• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upacara adat papua Pendewasaan

Dalam dokumen BERAGAM KEBUDAYAAN PULAU PAPUA -rev2 (Halaman 43-46)

Pendewasaan : Setiap anak laki-laki masa akhir balik berkisar usia13-14 tahun dipisahkan dari orang tuanya.

Kemudian digembleng secara fisik maupun mental hingga menjadi pemuda dewasa yang gagah berani dan tangguh Tata Laksana Upacara : - Anak laki-laki dalam prosesi telungkup dilukai punggungnya dengan kayu tajam hingga berdarah dan dilakukan oleh dua orang dukun yang menggunakan topeng.

Kemudian luka tersebut disembuhkan oleh dukun lain dengan cara diberikan obat tradisional.

Makna Upacara :

Mengeluarkan darah memiliki makna simbolis.

44 15. Upacara Adat Papua Mumi - Pengawetan Jenasah.

Mumi Papua adalah tradisi pengawetan jenazah manusia di wilayah pegunungan Pulau Papua.

Berbeda dengan tradisi mumi yang berada di mesir, mumi yang berasal dari pulau Papua ini tak berada di dalam peti dan di balut kain, melainkan mumi ini masih berbentuk utuh dan berwarna gelap melalui pengasapan. Suku Dani di Papua misalnya. Suku yang mendiami Lembah Baliem, Wamena, Papua ini punya cara yang unik sekaligus ‘sadis’ dalam mengawetkan mayat.

Setelah jenazah meninggal, mereka membongkarnya untuk mengeluarkan organ tubuh. Mayat itu dilumuri minyak babi untuk kemudian dimasukkan ke Honai, rumah kecil di depan desa yang digunakan untuk mengasapi jenazah.

Jenazah itu diasapi di atas perapian hingga darah dan cairan lainnya mengering. Setelah proses itu selesai, kerangka tulang mayat itu akan menjadi hitam pekat. Mumi itu kemudian didudukkan di depan rumah, seakan masih mengawasi penduduk desa yang masih hidup.

Tradisi pengawetan mayat Suku Dani diduga telah berlangsung lebih dari 300 tahun. Namun, hanya dilakukan pada tokoh penting yang dianggap sebagai pembawa berkah. Pengawetan mayat merupakan bentuk penghormatan bagi Suku Dani.

Para Mumi ini dibuat dengan menggelar Upacara Sakral dilanjutkan dengan pengasapan jenazah selama tiga bulan secara terus menerus. Setelah menjadi Mumi, perawatan selanjutnya ditangani oleh kaum laki-laki saja. Karena menurut adat setempat, sentuhan tangan wanita akan membuat Mumi menjadi rusak serta mendatangkan malapetaka bagi wanita tersebut dan lingkungan sekitar. Mumi-mumi ini hanya diletakan pada sebuah kotak dari kayu dan disimpan dalam Pilamo, Rumah Adat khusus laki-laki. Tidak semua mayat/jasad disini yang diperbolehkan menjadi Mumi. Hanya yang mempunyai jasa besar terhadap suku seperti Kepala Suku atau Panglima Perang yang secara adat diizinkan menjadi Mumi. Meskipun sekarang suku Dani tidak lagi me mumifikasi jenazah orang yang telah meninggal, tetapi mereka masih menjaga dan melestarikan sisa-sisa mumi yang tersisa sebagai tanda penghormatan.

Sumber :

BERAGAM KEBUDAYAAN PULAU PAPUA | Suara News Papua

Mengenal 7 Wilayah Adat di Papua yang Menjadi Pembahasan dalam Konferensi APS (kabardamai.id)

9 Macam Rumah Adat Papua dan Keunikannya - Blog ruparupa

√ 10 Gambar + Nama Tarian Adat Papua dan Penjelasannya (budayalokal.id) 11 Alat Musik Papua - Lengkap Beserta Penjelasan, Gambar, dan Mitos (pinhome.id) 8+ Senjata Tradisional Papua : Nama, Gambar dan Penjelasan (romadecade.org) https://milenialjoss.com/

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia#Upacara_adat

45 III. PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan pengalaman yang didapat dari kunjungan wisata ini, kami banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru tentang kebudayaan Indonesia terutama “Beragam Kebudayaan Papua” Dan dapat disimpulkan bahwa ternyata Provinsi Papua sangat kaya akan keberagaman kebudayaan.

Provinsi Papua merupakan objek wisata yang sangat menarik yang harus kita ketahui beragam kebudayaanya dan harus dilestarikan.

KESAN

Kesan yang kami dapatkan selama kami mengikuti kunjungan ke anjungan provinsi Papua, Taman Mini Indonesia Indah, sekaligus wisata yang menyenangkan, banyak hal menarik yang kami ketahui terkait Beragam Kebudayaan Papua. Kami merasa senang karena kami bisa mengikuti study wisata bersama rekan rekan mahasiswa di bawah bimbingan bapak dosen pengampu bapak Karl Benedictus Manalu, SH.,MH. Yang dengan sabar memberikan arahan kepada mahasiswa sehingga kegiatan berlangsung tidak monoton. Selain itu kami juga mendapatkan berbagai pengetahuan baru tebtang kebudayaan dan pengalaman baru yang tidak akan pernah kami lupakan.

PESAN

Study wisata ke Taman Mini Indonesia khususnya bagi Kelompok 3 – Mata Kuliah Antropologi yang melakukan kunjungan wisata ke Anjungan Provinsi Papua- TMII, adalah sebagai sarana pembelajaran mahasiswa/i di luar kampus, sehingga tidak monoton dengan pembelajaran secara online dan untuk menyegarkan pikiran saat banyak tugas di kampus. Selain itu kegiatan kunjungan wisata oleh mahasiswa/i Fakultas Hukum – Universitas Mpu Tantular juga berguna untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan para mahasiswa/i.

Kepada masyarakat Papua, melalui Anjungan Papua, Taman Mini Indonesia Indah, Kami melihat betapa indahnya Alam Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa “Tanah Papua” di mana beragam kebudayaan yang telah ada sejalan dengan pertumbuhan manusia dan berkembangnya keberadaban kehidupan manusia dan terus dilestarikan.

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Karl Benedictus Manalu, SH.,MH. Selaku dosen pengampu mata kuliah Antropologi – Fakultas Ilmu Hukum – Universitas Mpu Tantular, yang telah membimbing dan mendampingi kami selama kegiatan berlangsung. Kiranya Tuhan membalas jasa baik Bapak. Salam hormat dari kami mahasiswa kelompok 3 – Ilmu Antropologi.

Kepada Perwakilan Pemprov Papua dan para pegawai selaku pengelola Anjungan Papua, kami mengucapkan Terima Kasih atas pendampingan selama kunjungan kami. Kami menyampaikan apresiasi atas telah memelihara dan menjaga kebersihan dari anjungan Papua. Sehingga para pengunjung dapat merasa nyaman dan menikmatinya. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan.

Kepada rekan rekan mahasiswa/i kelompok 3- Antropologi, Fakultas Ilmu Hukum Universitas Mpu Tantular – Jakarta, Terima kasih atas kebersamaan, saling mendukung dan kekompakan selama kegiatan berlangsung hingga pembuatan laporan kegiatan (review of journal) selalu semangat, tetap semangat dan sampai jumpa pada kesempatan berikut.

LAMPIRAN

Foto dan video dokumentasi kegiatan kunjungan wisata ke Anjungan Papua – TMII, dibuat dalam bentuk video “BERAGAM KEBUDAYAAN PAPUA - PULAU CENDERAWASIH

Dalam dokumen BERAGAM KEBUDAYAAN PULAU PAPUA -rev2 (Halaman 43-46)

Dokumen terkait