• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian Upaya Takmir Masjid

Upaya adalah usaha untuk menyampaikan maksud, akad atau ikhtiar.16 Upaya menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai usaha kegiatan yang mengarahkan tenaga, pikiran untuk mencapai suatu tujuan. Upaya juga berarti usaha, akal, ikhtiar untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan mencari jalan keluar. Upaya di sini dimaksudkan sebagai usaha dari takmir masjid untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam meningkatkan kegiatan majelis taklim.

15

Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), h. 206

Dalam kamus Etismologi kata upaya memiliki arti yaitu didekati atau pendekatan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam hal ini takmir masjid melakukan pendekatan individu bersilaturrahmi dengan jamaah, berbicara tentang kegiatan-kegiatan majelis taklim yang diadakan, memberikan evaluasi dan saran-saran secara terbuka bagi pembangunan jamaahnya.

Dari hal tersebut adakah yang lebih mulia dari pekerjaan takmir masjid yang setiap hari membukakan pintu masjid, lalu mengumandangkan adzan dan iqamah, menyeru untuk shalat dan menggapai Al-Falaah atau kesuksesan hidup. Sungguh mulia orang yang memakmurkan masjid sembari mengajak dan memudahkan orang lain bersujud kepada Allah Swt.

Takmir Masjid adalah sekumpulan orang yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid. Takmir masjid sebenarnya telah bermakna kepengurusan masjid, namun tidak salah bila kita menyebut “Pengurus Takmir Masjid”.17

Pengurus masjid adalah orang yang menerima amanah jamaah untuk memimpin dan mengelolah masjid dengan baik, memakmurkan Baitullah (Rumah Allah Swt).18 Pengurus masjid juga sering di sebut takmir masjid, takmir masjid ialah orang yang memiliki peran penting dalam memakmurkan masjid.

Jabatan apapun memang bisa dijadikan sarana ibadah dan dakwah, tapi untuk merealisasikannya tidak mudah. Setiap jabatan, apa lagi yang disertai bayaran, tunjangan, aneka fasilitas, apalagi meraihnya masih perlu trik politik dan berbagai persoalan lainnya, maka amat sulit dijadikan sebagai sarana

17 Sigit Tri Atmo Yuwono, “Upaya Ta’mir Masjid Mengaktifkan Para Warga Aktif

Dalam Shalat Berjama’ah” dalam SKRIPSI, (Surakarta: Institut Agama Islam Negeri), h. 8.

untuk ibadah dan dakwah. Berbeda dengan takmir masjid yang pada umumnya tanpadisertai tunjangan alias gratis, maka dengan segala jerih payah dan pengapdiannya untuk mlayani para hamba Allah yang hendak bersujud, jelas pekerjaan itu amat mulia. Hal yang perlu dipahami adalah bahwa istilah Takmir Masjid tidak hanya sebatas pada ketua, bendahara, sekretaris, koordinator seksi-seksi dan semua jabatan yang biasanya terstruktur dalam organisasi ketakmiran. Namun takmir masjid merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia bila dikerjakan dengan penuh tanggung jawab sebagai seorang muslim tanpa mengharapkan suatu imbalan tertentu.

2. Fungsi Takmir Masjid

Takmir masjid (pengurus masjid) adalah sekelompok orang yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid. Istilah yang populer di Indonesia ini adalah merujuk pada ayat Al-Qur’an yang berbunyi:

















































Artinya:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikanshalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepadasiapapun) kecuali kepada Allah, Maka merekalah termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)19

Dalam hal ini seseorang yang akan menjadi takmir masjid itu harus memenuhi 2 syarat, yaitu:

a) Al-Adalah, yaitu: orang yang dapat dipercaya dan mempunyai prilaku baik.

b) Al-kifayah wal ihtidak ilattasaharruf, yaitu: orang yang memiliki kemampuan dalam mengelola harta waqof. (ini sesuai dengan keterangan dalam kitab hasiah As-Syirwani 6/288).20 Tugas-tugas takmir masjid secara umum adalah: Bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut pengelolaan, pemanfaatn, perawatan, dan pengembangan harta masjid, jadi takmir harus betul-betul siap dan bijaksana dalam menjalankan tugas yang ia sandang. Baik kepentingan itu bersifat pribadi atau bersifat umum.

Tugas takmir masjid dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

a. Mengelola harta masjid: harta masjid adalah aset masjid yang berupa waqof yang diperoleh dari hasil hibah (pemberian) atau shodakoh.

b. Menyalurkan harta masjid secara proposional harta yang dimiliki masjid, harus disalurkan sesuai dengan keperuntukannya. Penggunaan harta masjid secara umum terbagi menjadi 2 macam, yaitu: Imaroh (segala kebutuhan masjid yang berkaitan dengan fisik masjid) dan Masholaeh (segala kebutuhan yang berkaitan dengan kepentingan masjid, baik untuk keperluan fisik masjid maupun sebagai keperluan lain).

20 Muhammad Idris, “Kesalahan Nadhir atau Takmir Masjid yang Banyak Terjadi” dalam

3. Tugas dan Tanggung Jawab Takmir Masjid

Salah satu tugas utama Takmir adalah menjaga dan merawat masjid agar tetap terawat sehingga terasa nyaman bagi pengunjung. Di samping merawat kondisi masjid, takmir juga harus mengawasi penggunaan fungsi masjid dan segala aktifitas yang dimilikinya. Masjid dan fasilitas yang di miliki tetap harus terjaga dari penggunaan yang bukan semestinya.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, masjid menurut ulama terkemuka Syaikh Yusuf Qardhawi juga berfungsi sebagai tempat sosial kemasyarakatan seperti bersilaturahmi untuk memperkuat ikatan persaudaraan, tempat menimba ilmu, tempat pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah, tempat penyelesaian sengketa, lembaga solidaritas dan bantuan kemanusiaan, tempat pembinaan dan pengembangan kader-kader pemimpin umat, tempat membina keutuhan jamaah, dan tempat bergotong-royong di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.21

Seorang takmir masjid atau pengurus masjid memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelolah dan mengatur segala kegiatan yang diadakan di masjid, sebelum mencapai tujuan pemakmuran masjid maka pengurus masjid harus mempunyai metode-metode dan program-program termasuk didalamnya mencari dan mengalokasikan sumber daya yang di miliki dan mempunyai pimpinan yang bertanggung jawab atas keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menjadi pengurus masjid bukanlah pekerjaan yang ringan, tugas dan tanggung jawabnya sangatlah berat. Diantaranya tugas pengurus masjid dan tanggung jawabnya sebagai berikut:

a. Memelihara masjid

Masjid merupakan tempat beribadah umat Islam perlu di pelihara dengan baik, bangunannya ruangannya agar tidak kotor dan rusak. Pengurus masjid memiliki kewajiban untuk membersihkan masjid dan memperbaiki setiap kerusakan pada peralatan yang ada di dalam masjid dipelihara sebaik mungkin.

b. Mengatur kegiatan

Segala kegiatan yang dilakukan di masjid menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus masjid untuk mengaturnya baik kegiatan ibadah rutin ataupun kegiatan lainnya. Pengurus masjid harus memahari arti dan cara berorganisasi sehingga segala kegiatannya yang telah diprogram dapat berjalan secara teratur dan terarah. Dalam mengatur dan melaksanakan kegiatan masjid, kejelian pengurus dalam membaca kebutuhan jamaah akan sangat membantu, dalam membuat program kegiatan masjid pengurus harus melibatkan jamaah, meminta masukan jamaah, baik jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, penanggung jawab, tujuan dan target yang hendak di capai hingga perkiraan biaya yang diperlukan. 22

Oleh karena itu, suatu masjid hendaknya memiliki suatu perencanaan pada setiap kegiatan, dimana rencana itu harus dilakukan secara baik oleh

22

pengurus masjid dan jamaah tersebut. Sehingga kegiatannya berjalan dengan baik dan masjid dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Dokumen terkait