• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Responden

Responden yang menjadi objek penelitian yaitu berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada 40 karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang. Penyajian data mengenai identitas responden dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari responden, yang meliputi jenis kelamin, umur, dan Pendidikan terakhir.

Cara menghitung presentase adalah banyaknya frekuensi (f) dibagi dengan jumlah data (N). ini dapat dibuat dalam formula sebagai berikut.0

P = f

N × 100%

Keterangan:

P = Angket Presentase

F = Frekuensi yang sedang dicari presentasinya

0 Syafril, Statistik Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2019), hal. 19.

N = Jumlah Frekuensi/Banyaknya

Penemtuan kategori presentase, sebagai berikut:

81% - 100% kategori sangat tinggi 61% - 80% kategori tinggi

41% - 60% ketegori cukup tinggi 21% - 40% kategori sangat rendah0

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan dari data-data yang diperoleh dari daftar pernyataan yang ada pada kuesioner, dapat dilihat di tabel mengenai jenis kelamin dari karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang sebagai berikut:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Presentase (%)

Laki-Laki 15 38%

Perempuan 25 63%

Jumlah 40 100%

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, maka dapat diketahui bahwa Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu 25 orang dengan presentase 63%

dengan kategori presentase tinggi dan responden laki-laki sebesar 15 orang dengan presentase 38% dengan kategori presentase sangat rendah.

0 Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bina Aksara, 2018), hal. 44.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa usia keryawan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Karakteristik Responden berdasarkan Usia Usia Jumlah (Orang) Presentase (%)

21 – 30 Tahun 18 45%

31 - 40 Tahun 17 43%

41 - 50 Tahun 5 13%

Jumlah 40 100%

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, jumlah responden kelompok umur 21 – 30 tahun sebanyak 18 orang dengan presentase 45% dengan kategori presentase cukup tinggi, responden kelompok umur 31 – 40 tahun sebanyak 17 orang dengan presentase 43% dengan kategori presentase cukup tinggi, dan responden kelompok umur 41 – 50 Tahun sebanyak 5 orang dengan presentase 13% dengan kategori presentase sangat rendah. Responden yang mendominasi yaitu umur 21 – 30 tahun dengan presentase 45%, hal ini dikarenakan perusahaan menganggap bahwa karyawan yang berumur 21 – 30 tahun termasuk kategori karyawan produktif yang dapat memajukan perusahaan.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari daftar pernyataan yang ada pada kuesioner, dapat dilihat di tabel mengenai tingkat Pendidikan dari karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang sebagai berikut:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah (Orang) Presentase (%)

SMA/SMK/MA/Sederajat 7 18%

S1/S2 33 83%

Jumlah 40 100%

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, responden yang berpendidikan terakhir SMA/

SMK /MA / Sederajat sebanyak 7 orang dengan presentase 18% dengan kategori presentase sangat rendah sedangkan responden yang berpendidikan S1/S2 Sebanyak 33 orang dengan presentase 83% dengan kategori presentase sangat tinggi. Responden yang mendominasi tingkat Pendidikan terakhir yaitu S1/S2 sebanyak 33 orang dengan presentase 83%, hal ini dikarenakan perusahaan menerima lebih banyak karyawan berpendidikan terakhir S1/S2.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

Analisis Deskriptif bertujuan untuk menggambarkan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel. Untuk mendeskripsikan jawaban dapat dilakukan dengan membuat presentase dari masing-masing jawaban item pernyataan variabel penelitian.

Variabel-variabel dijabarkan dalam beberapa indikator yang diukur dengan skala likert 1-5. Dengan menggambarkan indikator-indikator variabel diharapkan dapat menjelaskan tanggapan responden secara umum mengenai Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dari data jawaban responden akan dapat diketahui kategori

pernyataan responden tentang masing-masing variabel dalam rentan skala mean.

Menurut Sugiyono, untuk menentukan Panjang kelas interval menggunakan rumus sebagai berikut:0

Panjang Kelas = Nilai TertinggiNilai Terendah Jumlah Kelas

= 5−1

5

=

0,8

Dengan hasil interval kelas 0,8 maka dapat disimpulkan kriteria rata-rata jawaban responden adalah:

Tabel 4.4 Skala Interval Kelas

1,0< x ≤ 1,8 Sangat kurang baik

1,9< x ≤ 2,6 Kurang baik

2,9< x ≤ 3,4 Cukup baik

3,5< x ≤ 4,2 Baik

4,5< x ≤ 5,0 Sangat baik

Sumber: Sugiyono (2017)

a. Deskripsi Tanggapan Karyawan Tentang Lingkungan Kerja (X1)

Tanggapan karyawan tentang Lingkungan Kerja (X1) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang dapat disajikan pada tabel berikut:

0 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2017) hal. 80.

Tabel 4.5

Tanggapan Lingkungan Kerja (X1)

No Pernyataan Mean

1

Penerangan (sinar matahari dan listrik) di lingkungan kerja

dapat membantu dengan cepat pekerjaan saya. 4,33 2

Penerangan yang ada (sinar matahari dan listrik) di ruang kerja

telah sesuai dengan kebutuhan. 3,95

3 Lingkungan kerja saya sangat mengutamakan kebersihan. 4,05 4

Warna dinding pada ruangan kerja saya sangat mendukung

keadaan pikiran saya untuk bekerja. 4,05

5

Kondisi udara diruang kerja memberikan kenyamanan pada

saya selama bekerja 4,10

6

Lingkungan kerja saya banyak menggunakan pengharum ruang

sehingga saya dapat bekerja dengan nyaman. 4,08 7

Tingkat kebisingan dalam bekerja memengaruhi focus dan

mengganggu pekerjaan saya. 4,28

8

Lingkungan kerja karyawan tenang dan bebas dari suara bising

mesin. 3,90

9

Tempat kerja saya menjamin keamanan pegawainya dalam

bekerja. 4,25

10

Tempat kerja saya melakukan pengawasan secara intensif

dilingkungan kerja. 4,38

Mean 4,24

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat digambarkan bahwa tanggapan karyawan terhadap variable Lingkungan Kerja (X1) dangan rata-rata skor sebesar 4,24. Nilai ini termasuk dalam rentan kategori “baik”, yang artinya Sebagian besar responden beranggapan bahwa Lingkungan Kerja di BSI KCP Makassar Panakkukang sudah baik.

b. Deskripsi Tanggapan Tentang Disiplin Kerja (X2)

Tanggapan karyawan tentang Disiplin Kerja (X2) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang dapat disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.6

Tanggapan Disiplin Kerja (X2)

No Pernyataan Mean

1

Saya memiliki tujuan yang jelas dalam melaksanakan

pekerjaan 4,35

2

Saya memiliki kemampuan bekerja dengan baik sesuai tugas

pekerjaan yang diberikan. 4,08

3

Pimpinan selalu bersikap adil dan memberikan contoh yang

baik. 4,05

4

Gaji yang saya terima sesuai dengan apa yang saya kerjakan

dan sesuai aturan. 3,75

5 Saya menerima gaji tepat waktu. 4,20

6

Seluruh karyawan diperlakukan sama tanpa membedakan

pangkat dan golongan 4,08

7

Hukuman kedisiplinan karyawan sama tanpa ada dibedakan.

3,93

8 Peraturan yang ada sudah sesuai. 3,93

9

Sanksi hukuman diberlakukan sama sesuai dengan peraturan

yang diterapkan. 4,18

10 Pimpinan tegas dalam mengambil tindakan kedisiplinan. 4,30

Mean 4,01

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat digambarkan bahwa tanggapan karyawan terhadap variable Disiplin Kerja (X2) dangan rata-rata skor sebesar 4,01. Nilai ini termasuk dalam rentan kategori “baik”, yang artinya Sebagian besar responden beranggapan bahwa Disiplin Kerja di BSI KCP Makassar Panakkukang sudah baik.

c. Deskripsi Tanggapan Tentang Kepuasan Kerja (X3)

Tanggapan karyawan tentang Kepuasan Kerja (X3) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang dapat disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.7

Tanggapan Kepuasan Kerja (X3)

No Pernyataan Mean

1

Saya senang dengan pekerjaan yang diberikan.

4,35 2

Saya tau betul kemana arah sasaran kerja yang ingin dicapai.

4,05 3 Saya sangat menyukai pekerjaan yang diberikan. 3,98 4

Saya selalu mengingat dan bersemangat dalam pekerjaan yang

diberikan. 4,05

5

Saya suka membantu sesama rekan kerja saat mereka

memerlukan bantuan. 4,08

6

Saya mengutamakan kerja sama dengan rekan kerja dalam

menyelesaikan pekerjaan. 4,08

7

Saya selalu disiplin dalam mengerjakan pekerjaan baik tepat

waktu maupun kerapian kerja. 4,13

8 Saya hadir ditempat bekerja tepat waktu sebelum jam kerja

yang ditetapkan. 3,85

9

Saya bersungguh-sungguh dalam mencapai kinerja kerja yang

baik. 4,23

10

Saya selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaan. 4,10

Mean 4,09

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.7 di atas dapat digambarkan bahwa tanggapan karyawan terhadap variable Kepuasan Kerja (X3) dangan rata-rata skor sebesar 4,09. Nilai ini termasuk dalam rentan kategori “baik”, yang artinya Sebagian besar responden beranggapan bahwa Kepuasan Kerja di BSI KCP Makassar Panakkukang sudah baik.

d. Deskripsi Tanggapan Tentang Kinerja Karyawan (Y)

Tanggapan karyawan tentang Kinerja Karyawan (Y) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang dapat disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.8

Tanggapan Kinerja Karyawan (Y)

No Pernyataan Mean

1

Kualitas hasil kerja yang saya lakukan sesuai dengan cara kerja

yang ditetapkan. 4,43

2

Saya memiliki keterampilan yang sangat baik dalam

melaksanakan pekerjaan saya. 4,98

3

Kualitas pelayanan yang saya lakukan sesuai dengan harapan

pihak yang saya layani. 4,05

4

Saya cenderung menyelesaikan perkerjaan sebanyak-

banyaknya daripada terjadi penumpukam kerja. 4,18 5

Saya merasa dapat memenuhi dengan banyaknya beban

pekerjaan yang ditetapkan. 3,78

6

Saya mampu mengerjakan tugas sesuai dengan target yang

ditentukan. 3,98

7

Saya sangat teliti dalam melaksanakan tugas agar tidak terjadi

kesalahan. 4,00

8 Saya memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan. 4,53 9 Saya memiliki kesadaran untuk mengerjakan tugas. 4,20 10 Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. 4,18

Mean 4,23

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.8 di atas dapat digambarkan bahwa tanggapan karyawan terhadap variable Kinerja Karyawan (Y) dangan rata-rata skor sebesar 4,09. Nilai ini termasuk dalam rentan kategori “baik”, yang artinya Sebagian besar karyawan sudah mempunyai kinerja yang baik sehingga perlu ditimgkatkan lagi kinerja karyawan BSI KCP Makassar Panakkukang tetap terjaga.

3. Analisis Hasil Penelitian a. Uji Validasi

validasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Uji validasi dilakukan dengan mengkorelasikan setiap skor indikator dengan total skor item dalam setiap variabel secara statistik, hasil dari korelasi tersebut dinamakan korelasi product moment (r hitung).0

Bila korelasi tiap indikator positif dan besarnya 0,3 ke atas, maka merupakan konstruk yang kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik dan dengan membandingkannya dengan r tabel didapat dengan menggunakan tabel r product moment yaitu menentukan n (sampel) = 40-2 = 38 dengan sig. α = 0,05 sehingga didapat r tabel sebesar 0,312.

Ketentuannya apabila nilai r hitung lebih besar dibanding r tabel maka indikator atau kuesioner dapat dikatakan valid. Hasil validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.9 Uji Validitas

Variabel/Indikator Rhitung Rtabel Keterangan Lingkungan Kerja (X1)

X1.1 0,365 0,312 Valid

X1.2 0,409 0,312 Valid

X1.3 0,324 0,312 Valid

X1.4 0,321 0,312 Valid

X1.5 0,471 0,312 Valid

X1.6 0,611 0,312 Valid

X1.7 0,473 0,312 Valid

X1.8 0,672 0,312 Valid

X1.9 0,746 0,312 Valid

0 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, (Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), hal. 105

X1.10 0,461 0,312 Valid Disiplin Keja (X2)

X2.1 0,321 0,312 Valid

X2.2 0,752 0,312 Valid

X2.3 0,626 0,312 Valid

X2.4 0,768 0,312 Valid

X2.5 0,803 0,312 Valid

X2.6 0,675 0,312 Valid

X2.7 0,668 0,312 Valid

X2.8 0,638 0,312 Valid

X2.9 0,719 0,312 Valid

X2.10 0,654 0,312 Valid

Kepuasan Kerja (X3)

X3.1 0,443 0,312 Valid

X3.2 0,523 0,312 Valid

X3.3 0,350 0,312 Valid

X3.4 0,782 0,312 Valid

X3.5 0,617 0,312 Valid

X3.6 0,650 0,312 Valid

X3.7 0,671 0,312 Valid

X3.8 0,659 0,312 Valid

X3.9 0,489 0,312 Valid

X3.10 0,563 0,312 Valid

Kinerja Karyawan (Y)

Y.1 0,422 0,312 Valid

Y.2 0,580 0,312 Valid

Y.3 0,481 0,312 Valid

Y.4 0,631 0,312 Valid

Y.5 0,565 0,312 Valid

Y.6 0,537 0,312 Valid

Y.7 0,521 0,312 Valid

Y.8 0,471 0,312 Valid

Y.9 0,679 0,312 Valid

Y.10 0,625 0,312 Valid

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.9 di atas hasil uji validitas memperlihatkan, nilai r hitumg setiap indicator lebih besar disbanding nilai r tabel, hal ini menunjukkan indikator dari variabel Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), Kepuasan

Kerja (X3), dan Kinerja Karyawan (Y) dinyatakan valid sebagai alat ukur variabel penelitian.

b. Uji Realiabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk melihat tingkat kehandalan indikator atau kuesioner apabila digunakan kembali sebagai alat ukur variabel. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai alpha cronbach’s variabel standar 0,6.

Jika nilai alpha melebihi 0,6 maka indikator atau kesioner dinyatakan reliabel.

Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach's Alpha Keterangan

Lingkungan Kerja (X1) 0,719 Reliabel

Disiplin Kerja (X2) 0,862 Reliabel

Kepuasan Kerja (X3) 0,793 Reliabel

Kinerja Karyawan (X3) 0,746 Reliabel

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel diatas bahwa variabel bebas atau independen yang terdiri dari Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), Kepuasan Kerja (X3) serta variabel terikat atau dependen Kinerja Karyawan (Y) masing-masing memiliki nilai cronbach alpha yang lebih besar 0,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh variabel tersebut reliabel dan dapat digunakan pada analisis selanjutnya.

4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisi

grafik dan uji statistik.0 Untuk mengetahui normal atau tidak maka dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dan hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.3 PP-Plot Uji Normalitas Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan hasil output diatas, di lihat bahwa data (titk) menyebar di sekitar dan mengikuti arah garis diagonal. Maka dapat disimpulkan model regresi berdistribusi normal.

0 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, (Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), hal. 110.

Gambar 4.4 Histogram Uji Normalitas Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan grafik histogram hasil olah data membentuk garis lurus diagonal yang menunjukkan data penelitian dalam model regresi membentuk normal.

b.

Uji Linearitas

Uji linear bertujuan untuk mengetahui bentuk variabel bebas dan variabel terikat. Hubungan ditunjukkan dengan status linear (garis lurus) suatu distribusi data penelitian. Untuk menentukan data disebut linear, maka mengacu pada ketentuan berikut:0

1) Jika nilai Sig. deviation from linearity > 0,05 maka terdapat hubunganyang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.

2) Jika nilai Sig. deviation from linearity < 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas denga variabel terikat.

0 Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan, (Bandung:

Anggota IKAPI, 2012), hal. 175.

Hasil dari uji linearitas sebagai berikut:

Tabel 4.11 Uji Linearitas Variabel

NilaiSig. deviation

from linearity Keterangan

Lingkungan Kerja (X1) 0,72

Terdapat Hubungan yang Linear

Disiplin Kerja (X2) 0,755 Terdapat Hubungan yang

Linear

Kepuasan Kerja (X3) 0,925 Terdapat Hubungan yang

Linear (Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa nilai Sig. deviation from linearity > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antar variabel independent dengan variabel dependen.

c. Uji Multikoliniaritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independent. Multikolinearitas di uji dengan menggunakan Variance Indlation Factor (VIF) dan tolerance value.

Bebas dari multikolinearitas jika nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,10. Hasil dari uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.12 Uji Multikoliniaritas

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 9.358 5.230 1.789 .082

Lingkungan Kerja

.087 .174 .071 1.898 .032 .512 1.955

Disiplin Kerja .355 .121 .445 2.925 .006 .444 2.251

Kepuasan Kerja

.339 .148 .358 2.293 .028 .422 2.369

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan masing-masing variabel independent memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independent, dan hasil perhitungan nilai VIF juga menunjukkan hasil yang sama yaitu tidak ada variabel independent yang memiliki nilai VIF tidak lebih dari 10.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independent dalam model regresi ini.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 atau sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang beruntun sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Dasar pengambilan keputusan:

1) Jika d < dL atau d > 4 – dL maka hipotesis nol ditolak, artinya terdapat autokorelasi.

2) Jika dU < d < 4 – dU maka hipotesisi nol diterima, artinya tidak terdapat autokorelasi.

3) Jika dL < d < dU atau 4 – dU < d < 4 – dL artinya tidak ada kesimpulan.

untuk mendeteksi korelasi ini dapat dilakukan dengan uji durbin Watson sebagai berikut:

Tabel 4.13 Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .794a .630 .599 2.540 1.845

a. Predictors: (Constant), Kepuasan Kerja (X3), Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2)

b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel 4.13 diperoleh nilai dL = 1,3384 dan dU = 1,6589 4 – dU = 4 – 1,6589

= 2,3411 4 - dL = 4 – 1,3384

= 2,6616

Sehingga di dapat batas-batas pengujiannya. Dalam penelitian ini, nilai Durbin Watson didapatkan sebesar 1,845 dan nilai ini terletak antara dU < d < 4 – dU yaitu 1,659 < 1,845 < 2,341 , maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorealasi.

e. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Imam Ghozali, uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain, jika variance dari residual satu pengamatan kepengamatan lain berbeda maka disebut hetorokedastisitas. Deteksi dilakukan

dengan melihat ada tidaknya pola tertentu dalam grafik dimana sumbu X dan Y telah diproduksi.0 Dasar pengambilan keputusan adalah :

1)

Jika titik-titik yang ada membuat suatu pola tertentu yang teratur seperti gelombang melebar kemudian menyempit maka terjadi heteroskedastisitas.

2)

Jika titik-titik tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

Pengujian dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot ZPRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah di prediksi dan sumbu X adalah residualnya (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di standartdized.

Hasil pengujian asumsi heterokedastisitas dapat di tampilkan dalam gambar berikut ini :

Gambar 4.5 Scatter Plot Uji Heterokedastisitas Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan gambar diatas dilihat dari hasil pengujian heterokedastisitas dapat dilihat gambar diatas bahwa tidak terdapat pola yang jelas, serta titik yang

0 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, (Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), hal. 139.

menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas.

5. Analisi Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh-pengaruh variabel-variabel bebas (independen) yaitu Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) terhadap variabel terikat secara bersama-sama dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 29 diperoleh hasil regresi sebagai berikut ini :

Tabel 4.14

Model Persamaan Regresi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 9.358 5.230 1.789 .082

Lingkungan Kerja

.087 .174 .071 1.898 .032 .512 1.955

Disiplin Kerja .355 .121 .445 2.925 .006 .444 2.251

Kepuasan Kerja

.339 .148 .358 2.293 .028 .422 2.369

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan tabel diatas, maka persamaan regresi yang terbentuk pada uji regresi ini adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + Y

= 9,358+ 0,087X1 + 0,355X2 + 0,339X3

Model tersebut dapat diinteprestasikan sebagai berikut :

a. Konstanta (a) sebesar 9,358 memberi arti apabila variabel bebas Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Kepuasan Kerja adalah konstan, maka besarnya variabel terikat Kinerja Karyawan adalah bernilai sebesar 9,358 satuan. Bila variabel independen naik atau berpengaruh dalam satuan, maka variabel Kinerja Karyawan akan naik atau terpenuhi.

b.

Lingkungan Kerja (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 0,087. Hal ini menandakan bahwa koefisien variabel Lingkungan Kerja (X1) memiliki pengaruh positif (searah) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Artinya semakin tinggi nilai Lingkungan Kerja maka semakin tinggi nilai Kinerja Karyawan.

c.

Disiplin kerja (X2) memiliki nilai koefisien sebesar 0,355. Hal ini menandakan bahwa koefisien variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif (searah) terhadap Kinerja karyawan (Y). Artinya semakin tinggi nilai Disiplin kerja maka semakin tinggi nilai Kinerja Karyawan.

d.

Kepuasan Kerja (X3) memiliki nilai koefisien sebesar 0,339. Hal ini menandakan bahwa nilai koefisien variabel Kepuasan Kerja (X3) memiliki pengaruh positif (searah) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Artinya semakin tinggi nilai Kepuasan Kerja maka semakin tinggi nilai Kinerja Karyawan.

Jadi variabel bebas yang terdiri dari Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Kepuasan Kerja memiliki pengaruh yang positif atau searah terhadap variabel terikat Kinerja Karyawan. Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan variabel bebas terhadap variable terikat dan seberapa besar pengaruh variabel

bebas terhadap variabel terikat dapat dilihat pada nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.15 Koefisien Korelasi

Sumber: Peneliti (2023)

Menurut Sugiyono Untuk menafsirkan tingkat koefisien korelasi dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:0

Tabel 4.16

Interval koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 - 0,199 Sangat Rendah 0,20 - 0,399 Rendah

0,40 - 0,599 Sedang 0,60 - 0,799 Kuat

0 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 231.

0,80 - 1,000 Sangat Kuat

Hasil analisis regresi berganda diatas didapatkan nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0.794, hal ini menunjukkan bahwa antar variabel bebas dan variabel terikat memiliki tingkat hubungan dalam kategori kuat.

Adapun nilai koefisien determinasi (R2 ) didapatkan sebesar 0,630 sebesar 63%. Artinya bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat sebesar 63%, sedangkan sisanya 37% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian ini.

6. Uji Hipotesis

a. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), Kepuasan Kerja (X3), sedangkan variabel dependen adalah Kinerja karyawan (Y). Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Kepuasan Kerjs secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel terikat Kinerja Karyawan.

Adapun kriteria yang digunakan:

- Jika thitung > ttabel atau sig < 0,05 maka terpadapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y

- Jika thitung < ttabel atau sig > 0,05 maka tidak terpadapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y

Nilai Ftabel pada tingkat signifikan 5% dan derajat bebas df = n - k - 1

= 40 - 3 - 1

= 36, maka diperoleh nilai Ftabel 2,87.

Adapun hasil analisis uji F dengan menggunakan SPSS versi 29, maka didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.17 Hasil Uji F (Simultan)

Sumber: Peneliti (2023)

Berdasarkan pengujian model secara bersama-sama (simultan) diatas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 20,451 dengan signifikan sebesar 0,001. Oleh karena itu, nilai Fhitung (20,451) > Ftabel (2,87) dan nilai signifikan yang dihasilkan sebesar 0,001 dan nilai ini lebih kecil dari α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).

b. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial (individu) dari variabel-variabel bebas yaitu Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) terhadap variabel terikat Kinerja Karyawan (Y). Adapun kiteria yang digunakan adalah :

- Jika thitung > ttabel atau sig < 0,05 maka terpadapat pengaruh variabel X terhadap Variabel Y

- Jika thitung < ttabel atau sig > 0,05 maka tidak terpadapat pengaruh variabel X terhadap Variabel Y

Nilai ttabel pada tingkat α = 5% atau 0,05 dan derajat bebas df = n - k - 1

= 40 - 3 - 1

= 36, maka diperoleh nilai ttabel 1,688

Adapun hasil analisis uji t dengan menggunakan program SPSS versi 29, maka didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.18 Hasil Uji t (Parsial)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 9.358 5.230 1.789 .082

Lingkungan Kerja

.087 .174 .071 1.898 .032 .512 1.955

Disiplin Kerja .355 .121 .445 2.925 .006 .444 2.251

Kepuasan Kerja

.339 .148 .358 2.293 .028 .422 2.369

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber: Peneliti (2023)

Dokumen terkait