Jumlah 64 Jumlah 64 Siswa 88 Siswa 109 Siswa Berdasarkan data tabel di atas menunjukkan bahwa siswa yang
D. Upaya Guru Mata Pelajaran dalam Menangani Perilaku Menyimpang Siswa di Kelas VIII MTs Al-
39
D. Upaya Guru Mata Pelajaran dalam Menangani Perilaku
40
paya kami disini dalam menanggulangi perilaku menyimpang pada siswa agar tidak melakukan hal yang menyimpang dengan suatu kegiatan keagamaan, kegiatan agama ini merupakan kegiatan penunjang agar siswa memiliki suatu kesibukan. Karena anak-anak dalam masa puber itu lebih berbahaya jika tidak diarahkan dengan baik dan benar. Tentunya di MTs Al-M
memang memiliki basic agama yang lebih dibandingkan dengan sekolah umum. Tidak lepas juga dari peran orang tua yang telah menyekolahkan anak-anaknya di madrasah juga langkah penanggulangan perilaku menyimpang yang bagus dan tepat. 77
Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Kepala MTs Al- Bapak Harpan Zain tentang bentuk penanggulangan perilaku menyimpang siswa dengan berbagai macam kegiatan yang didalamnya terdapat kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler. Upaya dalam menanggulangi perilaku menyimpang pada siswa dengan memberikan kesibukan dan juga sebagai sarana pengembangan diri bagi siswa yang sesuai dengan bakat dan kegemarannya, dengan begitu banyaknya pilihan ekstrakurikuler di MTs Al- diharapkan mereka dapat mengikuti salah satu bahkan lebih dari satu kegiatan sehingga dapat sejenak melupakan kegiatan yang tidak bermanfaat baginya.78
Dari pernyataan Kepala madrasah dan guru Akidah Akhlaq menyatakan bahwa upaya penanggulangan perilaku menyimpang siswa sangat diperhatikan. Adapun bentuk kegiatan ekstra
kurikuler yang terdapat di MTs Al- adalah
sebagai berikut:79
77 Muhammad Ali, Guru AKIDAH AHLAK, Wawancara,MTs AL- Februari 2021.
78 Harpan Zain, Kepala Madrasah, Wawancara, MTs AL- Februari 2021.
79Dokumentasi, 15 Februari 2021.
41
No Nama Pengembangan Diri 1 Pramuka
2 Tilawatil Al- 3 Tauhid 4 Pencak silat 5 Bahasa Inggris
6 Fiqih
Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan salah satu bentuk kepedulian serta perhatian dari MTs Al-
dalam pengembangan siswa menjadi terbaik dari yang terbaik.
Harapan dari madrasah semua bakat dari siswa dapat tersalurkan dengan baik, sehingga tidak ada pikiran untuk membuat agenda yang berbentuk negatife sampai menjerumuskan siswa dalam dunia hukum. Karena yang membahayakan dari siswa adalah masa muda, kekosongan waktu, pikiran dan harta benda adalah sebesar- besarnya perusak bagi siswa itu sendiri jika tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya.
2. Upaya Represif
Upaya represif dari guru, wali kelas, dan kepala sekolah dalam menanggulangi perilaku menyimpang siswa bertujuan untuk mengurangi bentuk bentuk perilaku menyimpang pada siswa, sehingga harapan dari madrasah adalah tidak terjadi timbulnya perilaku menyimpang yang selanjutnya yang akan diikuti pada siswa lainnya.
Wawancara peneliti dengan Guru Akidah Akhlak Bapak Muhammad Ali mengatakan mengenai upaya guru dalam menangani perilaku menyimpang pada siswa dengan cara represif, bahwasanya sebagai berikut:
yang melakukan perilaku menyimpang akan diberi nasehat bahwa ini baik dan ini tidak baik hingga anak tersebut memahami apa yang telah mereka lakukan tergolong perilaku menyimpang. Selain itu pemberian
42
teguran dan hukuman yang sesuai dengan apa yang di lakukan oleh siswa. 80
Hal ini juga disampaikan oleh guru wali kelas VIII Ibuk Eli Fitriatun Hasanah. Beliau menyatakan perilaku menyimpang dari siswa dengan hukuman di tempat, teguran dan kemudian nasehat dengan itu guru mengetahui alasan mereka melakukan perilaku menyimpangnya. 81
3. Upaya Kuratif
Upaya guru mata pelajaran dan wali kelas dalam menanggulangi perilaku menyimpang siswa dengan upaya kuratif.
Dengan memberi sikap keteladanan dan motivasi dari guru juga pembinaan keteladanan yang diberikan kepada siswa. Berikut hasil wawancara peneliti dengan Guru Akidah Akhlak Bapak Muhammad Ali menyatakan bahwasanya sebagai berikut:
siswa diberikan penjelasan dan perhatian khusus serta pembinaan yang baik di kelas agar siswa menjadi lebih baik lagi . 82
Sependapat dengan pendapat Bapak Muhammad Ali, Bapak Harpan Zain selaku kepala sekolah di Mts Al-
juga Guru Fiqih mengatakan bahwasanya sebagai berikut:
ntuk penanggulangan perilaku menyimpang siswa membutuhkan keteladanan dan kesabaran, tanpa ada keteladanan sepertinya kecil. Karena siswa berangkat dari rumah, penanaman konsep yang baik dan benar tentang bagaimana cara menghormati terhadap orang tua, guru dan sesama teman. 83
80 Muhammad Ali, Guru AKIDAH AKHLAQ, Wawancara,MTs Al- Februari 2021.
81 Eli Fitriatun Hasanah, Guru Wali Kelas, Wawancara, MTs Al-Ma Februari 2021.
82 Muhammad Ali, Guru AKIDAH AKHLAQ, Wawancara,MTs Al- , 17 Februari 2021.
83Harpan zain, Guru FIQIH, Wawancara,MTs AL- Februari 2021.
43
Hal yang sama juga wawancara peneliti dengan Guru Wali Kelas VIII Ibu Eli Fitriatun Hasanah beliau mengatakan bahwasanya sebagai berikut:
Antara Wali Kelas dan Guru-Guru mata pelajaran bekerja sama dalam penanggulangan perilaku menyimpang pada siswa. Sanksi dari Guru-guru dan Wali Kelas memberi teguran, nasehat serta saran perbuatan tercela tidak sepantasnya dilakukan. 84
Dari wawancara di atas guru-guru dan wali kelas sudah mengupayakan untuk menanggulangi perilaku menyimpang pada
siswa di MTs Al- . Juga dibantunya
dengan pihak madrasah dan guru-guru memberikan sosialisasi terhadap masyarakat dan pembinaan bagi siswa yang melakukan perilaku menyimpang yang berlebih.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahawa upaya guru- guru dalam menanggulangi perilaku menyimpang pada siswa sebagai berikut:
a. Upaya preventif adalah upaya guru mata pelajaran, wali kelas dan kepala madrasah pada siswa agar tidak melakukan tindakan atau perilaku menyimpang. Bentuknya seperti melakukan kegiatan yang berunsurkan keagamaan dan juga kesibukan di ekstra kurikuler.
b. Upaya represif adalah upaya guru mata pelajaran, wali kelas pada siswa yang melakukan perilaku atau perbuatan menyimpang agar memberikan efek jera dan tidak mengulangi lagi. Bentuknya seperti peringatan dan hukuman.
c. Upaya kuratif adalah upaya guru-guru, wali kelas pada siswa yang sering melakukan perilaku menyimpang dalam perilakunya, maka diambilah langkah dengan pembinaan, keteladanan dan nasehat untuk memberikan nya kesan bahwa perilaku ini tidak seharusnya dilakukan oleh siswa di MTs Al-
h.
84 Eli Fitriatun Hasanah, Guru Wali Kelas, Wawancara, MTs AL- Februari 2021.
44 BAB III PEMBAHASAN