.21 86.99 85.91 86.47
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
41
Gambar 4.1. APS Kelompok Umur 7-12 th Per Kecamatan menurut Jenis Kelamin, Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020 Gambar 4.2. APS Kelompok Umur 13-15 th Per Kecamatan menurut Jenis Kelamin Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
42
Gambar 4.3. APS Kelompok Umur 7-12 tahun dan Jenis Kelamin Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Dari data di atas menunjukkan bahwa APS kelompok umur 7 sd 12 tahun dan kelompok umur 16 sd 18 tahun berdasarkan jenis kelamin menunjukkan kecenderungan yang sama bahwa di sebagian besar kecamatan dan di Kabupaten, APS perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, sedangkan pada kelompok umur 16 sd 18 tahun APS laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Bila dilihat dari komposisi penduduk, justru penduduk laki-laki lebih banyak dibanding perempuan pada kelompok usia tersebut.
43
Tabel 4.3. Jumlah Angka Partisipasi Kasar (APK) menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2020
No Kec SD SMP
L P L+P L P L+P
1 Ampek Angkek 107.62 103.53 105.65 114.00 106.49 110.42 2 Ampek Nagari 107.98 108.79 108.36 91.79 93.89 92.82 3 Banuhampu 94.96 93.25 94.15 136.56 158.18 146.97
4 Baso 92.17 92.66 92.41 63.61 62.47 63.06
5 Candung 83.55 85.16 84.34 177.78 174.17 176.08
6 IV Koto 95.58 91.02 93.36 86.51 94.62 90.39
7 Kamang Magek 92.84 92.39 92.63 117.73 113.49 115.73 8 Lubuk Basung 107.23 101.18 104.27 103.10 105.36 104.19
9 Malalak 101.95 101.02 101.50 48.53 41.18 45.10
10 Matur 100.80 101.66 101.21 103.87 101.96 102.95
11 Palembayan 99.43 95.95 97.77 66.45 62.98 64.72
12 Palupuh 100.92 97.64 99.39 64.90 67.69 66.33
13 Sungai Pua 101.17 95.80 98.68 62.89 56.39 59.72 14 Tanjung Mutiara 101.54 100.50 101.05 85.66 95.98 90.46 15 Tanjung Raya 102.11 103.82 102.94 105.86 104.26 105.05 16 Tilatang Kamang 86.03 81.65 83.91 116.91 123.00 119.77 Kab.Agam 99.61 97.22 98.46 99.36 100.69 100.00 Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
APK adalah perbandingan jumlah siswa pada tingkat pendidikan SD/SLTP dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 15 tahun atau rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
44
APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.
APK didapat dengan membagi jumlah penduduk yang sedang bersekolah (atau jumlah siswa), tanpa memperhitungkan umur, pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tersebut.
Gambar 4.4. APK Siswa SD Laki-laki Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
45
Gambar 4.5. APK Siswa SD Perempuan Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Gambar 4.6. APK Siswa SD Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
46
Gambar 4.7. APK Siswa SLTP Laki-laki Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Gambar 4.8. APK Siswa SLTP Perempuan Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
47
Gambar 4.9. APK Siswa SLTP Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
48
Tabel 4.4. Jumlah Angka Partisipasi Murni (APM) menurut jenjang pendidikan SD dan SLTP jenis kelamin per Kecamatan di Kabupaten Agam Tahun 2020
NO KECAMATAN SD SLTP
L P L + P L P L + P
1 Ampek Angkek 98.01 97.50 97.77 87.42 86.49 86.98 2 Ampek Nagari 96.17 99.50 97.76 65.57 70.53 67.98 3 Banuhampu 84.36 85.14 84.73 115.93 138.16 126.63
4 Baso 82.37 86.03 84.13 47.61 51.80 49.62
5 Candung 73.80 77.78 75.75 126.07 129.97 127.91 6 IV Koto 83.49 83.67 83.58 58.77 69.17 63.75 7 Kamang Magek 83.03 85.29 84.10 86.40 89.40 87.82 8 Lubuk Basung 96.49 93.59 95.07 83.35 83.74 83.54 9 Malalak 93.75 93.87 93.81 35.66 31.51 33.73 10 Matur 91.20 93.14 92.12 78.21 80.39 79.26 11 Palembayan 89.26 88.06 88.68 48.39 49.14 48.77 12 Palupuh 88.30 88.22 88.26 48.04 53.41 50.79 13 Sungai Pua 88.67 87.32 88.05 45.62 44.43 45.04 14 Tanjung Mutiara 90.00 91.11 90.52 49.91 56.66 53.05 15 Tanjung Raya 93.00 95.76 94.33 79.79 80.75 80.27 16 Tilatang Kamang 77.65 76.99 77.33 86.00 96.51 90.94 Kab.Agam 89.18 89.62 89.39 74.38 78.56 76.40 Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
49
Angka Partisipasi Murni (APM) adalah perbandingan penduduk usia antara 7 hingga 15 tahun yang terdaftar sekolah pada tingkat pendidikan SD/SLTP dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 15 tahun. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama.
APM menunjukkan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah di tingkat pendidikan tertentu. Seperti APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Tetapi, jika dibandingkan APK, APM merupakan indikator daya serap yang lebih baik karena APM melihat partisipasi penduduk kelompok usia standar di jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar tersebut.
APM di suatu jenjang pendidikan didapat dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang sekolah tersebut.
50
Gambar 4.10. APM Siswa SD Laki-laki Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Gambar 4.11. APM Siswa SD Perempuan Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
51
Gambar 4.12. APM Siswa SD Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Gambar 4.13. APM Siswa SLTP Laki-laki Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
52
Gambar 4.14. APM Siswa SLTP Perempuan Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
Gambar 4.15. APM Siswa SLTP Kab. Agam Tahun 2020
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
53 2. Angka Melek Huruf (AMH)
Angka Melek Huruf (AMH) adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya, tanpa harus mengerti apa yang di baca/ditulisnya terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. Angka Buta Huruf (ABH) adalah Proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas.
Melek huruf didefinisikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Indikator ini menggambarkan mutu sumber daya manusia yang diukur dalam aspek pendidikan. Semakin tinggi nilai indikator ini, semakin baik mutu sumberdaya manusia dalam masyarakat. Kemampuan membaca dan menulis (baca- tulis) merupakan keterampilan minimum yang dibutuhkan penduduk untuk menuju hidup sejahtera.
Angka melek huruf (AMH) merupakan salah satu indikator sederhana yang dapat menunjukkan perkembangan pembangunan pendidikan. Semakin besar angka melek huruf, berarti semakin banyak penduduk yang mengerti baca dan tulis. Dengan angka melek huruf yang tinggi (angka buta aksara rendah) menunjukkan pencapaian pendidikan dasar yang efektif dan berhasilnya program keaksaraan, namun
54
setelah metodologi IPM diubah maka Angka melek huruf sudah tidak relevan dalam mengukur pendidikan secara utuh karena tidak dapat menggambarkan kualitas pendidikan.
Selain itu, karena angka melek huruf di sebagian besar daerah sudah tinggi, sehingga tidak dapat membedakan tingkat pendidikan antardaerah dengan baik.
3. Rata-rata lama sekolah
Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki.
Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki seseorang merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formalnya. Semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk suatu negara semakin tinggi taraf intelektualitas negara tersebut. Angka rata-rata lama sekolah Kabupaten Agam tahun 2020 adalah 8,80%.
55 4. Sertifikasi Guru
Tabel 4.5. Jumlah Guru SD Negeri Berdasarkan Sertifikasi dan Jenis Kelamin per Kecamatan Kab. Agam
No. Kecamatan
Jumlah Guru SD menurut Sertifikasi
Sudah Belum
L P L+P L P L+P
1 Ampek Angkek 23 164 187 27 100 127
2 Ampek Nagari 20 79 99 33 121 154
3 Banuhampu 19 120 139 18 65 83
4 Baso 20 136 156 9 82 91
5 Canduang 21 85 106 2 43 45
6 IV Koto 17 108 125 14 59 73
7 Kamang Magek 20 100 120 3 48 51
8 Lubuk Basung 47 278 325 50 285 335
9 Malalak 11 39 50 7 37 44
10 Matur 20 80 100 13 59 72
11 Palembayan 40 113 153 32 133 165
12 Palupuh 28 58 86 9 52 61
13 Sungai Pua 10 68 78 12 59 71
14 Tanjung Mutiara 27 94 121 29 139 168
15 Tanjung Raya 41 164 205 22 131 153
16 Tilatang Kamang 19 128 147 13 73 86
Jumlah 383 1814 2197 293 1486 1779
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
56
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa guru SD laki-laki dan perempuan lebih banyak yang sudah memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi) dibanding dengan yang belum memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi). Dilihat dari jumlah guru SD yang sudah sertikasi menunjukkan bahwa, guru SD laki-laki sudah sertikasi sebesar 17,43% dan perempuan 82,56%.
Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya guru SD perempuan dibanding laki-laki dimana guru SD perempuan sebesar 83 % dan laki-laki sebesar 17 %.
Tabel 4.6. Jumlah Guru SLTP Negeri Berdasarkan Sertifikasi & Jenis Kelamin per Kecamatan Kab. Agam Th. 2020
No. Kecamatan
Jumlah Guru SLTP menurut Sertifikasi
Sudah Belum
L P L+P L P L+P
1 Ampek Angkek 15 62 77 13 34 47
2 Ampek Nagari 7 32 39 18 45 63
3 Banuhampu 6 33 39 2 17 19
4 Baso 16 50 66 14 23 37
5 Canduang 14 38 52 2 7 9
6 IV Koto 11 26 37 0 4 4
7 Kamang Magek 4 25 29 1 3 4
8 Lubuk Basung 26 111 137 29 110 139
9 Malalak 6 10 16 3 13 16
10 Matur 5 16 21 2 7 9
11 Palembayan 19 30 49 15 42 57
12 Palupuh 11 23 34 7 12 19
13 Sungai Pua 4 23 27 4 4 8
14 Tanjung Mutiara 8 33 41 8 26 34
15 Tanjung Raya 8 37 45 9 20 29
16 Tilatang Kamang 12 74 86 3 9 12
Jumlah 172 623 795 130 376 506
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
57
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa guru SLTP laki- laki dan perempuan lebih banyak yang telah memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi) dibanding dengan yang belum memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi). Dilihat dari jumlah guru SLTP yang sudah sertikasi menunjukkan bahwa guru SLTP laki-laki sudah sertikasi sebesar 21,64 % dan perempuan 78,36 %. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya guru SLTP perempuan dibanding laki-laki, dimana guru SLTP perempuan sebesar 76,79% dan laki- laki sebesar 23,21%.
5. Angka Kesetaraan
Tabel 4.7. Jumlah Peserta Didik Kesetaraan Usia 7-18 Tahun Per Kecamatan Kab. Agam Tahun 2020
No Kecamatan
JUMLAH PESERTA DIDIK
Total Usia 7-18 Tahun
L P
1 Kec. Ampek Angkek 67 49 116
2 Kec. Ampek Nagari 24 6 30
3 Kec. Banuhampu 229 70 299
4 Kec. Baso 58 8 66
5 Kec. Candung - - -
6 Kec. IV Koto 42 13 55
7 Kec. Kamang Magek 53 34 87
8 Kec. Lubuk Basung 189 59 248
9 Kec. Malalak - - -
10 Kec. Matur - - -
11 Kec. Palembayan - - -
12 Kec. Palupuh 13 1 14
13 Kec. Sungai Pua - - -
14 Kec. Tanjung Mutiara - - -
15 Kec. Tanjung Raya 9 1 10
16 Kec. Tilatang Kamang 135 35 170
Total 819 276 1,095
58
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
6. Angka Anak Usia Dini
Tabel 4.8. Jumlah Peserta Didik Kesetaraan Usia 7-18 Tahun Per Kecamatan Kab. Agam Tahun 2020
No Kecamatan
JUMLAH PESERTA DIDIK TK JUMLAH PESERTA DIDIK PAUD SEJENIS
Total
Negeri Swasta Negeri Swasta
L P L P L P L P
1 Kec. Ampek Angkek 46 24 486 442 - - 71 58 1,127
2 Kec. Ampek Nagari - - 243 225 - - 29 29 526
3 Kec. Banuhampu - - 404 377 - - 4 2 787
4 Kec. Baso 46 26 241 207 - - 160 125 805
5 Kec. Candung - - 190 201 - - 80 68 539
6 Kec. IV Koto - - 188 170 - - 27 39 424
7 Kec. Kamang Magek 37 23 167 152 - - 10 13 402
8 Kec. Lubuk Basung 75 83 484 521 - - 96 91 1,350
9 Kec. Malalak - - 52 49 - - 104 136 341
10 Kec. Matur 29 43 116 129 - - 9 9 335
11 Kec. Palembayan - - 280 276 - - 198 207 961
12 Kec. Palupuh - - 92 65 - - 51 43 251
13 Kec. Sungai Pua - - 169 144 - - 15 9 337
14 Kec. Tanjung Mutiara - - 194 147 - - 119 131 591
15 Kec. Tanjung Raya - - 329 402 - - 137 157 1,025
16 Kec. Tilatang Kamang - - 236 227 - - 32 22 517
Total 233 199 3,871 3,734 - - 1,142 1,139 10,318
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Tahun 2020
59 7. Angka Kunjungan Museum
Rekapitulasi Jumlah Kunjungan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
No. Uraian Jenis Kelamin
Laki-Laki Perempuan
1. Siswa 105 60
2. Mahasiswa 30 20
3. Peneliti 0 0
4. Guru 100 75
5. Dosen 25 20
6. Umum 274 300
7. Seniman 10 5
Jumlah 644 480
Jumlah Total 1.124
60 8. Raudhatul Athfal (RA)
Raudatul Athfal (disingkat RA) merupakan jenjang pendidikan anak usia dini (yakni usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal, di bawah pengelolaan Kementerian Agama. RA setara dengan taman kanak-kanak (TK), di mana kurikulumnya ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Di Indonesia, menempuh pendidikan TK/RA tidaklah wajib. Namun dalam perkembangannya, banyak sekolah dasar yang mewajibkan calon siswanya lulus TK/RA.
61
Tabel 4.9. Jumlah Siswa Raudhatul Athfal RA)
Tahun Ajaran 2020/2021 Kabupaten Agam
NO KECAMATAN NAMA MADRASAH
JUMLAH ROMBONGA
N BELAJAR
JUMLAH LK PR TOTAL
1 AmpekNagari RA AMANAH PERWATI 3 20 30 50
2 AmpekNagari RA UMMI ALIFTHA 3 41 19 60
3 Banuhampu RA AL IRSYAD
BULAAN KAMBA 2 15 17 32
4 Candung RA MIN CANDUNG 2 12 13 25
5 KamangMagek RA MIN JATI 2 27 26 53
6 LubukBasung RA PERWANIDA LUBUK BASUNG
1 5 4 9
7 LubukBasung RA NURUL WALAD 2 12 13 25
8 LubukBasung RA NURUL YAQIN SITI MANGGOPOH
2 7 17 24
9 LubukBasung RA AL MUBARAK 5 32 31 63
10 LubukBasung RA
RIYADHUSSHALIHIN 1 7 6 13
11 Palembayan RA MIN GUMARANG 1 3 4 7
12 Palembayan RA HABIBURRAHMAN 2 13 10 23
13 TilatangKamang RA AL HIDAYAH SITUMBUK
2 19 22 41
14 tilatangkamang RA PERWANIDA PAKAN KAMIS
1 11 6 17
Sumber data :Kementerian Agama Kab. Agam Tahun 2020
62
Tabel 4.10. Jumlah GuruRaudhatul Athfal (RA)
Tahun Ajaran 2020/2021 Kabupaten Agam
Sumber data :Kementerian Agama Kab. Agam Tahun 2020 NO KECAMATAN NAMA RA
JUMLAH ROMBON GAN BELAJAR
JUMLAH
NON PNS PNS
LK PR TOTA
L LK PR TOTAL
1 AmpekNagari RA AMANAH PERWATI 0 5 5 1
2 AmpekNagari RA UMMI ALIFTHA 0 3 3 2
3 Banuhampu RA AL IRSYAD BULAAN
KAMBA 0 1 1 3
4 Candung RA MIN CANDUNG 0 0 4
5 KamangMagek RA MIN JATI 0 3 3 5
6 LubukBasung RA PERWANIDA LUBUK
BASUNG 0 2 2 6
7 LubukBasung RA NURUL WALAD 0 3 3 7
8 LubukBasung RA NURUL YAQIN SITI
MANGGOPOH 0 2 2 8
9 LubukBasung RA AL MUBARAK 0 4 4 9
10 LubukBasung RA RIYADHUSSHALIHIN 0 1 1 10
11 Palembayan RA MIN GUMARANG 0 2 2 11
12 Palembayan RA HABIBURRAHMAN 0 0 0 0 3 3 12
13 TilatangKaman g
RA AL HIDAYAH
SITUMBUK 1 1 2 2 13
14 tilatangkaman g
RA PERWANIDA PAKAN
KAMIS 1 1 2 2 14
63
Tabel 4.11. Jumlah Data Siswa MI Se Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2020/2021
No Kecamatan Nama RA/Madrasah
JumlahRom bonganBelaj
ar
Siswa Lk Pr Jml
1 Canduang MIN 1 AGAM 10 120 133 253
2 AmpekNagari MIN 2 AGAM 13 135 135 270
3 Banuhampu MIN 4 AGAM 7 90 69 159
4 KamangMagek MIN 3 AGAM 9 136 100 236
5 LubukBasung
MIS NURUL YAQIN
SITI MANGGOPOH 6 52 61 113
6 LubukBasung
MIS PLUS HAYATUL
MUBARAK 1 8 4 12
7 Malalak MIS TOBOH 6 52 48 100
8 Matur MIN 7 AGAM 12 123 110 233
9 Palembayan MIN 6 AGAM 7 80 50 130
10 Tanjung Raya MIN 8 AGAM 6 30 41 71
11 TilatangKamang MIN 5 AGAM 6 43 32 75
Sumber data :Kementerian Agama Kab. Agam Tahun 2020
9. Madrasah Ibtidaiyah
Madrasah ibtidaiyah (disingkat MI) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan Sekolah Dasar, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah ibtidaiyah ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan madrasah ibtidaiyah dapat melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah atau sekolah menengah pertama.