• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTIK TBL (1) (Halaman 73-77)

61

BAB VI

62 pengadukan cepat untuk menstabilkan partikel-partikel yang tidak stabil karena terurai menjadi ion positif dan negatif. Selain aluminium sulfat, ditambahkan juga NaOH untuk meningkatkan pH air yang turun akibat penambahan aluminium sulfat. Penambahan aluminium sulfat dan NaOH dilakukan di dalam static mixer. Setelah tahap koagulasi, air akan memasuki tahap flokulasi. Flokulasi bertujuan untuk meningkatkan penyisihan suspensi padatan dan BOD dari pengolahan fisik serta memperlancar proses pengkondisian air limbah. Pada tahap ini, partikel-partikel hasil koagulasi akan membentuk gumpalan- gumpalan yang lebih besar sehingga lebih mudah mengendap ke bawah. Pengadukan pada tahap ini dilakukan secara lambat untuk meningkatkan penyatuan partikel-partikel tersebut.

Gumpalan-gumpalan partikel koloid yang terbentuk selama tahap koagulasi dan flokulasi akan diendapkan dalam water basin melalui proses sedimentasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi meliputi:

(a) Titik injeksi bahan kimia merupakan lokasi di mana bahan kimia ditambahkan ke dalam air sangat mempengaruhi efisiensi pengendapan;

(b) Penentuan dosis bahan kimia melalui jar test dimana uji ini membantu menentukan jumlah optimal bahan kimia yang perlu digunakan;

(c) Penyesuaian dosis bahan kimia berdasarkan kondisi air baku dosis bahan kimia dapat berubah sesuai dengan kualitas air yang masuk;

(d) Level sludge :harus dijaga antara 2-3 meter dari level air bersih;

(e) Pembuangan sludge dilakukan secara berkala, minimal sekali sehari.

Setelah dari water basin, air akan melewati tangki penyaring yang berisi karbon aktif. Pada tahap ini, air difilter kembali untuk menurunkan konduktivitasnya, dengan tujuan meringankan beban kerja dari sistem reverse osmosis. Karbon aktif disusun secara vertikal di bagian atas tangki. Ketika air memasuki tangki, air akan melewati karbon aktif dan langsung tersaring, sehingga konduktivitas dalam air akan menurun.

Pada tahap reverse osmosis, mineral-mineral yang terkandung dalam air akan dihilangkan. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kesadahan air yang disebabkan oleh garam-garam atau ion kesadahan seperti kalsium, magnesium, dan silika. Reverse osmosis dilakukan dengan memberikan tekanan tinggi pada air yang mengalir melalui membran semipermeabel. Di membran semi permeabel inilah proses penghilangan mineral terjadi. Air yang telah melewati membran kemudian disimpan di dalam tangki penyimpanan dan selanjutnya dialirkan ke boiler.

63 6.1.3 Penyedian Steam

Pada PT Tunas Baru Lampung, Tbk, pembuatan steam dilakukan menggunakan boiler yang berbahan bakar solar. Steam tersebut digunakan sebagai media pemanas dalam proses produksi. Air yang digunakan untuk pembuatan steam berasal dari proses demineralisasi, di mana air tersebut dipanaskan hingga menguap dan menjadi steam. Bahan bakar yang digunakan oleh boiler berupa gas alam,minyak,batubara,kayu,dan lain-lain (Utility Department PT Tunas Baru Lampung, Tbk, 2024).

Boiler terdiri dari beberapa bagian, yaitu (Utility Department PT Tunas Baru Lampung, Tbk, 2024) sebagai berikut:

(a) Boiler drum yaitu tempat untuk menampung air yang akan diumpankan ke boiler;

(b) Burner atau pembakar;

(c) Chimney atau cerobong gas buang;

(d) Steam Header yaitu tempat untuk menampung steam sebelum didistribusikan;

(e) Water line unit, terdiri dari tube-tube untuk mengalir air yang akan dijadikan steam;

(f) Fuel line units;

(g) Air line units;

(h) Steam line units.

Spesifikasi air yang masuk ke dalam boiler harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:

(a) tidak bersifat korosi;

(b) tidak menimbulkan kerak pada temperature tinggi;

(c) tidak berwarna dan tidak berbau;

(d) tidak mengandung oksigen.

Jenis boiler yang digunakan di PT Tunas Baru Lampung, Tbk yaitu boiler bertipe HPS Boiler atau thermal oil heater yang dapat menghantarkan panas hingga temperatur 300°C atau lebih. HPS boiler yang digunakan di PT Tunas Baru Lampung, Tbk memiliki komponen – komponen sebagai berikut:

(a) ruang bakar, berfungsi untuk mengubah energi kimia menjadi energi panas;

(b) Alat penguapan, berfungsi untuk mengubah energi pembakaran menjadi energi potensial uap dan energi panas;

(c) Tube wall, berfungsi untuk memanaskan air, sehingga proses penguapan dapat lebih cepat. Alat ini terdiri dari pipa – pipa yang disusun secara vertikal yang membentuk dinding;

(d) Steam drum, berfungsi untuk menampung air pengisi dan uap basah serta pemisah antara

64 uap dan air;

(e) Super heater, berfungsi untuk memanaskan uap basah menjadi uap kering. Alat ini terdiri dari pipa – pipa yang berbentuk spiral yang diletakkan diatas ruang pembakaran;

(f) Economizer, berfungsi untuk memanaskan air sebelum masuk ke drum.

6.2 Pengolahan Limbah

Pengolahan limbah dilakukan berdasarkkan jenis limbah yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan di PT Tunas Baru Lampung, Tbk berupa limbah padat dan limbah cair.

1. Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan dari proses bleaching dan degumming, yang berupa spent earth, disimpan dalam tangki penyimpanan sebelum akhirnya dikirimkan kepada pihak ketiga untuk pengelolaan lebih lanjut.

2. Limbah Cair

Limbah cair yang dihasilkan dari proses deodorizing, berupa PFAD, diolah melalui proses fisika-biologi di unit WWTP dengan menggunakan berbagai peralatan seperti tangki regulasi, bak pemisah lemak, sludge tank, bak ekualisasi, bak biofilter anaerob, bak pengendapan, bak filter akhir, dan bak klorinasi.

Proses pengolahan limbah di Unit Pengolahan Limbah (UPL) dimulai dari penampungan limbah dalam tangki regulasi untuk proses anaerobik. Limbah kemudian disaring dengan sand filter dan dialirkan ke bak pemisah lemak. Lumpur dari proses ini ditampung dalam sludge tank. Setelah itu, limbah masuk ke bak ekualisasi untuk mengendalikan fluktuasi aliran dan kualitas limbah, serta diaduk dengan bahan kimia seperti PAC, polimer, dan kapur. Polutan organik (BOD, COD) dan padatan tersuspensi diuraikan oleh bakteri anaerobik dalam bak biofilter anaerob, kemudian diendapkan dalam bak pengendapan untuk memisahkan lumpur dan padatan lainnya. Selanjutnya, limbah diolah kembali dalam bak biofilter aerob menggunakan bakteri anaerobik, lalu difiltrasi dengan sand filter di bak filter akhir. Sebelum dibuang ke lingkungan, air diolah ditambah klorin untuk membunuh bakteri dan mikroba. (Utility Department PT Tunas Baru Lampung, Tbk, 2024)

65

BAB VII

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTIK TBL (1) (Halaman 73-77)

Dokumen terkait