BAB III PEMBAHASAN
C. Cara Mengatasi Hambatan-hambatan Upaya Guru Dalam
Ekstrakurikuler di Kelas IV MI Al-Ishlahuddiny Kediri
Segala sesuatu dalam plaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan siswa pasti akan menemukan solusi untuk mengatasi kendala- kendala tersebut, pihak sekolah atau guru yang berperan dalam mengembangkan bakat dan keterampilan akan lebih tanggap untuk mencari solusi agar pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan keterampialn melalui kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan lancar sesuai harapan dan memperoleh hasil yang baik118.
a. Melakukan kerjasama dengan orang tua
Lingkungan keluarga adalah tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga bmerupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak.
Seperti yang dikatakan bapak Syurahbil, S.Pd.I selaku kepala sekolah bahwa.”Banyak anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua, dikarnakan orang tua sibuk dengan pekerjaanya, sehingga anak tersebut malas untuk belajar, dan malas untuk mengembangkan bakat dan keterampilan yang ia miliki.
Jadi cara kepala sekolah mengatasi hambatan siswa dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya dilingkungan keluarga
117 Ahyar Ahyani, Minat dan Bakat, hlm. 10
118Observasi, MI Al-Ishlahuddiny, 11 Juli 2022.
adalah kepala sekolah dan guru beserta orang tua murid mengadakan pertemuan di sekolah untuk bekerjasama dengan orang tua terkait pengembangan bakat siswa. Disana skepala sekolah dan guru memberikan saran kepada orang tua murid untuk memberikan perhatian khusus kepada anak terkait perkembangan bakatnya, selalu memberikan motivasi kepada anak, dan orang tua harus selalu aktif dalam melihat perkembangan bakat dan keterampilan anak. Agar siswa bisa mengembangkan bakat dan keterampilanya dengan baik.
Temuan ini senada dengan yang dikatakan oleh M. Ngalim Purwanto dalam buku Rianawati yang mengatakan bahwa adanya kerjasama orang tua dengan guru dapat menghasilkan informasi lengkap mengenai diri anak. Guru akan mengetahui sikap, watak dan prilaku peserta didik dari orang tuanya, dan sebaliknya orang tua dafat memperoleh infiormasi yang jelas mengenai kesulitan-kesulitan anak dalam mengembangkan bakatnya. Sehingga dengan adanya kerjasama tersebut, guru dapat memahami kondisi pengembangan bakat dan keterampilan siswa sehingga guru dan orang tua dapat membantu guru memecahkan permasalahan siswa dalam permasalahan kesulitan pengembabangan bakatnya119.
b. Melakukan pendekatan secara langsung dengan siswa
Melakukan pendekatan secara langsung dengan siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dilakukan oleh guru MI Al- Ishlahuddiny seperti memberi waktu khusus kepada siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dan mengalami kesulitan dalam pengembangan bakatnya guru menanyakan mengapa ia sulit mengembangkan bakat dan keterampilan yang ia miliki. Hal seperti ini dilakukan agar guru tau apa saja yang menjadi permasalahan dalam pengembangan bakat siswa.
119 Rianawati, Kerjasama Orang Tua dan Guru, hal. 229
Seperti hasil wawancara peneliti dengan ibu Raida bahwa ada beberapa anak yang memiliki faktor kecerdasan yang rendah dan kesulitan dalam pengembangan bakatnya.
Jadi cara Ibu Raida mengatasi kesulitan atau hambatan pengembangan bakat dan keterampilan siswa adalah ibu Raida melakukan pendekatan secara langsung agar siswa yang memilki tingkat kecerdasan yang rendah dan kesulitan dalam mengembangkan bakat dapat mengembangkan bakat dan keterampilanya dengan baik.
Temuan ini senada dengan yang dikatakan oleh Hendri bahwa terjalinya hubungan baik dengan siswa sangat mempengaruhi perang guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa, dengan adanya pola intraksi yang baik antara guru dan siswa maka akan melahirkan keharmonisan dalam tatanan pendidikan. Dengan pendekatan secara langsung kepada siswa, guru dapat mengetahui informasi tentang tentang latar belakang dikeluarganya maupun lingkungan sekolahnya.120
120 Hendi, “Melakukan Pendekatan Secara Langsung”, hal.161
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Upaya guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat disimpukan bahwa guru sudah mengembangkan bakat dan keterampilan siswa dengan baik, hal tersebut dapat dilihat dari keterlaksanaan indicator yang digunakan peneliti pada saat melakukan pengamatan secara langsung atau observasi serta didukung dengan hasil wawancara dan dokumentasi. Guru sudah melakukan berbagai macam peran dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa, sepertihalnya guru sudah melakukan bimbingan dan memberikan waktu khusus terhadap pengembangan bakat siswa, untuk terus berlatih dan mengembangkan bkat dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa. Namun pengembangan bakat dan keterampilan siswa disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan tingkat kebutuhan siswa. Didalam pengembangan bakat dan keterampilan siswa, dibutuhkan kerjasama yang baik antara pihak kepala sekolah didalamnya terlibat peran kepala sekolah, guru dan sarana prasarana sekolah kemudian peran orang tua.
Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan bakat dan keterampilan siswa kelas IV di MI Al-Ishlahuddiny Kediri yaitu sebagai berikut:
a. Kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan bakat dan keterampilan anak.
b. Faktor kecerdasan sehingga memengaruhi cepat lambatnya siswa dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa.
Adapun cara mengatasi kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa kelas IV melalui kegiatan ekstrakurikuler di MI Al-ishlahuddiny Kediri yaitu sebagai berikut:
a. Kepala sekolah melakukan kerjasama yang baik dengan guru yang berperan dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa kerjasama yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru adalah guru memberikan waktu latihan yang khusus bagi siswa yang lambat dalam mengembangkan bakatnya. Guru juga memberikan permainan-permainan menarik ketika selesai latihan agar siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti kegiatan pengembangan bakat supaya kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan praturan yang sudah disepakati.
b. Mengadakan kerjasama dengan orang tua siswa dengan memberitahukan bahwa siswa akan mengikuti pengembngan bakat dan keterampilan dan guru memberikan saran agar orang tua di rumah jugga memberikan perhatian khusus kepada anak terkait pengembangan bakatnya, selalu memberikan motivasi kepada anak, mendukung anak-anak dalam mengembangkan bakatnya dengan cara memfasilitasi dan orang tua harus selalu aktif dalam melihat perkembangan bakat dan keterampilan anak.
Sehingga siswa dapat menigkatkan bakat dan keterampilanya dan guru juga melakukan pendekatan secara langsung dengan siswa.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di MI Al-ishlahuddiny Kediri, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut.
1. Bagi Kepala Sekolah
Menyarankan kepada kepala sekolah untuk dapat mengembangkan peran guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa supaya lebih baik lagi. Misalnya kepala sekolah harus berkeja sama lebih baik lagi dengan guru yang berperan dalam meningkatkan bakat dan keterampilan siswa agar siswa lebih semangat dalammenegembangkan bakat dan keterampilanya dan melengkapi sarana dan prasarana yang ada di
sekolah agar kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan berjalan dengan lancar.
2. Bagi guru
Menyarankan guru agar memberikan dorongan kepada siswanya dan membimbing, mendidik anak-anak agar lebih giat dalam mengikuti pengembangan bakat dan keterampilan. Serta selalu memberikan pendamping pengembangan bakat, baik didalam maupun diluar kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan.
3. Bagi Orang Tua
Menyarankan orang tua agar memberikan motivasi kepada anak, mendukung anak untuk mengikuti pengembangan bakat dan keterampilan yang ada di sekolah dan lebih memperhatikan anak terhadap perkembangan bakat dan keterampilan yang dimilikinya. Agar anak bisa mengembangkan bakat dan keterampilanya dengan baik.
4. Bagi Peserta didik
Menyarankan agar peserta didik selalu mengikuti kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan melalui kegitan esktrakurikuler yang ada di sekolah, sesuai dengan jadwal yang telah dibuatkan. Karena kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk mengembangkan bakat dan keterampilan yang ia miliki.
DAFTAR FUSTAKA
Ahyar, Ahyani, Melakukan Pendekatan Secara Langsung, 2010.
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi Offset, 2010 Darmadi, Hamid, Kemampuan Dasar Mengajar, Bandung: PUSTAKA SETIA,
2002.
Departemen, Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah Surah Al-Ahzab 21, Bandung, Jawa Barat:2009
Departemen Pendidikan Nasional.Kamus Besar Bahasa Indonesia,Balai Pustaka:200.
Disty, Fauziah, Peran Guru Pembina Peramuka Dalam Mengembangkan Bakar Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka, Pekalongan: 2009.
Fujawati, Peran Guru Dalam Mengembangkan Bakat Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Drumbend, Ponogoro: Ponogoro, 2015.
Hasiyatiningsih, Peran Guru Dalam Meningkatkan Bakat Siswa. Jurnal Pemikiran Keislaman, Vol, 06, No 1.
http/jagad.id/Pengertian–Bakat–Macam–Jenis–dan contoh bakat. Pada tanggal 07 september 2019 pukul: 19:15.
Ilham Junaidi, Analisis Penelitian Kualitatif dan Peristiwa, Jurnal Keperistiwaan, Vol.2, No. 01.
Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015
Ina, Magdalena, Peran Guru Dalam Mengembangkan Bakat Siswa,Jurnal Pendidikan dan Dakwah, Vol.2, No. 3.
Juliyansyah noor, metedologi Penelitian, Jakarta: PT Fajar Interfratama, 2017.
Kuder, G Frederic, Mencari Bakat Anak-Anak, Jakarta: Bulan Bintang, 1982.
Lexi, Metedologi Penelkitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya), 2025
Luqman, Hakim, Pop-Up Sebagai Media Seni Rupa Terapan Untuk Sekoilah Dasar Pop-Up As Instruktional Of Applied Fine Arts For Elementary School, Jurnal Pendidikan Seni Rupa, thn 2015
Marhijanto, Bakat dan Kemampuan. Surabaya: Putra Pelajar, 2003.
M.S.Djohar, Guru Pendidikan dan Pembinaanya (Penerapanya Dalam Pendidikan dan UU Guru), Yogyakarta: Grafika indah, 2006.
Muhaimin, Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: RAJAGRAFINDO FERSADA, 2008.
Mulyasa, Menjadi Guru Profisonal Menciptakan Pembelajran Kreatif dan Menyenagkan. Bandung: PT Remaja Rodaksa, 2009.
Mulyono, Manajemen Administrasi dan Orientasi Pendidikan, Jogjakarta: Ar- Ruzz, 2008.
Mustaqim H, Psikologi Pendidikan, Semarang; Fakultas Tarbiyah Walisongo, 2001.
Ni’mah, Lailatul Mas’adah, Peran Guru Ekstrakurikuler Dalam Mengembangkan Bakat Siswa. Jurnal Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia, Vol. 2. No 1.
Nursafiah Harahap, penelitian Kualitatif, Medan: Wal Ashri Publishing, 2020.
Oemer Hamlik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2010 Prastowo, Metodologi PenelitianKualitatif, 2010.
Sardiman, Intraksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2009.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: 2003 Sopianti, Popi, Manajemen Belajar Berbasis Kepusan Siswa, Bogor: Ghalia
Indonesia, 2011.
Sryosubroto, Peroses Belajar Mengajar, Jakrta: Rineka Cipta, 2009.
Sumadi Suryabrata, Pskilogi Perkembangn, Jakarta: Rineka Cipta. 2003.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, Bandung, Vol. 1. No 2.
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, R DAN D, Bandung: CV Alfhabeta, 2018.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta Rieneka Cipta, 2020).
Sukardi, Dewa Ketut dan Desak P.E. Nila Kusawati,Tes Psikologi, Jakarta:
Rhineka Cipta, 2009.
Sukmadinata, Teori Belajar dan Latihan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suparlan, Menjadi Guru Efektif, Yogyakarta: Hikayat Publishing, 2005.
Suharismi, Arikunto, Metedologi Penelitian, Yogyakarta: Rosdakarya, 2005.
Wina Sanjaya, Loc. Cit.
Yunus, Aris,Pengembangan Bakat dan Kreativitas Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler, Surakarta: 2020.
Yusuf, Syamsul, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
Rosdakarya, 2009
Zuchdi, Upaya Guru. 2010.
Wawancara
Syurahbil, Kediri: 8 Juli 2022.
Raida, Kediri: 9 Juli 2022 Raida, Kediri: 10 Juli 2022.
Syurahbil, Kediri: 10 Juli 2022.
Raida, Kediri: 11 Juli 2022.
Syurahbil, Kediri 11 Juli 2022.
Raida, Kediri: 18 Juli 2022.
Syurahbil, Kediri: 18 Juli 2022.
Syurahbil, Kediri: 20 Juli 2022.
Raida, Kediri: 20 Juli 2022.
Syurahbil, Kediri: 26 Juli 2022.
Raida, Kediri: 26 Juli 20
LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I: Pedoman Observasi
1. Sejarah berdirinya dan letak geografis MI Al-Ishlahuddiny Kediri.
2. Visi, misi, dan tujuan berdirinya MI Al-Ishlahuddiny Kediri 3. Keadaan guru MI Al-Ishlahuddiny Kediri
4. Keadaan guru MI Al-Ishlahuddiny Kediri
5. Keadaan sarana dan prasarana MI Al-Ishlahuddiny Kediri Lampran II: Narasi Observasi
Hari Pertama: Selasa, 7 Juli 2022
Peneliti brangkat menggunakan sepeda motor, kemudian peneliti sampai disekolah sekitar jam 7:20 wita, sesampai di sekolah peneliti bersalaman dengan kepala sekolah dan guru-guru MI Al- Ishlahuddiny. Setelah itu peneliti pergi keruang kepala sekolah untuk mengantarkan surat izin kepada kepala sekolah MI Al- Ishlahuddiny Kediri. Setelah itu peneliti berbincang dengan kepala sekolah tentang keadaan sekolah dan tentang kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan yang ada di sekolah. Dan setelah itu peneliti meminta izin untuk meneliti di MI Al- Ishlahuddiny Kediri kepada kepala sekolah lalu kepala sekolah mengizinkanya.
Hari Kedua: Rabu 8 Juli 2022
Pada hari rabu, 8 juli 2022 peneliti melakukan observasi awal di MI Al-Ishlahuddiny Kediri. Peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru di sekolah dalam mengembangan bakat dan keterampilan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, dan pada saat saya melakukan penelitian
di hari pertama di MI Al-Ishlahuddiny saya meminta izin untuk melihat keadaan madrasah, melihat keadaan sarana prasarana yang ada di madrasah, dan saya mengobrol dengan guru seni budaya dan keterampilan tentang pengembangan bakat dan keterampilan kelas IV melalui kegiatan ekstrakurikuler, tempat latihan dan jadwal pengembangan bakat dan keterampilan itu pada hari apa saja.
Hari Ketiga: Kamis 9 Juli 2022
Pada hari kamis, tanggal 9 2022 tujuan dari observasi peneliti dihari ketiga ini adalah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan pada saat pengembangan bakat di Al- Ishlahuddiny Kediri. Peneliti juga bertemu dengan peserta didik setelah keluarmain disana peneliti berbincang dengan peserta didik terkait dengan pengembangan bakat dan keterampilan yang ada di sekolah peserta didik sangat antusias dalam bercerita. Tidak lama kemudian peneliti bertemu dengan Ibu Raida sekaligus guru yang berperan dalam pengembangan bakat dan keterampialan siswa.
Dan peneliti mengobrol terkait pengembangan bakat yang ada di sekolah. Kegitan pengembangan bakat sudah lama berhenti sejak beberapa bulan yang lalu semjak adanya pendemi lalu diaktifkan kembali setelah pendemi berhenti sesuai dengan intruksi dari kepala sekolah.
Hari Keempat:Jumaat 10 Juli 2022
Pada hari jumaat, 10 juli 2022 tujuan dari observasi hari keempat peneliti adalah peneliti ingin bertemu dengan kepala sekolah dan guru yang berperan dalam mengembangankan bakat dan keterampilan untuk menayakan permasalan dan cara mengatasi permasalahan tersebut yang ada saat melakukan kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan, setelah peneliti mewawancarai kepala sekolah dan guru peneliti juga
mewawancarai siswa yang mengikuti pengembangan bakat dan keterampilan.
Hari Kelima:Sabtu 11 juli 2022
Pada hari sabtu, tanggal 11 juli 2022 adalah hari terahir peneliti observasi di sekolah dan tujuan dari observasi kelima adalah peneliti meminta surat keterangan selesai penelitian kepada sekolah. Setelah itu peneliti berpamitan kepada kepala sekolah dan guru-guru MI Al-Ishlahuddiny sambil berterima kasih karena telah diberikan izin untuk melakukan penelitian di MI Al-Ishlahuddiny Kediri.
Lampiran III: Pedoman Wawancara
1. Bagaimana peran guru SBK dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MI Al-Ishlahuddiny Kediri?
1.1.Kepala Sekolah
1.1.1. Bagaimana peran guru dalam mengembangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler di MI Al- Ishlahuddiny?
1.1.2. Bagaimana peran guru bekerjasama dalam perkembangan bakat siswa?
1.1.3. Bagaimana cara guru menjaga kesetabilan motivasi siswa pada saat melakukan kegiatan pengembangan bakat?
1.1.4. Bagaimana cara seorang guru memberikan perhatian dalam pengembangan bakat?
1.1.5. Bagaimana peran guru bekerjasama dalam perkembangan bakat dan keterampilan siswa?
1.2.Guru
1.2.1. Bagaiman peran guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa?
1.2.2. Bagaimana peran guru dalam belajar atau melatih siswa dalam pengembangan bakat?
1.2.3. Bagaimana cara guru memberikan perhatian dalam pengembangan bakat?
1.2.4. Bagaiman cara guru m,emberikan penguatan kepada siswa saat melakukan latihan pengembangan bakat?
1.2.5. Bagaimana cara guru menjaga kesetabilan motifasi siswa?
1.3.Siswa
1.3.1. Apa saja hambatan anda ketika mengikuti pengembangan bkat?
2. Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat peran guru SBK dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler ?
1.1.Kepala Sekolah
1.1.1. Apa saja faktor pendukung peran guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan?
1.1.2. Bagaiman dukungan seorang guru dalam kepribadian siswa?
1.1.3. Bagaimana seorang guru dalam memberi dukungan kepada siswa?
1.1.4. Apa saja faktor penghambat siswa mengembangankan bakat mengenai kecerdasan?
1.1.5. Apa saja faktor penghambat siswa dalam mengembangkan bakat dan keterampilannya di lingkungan keluarga?
1.2.Guru
1.2.1. Kenapa guru mengadakan pengembangan bakat di sekolah?
1.2.2. Bagaimana dukungan seorang guru dalam keperibadian siswa?
1.2.3. Apasaja faktor pendukung dan penghambat siswa dalam lingkungan keluarga?
1.2.4. Apa saja yang menjadi faktor penghambat guru SBK dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegitan ekstrakurikuler?
1.2.5. Apa saja faktor penghambat guru dalam mengembangkan bakat siswa melalui fakor kecerdasan?
1.3.Siswa
1.3.1. Hambatan apa saja yang kalian rasakan saat pengembangan bakat?
3. Bagaiman cara guru SBK mengatasi hambatan dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegitan ekstrakurikuler?
1.1.Kepala Sekolah
1.1.1. Menurut bapak apa saja hambatan guru dalam mengembangkan bakat siswa?
1.1.2. Menurut bapak bagaimana cara mengatasi hambatan pengembangan bakat siswa?
1.1.3. Sebutkan bagaimana seorang guru mengatasi hambatan dalam pengembangan bakat?
1.1.4. Bagaimana cara bapak selaku kepala sekolah dalam mengatasi hambatan-hambatan siswa dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya?
1.2.Guru
1.2.1. Bagaiman peran guru SBK dalam mengatasi hambatan dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegitan ekstrakurikuler?
1.2.2. Hambatan apa saja yang dialami guru SBK dalam mengembangkan bakat siswa?
1.2.3. Apa saja peran guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa?
1.2.4. Bagaimana carara ibu mengatasi hambatan- hambatan siswa dalam mengembangkan bakat?
1.3.Siswa
1.3.1. Apa saja hambatan kalian sebagai siswa dalam mengikuti kegiatan pengembangan bakat ini?
1.3.2. Bagaimana cara seorang guru mengatasi hambatan pengembangan bakat kalian?
Lampiran IV: Hasil Wawancra
1. Bagaimana upaya guru SBK dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MI Al-Ishlahuddiny Kediri?
Wawancara : (W)
Kepsek : Syurahbil S.P.d.I (S) Tanggal : 8 juli 2022
Peneliti 1.1.1 : Bagaimana upaya guru dalam mengembangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler?
Informen: Menurut saya upaya guru itu nomer satu, upaya sangat penting mereka yang akan megontrol, mereka yang akan memberi motivasi, tanpa adanya motivasi dari guru dan tanpa adanya kontrol dari seorang guru tidak bisa berjalan walupun kita sudah menyiapkan pelatih yang luar biasa tetap saja keterlibatan guru itu nomer satu. Disamping itu ada juga dukungan dari orang tua karena menyangkut pendangan sekolah tidak sepenuhnya mampu, jadi beberapa persen dari kita dan beberapa persen dari orang tuanya.
Wawancara :(W) Guru SBK : Raida (R) Tanggal :9-07-2022
Peneliti: 1.2.1Bagaiman upaya guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa?
Informen: Peran saya sebagai guru pengembangan bakat adalah yaitu saya melatih perkembangan bakat anak-anak agar berkembang dengan baik dengan cara memberikan semangat, motivasi dan dorongan agar siswa saya bersemangat dalam mengembangkan bakatnya.
Wawancara :(W) Guru SBK : Raida (R) Tanggal :9-07-2022
Peneliti:1.2.2 Bagaimana cara guru memberikan perhatian dalam pengembangan bakat siswa?
Informan:“Dalam hal ini guru dituntut mampu memperhatikan setiap siswanya sehingga mengetahui apa yang terjadi dengan siswanya tersebut apakah siswanya membutuhkan bimbingan tersebut atau tidak. Akan tetapi lebih baik setiap atau semua siswa diberikian perhatian karena sangat yakin setiap siswa mempunyai permasalahan dalam pengemabangan bakat dan keterampialanya masing- masing.
Wawancara :(W) Kepsek : Syurahbil (S) Tanggal :10-07-2022
Peneliti:1.1.2 Bagaimana upaya guru bekerjasama dalam perkembangan bakat dan keterampilan siswa?
Informan: “Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut, tentunya harus ada kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Kerja sama antara guru dan orang tua itu sangat penting karena dua pihak inilah yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa. Jika kerjasama guru dan orang tua kurang, maka pengembangan bakat siswa tidak akan berjalan dengan baik. Kerjasama orang tua dan guru akan mendorong siswa untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun bersemangat dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya bentuk kerjasama yang dilakukan oleh guru dan orang tua adalah guru perelu melakukan komunikasi langsung, secara pribadi dengan orang tua. Dalam pertemuan pribadi itu, disana guru bisa menanyakan sesuai karakter, kebiasaan sehari-hari anak dan prilaku anak yang bisa dijadikan pertimbangan guru dalam mengembangkan bakat siswa.
Wawancara :(W) Guru SBK : Raida (R) Tanggal :9-07-2022
Peneliti:1.2.1 Bagaiaman upaya guru dalam belajar atau melatih siswa dalam pengembangan bakat?
Informan: “Sebagai guru kita tidak hanya mengajar tetapi juga dengan memberikan latihan-latihan dengan baik dengan begitu anak akan terbiasa untuk belajar. Ketika seorang anak mengalami kesulitan maka tugas seorang guru untuk membantu membimbing anak tersebut. Dengan peran guru sebagai pembimbing sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya melalui pengetahuan dan latihan-latihan yang diberikan guru di sekolah.
Wawancara :(S) Kepsek : Syurahbil (S) Tanggal :10-07-2022
Peneliti:1.1.3 Bagaimana cara guru menjaga kesetabilan motivasi siswa pada saat melakukan kegiatan pengemembangan bakat?
Informan: “Karena motivasi itu merupakan penggerak atau pendorong siswa untuk melakukan tindakan tertentu. Tinggi rendahnya usaha atau semangat seseorang untuk beraktivitas, dan tentu saja tinggi rendahnya semangat akan menentukan hasil yang diperoleh. Maka dari itu dalam hal mengajar kita sebagai guru wajib memberikan motivasi kepada siswa agar siswa giat dan bersemangat dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya.
Wawancara :(S) Guru SBK : Raida (R) Tanggal :11 -07-2022
Peneliti: 1.2.3 Bagaimana cara guru memberikan penguatan kepada siswa saat melakukan latihan pengembangn bakat?
Informan: “Penguatan adalah memperkuat suatu reaksi atau kegiatan dengan jalan memberi suatu yang dapat meningkatkan aktivitas sebelumnya. Dengan memberikan penguatan dalam bentuk perhatian dan sebagainya, dapat membangkitkan semangat siswadalam mengembangkan bakat dan keterampilan yang ia miliki.
2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengembangkan bakat siswa?
Wawancara :(S) Guru SBK : Raida (R) Tanggal :11 -07-2022
Penelti:1.2.1kenapa sekolah mengadakan kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan?
Informan: Diadakanya kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan siswa melalui kegitan ekstrakurikuler sangat membantu siswa dalam mengembangkan bakatnya.
Wawancara :(S) Kpsek: Syurahbil (S) Tanggal :11 -07-2022
Peneliti: 1.1.1 Apa saja faktor pendukung upaya guru dalam mengembangkan bakat dan keterampilan?
Informan: “Jika seorang guru telah menjalankan peranya sebagai guru, maka guru tersebut mendapat dukungan dari peran tersebut dalam mengembangkan bakat dan keterampilan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Serta dengan adanya alat-alat atau perlengkapan yang memadai di sekolah seperti tesedianya alat musik yang sangat mendukung peran guru dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegitan ekstrakurikuler.
Wawancara :(S) Kepsek: Syurahbil (S) Tanggal :11 -07-2022
Peneliti:1.1.2 Bagaimana dukungan seorang guru dalam keperibadian siswa?
Informan: Sudah menjadi tugas seorang guru untukmenumbuhkan rasa optimis kepada siswa agar tidak mudah menyerah dalam hal belajar terutama dalam mengembangkan bakat dan keterampilanya.
Wawancara :(W) Guru SBK: Raida (R) Tanggal :18 -07-2022
Peneliti: 1.2.1Bagaimana Dukungan seorang guru dalam kepribadian siswa?
Informan: Yang mengatakan kita sebagai guru harus menumbuhkan kepercayaan siswa dari sejak dini.