• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unsur-unsur RAPBS

2.4 Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)

2.4.2. Unsur-unsur RAPBS

Menurut Mulyono, didalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) dilaksanakan dengan melibatkan beberapa unsur, di antaranya yaitu :

1) Kepala sekolah dibantu para wakilnya yang ditetapkan oleh kebijakan sekolah.

2) Orang tua murid dalam wadah Komite Sekolah.

3) Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten 4) Pemerintah Kota/Kabupaten setempat.

Semua komponen ini adalah pihak-pihak yang terkait langsung dengan operasional sekolah sesuai kedudukan dan kapasitasnya. (Dikutip dari Mulyono, Konsep Pembiayaan Pendidikan, (Yogyakarta : Ar Ruzz Media, 2016), hal. 165.)

37 2.4.3. Prinsip-prinsip RAPBS

Di samping itu prinsip-prinsip dalam pembiayaan lembaga pendidikan di Indonesia di atur dalam Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Untuk memahami berbagai prinsip pembiayaan pendidikan dijelaskan beberapa prinsip penting saja, diantaranya yaitu :

1) Transparansi 2) Akuntabilitas 3) Efektivitas

4) Efisiensi sesuai dengan kebutuhan yang diisyaratkan 5) Peningkatan partisipasi stakeholder pendidikan 6) Hemat, tidak mewah

7) Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana, program/kegiatan 8) Keharusan penggunaan produksi dalam negeri.

Dalam penyusunan anggaran, hal yang terkait etika dan sistematika harus tetap dicermati dan dipatuhi. Pun dalam teorinya, prinsip-prinsip dan prosedur penyusunan anggaran dibuat agar memenuhi etika dan sistematika tersebut. Karena penyusunan anggaran ini adalah alat perencanaan, yaitu alat untuk menentukan langkah awal dari manajemen keuangan.

Apabila anggaran menghendaki fungsi sebagai alat perencanaan maupun pengendalian, maka anggaran harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1) Adanya pembagian wewenang dan tanggungjawab yang jelas dalam sistem manajemen dan organisasi

2) Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran

3) Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi 4) Adanya dukungan.

Penyusunan RAPBS yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip umum yang berlaku. Terkait dengan prinsip-prinsip tersebut, ada tiga hal yang tercakup didalamnya, yaitu:

a. Prinsip pembagian wewenang dan tanggung jawab b. Prinsip pelibatan stakeholder

c. Prinsip penentuan program berdasarkan skala prioritas.

38 2.4.4. Bentuk-bentuk Anggaran dalam RAPBS

1) Anggaran Pendapatan

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 ditegaskan secara jelas bahwa pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh semua pihak, termasuk di dalamnya pemerintah, masyarakat, serta keluarga peserta didik untuk mempermudah dalam memberikan kesempatan belajar bagi semua warga negaranya. Adapun sumber-sumber biaya pendidikan disekolah yaitu: (1) dana pemerintah, (2) iuran sekolah SPP, (3) sumbangan sukarela dari masayarakat dll . Sumber yang diterima oleh sekolah secara garis besar dikelompokkan menjadi beberapa sumber antara lain yaitu :

a. Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat membantu keuangan sekolah melalui beberapa cara, yaitu : hibah, BOS, membayar gaji guru, membantu sekolah mengadakan proyek penggalangan dana pembangunan dan rehabilitasi bangunan sekolah

b. Pemerintah Daerah

Kita lihat sendiri bahwa dinegara kita urusan pendidikan dasar dan menengah dilimpahkan kepada pemerintah daerah. Pemerintah daerah bertanggung jawab membangun sekolah, membayar gaji guru, menyediakan sarana-prasarana dengan dana yang berasal dari APBD dan APBN.

c. Orang tua Siswa

Kontribusi orangtua sebagai sumber dana antara lain: membayar biaya pendidikan yang ditentukan secara resmi memberi kontribusi kepada komite sekolah membayar sumbangan untuk membangun fasilitas tertentu, menyumbang tenaga dan keterampilan tertentu (pembangunan gedung dan pelatihan OR), membayar guru atas tambahan pelajaran diluar jam sekolah, membayar buku pelajaran, seragam, alat tulis dan kegiatan kesiswaan, mendiami kesejahteraan anaknya (uang, transport dan makan)

d. Orangtua Asuh

Perorangan, keluarga, masyarakat yang bertindak memberikan biaya selaku wali anak kurang mampu

e. Kelompok Masyarakat

39 Banyak sekolah swasta yang dibangun dan diselenggarakan kelompok- kelompok masyarakat dengan mobilisasi dana. Dana dari masyarakat ini biasanya merupakan sedekah yang seikhlas hati atau yang tidak mengikat dari masyarakat itu sendiri, ataupun tidak adanya unsur keterpaksaan, masyarakat yang ingin memberikan sedekahnya adalah tipe yang menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Sedekah sukarela ini yang diberikan tersebut merupakan wujud dari kepeduliannya karena merasa terpanggil untuk turut membantu kemajuan pendidikan. Dana yang seperti ini ada yang diterima dari perorangan, dari suatu organisasi, dari yayasan ataupun dari badan usaha baik milik pemerintah maupun milik swasta.

f. Peserta didik

Peserta didik merupakan sumber penggalangan dana yang baik. Dana ini dipungut dari peserta didik sendiri yang menikmati pelayanan kegiatan pendidikan tambahan atau ekstrakurikuler, seperti pelatihan komputer, kursus bahasa Inggris, bahasa arab, serta bahasa Mandarin atau keterampilan lainnya.

g. Yayasan

Ada sekolah yang didirikan oleh lembaga keagamaan atau lembaga lain yang non pemerintah. Yayasan ini memberikan dukungan secara finansial kepada sekolah.

h. Alumni

Para alumni yang mempunyai niatan untuk membantu peningkatan mutu sekolah atau tujuan pendidikan yang tidak selalu membicarakan dalam bentuk uang, contohnya : buku-buku, alat dan perlengkapan belajar.

Sama seperti dana dari masyarakat, dana dari alumni juga tidak mengikat atau suka rela dalam memberikan sedekah nya kepada sekolah demi kelancaran suatu kegiatan-kegiatan yang akan diadakan disekolah tersebut atau tercapainya tujuan pendidikan disekolah tersebut.

Dana ini ada yang diterima langsung dari alumni, tetapi ada juga yang dihimpun melalui acara reuni atau lustrum sekolah.

i. Wirausaha Sekolah

Kita ketahui bahwa ada beberapa sekolah yang mempunyai koperasi, kantin sekolah, bazaar tahunan, usaha fotocopy dan masih banyak lagi dan ini yang melaksanakan nya ialah para staf sekolah ataupun para siswa, maka dana dari mereka ini lah sekolah mendapatkan dana untuk anggaran sekolah tersebut.

40 2) Anggaran Belanja (Pengeluaran)

Secara garis besar, kita ketahui bahwa pengeluaran dari suatu sekolah/madrasah dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

a. Pembiayaan rutin

Angaran yang memang harus dikeluarkan secara rutin dari tahun ke tahun, contohnya saja gaji pegawai (guru dan non guru) biaya operasional, biaya pemeliharaan gedung, fasilitas dan alat pengajaran disebut sebagai pembiayaan rutin. Pembiayaan rutin sangatlah penting dikarenakan bagian yang menjadi salah satu sebagai tujuan pendidikan.

b. Pembiayaan pembangunan

Pembiayaan pembangunan ini contohnya biaya pembelian atau perluasan tanah, memperbaiki gedung sekolah atau membangun gedung baru, memperbaiki sarana-prasarana, penambahan furniture dll.

Dari penggunaan anggaran belanja (pengeluaran) pada materi diatas, terdapat satu macam lagi yang dapat dialokasikan yaitu pada anggaran untuk suatu kebutuhan, keperluan atau kepentingan social, baik bantuan social, bersilaturahmi kedalam maupun ke luar. Jika bantuan dalam yaitu dapat berupa dana untuk warga sekolah itu sendiri, sedangkan bantuan social keluar seperti untuk bencana alam, kemalangan, perayaan HUT RI, permohonan sumbangan dari luar dll.

Dokumen terkait