• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisis Data dan Interpretasi Hasil Penelitian Pengaruh Pemberian

4.4.4 Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan untuk mengukur besarnya kontribusi yaitu dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasi. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dengan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan-kemampuan variabel bebas dalam

dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel terikat.

Tabel 4.45

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary

Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,834a 0,695 0,678 2,383

a. Predictors: (Constant), BUDAYA ORGANISASI, KOMPENSASI

Sumber: data hasil pengolahan spss versi 25

Berdasarkan tabel 4.45 di atas, nilai R2 adalah 0,678 hal ini berarti 67,8% variabel kepuasan kerja (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi (X1) dan budaya organisasi (X2). Sedangkan sisanya sebesar 32,2% dapat dijelaskan oleh variabel – variabel lain diluar penelitian ini.

variabel independent secara individual dalam menerapkan variabel – variabel dependent. Ketentuan dan taraf kepercayaan uji t atau uji hipotesa pada penelitian ini diterapkan dengan persentase 5% atau 0,05.

Tabel 4.46

Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 3,555 4,884 0,728 0,472

KOMPENSASI 0,507 0,195 0,427 2,604 0,013

BUDAYA

ORGANISASI 0,433 0,159 0,446 2,718 0,010

a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA

Sumber: data hasil pengolahan spss versi 25

Berdasarkan tabel 4.46 digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari beberapa variabel independen terhadap variabel dependen dalam satu penelitian, maka harus ditentukan terlebih dahulu nilai ttabel. Cara mencari nilai ttabel adalah sebagai berikut:

Jumlah sampel (n) = 38 responden

Df = n - k = 38 – 3 = 35

Dengan menggunakan tabel distribusi t dan taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai ttabel sebesar: 2,030

Tabel 4.47 Rangkuman Hasil Uji t

Variabel thitung P Value ttabel Kesimpulan Kompensasi (X1) 2,604 0,013 2,030 Ha diterima Budaya

Organisasi (X2)

2,718 0,01 2,030 Ha diterima

Sumber: Data diolah, 2021

Dari data di atas dapat diketahui bahwa:

1. kompensasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Y)

Berdasarkan tabel 4.48 hasil pengolahan data untuk kompensasi (x1) sebesar 2,604 dengan tingkat signifikansi 0,013. oleh karena lebih besar daripada ttabel yaitu 2,604 >

2,030 atau signifikansi lebih kecil 0,05 yaitu 0,013 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Asumsi yang mengatakan adanya pengaruh secara parsial antara kompensasi terhadap kepuasan kerja PT Caturbina Guna Persada diterima, atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap kepuasan kerja PT Caturbina Guna Persada.

2. Budaya organisasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y)

lebih besar dari ttabel, yaitu 2,718 > 2,030 atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,01 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Asumsi yang mengatakan adanya pengaruh antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja PT Caturbina Guna Persada diterima, atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada.

2. Uji F (Simultan)

Pengujian ini untuk membuktikan apakah signifikan secara bersama-sama (simultan) antara variabel bebas (X1 dan X2).

Dalam hal ini pengaruh dari pemberian kompensasi dan budaya organisasi terhadap variabel (Y) yaitu kepuasan kerja.

Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan Fhitung

dengan Ftabel seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.48 Hasil Uji F

ANOVAa Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 453,503 2 226,752 39,940 ,000b

Residual 198,707 35 5,677

Total 652,211 37

a. Dependent Variable: KEPUASAN KERJA

b. Predictors: (Constant), BUDAYA ORGANISASI, KOMPENSASI

Sumber: data hasil pengolahan spss versi 25

Dari uji ANOVA atau uji F test, didapat Fhitung adalah 39,940 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena probabilitas

kepuasan kerja karyawan secara simultan atau bersama – sama dapat diterima.

Berdasarkan Fhitung dan output adalah 39,940 dengan tingkat signifikan 5% maka cara mecari nilai Fhitung adalah:

Jumlah sampel (n) = 38

Jumlah variabel independent (k) = 2 Taraf signifikan (a) = 0,05

Df = n – k - 1 = 38 – 2 – 1 = 35

dengan menggunakan tabel distribusi F dan taraf signifikan 0,05, maka diperoleh ftabel sebesar 3.27. sehingga dapat diketahui bahwa yaitu 39,940 > 3.27. Berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian kompensasi dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada.

digunakan untuk melihat seberapa berpengaruh pemberian kompensasi dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada.

2. Hasil yang diperoleh dari analisis koefisien korelasi variabel (X1) yaitu sebesar r = 0,794 dan variabel (X2) yaitu sebesar r = 0,798.

Hal tersebut mengartikan kedua variabel independent yaitu kompensasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada.

3. Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh KD = 67,8%.

Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi kompensasi (X1) dan budaya organisasi (X2) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) pada PT Caturbina Guna Persada sebesar 67,8%

sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

4. Untuk mengetahui apakah kompensasi Berpengaruh terhadap kepuasan kerja Karyawan serta untuk melihat hasil Analisa ini signifikan atau tidak, maka dapat dilihat thitung sebesar 2,604 sedangkan ttabel sebesar 2,030. hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan.

sebesar 2,718 sedangkan ttabel sebesar 2,030, hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan.

6. Hasil perhitungan Uji F untuk mengetahui apakah hasil Analisa ini signifikan atau tidak, Fhitung sebesar 39,940 dengan tingkat signifikan 0,000 hal ini menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yang sebesar 3,27 Maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa secara bersama-sama atau simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian kompensasi dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh dari variabel Pemberian Kompensasi (X1) dan Budaya Organisasi (X2) Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) pada PT.

Caturbina Guna, Fatmawati Jakarta Selatan, maka peneliti akan membuat kesimpulan sebagai berikut: Untuk mendeskripsikan bentuk kebijakan Pemberian Kompensasi yang ada pada PT Caturbina Guna Persada, untuk mendeskripsikan bentuk penerapan Budaya Organisasi pada PT Caturbina Guna Persada, untuk menganalisa pengaruh Pemberian Kompensasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) pada PT Caturbina Guna Persada, untuk menganalisa pengaruh Budaya Organisasi (X2) Kepuasan Kerja Karyawan (Y) pada PT Caturbina Guna Persada dan untuk menghitung besarnya pengaruh Pemberian Kompensasi (X1) dan Budaya Organisasi (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) pada PT Caturbina Guna Persada.

1. Pada hasil uji t, diketahui thitung pemberian kompensasi sebesar 2,272 dan ttabel sebesar 2,030. Maka dapat dinyatan terdapat pengaruh yang sedang atau signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT.

Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan.

2. Pada hasil uji t, diketahui thitung budaya organisasi sebesar 2,718 dan ttabel sebesar 2,030. Maka dapat dinyatan terdapat pengaruh yang sedang atau signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan.

3. Hasil analisis imi dapat diketahui besar pengaruhnya pemberian kompensasi (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) pada PT.

Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan. Hal ini ditunjukkan pada perhitungan koefisien korelasi pemberian kompensasi (X1) nilai r sebesar =0,794. Sedangkan besarnya pengaruh budaya organisasi (X2) tehadap kepuasan kerja karyawan (Y) pada PT. Caturbina Guna Persada,

112

Fatmawati Jakarta Selatan. Hal ini ditunjukkan pada perhitungan koefisien korelasi budaya organisasi sebasar 0,798. Artinya terdapat hubungan yang kuat antar pemberian kompensasi dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan.

5.2 Saran-Saran

Setelah mengemukakan kesimpulan, selanjutnya penulis ingin memberi sumbangan saran yang kiranya bisa bermanfaat bagi PT. Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan.

1. Berdasarkan hasil koesioner pemberian kompensasi (X1) terdapat tanggapan responden yang menjawab tidak setuju dan juga ragu-ragu pada table 4.12 yaitu dengan adanya kelayakan fasilitas kerja dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Dengan jumlah responden yang menjawab tidak setuju 1 orang atau 3% dan yang menjawab ragu-ragu sebanyak 1 orang atau 3%. Karena karyawan merasakan tata ruang kerja yang nyaman dan dapat mendukung aktifitas kerja, perlengkapan kantor yang diberikan perusahaan sesuai dengan kebutuhan karyawan, perlengkapan keamanan perusahaan telah terpenuhi standar keamanan diantara lain tabung pemadam api, bell alarm dan keamanan lainnya sangat baik harus tetap ditingkatkan agar kepuasan kerja karyawan PT Caturbina Guna Persada semakin meningkat.

2. Berdasarkan hasil koesioner budaya organisasi (X2) terdapat tanggapan responden yang menjawab tidak setuju dan juga ragu-ragu pada table 4.20 yaitu pengawasan yang aktif dilakukan oleh pimpinan akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, dengan jumlah responden yang menjawab tidak setuju 1 orang atau 3% dan yang menjawab ragu-ragu 3 orang atau 8%. Oleh karena itu, sebaiknya pimpinan PT. Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan lebih meningkatkan pengawasan kepada karyawannya agar kinerja karyawan yang ada di perusahaan tersebut lebih terpantau dan karyawan lebih merasa dihargai atau mungkin bisa menerima promosi jabatan.

3. Berdasarkan hasil koesioner kepuasan kerja karyawan (Y) terdapat tanggapan responden yang menjawab tidak setuju dan juga ragu-ragu pada table 4.27 yaitu tingkat kemangkiran kerja yang tinggi mencerminkan ketidakpuasan dalam bekerja, dengan jumlah responden yang menjawab tidak setuju 1 orang atau 3% dan yang menjawab ragu- ragu 2 orang atau 5%. Oleh karena itu, sebaiknya pimpinan PT.

Caturbina Guna Persada, Fatmawati Jakarta Selatan untuk menghadapi kemangkiran yang di lakukan oleh beberapa karyawan adalah membuat sanksi kepada karyawan yg melakukan kemangkiran tersebut secara berulang kali agar karyawan bisa mendisiplinkan dirinya agar tidak melakukan kemangkiran itu lagi

University Press.

Badriyah, Mila. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia

Bagia, I Wayan. 2015. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Edison, Emron, Yohny Anwar, dan Imas Komariah. 2017. Manajemen sumber Daya Manusia. Bandung: CV Alfabeta.

Firmansyah, anang. 2019. Manajemen. Pasuruan: qiara media

Hamali, Arif Yusuf., S.S., M.M. 2016. pemahaman sumber daya manusia.

Yogyakarta: CAPS (center for academic publishing service)

___________2018. Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi Mengelola Karyawan . Yogyakarta : CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Hasibuan,SP Malayu 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Masram dan Mu’ah. 2017. Manajemen sumber daya manusia profesional.

Sidoarjo: Zifatama Publishing

Ode, Haruni. 2019. Pengembangan organisasi berbasis spiritual. Surabaya: Jakad Media Publishing

Priyastama. 2017. Buku Sakti Kuasai SPSS Pengolahan Data & Analisis Data.

Bantul: Start Up.

Riniwati. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang: UB Media.

Saihudin, H, S.Ag., M.M. 2019. Manajemen sumber daya manusia. Ponorogo:

Inspirasi Indonesia

Sinambela, Lijan Poltak. 2016. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA,

membangun tim kerja yang solid untuk meningkatkan kinerja. Jakarta:

Bumi Aksara

Dokumen terkait