BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Visi dan Misi TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar
“Menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang berkualitas untuk membentuk anak yang cerdas, kreatif, dan berkarakter”.
b.Misi :
1) Menciptakan lingkungan pendidikan yang islami, aman, nyaman, serta suasana belajar yang menyenangkan
2) Melaksanakan norma-norma agama menjadi pembiasaan sehari-hari.
3) Mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kegiatan pembelajaran.
4) Menjalin hubungan yang harmonis dengan orang tua, anak didik dan masyarakat.
5) Mengembangkan sikap hormat terhadap orang tua dan guru, sayang sesama teman, serta cinta tanah air.
6) Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif dan menyenangkan.
7) Mengikut sertakan anak dalam berbagai lomba dan kegiatan.
56 1. Data Guru dan Anak
a. Guru
Tabel 4.1 Data Guru di TK Aisyiyah Mamajang
No Nama Jabatan Alamat
1. Siti Aminah, S.Pd Kepala Sekolah
Jl. A. Mangerangi No.58a
2. Nurbiati, S.Pd Guru
Perumnas Antang 3. Ida Asniar, S.Pd Guru BTN Minasa Upa
4. Sitti B, S.Pd Guru BTN Toddopuli
5. Rosliana, S.Pd Guru BTN Je‟ne Cinnong Blok A No.2
6. Ir. Andryani Akib, M.Pd Guru Jl. Vet-Sel I.r 3 No. 26
7. Ina Sutina Abidin, S.Pd Guru Jl. Inspeksi Kanal Selatan 2 No.
82E
8. Ita Rostia Ichsan, S.Pd Guru BTN. AURA Blok K2/No.5 9. Suhaenah Ismail, S.Pd Guru Jl. Pramuka Limbung 10. Salma Rachim, S.Pd Guru BTN Makkio Baji Antang
No.13
11. Hasnia, S.Pd Guru Jl. Komp Pengadilan F110 Panaikang
12. Murtini, S.Pd Guru BTN AURA Blok M No.19 13. Rifka Irfainy Guru BTN Hartaco Indah
14. Nurnisa, S.Pd Guru Jl. Anuang
15. Mega Mutiara Lestari, S.Pd
Guru Jl. Candrawasih Ir.29 No. 42
16. Masliana, S.Pd Guru Jl. Onta Lama II No.7
17. Insyaniah Abidin, S.Pd Guru Jl. Landak Baru Kanal Selatan II No.80
57
Jumlah anak di TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar dari tahun ke tahun :
Tabel 4.2 Data Anak di TK Aisyiyah Mamajang No Tahun Ajaran Anak Yang
Mendaftar
Usia 4-5 Usia 5-6
1. 2013-2014 170 anak 60 anak 110 anak
2. 2014-2015 145 anak 35 anak 110 anak
3. 2015-2016 146 anak 19 anak 127 anak
4. 2016-2017 173 anak 54 anak 119 anak
5. 2017-2018 134 anak 60 anak 122 anak
6. 2018-2019 140 anak 30 anak 157 anak
7. 2019-2020 194 anak 32 anak 162Anak
2. Sarana dan Prasarana a. Data Sarana
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian yaitu pada bulan november sampai desember tahun 2020 terlihat bahwa kondisi bangunan dan sarana di TK Aisyiyah Mamajang kota makassar yaitu :
Tabel 4.3 Sarana di TK Aisyiyah Mamajang
No Jenis Sarana Letak Jumlah Status
1 Lemari Setiap ruangan 10 Baik
2 Tempat Sampah Setiap ruangan 10 Baik
3 Jam Dinding Setiap ruangan 10 Baik
4 Rak buku Setiap ruangan 12 Baik
5 Meja Kerja / sirkulasi Ruangan Kantor KepSek 2 Baik 6 Kursi Pimpinan Ruangan Kantor KepSek 1 Baik 7 Meja Pimpinan Ruangan Kantor KepSek 1 Baik 8 Kursi dan Meja Tamu Ruangan Kantor KepSek 8 Baik
9 Meja Siswa Setiap kelas 20 Baik
58
10 Kipas angina Setiap ruangan 16 Baik
11 AC Setiap ruangan 13 Baik
12 Kursi Pertemuan Kantor 60 Baik
13 Papan Tulis Setiap kelas 8 Baik
14 Tiang Bendera Kantor 1 Baik
15 Meja TU Ruang Tata Usaha 2 Baik 16 Kursi TU Ruang Tata Usaha 2 Baik 17 Lemari Ruang Tata Usaha 2 Baik 18 Komputer TU Ruang Tata Usaha 4 Baik 19 Printer Ruang Tata Usaha 3 Baik 20 Mesin foto copy Ruang Tata Usaha 1 Baik
21 Tempat tidur Ruang TPA 5 Baik
22 Pengeras Suara Kantor 2 Baik
23 Bell sekolah Kantor 1 Baik
24 Simbol Kenegaraan Setiap Ruangan 10 Baik
25 Tempat cuci tangan Toilet 6 Baik
26 Drumband Kantor 2 Baik
27 Dispenser Setiap ruangan 10 Baik
b. Data Prasarana
Tabel 4.4 Prasarana di TK Aisyiyah Mamajang
No. Nama
Prasarana Jumlah
Status Kepemilikan
1. Ruangan kantor Kepsek 1 unit Milik
2. Ruang guru 1 unit Milik
3. Kelas KB 1 unit Milik
4. Kelas Sentra Main Peran 1 unit Milik
5. Kelas Sentra Ibadah 1 unit Milik
6. Kelas Sentra Pembangunan 1 unit Milik
59
7. Kelas Sentra Seni 1 unit Milik
8. Kelas Sentra Persiapan 1 unit Milik
9. Kelas Sentra Sains Bahan Alam
1 unit Milik
10. Ruang Tata Usaha 1 unit Milik
11. Ruangan Aula dan ruangan ibadah
1 unit Milik
12. WC Guru 1 unit Milik
13. WC Anak laki-laki 2 unit Milik
14. WC Siswa Perempuan 2 unit Milik
A. Deskripsi Perilaku Anak Agresif di TK Aisyiyah Mamajang
Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi yang dilakukan pada saat penelitian di TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar yaitu dimulai pada saat melakukan observasi bahwa untuk mendapatkan data yang diperoleh dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan yang telah tersusun dengan butir – butir pertanyaan sesuai dengan permasalahan yang ada. Jawaban yang diberikan terhadap sejumlah pertanyaan diajukan dicatat dan dipertanyakan yang tidak mendapatkan jawaban dikembangkan dengan sejumlah pertanyaan lain sehingga pertanyaan dalam format wawancara dapat terjawab. Hasil observasi yang menggunakan lembar penilaian observasi yang telah disediakan untuk melihat indikator pada anak yang memiliki perilaku agresif.
Jawaban – jawaban yang terkumpul dan hasil observasi kemudian dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kualitatif dan disimpulkan dengan metode studi kasus. Penganalisasian ini dilakukan terhadap butir – butir pertanyaan untuk masing – masing orang tua dan guru kelas dan hasil dari lembar observasi yang
60
diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis, secara deskriptif dan sistematis, kemudian data tersebut dideskripsikan serta ditafsirkan untuk diambil kesimpulan dan jawabannya terhadap pertanyaan penelitian. Berikut hasil wawancara peneliti pada saat observasi yang dilakukan di kelas B2 yaitu pada tema binatang dan subtema mengenal hewan udara usia anak yaitu 5-6 tahun di dalam kelas yang memiliki perilaku agresif berjumlah 2 orang anak.
Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang berperilaku agresif. Subjek terdiri dari dua orang anak yang berjenis kelamin laki-laki. Identitas dan karakteristik subjek dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 4.5 Data Subjek Penelitian
No Inisial Jenis kelamin Tempat dan tanggal lahir Umur Asal 1 AZ Laki-laki Makassar,03 Desember 2014 6 tahun Makassar 2 AK Laki-laki Makassar,17 Juli 2014 6 tahun Makassar
Pada penelitian ini subjek yang diteliti oleh peneliti adalah anak kelas B2 yang berinisial AZ dan AK sebagai subjek karena peneliti ingin mengetahui secara mendalam mengenai perilaku agresif yang dimiliki subjek yang diteliti yaitu, bentuk-bentuk perilaku agresif, faktor penyebab perilaku agresif dan penanganan perilaku agresif. Setiap masing-masing subjek memiliki penyebab, bentuk, dan penanganan yang berbeda-beda, tapi bisa dikatakan sama kalau memang diantara subjek memiliki kesamaan diantara hal tersebut.
Berdasarkan observasi di TK Aisyiyah Mamajang pada hari senin tanggal 09 November 2020, didukung dengan hasil wawancara bersama ibu Nurnisa, S.Pd
61
dan ibu Nurbiati S.Pd dan orang tua tentang bagaimana perilaku agresif yang dilakukan oleh anak, mengatakan bahwa:
1. Subjek I
a. Bentuk perilaku agresif yang dimunculkan subjek I : AZ
Subjek I berinisial AZ berumur 6th berjenis kelamin laki-laki. Lahir di makassar, pada tanggal 03 Desember 2014, alamat Jl. Veteran Selatan No.8 RT/RW 002/005 Kelurahan Maricaya Selatan mamajang kota Makassar. Subjek merupakan anak tunggal, AZ memiliki postur tubuh yang agak kurus tetapi bersih.
Berdasarkan pengamatan pada tanggal 09-13 November 2020 peneliti mendapati subjek AZ berperilaku agresif verbal maupun non verbal di sekolah pada saat proses proses pembelajaran berlangsung. Dimana terlihat subjek membantah guru pada saat guru menjelaskan. Di dalam proses pengamatan perilaku agresif yang biasa dilakukan pada AZ dapat dilihat pada proses pembelajaran yaitu berbentuk verbal dan non verbal, diantaranya yaitu :
Menyoraki temannya pada saat pelajaran sedang berlangsung dikarenakan temannya ditanya oleh ibu guru dengan menunjuk salah satu gambar yang ada di majalah paud namun temannya itu salah menyebutkan pada saat menjawab gambar tersebut. Dan AZ pun mengejek dengan menggunakan kata-kata yang merendahkan dan kurang baik. kemudian, memukul kepala temannya menggunakan pensil yang dianggap kurang pandai pada saat mengerjakan maze sehingga temannya menjadi malu dan akhirnya menangis. Subjek juga sering
62
menganggu temannya baik dalam proses pembelajaran berlangsung ataupun diluar jam pelajaran.
Masih berdasarkan pengamatan yang sama pada tanggal 16-20 November, subjek juga menunjukkan perilaku membantah guru pada saat diberikan tugas dengan berkata “ Edd ibu guru nah suruh meski sede mewarnai, selalu na suruh suruh” dan mengejek temannya yang lambat mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan berkata “ sallona (lambatnya) menulis ini tolo-tolo” dan pada saat istirahat berlangsung terlihat subjek menendang temannya secara spontan.
Berdasarkan pengamatan tersebut pada tanggal 23-27 November, terlihat subjek membantah guru pada saat guru menegur subjek untuk mengembalikan peralatan yang sudah digunakan pada saat selesai menggambar. Subjek juga terlihat memukul lengan temannya pada saat waktu makan sedang berlangsung disebabkan temannya tidak ingin berbagi makanan. Masih berdasarkan dengan pengamatan, subjek juga menganggu temannya yang sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
Pada hasil pengamatan tanggal 30 November-3 Desember, terlihat subjek kembali membantah guru pada saat disuruh untuk berbaris di depan kelas.
Dikarenakan subjek tidak mau bergabung dengan temannya yang sedang berbaris.
dan pada saat proses pembelajaran berlangsung terlihat subjek juga mengganggu temannya yang sedang menulis dengan mengajak temannya bercerita.
Masih dengan hasil pengamatan, terlihat subjek kembali membantah guru pada saat guru ingin memberikan tugas dikarenakan subjek mengganggu temannya dan tidak mau duduk tenang.
63
Berdasarkan pengamatan tersebut, dapat peneliti ketahui bahwa subjek AZ memunculkan perilaku agresif verbal dan non verbal dengan mengejek temannya dengan kata-kata yang merendahkan dan kurang baik. Dimana temannya ditanya oleh guru dengan menunjuk salah satu gambar yang ada di majalah paud dan temannya salah menyebutkan gambar tersebut, menunjukkan perilaku yang membantah guru, memukul kepala temannya yang dianggap kurang pandai, mengejek temannya yang lambat mengerjakan tugas. Perilaku subjek dengan mengejek dan membantah membuat temannya merasa direndahkan dan menjauhi subjek seketika setelah terjadi perilaku tersebut.
Perilaku subjek yang memukul dan mengejek temannya dengan kata-kata yang kurang baik didukung dengan hasil wawancara bersama guru kelas, beliau mengatakan bahwa:
“kalau dilihat dari perilakunya AZ itu biasa dia menunjukkan keduanya baik itu verbal maupun nonverbal dek, misalnya pada saat diberikan tugas mewarnai atau tugas apapun itu AZ itu cepat sekali merespon tapi respon nya itu kurang baik, terkadang dia bilang „mewarnai mi sede edd capek ku mi‟ dan sifat membantah nya itu kekeh sekali kalau ditegur pasti dia menegur balik juga dan untuk bentuk non verbal nya pada saat proses pembelajaran berlangsung biasa pada saat AZ mengerjakan tugas dia selalu berkeliaran, kadang temannya mewarnai dia lewat langsung dipukul kepala nya menggunakan pensil dan apapun yang di pegang nya dan biasa juga dia mencubit, dan lebih parahnya lagi nanti menangis temanya baru dia duduk ke tempatnya seolah tidak melakukan sesuatu”. (wawancara guru kelas pada tanggal 04 Desember 2020)
Berdasarkan hasil wawancara bersama guru pendamping, mengatakan bahwa:
“menurut saya bentuk perilaku yang biasa dilakukan AZ itu dia suka mengganggu temannya dan juga usil tidak mau tenang, suka juga membantah dan untuk tugas yang diberikan itu terkadang dia mau mengerjakan dan kadang juga tidak mau. tapi kalau mood nya itu lagi baik biasa dia kerjakan dek, ituji suka sekali ganggu temannya entah itu
64
temannya dicubit, dipukul kepalanya, ditendang kaki nya.. intinya itu dia tidak mau duduk tenang dek ada saja dilakukan yang mengundang untuk diperhatikan oleh guru”(wawancara pada tanggal 06 Desember 2020)
Menurut informasi dari guru kelas dan guru pendamping, AZ merupakan anak yang aktif, dan dilihat dari pembelajaran nya bisa dikatakan anak ini mampu menangkap dan memahami apa yang guru jelaskan tetapi mempunyai perilaku yang kurang baik. Subjek AZ dapat dikatakan sebagai anak yang suka membantah dan susah diperingatkan.
Selain itu orang tua AZ juga mengatakan bahwa:
“Kalau di rumah AZ itu anaknya agak sedikit keras dek, dan kalau minta sesuatu itu harus dituruti sekarang kalau tidak kita turuti dia biasa ngambek, marah atau bahkan sampai menangis dek dan biasa dia buang barang-barang yang ada di sekitarnya”. (wawancara pada tanggal 09 Desember 2020)
Berdasarkan informasi diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa subjek melakukan perilaku agresif verbal maupun non verbal di sekolah dan di rumah. Adapun perilaku subjek lakukan yaitu:
Tabel 4.6 Bentuk perilaku agresif AK
Bentuk perilaku verbal Bentuk perilaku non verbal 1. Menyoraki .
2. Membantah 3. Mengejek
4. Berkata yang tidak sopan 5. Mengganggu teman saat sedang
belajar
1. Memukul 2. Mendorong 3. Menendang 4. Mencubit 5. Berkelahi
65
a. Faktor Penyebab Perilaku Agresif Subjek I
Peneliti menggali informasi yang menyebabkan subjek berperilaku agresif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal ini berdasarkan wawancara kepada guru dan orang tua AZ serta observasi perilaku subjek baik itu di sekolah maupun di rumah. AZ merupakan anak yang aktif, hasil wawancara dengan orang tuanya mengatakan:
“Kalau AZ itu anaknya aktif dari sejak kecil dek, anaknya memang tidak suka diam, selalu ingin melakukan sesuatu”(wawancara orang tua pada tgl 09 Desember 2020)
“Mungkin karena sejak kecil itu sering ditinggal karena saya sama ayahnya kan kerja dan di rumah itu neneknya yang jaga dek, biasa kalau saya pulang dari kerja AZ selalu kasi liat belanja nya kayak mainan atau makanan dia sering sekali dimanjakan sama neneknya apa yang dia inginkan selalu dituruti, Kalau dirumah anaknya itu agak sedikit keras dek, dan kalau minta sesuatu itu harus dituruti sekarang kalau tidak kita turuti dia bisa ngambek, marah atau bahkan sampai menangis dek dan biasa dia buang barang-barang yang ada di sekitarnya biasa juga sampai dia pukul neneknya atau saya kalau sudah marah ”.(wawancara orang tua AZ, pada tgl 09 Desember 2020)
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa faktor penyebab perilaku agresif pada anak disebabkan karena faktor biologis atau bawaan sejak lahir sampai dengan usia anak yang sekarang.
Pernyataan kedua dari hasil wawancara dengan orang tua Ananda AZ menunjukkan lingkungan turut berpengaruh dalam perkembangan perilaku Ananda AZ. Hal ini disebabkan karena karakter anak yang mudah meniru dan mencontoh apa yang pernah dilihatnya. Sikap nenek AZ yang selalu memanjakan AZ juga turut berpengaruh dalam membentuk karakter anak yang berperilaku agresif. Faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam
66
perkembangan perilaku anak. Baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Sebagai guru dan orang tua, harus berhati-hati dalam hal tindakan maupun ucapan karena biasanya anak akan mudah meniru apa yang mereka lihat. Karena anak belum mampu membedakan mana yang harus ditiru dan mana yang tidak boleh ditiru. Hal itu disebabkan karena anak belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Peneliti melanjutkan wawancara ke guru kelas dan guru pendamping untuk memperoleh informasi tentang penyebab perilaku anak agresif Ananda AZ.
“Menurut saya, penyebabnya itu bisa bermacam-macam adek, misalnya karena ketika di rumah anak kurang perhatian dari orangtua, bisa juga dari faktor lingkungan, faktor bawaan, karena anak terlalu dimanja atau bisa juga karena pengaruh teknologi misalnya televisi dan handphone karena anak anak sekarang itu gampang sekali meniru apa yang dilihat, misalnya video di youtube”(wawancara guru kelas pada tanggal 04 Desember 2020)
Guru kelas dan guru pendamping sependapat bahwa faktor yang menyebabkan anak berperilaku agresif yaitu faktor pembawaan sejak anak masih kecil dan faktor lingkungannya.
b. Penanganan Guru Terhadap Perilaku Agresif Subjek I
Guru dalam proses belajar mengajar memiliki strategi atau metode tertentu dalam menangani beberapa masalah yang terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Diantaranya ada dua tindakan yang digunakan oleh guru dalam menangani anak yang berperilaku agresif yaitu tindakan preventif dan tindakan kuratif. Dalam tindakan ini tidak diberikan kepada anak begitu saja, melainkan guru harus melihat bagaimana perilaku agresif yang dimunculkan oleh anak sehingga dalam penerapan tindakan preventif maupun
67
tindakan kuratif dapat digunakan dengan tepat. Dalam hal ini guru hendaknya memiliki keterampilan dalam hal mendekati anak salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan individu. Dengan demikian permasalahan yang diberikan dengan anak didik dapat terselesaikan dengan baik.
Pendekatan individu dilakukan karena setiap anak yang satu dengan anak yang lainnya memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda, sehingga dalam penerapannya guru harus memberikan pengawasan dan perhatian yang berbeda antara anak yang satu dengan anak yang lain. Sebab guru harus mampu melakukan pendekatan individual ketika proses belajar mengajar berlangsung sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik, akan tetapi apabila pendekatan individual tidak tercapai maka hasil atau tujuan dari penanganan masalah tersebut tidak akan berjalan maksimal.
Pada kasus perilaku anak agresif ini terjadi ketika dalam proses belajar mengajar, adapun cara penanganan nya dengan menggunakan pendekatan individu seperti anak diberikan nasehat agar tidak menyoraki temannya dengan menggunakan kata-kata yang kurang baik, menasehati anak agar tidak memukul temannya lagi sambil di pegang tangannya dengan lembut sambil diberikan nasehat dan anak diajak ngobrol agar kita sebagai guru mengetahui apa yang anak rasakan.
Berdasarkan wawancara pada guru dan orang tua Subjek I mengenai penanganan yang diberikan apabila anak perilaku agresif Ananda AZ adalah:
a) Guru memberikan nasehat pada anak bahwa apa yang mereka lakukan itu dapat menyakiti orang lain.
68
“Misalnya, AZ jangan dipukul temannya nak…kalau AZ dipukul kira-kira bagaimana, sakit apa tidak nak? AZ menjawab “sakit ibu guru” nah.. itu kita tahu ji nak, kalau dipukul itu sakit, makanya AZ jangan memukul temannya lagi ya nak….nanti temannya sakit. Kalau temannya sakit kan kasihan.... jadi jangan kita ulang lagi nak ya” (wawancara guru kelas pada tgl 04 Desember 2020)
“Biasanya yang saya lakukan itu adalah mendekati anak terlebih dahulu kemudian saya nasehati, bahwa perilaku agresif yang dilakukan itu bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain“ (wawancara guru pendamping, pada tgl 06 Desember)
“Bisa yang guru lakukan itu menegur dulu kemudian anak di nasehati dek bahwa perbuatan nya itu tidak baik atau menyakiti orang lain”(wawancara orang tua AZ, pada tgl 09 November 2020)
Dari uraian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa tindakan yang digunakan oleh guru dalam menangani perilaku anak agresif yaitu tindakan kuratif, yaitu dengan cara memberikan nasehat kepada anak bahwa perilaku yang mereka munculkan itu menyakiti orang lain.
Apabila anak agresif mau mengikuti perintah guru berarti perlahan-lahan komunikasi anak dengan guru sudah mulai terjadi sehingga guru tinggal melanjutkan lagi dengan memberikan pertanyaan atau permainan yang membuat anak yang memiliki perilaku yang agresif itu tertarik sehingga melupakan aktivitasnya yang merugikan orang lain. Selain itu, dalam menangani anak yang berperilaku agresif guru juga bisa memberikan kepada anak berupa pujian atau hadiah yang menarik berupa bintang dalam bentuk kertas kepada anak sehingga anak tersebut mau menuruti apa yang diperintahkan oleh guru. Seperti yang diungkapkan oleh guru, yaitu:
“Kalau anak yang memiliki perilaku agresif itukan biasanya cenderung tidak mau diam dan tidak bisa tenang.. nah misalnya ketika anak yang berperilaku agresif itu mau duduk dan mau memperhatikan guru pada saat menjelaskan maka saya berikan anak pujian misalnya dengan memberi
69
ucapan.. Waahh pintar nya anaknya ibu guru atau saya bilang.. bagus..
sambil memberi acungan jempol”(wawancara guru kelas, pada tgl 04 Desember 2020)
„Misalnya, ketika anak agresif sudah mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik atau pada hari itu anak tidak lagi memukul, membantah dan mengganggu atau menyakiti temannya... maka saya berikan hadiah berupa bintang yang terbuat dari kertas lalu diberikan pada anak” (wawancara guru pendamping pada tgl 06 Desember 2020)
Orang tua AZ , juga mengatakan:
“Biasa kalau anak-anak mau mendengar guru nya itu biasa dia diberikan pujian di hadapan teman-temannya, seperti diberikan acungan jempol dan bintang” (wawancara orang tua AZ pada tgl 09 Desember 2020)
Dari uraian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru memberikan kepada anak berupa pujian dengan mengatakan “ waah pintarnya anaknya ibu guru(sambil mengelus kepala anak” atau hadiah berupa bintang yang terbuat dari kertas.
b) Guru membiasakan anak untuk meminta maaf apabila anak melakukan kesalahan.
“Misalnya, temannya yang tadi itu di cubit sampai tangannya itu membekas.. kita panggil itu anak yang melakukan kesalahan dan juga anak yang dicubit tadi untuk meminta maaf pada temannya.. kalau dia masih tidak mau minta maaf.. biasa saya tanya kalau kita tidak minta maaf nanti temannya tidak nah anjak meki berteman”(wawancara guru kelas, pada tgl 04 Desember 2020)
“Apabila anak melakukan kesalahan baik itu ke temannya maupun ke guru, kita selalu ajarkan anak untuk meminta maaf walaupun itu masalah yang ringan.. supaya anak ingat apabila dia melakukan kesalahan dia akan segera meminta maaf”(wawancara guru pendamping, pada tgl 06 Desember 2020)
Orang tua AZ, mengatakan bahwa:
“Yang biasa saya lihat itu kalau anak melakukan kesalahan guru itu memberikan penjelasan tentang perbuatan yang dilakukan dan setelah anak