• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

B. Visi dan Misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

“Tahun 2019 semua warga kota Bengkulu tercatat”

Dengan tercatatnya semua warga kota Bengkulu dalam database SIAK secara tertib akan mempermudah dalam setiap pengurusan penerbitan dokumen kependudukan seperti KK, KTP dan akta- akta yang merukan wujud perlindungan, pengakuan, penetuan status pribadi dan status hukum setiap warga Negara RI umumya dan warga kota Bengkulu khususnya.

2. Misi

a. Meningkatkantem kualitas data kependudukan dan pencatatan sipil yang akurat dan akuntabel.

b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan system administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

c. Menciptakan pelayanan prima dalam penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

C. Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu

Struktur organisasi bertujuan untuk menggambarkan hirarki tanggungjawab dan pembagian tugas dalam organisasi tersebut. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Bengkulu terdiri dari:

1. Kepala.

2. Sekretariat, terdiri atas:

a. Sub Bagian Umum.

b. Sub Bagian Kepegawaian.

c. Sub Bagian Keuangan.

3. Bidang Kependudukan, terdiri atas:

a. Seksi Administrasi Kependudukan.

b. Seksi Registrasi Kependudukan.

c. Seksi Kerjasama Kependudukan.

4. Bidang Pencatatan Sipil, terdiri atas:

a. Seksi Auteantifikasi dan Legalitas.

b. Seksi Pemeliharaan dan Pemanfaatan Dokumen Capil.

c. Seksi Penerbitan Dokumen Catatan Sipil.

5. Bidang Pengolahan Data dan Informasi, terdiri atas:

a. Seksi Informasi dan Penyuluhan.

b. Seksi Penyusunan Aplikasi dan Dukungan Teknis.

c. Seksi Pengolahan Data dan Statistik Penduduk.

6. Bidang Perencanaan, Pengawasan dan Pengendalian Penduduk, terdiri atas:

a. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Penduduk.

b. Seksi Pengawasan dan Pengendalian Kependudukan.

c. Seksi Analisa dan Evaluasi Program.

7. Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD).

8. Kelompok Jabatan Fungsional.

D. Kedudukan Tugas dan Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unit pelaksana Pemerintah Kota yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan tanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah, sehingga

mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas ekonomi dan dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyelenggarakan fungsi yang diatur dalam peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 pada Pasal 2 yaitu:

1. Penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

2. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

3. Penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil dalam sistem administrasi kependudukan.

4. Pembinaan dan pengambangan sumber daya manusia pengelola pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

5. Pengawasan atas penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

6. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

7. Pembinaan, bimbingan teknis, sosialiasasi advokasi supervise dan konsultasi pelaksanaan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

8. Pelaksanaan kegiatan pelayanan bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

9. Pengelolaan dan penyajian data kependudukan yang valid dan akurat.

10. Pelaksanaan urusan penatausahaan pendaftaran penduduk.

11. Pendaftaran peristiwa kependudukan dan pencatatan peristiwa penting.

12. Pelaksanaan kegiatan verifikasi dan validasi data daftar kependudukan dan pencatatan sipil.

13. Pelaksanaan pendokumentasian hasil daftar kependudukan dan pencatatan sipil.

14. Pelaksaaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

a. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas mengkoordinasikan dan menyelengarakan kegiatan kesekretariatan serta pelayanan administrasi pada seluruh unit organisasi di lingkungan dinas kependuukan dan pencatatan Sipil. Dalam melaksanaan tugas sekretariat mempunyai fungsi:

1. Penyusunan rencana/ program kegiatan sub bagian dilingkungan sekretariat.

2. Pembagian tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Pemerisaan dan penilaian hasil kerja bawahan dengan jalan pemonitoran dan penevaluasian hasil kerjanya sebagai bhan pengembangan karier.

4. Penghimpunan dan mempelajari peraturan undang- undang yang berkaitan dengan bidang tugas secretariat.

5. Pelaksaaan koordinasi dalam penyusunan rencana dan program kerja dilingkungan dinas.

6. Pelaksanaan tugas administrasi umum dan administrasi kepegawaian, perlengkapan keuangan, kearsipan dan rumah tangga.

7. Pelayanan administrasi.

8. Pengkoordinasian kegiatan yang akan dilaksanakan pada tasaan dan bidangbidang yang ada dilungan dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

9. Pelaksanaan koordinasi dengan imtern dan dinas/ instansi terkait.

10. Penyusunan dan penyammpaian laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaabaan kepada atasan.

11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

b. Sub Bagian Umum mempunyai tugas antara lain:

1. Menyusun rencana program kegiatan sub bagian umum.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Memeriksa dan menilai hasil kerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang- undangan berkaitan dengan bidangb tugas sub bagian umun.

5. Mengolah ketatausahan naska dinaas meliputi: penerimaan pendistribusian, ekspedisi, penganggedaan, pengadministrasian dan pengarsipan.

6. Mengelola urusan rumah tangga SKPD meliputi: keprotokolan, dokumentasi, kebersihan, ketertiban, kenyamanan, tata ruang SKPD.

7. Menyiapkan data/informasi/statistic yang berkaitan denngan SKPD.

8. Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja/instansi terkaiat sesuai dengan bidang tugasnya.

9. Menyusunan dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggung jwabab kepada atasan.

10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

c. Sub Bagian Kepegawaian

1. Menyusun rencana/ program kegiatan sub bagian kepegawaian.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Memeriksa dan menilai hasil kerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas sub bagian kepegawaian.

5. Mengelolah urusan kepegawaian SKPD meliputi :

a) Penatausahan administrasi kepegawaian. Penyusulan, pengangkatan, kenaikan pangkat, gaji berkala, sumpah.

b) Pegawai, ujian dinas, promosi, mutasi, pengharagaaan, pemberhentian, pension. Pembuatan kartu taspen , karpeg, karis, karsu.

c) Pembuatan DUK dsn DP3 pe4gawai SKPD.

d) Mengolah daftar hadir pegawai.

6. Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja/ instansi terkait sesuai dengan bidang tugasnya.

7. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

8. Melaksanakan tugas yang diberikan atasan.

d. Sub Bagian Keuangan

1. Menyusun rencana/program kegiatan sub bagian keuangan.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Menilai dan memeriksa hasil kinerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundangan- undangan yang berkaitan dengan bidang tugasnya sub bagian keuangan.

5. Melaksanakan pengolahan keuangan SKPD meliputi perencanaan, pelaksanaan penatausahan, pelaporan pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan SKPD sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

6. Melaksanakan pengolahan gaji, tunjangan, uang lembur taspen pegawai SKPD.

7. Melakukan perhitungan, penagihan, penyetoran PPH/PPN yang berkaitan dengan SKPD.

8. Melayani pemeriksaaan keuangan SKPD oleh inspektorat/BPK/BPKB.

9. Menyiapkan bahan koordinasi debngan unit kerja/instansi terkait sesuai dengan bidang tugasnya.

10. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

11. Melaksanaakan tugas lain yang diberikan atasan.

e. Bidang Kependudukan

Bidanng Kependudukan mempunyai tugas melaksanakan tugas melaksanakan, membina dan mengkoordinasikan serta menyelenggarakan kegiatan dibidang kependudukan. Bidang ini mempunyai fungsi:

1. Penghimpun dan mempelajari peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan bidang kependudukan.

2. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan administrasi di bidang kependudukan.

3. Pelaksanaan dan monitoring, evaluasi bidang kependudukan. d.

Pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan dan dinas/ instansi terkait.

4. Penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan.

5. Pelaksanaan monitoring, evaluasi bidang kependudukan.

6. Pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan dinas yang terkait.

7. Penyusunan dan penyampaian laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

f. Bidang Pencatatan Sipil Kota Bengkulu

Pelayanan akta kelahiran merupakan salah satu tugas bidang Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu, maka peneliti akan menguraikan secara jelas tugas bidang Pencatatn Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu.

1. Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Pencatatan Sipil

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 pada pasal 12 tugas bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu. yaitu melaksanakan, membina dan mengkoordinasikan serta menyelenggarakan kegiatan program akta catatan sipil, pengolahan analisa dan pengkajian dalam rangka perumusan rencana dan evaluasi akta catatan sipil. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, maka bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu mempunyai fungsi sebagai berikut:

a) Penyusunan rencana atau program kegiatan bidang Pencatatan Sipil.

b) Pembagian tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

c) Pemeriksaan dan penilaian hasil kerja bawahan.

d) Penghimpunan dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang Pencatatan Sipil.

e) Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di bidang mutasi penduduk.

f) Menyiapkan perumusan kebijakan teknis di bidang catatan sipil.

g) Pelaksanaan dan pengkoordinasian kegiatan di bidang catatan sipil.

h) Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang catatan sipil.

i) Merumuskan rencana kebutuhan personil, keuangan dan sarana prasarana pendukung penyelenggaraan kegiatan catatan sipil.

j) Penilaian prestasi kerja bawahan di lingkup Bidang Pencatatan Sipil berdasarkan hasil kerja yang telah dicapai untuk dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan karir dan penilaian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil.

k) Pelaksanaan koordinasi dengan intern unit dan dinas atau instansi terkait.

l) Penyusunan dan penyampaian laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan. m. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

2. Tugas Seksi- Seksi Bidang Pencatatan Sipil.

a. Seksi Penerbitan Dokumen Pencatatan Sipil

Tugas Seksi Penerbitan Dokumen Pencatatan Sipil dalam Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 dalam pasal 15 yaitu : 1. Menyusun rencana atau program kegiatan Seksi Penerbitan

Dokumen Pencatatan Sipil.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Memeriksa dan menilai hasil kerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas Seksi Penerbitan Dokumen Pencatatan Sipil.

5. Menyiapkan bahan perumusan tujuan, sasaran, kebijakan dan program pelayanan pencatatan sipil.

6. Melaksanakan pelayanan pencatatan dan penerbitan akta catatan sipil.

7. Melaksanakan pencatatan mutasi pada akta (berupa catatan pinggir).

8. Melaksanakan pencatatan dan penerbitan suara keterangan tentang akta.

9. Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja/instansi berkaitan dengan bidang tugasnya.

10. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

11. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

b. Seksi Autentifikasi dan Legalisasi

Tugas Seksi Autentifikasi dan Legalisasi dalam Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 Pasal 15 yaitu:

1. Menyusun rencana atau program kegiatan Seksi Autentifikasi dan Legalisasi.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Memeriksa dan menilai hasil kerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas Seksi Autentifikasi dan Legalisasi.

5. Menyiapkan bahan perumusan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyelenggaraan kegiatan pelayanan pencatatan sipil.

6. Meneliti hasil berkas permohonan pada buku register akta catatan sipil.

7. Melegalisasi akta-akta catatan sipil.

8. Melaksanakan penelitian dan pengecekan akta-akta catatan sipil.

9. Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja atau instansi terkait dengan bidang tugasnya.

10. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

11. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

c. Seksi Pemeliharaan dan Pemanfaatan Dokumen

Tugas Seksi Pemeliharaan dan Pemanfaatan Dokumen dalam Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2008 Pasal 15 yaitu:

1. Menyusun rencana atau program kegiatan Seksi Pemeliharaan dan Pemanfaatan Dokumen.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Memeriksa dan menilai hasil kerja bawahan.

4. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas Seksi Pemeliharaan dan Pemanfaatan Dokumen.

5. Melaksanakan pemeliharaan berkas dan buku register akta- akta catatan sipil.

6. Menyiapakan data dan informasi berupa penyajian data berhasil pelayanan pencatatam sipil.

7. Meregistrasikan akta catatan sipil pada buku registrasi akta catatan sipil.

8. Membuat laporan bulanan. Triwulan, tahunan dan grafik tingkat perkembangan akta perkecamatan dalam kota Bengkulu.

9. Menyusun sistem atau pola pemeliharaan dan pemanfaat dokumen catatan sipil.

10. Melaksanakan sosialisasi manfaat akta kelahiran, akta kematian, akta nikah dan akta perceraian.

11. Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja atau instansi terkait dengan bidang tugasnya.

12. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada atasan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Implementasi Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 4 Tahun 2017 pasal 40 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan Sipil

Perda Kota Bengkulu No 4 Tahun 2017 Pasal 40 telah menyebutkan bahwa setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana di tempat terjadinya peristiwa kelahiran paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran. Jadi, menurut pasal di atas dan penjelasannya, pelaporan kelahiran untuk pencatatan kelahiran dalam bentuk dokumen Akta Kelahiran dapat dilakukan pada tempat domisili penduduk yang bersangkutan namun, penulisan tempat lahir di akta kelahiran tetap merujuk pada tempat terjadinya kelahiran penduduk tersebut. Pelaporan kelahiran untuk pencatatan kelahiran tersebut harus dapat terlaksana dengan maksimal, demi melindungi hak-hak dasar anak yang dilahirkan, maka ketentuan aturan tersebut harus terimplementasi dan dipahami oleh masyarakat agar bisa dengan segera melaporkan kelahiran dan megurus dokumen kelahiran pada saat anak lahir, serta mendapat dokumen kelahiran anak berupa akta kelahiran.

Implementasi merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap sempurna.

Mmplementasi bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan atau adanya

53

mekanisme suatu sistem, implementasi bukan sekedar aktivitas, tapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan dirinya pernah mendengar kewajiban pelaporan kelahiran tersebut, namun tidak mengetahui secara mendetail mengenai penjelasan peraturannya, termasuk juga tidak memahami maksud dan tujuan dari peraturan tersebut. Sedangkan untuk pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat, belum pernah melakukan sosialisasi tentang kewajiban pelaporan kelahiran anak dan kewajiban membuat Akta Kelahiran. Sehingga tidak ada informasi maupun sosialiasi yang diterima oleh masyarakat mengenai kewajiban pelaporan kelahiran anak dan kewajiban membuat Akta Kelahiran sebagaimana di atur dalam Pasal 40 Perda Kota Bengkulu No 4 Tahun 2017.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketentuan pelaksanaan pendaftaran penduduk dan penbcatatan sipil telah memiliki landasan ketentuan perundangundangan yang cukup komprehensif. Dalam menyelenggarakan suatu pelayanan, diperlukan adanya suatu standar operasional prosedur yang diketahui baik oleh pelaksana pelayanan maupun pengguna pelayanan. Adapun standar operasional prosedur yang dilaksanakan dalam pelayanan administrasi kependudukan adalah standar operasional prosedur yang dilakukan adalah pihak kelurahan selaku pelaksana pelayanan akan menerima berkas permohonan dari masyarakat. Setelah surat dikeluarkan, maka masyarakat dapat membawa surat ini sebagai dasar seperti untuk menerbitkan Akte di Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil.

Ketidakpahaman masyarakat terhadap kewajiban pelaporan kelahiran anak dan kewajiban dalam membuat Akta Kelahiran dirasakan langsung oleh informan. Anak pertama dan kedua meraka yang bernama Arbi dan Akbar saat ini sudah masuk usia sekolah, yaitu kelas 6 SD untuk anak pertama dan kelas 3 SD untuk anak yang kedua. Kedua anak dari informan hingga sekarang belum mempunyai Akta Kelahiran sebagai salah satu dokumen kependudukan. Mengenai belum adanya Akta Kelahiran atas kedua anaknya, informan menjelaskan bahwa sejak anak pertama lahir, tidak ada informasi apapun yang ia dapatkan tentang Akta Kelahiran bagi anaknya, baik dari pemerintah Desa maupun dari pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bengkulu. Disisi lain, karena ketidaktahuan tentang pentingnya Akta Kelahiran, informan juga tidak mencari informasi mengenai dokumen apa yang harus diurus setelah kelahiran anak.

Berdasarkan hasil wawancara kepada informan penelitian adalah apakah penyelenggaraan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil sudah sesuai dengan PERDA Kota Bengkulu, maka berikut adalah jawaban dari informan penelitian:

“Prosedur atau tatacara pendafratan harus dilaksanakan secara tepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami sehingga pembentukan pelayanan harus didasarkan pada ketentuan yang telah diatur sebelumnya. Meskipun telah ada ketentuan berupa undang-undang tapi kenyataan nya dilapangan itu sangat berbelit-belit dan saya juga kurang paham bagaimana perdanya”21

21 Widodo, Dukcapil, Wawancara pada tanggal 6 Juli 2020

Peneliti menanyakan apakah anda memahami isi dari PERDA Kota Bengkulu No 4 Tahun 2017 Pasal 40 tentang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, maka jawaban dari informan penelitian adalah sebagai berikut:

“Sebenarnya saya tidak memahami tentang perda karena saya adalah masyarakat awam, jadi kurang paham tentang peraturan.

kami hanya dapat memberikan keterangan bagaimana proses yang terjadi di lapangan dan itu masih sulit dengan prosedurnya”22

Kebutuhan masyarakat terhadap penjelasan tentang pentingnya dokumen kependudukan bagi anak merupakan kebutuhan mendasar untuk melindungi hak-hak anak, seperti hak mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapat pengakuan status hukum atas identitas yang diakui oleh negara.

Sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap metode sosialisasi kewajiban pelaporan kelahiran anak dan kewajiban dalam membuat Akta Kelahiran tersebut kepada masyarakat, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di Kota Bengkulu.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu telah melaksanakan upaya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan anak berupa Akta Kelahiran untuk sesegara mungkin di urus dan dibuat. Upaya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu untuk mensosialisasikan kewajiban pelaporan kelahiran anak dan kewajiban dalam membuat Akta Kelahiran

22 Andri, Masyarakat, Wawancara pada tanggal 7 Juli 2020

sebagaimana ketentuan Pasal 40 Perda Kota Bengkulu No 4 Tahun 2017 diantaranya adalah dengan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan yang ada di Kota Bengkulu sebagai instansi yang juga mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan pendataan dokumen kependudukan. Dalam hal ini, upaya lainnya yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu yaitu melakukan sosialisasi tentang Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan Sipil kepada masyarakat secara langsung yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan. Sosialisasi ini menjelaskan kepada masyarakat mengenai data-data kependudukan termasuk diantaranya mengenai pentingnya mengurus Akta Kelahiran.

Selain melakukan wawancara kepada masyarakat, peneliti juga melakukan wawancara kepada pihak Dinas Dukcapil Adapun Informasi terkait penyelenggaraan pendaftaran kependudukan yang diberikan pihak isntansi terhadap masyarakat sudah sangat jelas, maka jawaban informan sebagai berikut:

“Sudah sangat jelas, semua informasi sudah disampaikan kepada masyarakat berupa beberapa dokumen pendukung sebagai dasar bagi setiap pengurusan surat misalnya bukti identitas diri dan surat keterangan dari rumah sakit/tenaga medis yang menerangkan kelahiran atau kematian seorang penduduk itu sudah jelas sekali”23 Adapun prosedur pelayanan dapat memudahkan masyarakat terkait kepengurusan pendaftaran dan pencatatan sipil, maka informan penelitian menjawab sebagai berikut:

“Ada empat jenis akta kelarihan yang pertama akta kelahiran suami istri dimana secara administasi harus melampirkan bukti

23 Khorotul Zakiyah, Dukcapil, Wawancara pada tanggal 6 Juli 2020

perkawinan sah yaitu buku nikah yang kedua Akte kelahiran anak dari seorang ibu yaitu akta yang diterbitkan tidak memenuhi unsure sah perkawinan secara undang-undang tetapi perkawinan sah secara agama, yang ketiga akta kelahiran yang tidak diketahui asal usulnya bagi anak temuan yang tidak diketahui asal usul orang tuanya darimana dan siapa kemudian yang terakhir akta kelahiran sebagai anak ayah ibu dengan frasa perkawinannya belum tercatat dalam peraturan perundangan”24

Peneliti juga mendapatkan bahwa tidak ada sama sekali biaya atau tarif pelaksanaan pelayanan untuk pencatatan sipil masyarakat ini. Berikut adalah jawaban dari informan berikut:

“Tidak dipungut biaya sama sekali karena semua sudah ditanggung pemerintah. Tidak ada beban biaya kepada masyarakat untuk pengurusan Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan Sipil”25

2. Implementasi Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 4 Tahun 2017 ayat 40 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan Sipil Perspektif Hukum

Sebagaimana diketahui bahwa hukum adalah rangkaian peraturan- peraturan mengenai tingkah laku orangorang sebagai anggota masyarakat, dan tujuan hukum itu adalah mengadakan keselamatan, kebahagiaan dan ketertiban didalam masyarakat, karena masingmasing masyarakat mempunyai berbagai kepentingan, sehingga untuk mengatur berbagai kepentingan masyarakat agar tercapai keseimbangan dalam kehidupan masyarakat, maka dalam hukum diadakan sanksi untuk dikenakan kepada anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran. Dalam lapangan hukum perdata utamanya yang menyangkut pengesahan dan pencatatan anak tidak sah menjadi anak sah kendati sudah

24Widodo, Dukcapil, Wawancara pada tanggal 6 Juli 2020

25Khorotul Zakiyah, Dukcapil, Wawancara pada tanggal 6 Juli 2020

diatur secara normatif oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku namun dalam implementasinya pasti akan ditemui problematika atau hambatan- hambatan dikarenakan hukum itu selalu berkembang dengan cepat sementara untuk merubah atau mengamandemen suatu peraturan perundangan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena memerlukan prosedur yang panjang karena harus ada pembahasan bersama antara pihak eksekutif dengan pihak legislatif.

Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa dari hasil penelitian yang penulis lakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu prosedur yang ditempuh diawali dengan diajukannya permohonan itsbat nikah untuk melegalisasi perkawinan, yang selanjutnya bisa diteruskan dengan pengajuan permohonan asal-usul seorang anak/pengesahan anak, namun dalam kenyataannya peluang tersebut tidak pernah digunakan oleh masyarakat yang beragama Islam yang ingin melakukan pengesahan anak. Justru yang terjadi masyarakat yang beragama Islam dalam menyelesaikan hambatan dimaksud adalah dengan cara orang tua dari anak tersebut mengajukan permohonan pengesahan anak ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu, dan seandainya dari pihak Dinas menolak melakukan pengesahan anak tersebut, maka orang tua anak dimaksud dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri agar menyatakan pengesahan anak tersebut sah menurut hukum dan kemudian memerintahkan kepada pegawai pencatatan sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bengkulu supaya mencatat

Dokumen terkait