Program akselerasi bagi anak berbakat memberikan keuntungan bagi anak yang berbakat akademik, namun juga beberapa kelemahan yang perlu diantisipasi dan dipikirkan dengan baik sebelum program ini ditawarkan kepada publik.
Langkah yang dapat dilakukan, yaitu :
• Memberikan bekal pemahaman bagi siswa mengenai manajeman diri dan pembelajaran nilai. Manajemen diri diberikan agar siswa bisa memanage diri sendiri, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pembelajaran nilai diberikan agar siswa bisa memahami mengenai diri sendiri dan orang lain terutama yang berkaitan dengan cara bersosialisasi dan bergaul serta menghargai orang lain.
• Memberikan bekal pemahaman bagi siswa mengenai tujuan jangka panjang dan motivasi. Siswa program akselerasi perlu diikutkan dalam pelatihan- pelatihan atau seminar motivasi pengembangan diri agar tetap menjaga semangat, kemampuan dan moitivasi mereka agar selalu sukses mencapai prestasi.
• Disarankan dalam implementasinya di sekolah, harus diperhatikan antara kecerdasan intelektual, sosial-emosional, dan spiritual secara seimbang.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono (1991). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Alim, Djeniah (2000, 29-30). Maret.Manajemen Penyelenggaraan Pendidikan untuk Program Akselerasi di Sekolah Dasar, Makalah disampaikan dalam Simposium Program Akselerasi dalam Pendidikan bagi Siswa Berbakat Akademik. Jakarta.
Anastasi, Anne (1990). Psychological Testing. Sixth Edition. Singapore: Maxwell Macmillan Publishing.
Arikunto, Suharsimi (1993). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Atmosidirdjo, S. Prajudi (1971). Pandangan Umum Tentang Pengambilan Keputusan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Azizy, Qodri, Abdurrahman Saleh (2004). Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Balitbang Depdikbud (1994). “Kurikulum Siswa Yang Memiliki Kemampuan dan Kecerdasan Luar Biasa, pada Pendidikan Dasar dan Menengah.”
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.
Blanchard, K., Zigarmi, P. & Zigarmi, D. (1992). Kepemimpinan dan Manajer Satu Menit. Jakarta: Erlangga.
Bogdan, Robert C. & Biklen, Sari Knopp (1982). Qualitative Research for Education an Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.
Bogdan, Robert C. & Steven J. Taylor (1975). Introduction to Qualitative Research Method. New York: Wiley and Sons.
Bruner, Jerome S., (1978). Toward Theory of Instruction. Massachusetts: The Belknap Press.
Busono, Mardiati (1994). Studi Kasus tentang Deteksi dan Intervensi Dini Anak Berbakat (Gifted and Talented) di Kota Yogyakarta. Yogyakarta:
Laporan Penelitian IKIP Yogyakarta.
Clark, Barbara (1983). Growing Up Gifted. Colombus, Ohio: Charles E. Merril.
Ciptani, Monika Kussetya (2000). Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Masa Depan: Suatu Pengantar. Jurnal Akuntansi dan Keuangan
May 2000 / Vol 2 / No 1.
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/articles.php?PublishedID=AKU0 0020103
Coulson, Christopher J. (2002). The Unique Potential of Gifted Individuals.
(www.santafecoach. /gpotential.htm). 11/3/2002.
Dalyono, M. (1997). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Degeng, I Nyoman (1993). Mencari Pendekatan Baru Pemecahan Masalah Belajar. Malang: UNM.
Departemen Pendidikan Nasional (2003). Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar SD, SMP, dan SMA (Satu Model Pelayaan Pendidikan Bagi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan Bakat Istimewa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdikbud (1992/1993). Manajemen Pembinaan Pendidikan. Jakarta: Biro Perencanaan.
Depdikbud (1998). Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta. Depdikbud.
Depdiknas (2003). Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar SD, SMP, dan SMA (Studi Model Pelayanan Pendidikan Bagi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan Bakat Istimewa). Jakarta:
Dikdasmen.
Dessler, Garry (1997). Human Resource Management. Seventh Edition. New Jersey: Prentice-Hall.
Dimyati dan Mudjiono (1999). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Djatmiko, Yayat Hayati (2004). Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.
Engkoswara (2001). Paradigma Manajemen Pendidikan Menyongsong Otonomi Daerah. Jakarta: Yayasan Amal Keluarga.
Finch, Curtis R., Robert dan Ricky W. Griffin (2000). Administering and Supervising Occupational Education. Englewood Cliffs, NJ: Prentice- Hall.
Fudyartanta, Ki. (2004). Tes Bakat dan Perskalaan Kecerdasan. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Furqon dan Burhanuddin Tola (2002). Pengembangan Model Penilaian Sekolah Efektif. http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/44/.htm.
Gage, N.L., David C Berliner (1992). Educational Psechology. Boston: Houghton Mifflin Company.
Gibson (1988). Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Greenberg, Jerald dan Robert A. Baron (2000). Behavior in Organization. New Jersey: Prentice-Hall.
Gsianturi (2004). Laporan UNDP 2004: Indeks Pembangunan Manusia Tetap Buruk. http://www.suarapembaruan.com.
Hallahan, Daniel P & James M, Kauffman (1982). Exceptional Children. New Jersey: Prentice-Hall.
Hallahan, Daniel P. dan Jarnes M. Kauffman (1986). Exeptional Children Instructional to Special Educational. New Jersey: Prentice-Hall.
Hallinger, P. and Murphy, J. (1986). Assessing the Instructional Management Behaviour of Principals. The Elementary School Journal, 86 (2).
Hallinger, P. and Murphy, J. (1987). Assessing and developing principal in structural leadership. Educational Leadership Journal. Vol 45 (1).
Handayaningrat, Soewarno (1986). Pengantar Studi Ilmu Administrasi. Jakarta.
Harolds Koontz and Cyril O’ Dannel (1982). Principles of Management an Analysis of Managerial Functions. Tokyo: Mc.Graw-Hill Kogakusha.
Hansen dan Mowen (2000). Management Accounting. Ohio: International Thompson Publishing.
Hawadi, Reni Akbar (2006). Akselerasi, A-Z Informasi Program Percepatan Belajar dan Anak Berbakat Intelektual. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Hawadi, Reni Akbar et al. (2001). Keberbakatan Intelektual. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Hersey, Paul dan Kenneth H., (1980). Blanchard. Managemet of Organizational Behavior: Utilizing Human Resources. Third Edition. New Delhi:
Prentice-Hall.
Hestrop, W., Richard (1975). Managing Education for Result. Illionois: ETC Publication.
Hodgetts, M. Ricard dan Donald. Kuratko (1988). Management. Florida: Harcourt Brace Jovanovich.
Hollingworth, L. (1942). Children above 180 IQ. http://www.assalaam.or.id http://www.detiknews.com
http://www.menkokesra.go.id.
Ichrom, Moch Sholeh YA. (1988). Perspektif Pendidikan Anak Berbakat (Sebuah Pengantar). Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Idris, H.M. Noor (2005). Sebuah Tinjauan Teoritis Tentang Inovasi Pendidikan di Indonesia. (www.depdiknas.go.id).
Iksan, Rumtini (2005). Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah SLTP dan Korelasinya dengan Manajemen Instruksional di Beberapa Sekolah di Yogyakarta . (www.depdiknas.co.id).
Imron, Ali (2003). Manajemen Pendidikan. Malang: Universitas Negeri malang.
Iskandar, et al. (1995). Belajar dan Pembelajaran: Buku I. Surabaya: University Press IKIP Surabaya.
Iskandar (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.
Kamaludin, Laode (1993). Pengembangan Pendidikan Nilai Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Makalah Seminar Nasional. Jakarta Hilton Convention Centre.
Kaplan, Robert S dan David P. Norton (1996). Balanced Scorecard: Translating Strategy Into Action. Boston: Havard Business School Press
Kitano M.K. dan D.F. Kirby (1986). Gifted Education a Comprehensive View.
Canada: Little Brown & Co.
Koster, Wayan (2005). Restrukturisasi Penyelenggaraan Pendidikan: Studi Kapasitas Sekolah Dalam Rangka Desentralisasi Pendidikan (www.depdiknas.go.id).
Lako, Andreas (2004). Kepemimpinan dan Kinerja Organisasi. Jakarta: Amara Books.
Lincoln, Yvonna S. dan Egon Guba (1990). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills:
SAGE Publications.
Lindgren, H.C. (1976). Educational Psychology in the Classroom. 5th ed. New York: John Wiley & Sons.
Locke, Lawrence F., Waneen Wyrick Spriduso and Stephen J. Silverman (1993).
Proposals that Work: A Guide for Planning Dissertations and Grant Proposals. London: Sage Publications.
Luthans, Fred (1995). Organizational Behaviour. New York: McGraw-Hill International.
McFarland, Dalton (1976). Management, Principles and Practices. New York:
Macmillan.
Milles, Matthew B., & Huberman, A. Michael (1992). Analisis Data Kualitatif.
Jakarta: UI Press.
Moelyadi (1993). Pokok-pokok Pengelolaan Sekolah Menengah. Jakarta: Lincah Store.
Moleong, Lexy J. (1995). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Rosda.
Mulyasa, E., (2002). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munandar, Utami, S.C. (1981). “Masalah Indifikasi Anak Berbakat”, Penelitian Kerja sama antara Puskur Balitbang Depdikbud Dengan Yayasan Pengembangan Kreativitas Jakarta.
Munandar, Utami, S.C. (1992). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia.
Munandar, Utami, S.C. (1999). Krteativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Munandar, Utami, S.C. (1999). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Petunjuk bagi para Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Munandar, Utami, S.C. (2002). Kreativitas dan Keberbakatan, Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Murphy, Kevin dan Randy Russell. To Beat the odds against succesful CRM, Use Gartner’s CRM Process map together with the Balanced Scorecard framework, Report Internet, July 2002.
Nasution (1996). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Nawawi, Hadari (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia: Untuk Bisnis yang Kompetitif. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.
Nawawi, Hadari (2003). Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Nugroho (1998). Self-Regulated Learning Anak Berbakat.
http://www.ditplb.or.id/profile.php?id=70.
Hamalik, Oemar (1992). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bndung: Sinar Baru Algensindo.
Owens, Robert G. (1981). Organizational Behaviour in Education. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall.
Pidarta, Made (1988). Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Pongtuluran, Aris (1995). Kebijakan Organisasi dan Pengambilan Keputusan Manajerial. Jakarta: LMP UNJ.
Ramsden, P. (1998). Leading Academics. Buckingham: Society for Research into Higher Education and the Open University Press.
Renzuli, J.S. (1981). The Revolving Door Identification Model. Connecticut:
Creative Learning Press.
Renzulli, J.S. & Sally M. Reis (1991). The Schoolwide Enrichment Model A Comprehensive Plan for the Development of Creative Productivity, Handbook of Gifted Education. Fifth Education Nicholas Colangelo, Gary A. Davis (ed). Boston: Allyn and Bacon.
Renzulli, J.S. (2002). American Educational Psychologist, (www.indian.educ./- itell/renzulli.htm) .11/3/2002.
Renzulli, J.S., S.M. Reis, L.H. Smith (1981). The Revolving Door Identification Model. Mansfield Center: Creative Learning Pres Inc.
Rivai, Veithzal (2004). Kiat Memimpin dalam Abad ke-21. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Rose, Colin and Malcom J Nicholl (1997). Accelerated Learning for 21 st Century. New York: Delacorte Press.
Russel, James D. (1973). Modular Instruction: A Guide to Design, Selection, Utilization and Evaluation of Modular Materials. Minnesota: Burgess Publishing Company.
Sadiman, Arief. S., et al. (1990). Media Pendidikan, Pengertian dan Pemanfaatannya. Jakarta: CV Rajawali.
Sanusi, Achmad (1994). Strategi Operasional Peningkatan Mutu Wajar 9 Tahun dan Pendidikan Luar Sekolah di Desa Tertinggal. Bandung: IKIP Bandung.
Sastradiharja, Edy Junaedi (2002, 26 Januari). Konsep dan Penerapan Program Percepatan Belajar (Akselerasi) Bagi Anak Berbakat Intelektual Di Sekolah. Makalah disampaikan dalam Seminar Program Akselerasi Jenjang SD, SD Kristen 10 Muara Karang BPK PENABUR Jakarta.
Schmitz, Connie C., Judy Galbraith (1985). Managing the Social and EmotionI Need of the Gifted. Mineapolis: Free Spirit Publishing.
Semiawan, Conny & Djeniah Alim (2002). Petunjuk Layanan dan Pembinaan Kecerdasan Anak. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Semiawan, Conny (1992). Pengembangan Kurikulum Berdiferensiasi. Jakarta:
Grasindo.
Semiawan, Conny (1997). Prespektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta:
Grasindo.
Semiawan, Conny (1999). Pendidikan Tinggi: Peningkatan Kemampuan Manusia Sepanjang Hayat Soeptimal Mungkin. Jakarta: Grasindo.
Siagian, Sondang P. (2003). Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sidney, Marland & Laurance J. Coleman (1985). Schooling the Gifted. London:
Addison, Wesley Publising Company.
Siskandar (2001). Kurikulum Program Percepatan Belajar, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 029, Tahun ke-7, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Siskandar (2005). Kurikulum Program Percepatan Belajar.
(www.depdiknas.co.id).
Siswanto (2005). Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Sobur, Alex (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Stoner, James A.F. dan Charles Wankel (1986). Management. New Jersey:
Prentice-Hall.
Strauss, A. and J. Corbin (1997). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Prosedur, Teknik dan Teori Grounded. Terjemaha oleh H. M. Djunaedi Ghony.
Surabaya: PT Bina Ilmu.
Strauss, Anselm and Juliet Corbin (1990). Basics of Qualitative Research:
Grounded Theory Procedures and Techniques London: Sage Publications.
Sub Bagian Perencanaan Cross Cult issue (2005). Cross Sectoral Issues Bidang
Pendidikan Dasar dan Menengah.
(http://www.dikdasmen.depdiknas.go.id/html/setditjen/Perencanaan/ditje n-cross.htm).
Sukmadinata, Nana Syaodih (2007). Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung: Rosda.