PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rosmalia Dewi menjelaskan, perilaku agresif merupakan salah satu bentuk perilaku pada anak yang mempunyai masalah dalam perkembangan sosial emosional. Rita Eka Izzaty juga menjelaskan pengertian perilaku agresif adalah suatu tindakan sengaja yang dilakukan pelaku dengan tujuan mencapai tujuan yang diinginkan, baik untuk membela diri maupun melumpuhkan lawan. Perilaku agresif yang jika terus menerus akan menyebabkan anak mengalami penolakan dari temannya bahkan orang dewasa (Rusda Koto Sutadi & Sri Maryati Deliana.
Rita Eka Izzaty menjelaskan, perilaku agresif harus segera diatasi dan menarik perhatian baik orang tua maupun pendidik, karena kemungkinan besar akan menjadi perilaku permanen jika tidak dikendalikan. Jika perilaku ini tidak dikendalikan maka pada saat remaja akan menjadi kenakalan remaja yang merupakan ciri khas kenakalan remaja. Agresi dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu: agresi bermusuhan, semua tindakan yang tujuan utamanya adalah untuk menyakiti atau melukai korban, dan agresi instrumental, semua tindakan yang berupa agresi dan kemungkinan merugikan orang lain, namun motivasi dibalik tindakan tersebut perilaku bukanlah alasannya.agresif.
Rumusan Masalah
Para peneliti memilih untuk mengkaji sifat-sifat agresif pada anak karena agresi merupakan salah satu bentuk masalah emosional yang sering terjadi pada anak. Mengidentifikasi sifat agresif dalam bentuk tindakan fisik lebih mudah, karena segala tindakan verbal dan nonverbal yang bertujuan menyakiti orang lain dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai anak yang menunjukkan perilaku tersebut dengan melakukan wawancara kepada guru dan orang tua anak tersebut.
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi peneliti, penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan menambah wawasan perkembangan anak usia dini melalui efektivitas dalam menghadapi perilaku agresif anak. Bagi para guru, semoga penelitian ini dapat bermanfaat sebagai tambahan wawasan bagi para guru untuk lebih memahami tentang efektivitas pengelolaan perilaku agresif pada anak usia dini. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai masukan dan kontribusi bagi akademisi mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan prasekolah dan anak usia dini.
TINJUAN PUSTAKA
Kajian Teori
Tinjauan Pustaka
Perilaku tersebut pada hakikatnya adalah perilaku yang bertujuan untuk merugikan, menyakiti, atau merugikan orang lain. Herbert percaya bahwa “perilaku agresif adalah suatu bentuk perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial yang dapat menyebabkan kerugian fisik atau psikologis pada orang lain atau merusak suatu objek.” Rita Eka Izzaty menegaskan, perilaku agresif harus segera mendapat perhatian dan penanganan agar tidak menjadi perilaku permanen.
Permusuhan merupakan akibat dari hukuman dan menimbulkan keinginan untuk menyakiti orang lain. merupakan suatu bentuk perilaku agresif yang melibatkan rangsangan untuk menghancurkan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif pada anak merupakan hasil belajar yang berasal dari peniruan. Banyak tayangan yang mengandung unsur kekerasan yang dapat memicu perilaku agresif pada anak.
Kerangka Pikir
Teknik pemadaman atau penelantaran juga dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik, yaitu dengan mengabaikan perilaku agresif anak dan tidak memberikan perhatian ketika anak berperilaku agresif. Anak TK pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya dan mempunyai keinginan yang kuat untuk diterima oleh kelompoknya dan dapat bergabung dengan teman sebayanya. Interaksi ini mengajarkan anak bagaimana merespons, memberi dan menerima, menolak atau menyetujui gagasan dan perilaku anak lain.
Penelitian ini menekankan pentingnya efektivitas penanganan perilaku agresif pada anak usia dini di TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar. Penerapan penanganan perilaku agresif di sekolah diharapkan dapat berperan dalam perkembangan perilaku sosial anak, khususnya anak yang mengalami gangguan sosial seperti perilaku agresif. Uraian tersebut penting bagi penulis untuk merancang model penanganan perilaku agresif anak usia dini di TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar dalam bentuk penelitian.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan subjek penelitian
- Fokus Penelitian
- Prosedur Penelitian/Studi Kasus
- Instrumen Penelitian
- Tehnik Pengumpulan Data
- Tehnik Keabsahan Data
Hal ini dikarenakan karakter anak mudah meniru dan meniru apa yang dilihatnya. Jika anak mempunyai perilaku agresif, biasanya ia cenderung tidak mau diam dan tidak bisa tenang. Jika terjadi perilaku agresif di lingkungan TK maka guru memberikan perlakuan terhadap anak yang berperilaku agresif dan tindakan yang diberikan guru harus benar-benar sesuai dengan perilaku yang diperlihatkan anak tersebut.
9 Apa yang harus dilakukan seorang ibu jika anak yang berperilaku agresif ingin duduk diam dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibunya? Apa yang harus dilakukan jika anak yang berperilaku agresif ingin duduk diam dan mengerjakan tugas yang diberikan ibunya? Misalnya ketika anak yang berperilaku agresif ingin duduk dan memperhatikan guru sambil menjelaskan, saya memujinya, misalnya dengan mengatakan sesuatu.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Profil Sekolah
- Visi dan Misi TK Aisyiyah Mamajang Kota Makassar
- Data Guru dan Anak
- Sarana dan Prasarana
Agresivitas yang dilakukan salah satu balita dapat menimbulkan perasaan takut pada anak lainnya. Munculnya perilaku agresif pada anak disebabkan oleh banyaknya larangan yang dilakukan oleh guru atau orang tua. Penelitian yang menggunakan metode observasi langsung di rumah menemukan bahwa perilaku agresif anak banyak dipengaruhi oleh perilaku orang tua terhadap anaknya.
Hasil observasi menggunakan lembar penilaian observasi yang disediakan untuk melihat indikator perilaku agresif pada anak. Diantaranya ada dua tindakan yang dilakukan guru dalam menghadapi anak yang berperilaku agresif, yaitu tindakan preventif dan tindakan kuratif. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan yang disebabkan oleh anak yang berperilaku agresif, guru memberikan perlakuan yang berbeda, dimana guru kelas memperlakukannya dengan tenang, sabar dan tanpa emosi, sedangkan guru pendamping memanggil anak tersebut. menyebutkan dengan lantang jika anak tidak mau mendengar apa yang dibicarakan, kata guru.
Berdasarkan informasi dari guru dan orang tua AK tentang perilaku agresif di sekolah dan di rumah. Berdasarkan apa yang telah dipaparkan maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan yang diakibatkan oleh perilaku agresif anak, guru memberikan perlakuan yang berbeda, dimana guru kelas menyikapinya dengan tenang, sabar dan tanpa emosi, sedangkan guru pendamping menelpon anak tersebut. menyebutkan dengan lantang jika anak tidak mau mendengar apa yang dikatakan guru. Hal ini disebabkan karena karakter anak mudah meniru dan meniru apa yang dilihatnya.
Menurut saya, anak yang berperilaku agresif adalah anak yang tidak mau diam, sangat aktif, suka mengganggu, menyakiti, dan sebagainya. 2 Jenis perilaku agresif apa yang mereka tunjukkan?
Pembahasan
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Perlakuan yang dilakukan oleh guru kelas dan guru pendamping ketika dihadapkan pada permasalahan yang diakibatkan oleh anak yang berperilaku agresif, guru memberikan perlakuan yang berbeda-beda dimana guru kelas berperilaku tenang, sabar dan tidak emosi serta guru juga bekerja sama dengan orang tua untuk melakukan perlakuan agresif. jangan terlalu toleran atau menuruti semua keinginan anak karena akan berdampak pada anak di kemudian hari, sedangkan perlakuan yang diberikan oleh guru pendamping adalah jika anak sudah dinasihati dan ditegur beberapa kali dan anak tidak mau mendengarkan teguran guru, maka guru akan memanggil nama anak dengan lantang dan memperlihatkan ekspresi marah, kepada anak dan anak yang menjauh. Tindakan yang dilakukan orang tua AZ adalah memberikan batasan agar anaknya tidak terlalu sering bermain ponsel. Sementara itu, tindakan orang tua AK tidak memenuhi seluruh keinginan anak tersebut dan juga membatasi dirinya dalam bermain ponsel.
Guru memberikan nasehat kepada anak jika melakukan sesuatu yang merugikan dan merugikan orang lain, jika anak melakukan kesalahan, guru mengajarkan anak untuk meminta maaf, tidak menghukum anak, guru memberikan kegiatan agar anak dapat mengalihkan perhatiannya. Perhatian. . Menasihati anak jika melakukan kesalahan, mengajari anak mengendalikan emosi, memahami perasaan anak dengan mengajak bercerita, mengajari anak meminta maaf jika melakukan kesalahan.
Saran
Menurut saya penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya saja anak kurang mendapat perhatian dari orang tuanya di rumah, bisa juga karena faktor lingkungan, faktor bawaan juga, karena mungkin anak terlalu manja atau hanya karena pengaruh dari orang tua. teknologi misalnya televisi dan telepon genggam, karena anak-anak zaman sekarang sangat cepat meniru apa yang dilihatnya, misalnya video di youtube. Misal jangan pukul AZ nak..kalau AZ kena, kira-kira gimana, sakit atau tidak nak? Dan anak itu menjawab 'tanganku sakit, Bu guru, berdarah ki' dan aku pun memanggil anak agresif yang melukai pasangannya 'mau tak mau, tanganmu terluka sampai berdarah'.
Kami menggunakan banyak metode dan untuk nasihat ini kami menerima nasihat hampir setiap hari bahwa tidak hanya anak-anak yang berperilaku agresif, tetapi juga anak-anak lain. 13 Menurut pengamatan ibu, bagaimana cara guru menghadapi anak yang berperilaku agresif atau anak yang tidak mau diam saat kegiatan belajar mengajar? 15 Apa yang akan kamu lakukan jika melihat atau menerima informasi dari wali kelas/guru pembimbing?
Kalau di rumah anak agak berisik, kalau minta sesuatu harus segera dikabulkan, kalau kita tidak menuruti keinginannya, dia bisa tersedak, marah, bahkan menangis, dan biasanya melempar barang-barang yang ada di dekatnya. dia. Mungkin karena aku sering ditinggalkan sejak kecil, karena aku dan ayahku bekerja, dan di rumah nenekku menjagaku dan selalu manja, dia selalu menuruti keinginannya. Meski setiap hari saya menasihati AZ agar tidak mengulangi perbuatannya saat di sekolah, saya biasanya mengatakan kepadanya: "kalau kamu tidak mau menuruti guru, bukan anak, siapa yang akan kamu ajari saya."
Biasanya guru menegur terlebih dahulu, kemudian anak diberi nasihat dan ketika anak mau mendengarkan apa yang dikatakan gurunya. 14 Menurut pengamatan ibu, apa yang dilakukan guru jika anak yang agresif ingin duduk diam dan mengerjakan pekerjaan rumahnya? Yang biasa saya lihat adalah jika seorang anak melakukan kesalahan, guru memberikan penjelasan atas tindakan yang dilakukannya, dan setelah anak memahami apa yang dilakukannya, barulah guru yang melakukannya.
Pasalnya, ia suka bermain dengan anak-anak yang sudah menginjak usia sekolah dasar dan juga menunjukkan perilaku yang tidak baik. Kalau perbuatannya keterlaluan, biasanya saya telepon wali kelas/wali kelas, atau kalau berhalangan hadir, dia kirim foto AK bersama anak yang dipukul tadi.