• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Majlis Ta‟lim Nurul Iman

BAB IV HASIL PENELITIAN

2. Visi dan Misi Majlis Ta‟lim Nurul Iman

Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT., serta mengembangkan nilai-nilai Agama Islam di lingkungan masyarakat Pondok Cabe Udik.

b. Misi Majlis Ta’lim Nurul Iman

1) Melakukan bimbingan membaca Al-Qur‟an bagi jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman.

2) Mendidik dan membina jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman untuk berilmu, beramal, dan berakhlakul karimah.

3) Melatih jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman untuk memiliki keterampilan berdakwah.

4) Mengembangkan potensi jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman untuk mempraktikkan pola hidup secara Islami.

5) Membina jama‟ah Nurul Iman untuk membentuk lingkungan yang Islami.

6) Memupuk rasa persaudaraan diantara para jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman.

3. Struktur Organisasi Majlis Ta’lim Nurul Iman

Adapun susunan kepengurusan majlis Ta‟lim Nurul Iman sebagai berikut:

Tabel 1

Struktur Kepengurusan Majlis Ta’lim Nurul Iman

Penasehat H. Hasan Mustofi

Suryawan

Guru Pembimbing Hj. Robi‟atul Adawiyah

Ketua Asuro

Wakil Ketua Nety Herawati

Sekretaris Maryanih

Bendahara Ine Riani

Bag. Perlengkapan Nia Rusmini Siti Jubaedah

Bag. Humas Yanih Parilah

Rani Amsar

Bag. Konsumsi Saiyah

Saanah

Bag. Acara Yatiyah

Rustinah

4. Jadwal Kegiatan Majlis Ta’lim Nurul Iman

Adapun kegiatan rutin Majlis Ta‟lim Nurul Iman sebagai berikut:

Tabel 2

Jadwal Bimbingan Al-Qur’an Metode Tarsana Majlis Ta’lim Nurul Iman

No Hari Pukul Keterangan

1 Rabu 16.00-17.30 Anak-Anak 2 Jum‟at 16.00-17.30 Anak-Anak

18.30-20.30 Ibu-Ibu 3 Sabtu 12.30-14.00 Anak-Anak

16.00-17.30 Anak-Anak 4 Minggu 12.30-14.00 Anak-Anak 16.00-17.30 Anak-Anak

5. Data Jama’ah Majlis Ta’lim Nurul Iman

Jama‟ah yang mengikuti bimbingan membaca Al- Qur‟an terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, sebagai berikut:

Tabel 3

Data Ibu-Ibu yang mengikuti bimbingan membaca Al-Qur’an metode Tarsana di Majlis Ta’lim Nurul

Iman

No Nama Alamat

1 Nety Herawati Kayu Putih

2 Asuro Kayu Putih

3 Maryanih Kayu Putih

4 Ine Riani Kayu Putih

5 Nia Rusmini Kayu Putih 6 Siti Jubaedah Kayu Putih 7 Yanih Parilah Kayu Putih 8 Rani Amsar Kayu Putih

9 Saiyah Kayu Putih

10 Saanah Kayu Putih

11 Yatiyah Kayu Putih

12 Rustinah Kayu Putih

13 Rani Kayu Putih

14 Rahma Kayu Putih

15 Imawati Kayu Putih

16 Amih Kayu Putih

17 Riyah Kayu Putih

18 Yeni Kayu Putih

19 Isah Kayu Putih

20 Itah Kayu Putih

21 Marwati Kayu Putih

22 Wahyuningsih Kayu Putih

23 Sa‟aroh Kayu Putih

24 Lanih Kayu Putih

25 Noni Kayu Putih

26 Eni Kayu Putih

27 Khaerani Kayu Putih

28 Hera Kayu Putih

29 Karlina Kayu Putih

30 Imay Kayu Putih

31 H. Sadiyah Kayu Putih

Tabel 4

Data Anak-Anak yang mengikuti bimbingan membaca Al-Qur’an metode Tarsana di Majlis

Ta’lim Nurul Iman

No Nama Jenis

Kelamin Alamat

1 Pisca Marsela P Kayu Putih

2 Halwa „Ul „Ain P Kayu Putih

3 Hany Cintara Putri P Kayu Putih

4 Nadia Puspa Rani P Kayu Putih

5 Aulia Juniar Putri P Kayu Putih 6 Nandya Putri Hermawan P Kayu Putih 7 Bintang Dwi Ramadhan L Kayu Putih 8 Ahmad Farel Hidayat L Kayu Putih 9 Albian Fairus Wijaya L Kayu Putih

10 Rasaka Farsya L Kayu Putih

11 Eka P Kayu Putih

12 Nandita P Kayu Putih

13 Ayesha Fadla Nisa P Kayu Putih 14 Salsabilla Putri Rawani P Kayu Putih 15 Ghina Alya Mecca P Kayu Putih

16 Lisa Agustina P Kayu Putih

17 Salma P Kayu Putih

18 Haikal Argiano L Kayu Putih

19 Razwi Aidon L Kayu Putih

20 M. Fadilah L Kayu Putih

21 Rizqy Ahmad Pratama L Kayu Putih 22 Randi Pratama Putra L Kayu Putih

23 Rahma Zaharani P Kayu Putih

24 Indria Pitaloka P Kayu Putih

25 Naura Sakhi P Kayu Putih

26 Gilang Putra Alamsyah L Kayu Putih 27 Fazle Widyansyah L Kayu Putih

28 Ali Fikri L Kayu Putih

29 Dina P Kayu Putih

30 Nabil L Kayu Putih

6. Sarana dan Prasarana Majlis Ta’lim Nurul Iman

Adapun fasilitas yang terdapat di Majlis Ta‟lim Nurul Iman sebagai berikut:

Tabel 5

Sarana dan Prasarana Majlis Ta’lim Nurul Iman

No Nama Barang Jumlah

1 Alat-Alat Pendidikan

a. Papan tulis 1

b. Buku Tarsana 100

c. Spidol 2

d. Al-Qur‟an 50

2 Alat-Alat Kebersihan

a. Sapu lidi 2

b. Sapu uduk 2

c. Keset 2

3 Perlengkapan

a. Lemari 1

b. Jam dinding 2

c. Kipas angin 4

d. Lampu 6

e. Karpet Sajadah 6

f. Mukena 20

g. Meja 50

h. Mikrofon 1

i. Kamar mandi 2

B. Paparan Data Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Membaca Al-Qur’an di Majlis Ta’lim Nurul Iman.

Bimbingan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman diperuntukkan bagi siapapun yang ingin belajar khusunya ibu-ibu dan anak-anak. Pada prakteknya guru pembimbing sangat menekankan membaca Al- Qur‟an secara tartil, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibu Robi‟atul Adawiyah, selaku guru pembimbing di Majlis Ta‟lim Nurul Iman sebagai berikut:

Mengaji itu ada adabnya, pada proses bimbingan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim ini, saya selalu menekankan kepada jama‟ah, untuk membaca dengan cara tartil, terlepas dari apapun metode yang digunakan. Hal itu dikarenakan agar bacaan yang keluar menjadi jelas dan hati-hati, serta memperhatikan hukum bacaannya2.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka pelaksanaan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim ini membaca Al-Qur‟an dengan tartil menjadi bagian utama dari metode yang digunakan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman.

2Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 21 Januari 2017.

2. Proses bimbingan Metode Tarsana dalam Membaca Al-Qur’an.

Suatu metode bimbingan Al-Qur‟an menentukan keberhasilan dalam kemampuan membaca Al-Qur‟an, adapun proses bimbingan metode Tarsana adalah dengan memaksimalkan penggunaan otak kiri dan kanan sebagaimana yang disampaikan oleh guru pembimbing yakni Ibu Robi‟atul Adawiyah, sebagai berikut:

Metode TARSANA menggerakkan otak kiri dan otak kanan. Di mulai dengan pengenalan huruf satu persatu yang diucapkan oleh ustadz, kemudian ditirukan oleh para santri, di situ otak kiri bekerja. Kemudian otak kanan digerakkan dengan memberikan irama lagu Al-Qur'an pada huruf-huruf yang dibaca tadi. Dengan begitu, para santri lebih mudah memahami dan menghafal huruf-huruf hijaiyah dan sekaligus belajar lagu al- Qur'an dengan cepat dan benar.3

Berdasarkan keterangan tersebut, maka dalam prosesnya metode Tarsana menekankan pada keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan, yaitu memahami materi dengan irama lagu Al-Qur‟an pada setiap huruf yang dibaca.

3Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 21 Januari 2017

3. Implementasi Metode Tarsana di Majlis Ta’lim Nurul Iman

Dalam menjalankan pengajaran membaca Al- Qur‟an dengan metode Tarsana di Majlis Ta‟lim Nurul Iman ini sebenarnya tidak sulit, karena tidak terbentur dengan sistem baku dan formal. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Robi‟atul Adawiyah selaku pimpinan dan juga guru pembimbing di Majlis Ta‟lim Nurul Iman, berikut adalah hasil wawancaranya:

“Menerapkan Pengajaran membaca Al-Qur‟an dengan metode Tarsana tidaklah sulit, tidak harus memiliki sertifikat khusus, hanya dengan mengikuti pelatihan sehari ataupun mempelajari vcd Tarsana sudah dapat menerapkan metode ini4.”

Dari pernyataan tersebut bahwasannya untuk memulai melaksanakan metode Tarsana itu cukup mudah, yaitu seorang guru hanya memerlukan waktu untuk mempelajari konsepnya melalui pelatihan dan

4Wawancara dengan Ibu Robi‟atul Adawiyah., Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Senin 21 Januari 2108

melihat petunjuk yang terdapat di dalam vcd Tarsana kemudian menerapkannya di tempat ia mengajar.

Majlis Ta‟lim Nurul Iman yang terdapat di daerah Pondok Cabe Udik menjadi salah satu Majlis Ta‟lim alternatif yang menawarkan sistem pengajaran Al-Qur‟an secara cepat melalui metode Tarsana dan sudah mendapatkan legitimasi secara sah dari pemerintah Kota Tangerang Selatan. Untuk mengikuti bimbingan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman ini cukup mudah, yaitu seperti yang dikatakan oleh Ibu Robiatul Adawiyah:

“Tidak ada prosedur khusus bagi jama‟ah baik anak-anak ataupun ibu-ibu yang ingin belajar membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim ini. Siapapun yang ingin belajar sangat dipersilahkan dan tidak dipungut biaya5.”

Dari hasil wawancara tersebut dapat dikatakan bahwa untuk jama‟ah yang ingin belajar membaca Al- Qur‟an, Majlis Ta‟lim Nurul Iman mempermudah pendaftarannya dengan tidak memberlakukan tes masuk dan tidak dipungut biaya apapun.

5Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 21 Januari 2017.

a. Tujuan Melaksanakan metode Tarsana di Majlis Ta’lim Nurul Iman

Setiap lembaga pendidikan yang ada, pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai, termasuk Majlis Ta‟lim Nurul Iman Pondok Cabe. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Hasan Mustofi, selaku pembina Majlis Ta‟lim Nurul Iman mengenai tujuan dalam menerapkan metode Tarsana di Majlis Ta‟lim Nurul Iman, beliau menuturkan:

Tujuan menggunakan metode Tarsana ingin lebih meningkatkan potensi belajar anggota majlis Ta‟lim secara optimal, lebih cepat, menyenangkan, jadwal fleksibel dan tentunya agar jama‟ah termotivasi belajarnya sehingga tidak terhambat dalam proses mencapai pemahaman dalam membaca Al- Qur‟an6.

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari implementasi metode Tarsana di Majlis Ta‟lim Nurul Iman adalah meningkatkan motivasi dan potensi belajar anggota Majlis Ta‟lim Nurul Iman secara optimal. Pengajaran menjadi menyenangkan dan jama‟ah lebih cepat sampai pada

6Wawancara dengan Pembina Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Hasan Mustofi, Pondok Cabe, 03 Juni 2017.

pemahaman. Kemudian Jadwal belajar fleksibel tergantung kemampuan setiap anggota. Selain tujuan yang telah disebutkan di atas, pelaksanaan metode Tarsana ini juga ingin membentuk karakter anggota Majlis Ta‟lim agar memiliki akhlak yang baik sesuai ajaran Islam. Sebagaimana hasil wawancara yang diungkapkan oleh Ibu Robi‟atul Adawiyah selaku guru pembimbing:

Di Majlis Ta‟lim Nurul Iman jama‟ah nya terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu. Metode Tarsana ini cocok untuk segala usia. Dan dalam prakteknya, saya selalu memperhatikan kebutuhan masing-masing jama‟ah. saya selalu berusaha memberikan motivasi dan menanamkan perilaku yang baik, menanamkan sikap disiplin kepada mereka untuk tidak pernah putus asa dan merasa cepat puas dalam belajar Al-Qur‟an7.

Dari pernyataan hasil wawancara di atas, dapat dikatakan bahwa tujuan menggunakan metode Tarsana dalam bimbingan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman adalah metode ini cocok untuk segala usia, dan adapun tujuan lainnya adalah untuk

7Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 07 Mei 2017.

meningkatkan potensi dan kemampuan membaca Al- Qur‟an serta melatih jama‟ah memiliki karakter Islami.

b. Konsep Metode Tarsana yang diterapkan di Majlis Ta’lim Nurul Iman

Konsep dalam Metode Tarsana yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman terdiri dari Tartil, Sari’ dan Nagham, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bapak Hasan Mustofi sebagai berikut:

Metode Tarsana itu terdiri dari Tartil, Sari’, Nagham. Tartil adalah membaca Al- Qur‟an dengan memperhatikan hukum tajwidnya, Sari’ adalah cepat maksudnya dengan metode ini diharapkan santri dapat cepat mencapai pada pemahaman, Nagham disini adalah lagu, walaupun tingkatannya belum sampai pada tilawah karena sasarannya adalah orang awam, nagham disini lebih kepada nada-nada yang memudahkan santri dalam mengahafal materi8.

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan di atas, konsep dari metode Tarsana di Majlis Ta‟lim Nurul Iman terdiri dari Tartil, Sari’ dan Nagham.

8Wawancara dengan Pembina Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Hasan Mustofi, Pondok Cabe, 03 Juni 2017.

Sehingga proses pengajarannya mengedepankan pada praktik membaca Al-Qur‟an dengan tartil yaitu mempraktikkan tajwid yang benar dan pada prosesnya menekankan konsep sari’ yaitu efesien, artinya dengan waktu singkat santri dapat menyerap materi dengan baik, serta menyenangkan dengan adanya nada-nada untuk mengingat materi.

c. Kurikulum dan Materi dalam Metode Tarsana yang diterapkan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an

Pelaksanaan bimbingan membaca Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman memang berbeda dengan proses pengajaran Al-Qur‟an di Taman Pendidikan Al-Qur‟an (TPQ) setempat. Pengajaran Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman tidak hanya khusus bagi anak-anak tetapi juga ibu-ibu, metode yang digunakan adalah metode Tarsana, materi yang diajarkan adalah khusus materi yang berkaitan dengan Al-Qur‟an seperti tajwid, tartil, nagham, kitabah, dan tahfidz.

Kemudian untuk waktu belajar fleksibel, dalam artian bagi anggota yang tidak bisa mengikuti jadwal yang telah disediakan bisa menyesuaikan waktu khusus atau privat dengan guru. Hal ini sesuai dengan penyataan

Ibu Robi‟atul Adawiyah tentang bagaimana kurikulum dan materi dalam metode Tarsana, beliau menuturkan:

Berkaitan dengan kurikulum dan materi dalam pengajaran Al-Qur‟an dengan metode Tarsana yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman ini fokus pada materi tentang cara membaca Al-Qur‟an terdiri dari 2 jilid buku Tarsana masing-masing jilid ada 7 halaman, di dalamnya ada pelajaran tajwid, yang disampaikan melalui nada-nada atau nagham, dan disusun secara sistematis. Sedangkan di Taman Pendidikan Al-Qur‟an setempat yaitu TPQ An-Nur, saya juga mengajar disana dari senin hingga sabtu dan hanya saya saja yang memakai metode Tarsana, disana guru-guru tidak ingin belajar metode Tarsana karena alasan tidak punya suara merdu, dan disana kurikulumnya lebih luas yakni dimasukkannya pelajaran matematika, bahasa inggris, berenang ke dalam materi ajarnya, sehingga tidak fokus pada pendalaman materi Al-Qur‟an9.

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan di atas, Kurikulum dan materi dalam Metode Tarsana yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman terdiri dari materi yang berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur‟an seperti tajwid, cara membaca

9Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 07 Mei 2017.

tartil, dan nagham yang terkemas dalam 2 jilid Tarsana, dan kurikulumnya bisa disesuaikan untuk ibu-ibu dan anak-anak. Sedangkan pengajaran yang diterapkan di TPQ setempat yaitu TPQ An-Nur hanya khusus untuk anak-anak dan kurikulumnya lebih luas dengan memasukkan materi pelajaran umum untuk para santrinya.

d. Sistem Evaluasi dalam Implementasi Metode Tarsana di Majlis Ta’lim Nurul Iman

Sistem evaluasi yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman juga berbeda dengan sistem Evaluasi di Taman Pendidikan Al-Qur‟an setempat yaitu TPQ An-Nur. Sistem Evaluasi Taman Pendidikan Al-Qur‟an An-Nur menggunakan sistem rapor bagi santri, sedangkan Majlis Ta‟lim Nurul Iman tidak dengan sistem rapor tetapi hanya evaluasi yang dilakukan guru pembimbing secara harian dan bulanan seperti lomba, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibu Asuroh sebagai ketua jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman sebagi berikut:

Ibu haji tidak pernah memberikan kami ulangan atau ujian apapun, baik bagi jama‟ah ibu-ibu atau anak-anak yang belajar disini, evaluasi yang dilakukan biasanya harian saja

yakni ibu haji seorang diri sebagai guru kami selalu memantau perkembangan kami, beliau mengetahui perkembangan setiap jam‟ah bahkan dari yang nol sekalipun tidak tahu huruf menjadi bisa membaca Al-Qur‟an adapun ibu haji juga mengadakan lomba membaca Tarsana dan hafalan juz „Amma baik bagi kalangan ibu-ibu dan anak-anak untuk memberikan penilaian khusus bagi kami dan memberikan hadiah atas kemajuan kami10. Dengan demikian, berdasarkan pernyataan di atas, evaluasi dalam Metode Tarsana yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman sangat fleksibel yakni dilakukan secara rutin oleh guru pembimbing dan secara berkala diadakan lomba sebagai sarana memotivasi anggota dalam meningkatkan kemampuan dan kulaitas bacaan Al-Qur‟an mereka, serta sebagai sarana penilaian guru untuk mengetahui sudah sejauh mana jama‟ah menyerap materi yang telah disampaikan guru.

Adapun indikator keberhasilan evaluasi yang ditetapkan adalah berkaitan dengan fashohah, tajwid, tartil, makharijul huruf, tahsin, tilawah sebagaimana

10Wawancara dengan Ketua Jama‟ah Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Asuroh, Pondok Cabe, 20 Mei 2017.

yang diungkapkan oleh Ibu Robi‟atul Adawiyah, selaku guru pembimbing sebagai berikut:

Indikator terpenting dalam setiap evaluasi yang dilakukan adalah kemampuan mempraktikkan tajwid sesuai dengan kaidah, sedangkan indikator lainnya seperti fashohah, tahsin, tilawah, tartil tentunya masih sangat disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka yang masih pada tahap awam.

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan di atas, indikator keberhasilan santri dalam evaluasi yang diterapkan di Majlis Ta‟lim Nurul Iman lebih ditekankan pada praktik bacaan sesuai dengan tajwid yang benar, sedangkan untuk mencapai indikator tilawah, dilakukan secara bertahap. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan oleh guru pembimbing di Majlis Nurul Iman, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 6

Data Hasil Evaluasi Membaca Al-Qur’an Jama’ah Ibu-Ibu di Majlis Ta’lim Nurul Iman

No Nama Nilai

Baik Cukup Kurang

1 Nety Herawati 

2 Asuro 

3 Maryanih 

4 Ine Riani 

5 Nia Rusmini 

6 Siti Jubaedah 

7 Yanih Parilah 

8 Rani Amsar 

9 Saiyah 

10 Saanah 

11 Yatiyah 

12 Rustinah 

13 Rani 

14 Rahma 

15 Imawati 

16 Amih 

17 Riyah 

18 Yeni 

19 Isah 

20 Itah 

21 Marwati 

22 Wahyuningsih 

23 Sa‟aroh 

24 Lanih 

25 Noni 

26 Eni 

27 Khaerani 

28 Hera 

29 Karlina 

30 Imay 

31 H. Sadiyah 

Tabel 7

Data Hasil Evaluasi Membaca Al-Qur’an Anak-Anak di Majlis Ta’lim Nurul Iman

No Nama

Kemampuan membaca Al-Qur‟an

Baik Cukup Kurang

1 Pisca Marsela 

2 Halwa „Ul „Ain 

3 Hany Cintara Putri 

4 Nadia Puspa Rani 

5 Aulia Juniar Putri 

6 Nandya Putri Hermawan 

7 Bintang Dwi Ramadhan 

8 Ahmad Farel Hidayat 

9 Albian Fairus Wijaya 

10 Rasaka Farsya 

11 Eka 

12 Nandita 

13 Ayesha Fadla Nisa 

14 Salsabilla Putri Rawani 

15 Ghina Alya Mecca 

16 Lisa Agustina 

17 Salma 

18 Haikal Argiano 

19 Razwi Aidon 

20 M. Fadilah 

21 Rizqy Ahmad Pratama 

22 Randi Pratama Putra 

23 Rahma Zaharani 

24 Indria Pitaloka 

25 Naura Sakhi 

26 Gilang Putra Alamsyah 

27 Fazle Widyansyah 

28 Ali Fikri 

29 Dina 

30 Nabil 

e. Faktor Penunjang dalam Implementasi Metode Tarsana

Pelaksanaan proses belajar Al-Qur‟an di Majlis Ta‟lim Nurul Iman dilaksanakan di sebuah ruangan yang cukup luas di lantai 2 rumah guru pembimbing.

Ruangan tersebut cukup untuk menampung kurang lebih 50 jama‟ah. Sarana tempat belajar cukup memadai. Tempat belajar juga sangat nyaman untuk melakukan proses pengajaran. Hal ini sesuai pernyataan pembina Majlis Ta‟lim Bapak Hasan Mustofi:

Pada awalnya kami melaksanakan seluruh kegiatan Majlis ta‟lim di Musholla Nurul Iman, namun saat ini kami sudah memiliki tempat belajar sendiri yang dapat menampung seluruh jumlah jama‟ah secara ideal. Sarana dan prasarana terus kami penuhi agar memberikan kenyamanan kepada jam‟ah.

Dan dalam penyediaan sarana dan prasarana juga mendapat bantuan dana operasional dari Departemen Agama (Depag)11.

Berdasarkan penyataan tersebut maka yang menjadi salah satu faktor pendukung pengajaran Al- Qur‟an di majlis Ta‟lim Nurul Iman adalah dari segi

11Wawancara dengan Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Hasan Mustofi, Pondok Cabe, 03 Juni 2017.

sarana dan prasarana Majlis Ta‟lim Nurul Iman yang sudah dapat dikatakan ideal untuk menampung jama‟ah dan memenuhi kebutuhan pengajaran Al- Qur‟an. Adapun faktor lain pendukung pengajaran Al- Qur‟an di Majlis Nurul Iman berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Robi‟atul Adawiyah sebagai berikut:

Faktor penunjang keberhasilan adalah metode yang tepat dan kompetensi guru yang memadai, Pada awalnya saya sebagai guru belum menerapkan metode Tarsana, namun kemudian setelah menerapkan metode Tarsana menghasilkan kemajuan bagi proses pengajaran Al-Qur‟an menjadi lebih cepat, faktor pendukung lainnya adalah kedisiplinan jama‟ah dalam mengikuti pola belajar yang saya terapkan kepada mereka, istiqomah dalam mengulang materi di rumah, sumber belajar yang ada cukup lengkap12.

Berdasarkan pernyataan tersebut, faktor pendukung keberhasilan pengajaran Al-Qur‟an di majlis Ta‟lim Nurul Iman adalah kompetensi guru, metode yang tepat, kedisiplinan jama‟ah, dan keuletan dalam belajar.

12Wawancara dengan Guru Pembimbing Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Robi‟atul Adawiyah, Pondok Cabe, 07 Mei 2017.

Adapun berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Asuroh sebagai salah seorang jama‟ah dan juga sebagi wali santri di Majlis Ta‟lim Nurul Iman beliau mengatakan:

Faktor pendukung yang membuat saya menjadi cepat paham adalah metode Tarsana ini muatannya simple, kemudian didukung kesabaran guru pembimbing dalam menjelaskan, suasana yang terbangun antar anggota majlis Ta‟lim saling menyemangati, kemudian metode ini juga cocok untuk cucu saya yang juga mengaji disini, saya rasakan juga ada kemajuan dibandingkan ketika mengaji di TPQ setempat, untuk hukum tajwid dia menjadi paham dibandingkan dengan sebelumnya13.

Dari hasil wawancara tersebut maka dapat dikatakan bahwa faktor penunjang keberhasilan metode Tarsana adalah, muatan materi yang simpel dan cocok bagi segala usia, kemudian kepiawaian guru dalam membimbing jama‟ah dalam memahami setiap materi.

13Wawancara dengan Wali Santri Majlis Ta‟lim Nurul Iman, Asuroh, Pondok Cabe, 20 Mei 2017.

Dokumen terkait