سفن
C. Urgensi Tazkiyatun Nafz
sufi mendasarkan pendapatnya pada firman Allah SWT : Allah adalah nur (cahaya) langit dan bumi (QS. 24:35 ).71
Menurut syafi‟I Maarif Para sufi sependapat bahwa untuk mencapai tingkat kesempurnaan kesucian jiwa itu hanya dengan satu jalan, yaitu cinta kepada Allah dan memperdalam rasa kecintaan itu. Dengan kesucian jiwa ini, barulah akan terbuka jalan untuk mencapai Tuhan. Tanpa jalan ini tidak ada kemungkinan terlaksananya tujuan itu dan perbuatan yang dilakukan tidak dianggap perbuatan yang baik.72
Dari berbagai tahapan yang ditawarkan untuk tazkiyatun nafs menurut penulis sendiri, 3 tahapan takholli, tahalli dan tajalli adalah yang paling ideal untuk diterapkan pada masyarakat luas.karena 3 tahapan ini tidak hanya bisa diterapkan pada orang-orang yang memiliki dasar ilmu agama, bahkan masyarakat awam sekalipun bisa melakukannya.
48
Massachusetts sudah menangani kasus percikan apa yang timbul melalui stop kontak karena tantangan TikTok ini.74
Selain tantangan-tantangan berbahaya, tentunya karena semakin mudahnya mengakses konten-konten amoral dan mencari tahu kehidupan orang lain yang berdampak pada keinginan untuk berfoya-foya dan pencitraan akan kehidupan mewah. Hal ini berakibat pada munculnya suatu keadaan dimana seorang remaja yang berusaha untuk kebebasannya dengan mencederai kebebasan orang lain.
Atau banyaknya cyberbullying yang pada akhirnya merusak kehidupan orang lain.
Kemajuan ini juga tak lepas dari beban kerja yang meningkat, hidup yang semakin cepat membuat banyak orang terasa tidak menikmati hidup. Hal ini bisa dilihat dari semakin tingginya tingkat bunuh diri di negara-negara maju, seperti Jepang. Stres dan kehampaan dalam hidup banyak terlampiaskan pada alkohol, sex bebas dan narkoba.
Rupanya teknologi dan kemudahan yang didapat manusia masa kini seperti pisau tajam. Jika digunakan untuk memasak akan menghasilkan masakan- masakan lezat dengan potongan bahan yang baik. Tetapi dengan niat buruk, pisau tajam bisa menjadi senjata pembunuhan. Melalui telepon pintar, dengan beberapa kalimat saja seseorang bisa jadi sudah menyebabkan depresi, bahkan kematian bagi orang lain. Dalam artikel yang ditulis oleh dr. Rizal Fadli75, setiap tahun kasus depresi terus meningkat.Di Indonesia, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi.
Jalaluddin Rumi yang penulis kutip dari tulisan Nasichah76, menyitir dalam gaya bahasanya yang cukup indah, “Kita adalah seruling bambu yang terserabut dari rumpunnya. Ketika suara keluar adalah jeritan pilu dari pecahan bambu yang ingin kembali ke rumpunnya semula.” Kita akan hidup sebagai bambu sejati bila kita kembali ke tempat awal kita, yakni jalan fitrah. Disinilah urgensinya ajaran
74 https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200129132006-277-469796/3-challenge- viral-yang-membahayakan-keselamatan diakses pada 17 Mei 2020
75 Rizal Fadli, Tingkat Depresi Meningkat di Indonesia, Kenali Gejalanya https://www.halodoc.com/artikel/tingkat-depresi-meningkat-di-indonesia-kenali-gejalanya dikases pada 19 November 2020
76 Nasichah, “Dakwah Pada Masyarakat Modern; Problem Kehampaan Spiritual”, Da‟wah Jurnal Kajian Dakwah, Komunikasi dan Budaya, Vol. X, No. II, h. 103.
tasawuf bagi umat, yakni mengembalikan kondisi diri ke jalan fitrah tersebut.
Maka menurut penulis, tazkiyatun nafs bukan hanya untuk ulama atau orang berilmu, lebih pada masyarakat pada umumnya. Dengan adanya upaya- upaya penyucian jiwa, kelelahan, kehampaan dan stres bisa berkurang atau bahkan mungkin terobati dan memunculkan generasi yang sehat jiwa dan raganya.
Menariknya dalam psikoterapi yang secara sederhana bisa diartikan sebagai pengobatan secara psikologis, juga ditemukan penerapan takhalli, tahalli dan tajalli dalam tahapan metode yang digunakannya. Zakiah Darojat menyebutkan pendapat Muhammad Mahmud77 seorang psikolog muslim ternama, bahwa ia membagi psikoterapi Islam dalam dua kategori; Pertama, bersifat duniawi, berupa pendekatan dan teknik-teknik pengobatan psikis setelah memahami psikopatologi dalam kehidupan nyata. Kedua, bersifat ukhrawi, berupa bimbingan mengenai nilai-nilai moral, spiritual dan agama.78
Dalam psikoterapi Islami, menurut Sus Budiharto terdapat 3 metode inti, yaitu sentuhan tangan, penggunaan lisan, dan ajakan kepada hati,79 yaitu:
1. Sentuhan kedua tangan, berfungsi sebagai pengendali terhadap otoritas, power, dan kekuasaan maupun keinginan. Sentuhan ini memiliki kekuatan dalam menangani korban bencana. Metode sentuhan tangan ini dinilai cukup banyak membantu meringankan beban batin korban.
2. Penggunaan lisan dengan memberikan nasihat-nasihat, imbauan, ajakan, bimbingan yang benar maupun pengucapan doa.
3. Ajakan kepada hati/ qolbu untuk terus berharap (dalam hati) dengan penuh kepasrahan dan keyakinan total kepada Allah SWT. Dalam proses ini terdapat 3 tahapan yang dilakukan, yaitu takhalli (self awareness), tahalli (self identification), serta tajalli (self development). Ketiga tahapan ini merupakan rangkaian proses pembersihan hati. Makna dari ketiga tahapan tersebut, sebagai berikut.
77 http//www.pencaribakatkreatif.blogspot.com
78 Zakiah Daradjat, Islam dan Kesehatan Mental, (Jakarta : CV. Masagung, 1988), h.47
79Sus Budiharto, Kedaulatan Rakyat. 2010. “Penanganan Pasca Bencana: Sentuhan Tangan Ringankan Batin Korban”. Kedaulatan Rakyat. (6 januari 2010), h. 16
50
a) Takhalli (kesadaran diri, self awareness)
Takhalli merupakan tahap pertama dalam mengurus hati, yaitu membersihkan hati dari keterikatan pada dunia dan selanjutnya untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia.
b) Tahalli (identifikasi diri, self identification)
Tahap berikutnya adalah tahalli, yaitu upaya pengisian hati yang telah dikosongkan dengan isi yang lain yaitu Allah SWT. Pada tahap ini, hati harus selalu disibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, melepas selain-Nya, akan mendatangkan kedamaian. Tidak ada yang ditakutkan selain lepasnya Allah dari dalam hatinya. Hilangnya dunia, bagi hati yang telah tahalli, tidak akan mengecewakan.
c) Tajalli (pengembangan diri, self development)
Tajalli adalah tahapan dimana kebahagiaan sejati telah datang.
Ia bahagia dalam keridhoan-Nya. Pada tahap ini, orang tersebut dapat menjadi manusia yang luhur.