Dengan adanya proses manajemen pendidikan diharapkan dapat mewujudkan terselenggaranya pendidikan bagi anak berbakat. Kekhasan pengelolaan program akselerasi anak berbakat di tiga SMP di Jakarta Timur terlihat dari perencanaan, pelaksanaan dan tahapannya.
Kekhususan Manajemen Program Akselerasi Bagi Anak Berbakat pada tiga SMP di Jakarta Timur Dilihat dari Tahap Perencanaan, Pelaksanaan,
Pendekatan kualitatif ini dipilih karena gejala, informasi atau pernyataan hasil observasi selama proses penelitian terkait dengan “Pengelolaan Program Percepatan Anak Berbakat di Tiga SMP di Jakarta Timur”, akan lebih tepat jika diungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, siswa yang diterima menjadi peserta program akselerasi memang merupakan siswa yang mempunyai keterampilan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Program percepatan anak berbakat di ketiga sekolah menengah ini merupakan implementasi amanat Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk menciptakan manusia dan mutu masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri dalam suasana damai dan sejahtera lahir dan batin, dalam lingkungan yang sehat. kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa perencanaan program percepatan anak berbakat yang dilaksanakan oleh ketiga SMA tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dan pelayanan terhadap anak yang mempunyai bakat dan kemampuan yang lebih besar. Dengan demikian, model kelas akselerasi dinilai merupakan bentuk yang tepat dan sesuai dengan karakteristik dan tujuan perkembangan anak berbakat. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan pengelolaan program percepatan dapat berjalan maksimal sesuai harapan, karena perencanaan yang melibatkan banyak orang akan memudahkan proses pelaksanaannya.
Mekanisme dalam Mengidentifikasi/Merekrut Anak Berbakat
Ketiga SMA tersebut melaksanakan proses seleksi yang tepat, sesuai dengan kaidah teori dan berdasarkan ketentuan yang direkomendasikan dalam seleksi siswa yang akan diikutsertakan dalam program akselerasi. Ketiga SMA tersebut merekrut anak-anak yang akan mengikuti program akselerasi berdasarkan mekanisme yang cukup ketat melalui tahapan dan persyaratan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Seluruh guru yang mengajar program akselerasi di ketiga SMA tersebut merupakan guru yang juga mengajar pada program reguler.
Mengacu pada pendapat tersebut, maka ketiga sekolah rendah tersebut melakukan rekrutmen melalui sumber internal, yaitu guru yang akan mengajar pada program akselerasi direkrut dari guru-guru yang ada, yang diperoleh dari guru-guru yang mengajar pada program reguler. Penilaian juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai penguasaan materi yang dibahas dan kinerja siswa dalam mengikuti program akselerasi. Unsur-unsur yang dievaluasi meliputi penyiapan peserta didik calon peserta program akselerator, penyiapan sumber daya pendidikan untuk pelaksanaan program akselerator (meliputi guru, pegawai, sarana dan prasarana, serta sumber daya pendukung).
Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Rangka Implementasi Manajemen Program Akselerasi
Pada tataran urusan yang hanya melibatkan guru, proses pengambilan keputusan diambil oleh Kepala Sekolah dengan cara berdiskusi terlebih dahulu dengan guru yang bersangkutan. Kepala sekolah di tiga sekolah menengah penyelenggara program akselerasi telah menerapkan proses komunikasi yang baik dalam mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan dan wewenang yang dimiliki oleh kepala sekolah ketiga sekolah menengah tersebut membuat manajemen sekolah menjadi lebih efisien dan efektif.
Proses atau mekanisme pengambilan keputusan dalam pelaksanaan program akselerasi anak berbakat di ketiga sekolah menengah tersebut bersifat partisipatif. Hal ini terlihat dari peran klien dalam proses atau mekanisme pengambilan keputusan, dimana proses pengambilan keputusan tersebut dilakukan dengan baik, bijaksana dan fleksibel dengan kewenangan yang diberikan kepadanya. Tjosvold (Djatmiko) menjelaskan bahwa keterlibatan bawahan dalam proses pengambilan keputusan juga dapat menumbuhkan rasa kepemilikan atas keputusan yang diambil.
Kekuatan/Keunggulan dan Kelemahan Manajemen Program Akselerasi Falsafah penggunaan akselerasi adalah bahwa percepatan program bidang
Memperhatikan pendapat di atas, maka ketiga sekolah menengah pertama penyelenggara program akselerasi termasuk dalam kategori organisasi terbuka dan terbuka yang cenderung demokratis, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kualitas keputusan yang diambil dapat optimal. dalam implementasinya. Keuntungan/Kelebihan dan Kerugian Pengelolaan Program Akselerasi Filosofi penggunaan akselerasi adalah untuk mempercepat program penjangkauan. Secara umum, program akselerasi anak berbakat yang dilaksanakan di tiga SMP berjalan lancar.
Kekuatan yang dapat diambil dari penyelenggaraan pendidikan berbakat dalam bentuk program akselerasi adalah ketika mutu lulusan program akselerasi bagi berbakat (masa studi 2 tahun) sama atau tidak lebih baik dari mutu lulusan program reguler (usia studi 3 tahun), maka kita harus bijak dalam menilai, yaitu siswa program akselerasi masih lebih baik dibandingkan siswa reguler, karena mereka dapat menyelesaikan pendidikannya 'lebih awal' dibandingkan siswa yang mengikuti program tersebut. . dalam program reguler. Namun ada beberapa hal yang tampaknya masih menjadi kelemahan, antara lain: program akselerasi menimbulkan kebosanan dikalangan siswa. Persamaan dan Perbedaan Implementasi Pengelolaan Program Akselerasi Hasil analisis lapangan di tiga sekolah (SMP 252 Pondok.
Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Manajemen Program Akselerasi Hasil analisis di lapangan terhadap ketiga sekolah (SMP 252 Pondok
Tahap Pelaksanaan
Terkait seleksi peserta didik, penyelenggara program pendidikan berbakat di ketiga sekolah menengah tersebut telah melalui proses seleksi yang ketat dengan mengikuti standar yang ditetapkan oleh Dirjen Dikdas, serta dipadukan dengan standardisasi oleh konsultan psikolog. Upaya menyeleksi mahasiswa dilakukan melalui proses seleksi yang ketat, karena belajar di program ini tidaklah mudah; itu membutuhkan ketulusan dan keseriusan. Untuk menghindari permasalahan tersebut, maka upaya perekrutan mahasiswa berdasarkan kriteria-kriteria tersebut di atas adalah wajib dan diupayakan untuk mencapai hasil yang baik. Ketiga SMP tersebut berupaya melakukan proses seleksi yang ketat dengan mengikuti standar yang disebutkan di atas.
Guru-guru yang terpilih untuk mengajar pada program akselerasi dipilih berdasarkan kriteria guru terbaik di sekolah tersebut, dan semuanya termasuk guru yang mengajar pada program reguler, sebagai kriteria profesi guru di program akselerasi. program akselerasi dianggap cukup untuk diterapkan di kalangan guru yang ada. Pengembangan kemampuan guru sebagai pendidik dalam program akselerasi dilakukan dengan melibatkan guru pada lembaga pendidikan (pelatihan) dan melibatkan studi banding di sekolah pelaksana program ini.
Tahap Penilaian
Upaya peningkatan kualitas guru masih sangat terbatas dan masih dirasa kurang. pengukuran kinerja material, termasuk; Ulangan harian, ulangan umum, dan ulangan nasional.
Kekuatan/Keunggulan dan Kelemahan Manajemen Program Akselerasi Kekuatan/keunggulan dalam menyelenggarakan manajemen program
Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga SMP di Jakarta Timur yang dijadikan subjek penelitian dalam hal perencanaan program karena ketiga sekolah tersebut sama-sama mengikuti standar dan mekanisme yang ditetapkan oleh Dirjen Dikdas. Perbedaan ketiga sekolah ini hanya terletak pada pengelolaan programnya saja, yaitu pada orang-orang yang tergabung dalam tim perencanaan.
Pelaksanaan Program Akselerasi a) Rekruitment Siswa
Semua itu dilakukan untuk mempersiapkan para guru atau pegawai yang mempunyai visi dan misi yang sama mengenai keberadaannya di Yayasan Masjid Panglima Besar Sudirman, Cijantung, Jakarta Timur. Upaya ini juga dilakukan untuk mengembangkan manusia berakhlak mulia yang taat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketika siswa diuji membaca Al-Qur'an, guru harus lebih baik dari siswanya.
Selain karena pengembangan sumber daya guru dilakukan secara terus menerus setiap satu tahun sekali yang diberikan langsung oleh Direktorat Pendidikan Luar Biasa, hal ini juga disebabkan oleh faktor pendanaan. Hanya untuk SMP 252 dan SMP Al Islam PB Sudirman, selain pengembangan SDM yang difasilitasi oleh pihak sekolah, para guru didorong untuk mengikuti pelatihan sendiri untuk menambah pengetahuannya, dan untuk SMP 49, selain pengembangan SDM yang difasilitasi. oleh pihak sekolah, untuk memperoleh tambahan pengetahuan bagi guru. , sebuah program akselerasi bagi orang tua yang sangat bersemangat untuk memberikan fasilitas pelatihan tambahan melalui materi dan biaya sukarela orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua sangat memperhatikan pendidikan anaknya, dan peningkatan kualitas guru merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan anaknya.
Penilaian Program Akselerasi Bagi Anak Berbakat
Mekanisme Pengambilan Keputusan
Kekuatan dan Kelemahan
Kondisi spesifik pengelolaan program akselerasi anak berbakat di tiga SMP di Jakarta Timur dilihat dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan manajemen program akselerasi anak berbakat di tiga SMP (SMP 252 Pondok Kelapa, SMP 49 dan SMP Al Islam PB. Sudirman) di Jakarta Timur telah melakukan perencanaan yang matang sebelum program akselerasi dilaksanakan. SMP ini dilaksanakan melalui monitoring dan evaluasi terhadap pengelola program akselerasi dalam hal ini SMP 252, SMP 49 dan SMP Al Islam PB.
Mekanisme pengambilan keputusan pelaksanaan manajemen program akselerasi anak berbakat di ketiga sekolah menengah tersebut dilakukan secara partisipatif. Implementasi program akselerasi anak berbakat di ketiga sekolah menengah tersebut nampaknya lebih banyak persamaannya dibandingkan perbedaannya karena sama-sama mengikuti standar dan mekanisme yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar. Terdapat beberapa perbedaan penerapan manajemen program akselerasi di ketiga SMA tersebut, antara lain sebagai berikut:
Peningkatan Kualitas Manajemen Program Akselerasi bagi Anak Berbakat
Dengan pendidikan dan pelatihan diharapkan guru menjadi lebih terampil dan berdaya saing dalam bidang pengembangan anak berbakat. Hal ini sangat penting agar permasalahan yang timbul pada saat proses pembelajaran dapat diatasi dengan baik dan benar. Kedua hal ini akan memberikan umpan balik terhadap keseluruhan proses pelaksanaan manajemen pendidikan anak berbakat.
Dengan adanya informasi kelebihan dan kekurangan yang diperoleh, maka pengembangan manajemen program percepatan dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. e) Memberikan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi. Hal ini bertujuan untuk mendorong persaingan yang sehat dalam pengembangan program akselerasi bagi anak berbakat. Model-model tersebut antara lain: (1) model layanan studi akselerasi, (2) pemberian layanan kepada anak-anak yang berbakat di bidang seni, olah raga, kepemimpinan, dan lain-lain. i) Sekolah hendaknya tidak hanya menganggap kurikulum akselerasi sebagai materi yang memperpendek dan mempercepat saja, namun juga memberikan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan aktualisasi diri peserta didik dari kedua belah pihak.
Upaya Meningkatkan Mutu Proses Pengambilan Keputusan
Upaya Memperbaiki Dampak
Studi kasus deteksi dini dan intervensi anak berbakat dan berbakat di kota Yogyakarta. Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Pembelajaran SD, SMP, dan SMA (Salah Satu Model Layanan Pendidikan Bagi Siswa yang Mempunyai Potensi Kecerdasan dan Bakat Khusus). Pedoman pelaksanaan program percepatan pembelajaran untuk SD, SMP, dan SMA (kajian model layanan pendidikan bagi siswa berpotensi kecerdasan dan bakat khusus).
Masalah Identifikasi Anak Berbakat", Penelitian Kolaborasi Puskur Balitbang Depdikbud dengan Yayasan Pengembangan Kreativitas Jakarta. Kurikulum Program Percepatan Pembelajaran, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 029, Tahun 7, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Subbagian Perencanaan Masalah Lintas Aliran Sesat (2005).http://www.dikdasmen.depdiknas.go.id/html/setditjen/Peplanan/ditje n-cross.htm).