BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Waktu dan Tempat Penelitian
43
yakni 15% dari populasi, dengan perhitungan sebagai berikut: 15x 140
= 21 ( digenapkan jadi 20 ) 100
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dilakukan dengan teknik acak ( random ) yaitu teknik simple ( sederhana ) yang diambil secara acak, dengan mencampur subjek- subjek dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian penelitian member perlakuan sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel.59
C. Waktu dan Tempat Penelitian
44
Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari dengan subjek penelitian peserta didik kelas VIII tahun angkatan 2019/2020.
D. Variabel Penelitian 1. Variabel Penelitian
Variabel dapat diartikan sesuatu yang menjadi obyek penelitian.60 Secara teoritis variabel dapat di definisikan sebagai atribut seseorang atau obyek-obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau obyek satu dengan obyek lain. Dimana variabel itu ada dua, yaitu; variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen).
Variabel bebas (independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab berubahnya atau timbulnya variabel terikat (dependen). Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, maka dapat dirumuskan disini bahwa variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.61 Seringkali variabel penelitian dinyatakan sebagai faktor yang berperan dalam
60Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm . 18.
61Sugyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R n D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 38.
45
peristiwa yang akan diteliti. Variabel penelitian yang digunakan ada dua jenis yaitu variabel Independen sebagai variabel bebas (X) dan variabel Dependen sebagai variabel terikat (Y). Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat ( independent variable).62 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah shalat tahajud, dan yang menjadi variabel terikat adalah kecerdasan spiritual.
E. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, maksudnya penelitian ini diarahkan dalam bentuk materi data-data kuantitatif melalui hasil uji coba eksperimen. Data-data kuantitatif diperoleh dari hasil menyelesaikan tes, baik tes sebelum perlakuan (pro-test) maupun tes akhir setelah perlakuan (post- test). Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan alasan penelitian ini berusaha untuk mencari pengaruh suatu variable terhadap variable lainnya.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya baik.63 Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode angket, dan dokumentasi. Metode ini bertujuan untuk mengetahui
62Ibid., hlm. 61.
63Sanapiah Faisal, Metodelogi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), hlm. 151.
46
adakah pengaruh kegiatan shalat tahajud terhadap kecerdasan spiritual santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari.
Dari pernyataan diatas dapat di pahami bahwa instrumen merupakan suatu alat bantu yang di gunakan oleh peneliti dalam menggunakan metode pengumpulan data secara sistematis dan mudah. Instrumen penelitian menempati tempat yang amat penting dalam hal bagaimana dan apa yang harus di lakukan untuk memperoleh data di lapangan. Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan adalah :
1. Lembar Angket
Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipan/ responden mengisi pertanyaan atau pernyataan kemudian setelah diisi dengan lengkap mengembalikan kepada peneliti. 64 Dalam penelitian ini angket digunakan untuk mengetahui kegiatan shalat tahajud dan kecerdasan spiritual santriwati yang diberikan kepada santriwati. Adapun pemberian skor pada tiap-tiap item pernyataan sebagai berikut:
64 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif dan RnD, ( Bandung: Alfabeta: 2009), hlm. 192.
47 Tabel 3.2 Skor Skala Likert
Jawaban Skor
Selalu 4
Sering 3
Kadang-kadang 2
Tidak pernah 1
Instrumen untuk metode angket atau kuesioner yang merujuk pada kisi-kisi instrumen sebagai berikut:
Tabel 3.3
Kisi-kisi Instrumen Angket
Variabel Sub Variabel Indikator Butir Soal
Shalat Tahajud ( X )
1. Mengerjakan shalat tahajud atas dasar kesadaran
1
2. Melaksanakan shalat tahajud karena ingin dekat dengan Allah
2
3. Mengerjakan shalat tahajud agar selalu di
3
48
jalan yang lurus 4. Setiap mengerjakan
shalat tahajud selalu ingat Allah
4
5. Mengerjakan shalat tahajud berusaha untuk tenang
5
6. Mengerjakan shalat tahajud agar terhindar dari berbuat munkar
6
7. Melaksanakan shalat tahajud husnudzon pada Allah
7
8. Mengerjakan shalat tahajud agar lebih semangat hidup
8
9. Mengerjakan shalat tahajud menjadi lebih terbuka
9
10. Melaksankan shalat 10
49
tahajud agar merasa nyaman
11. Mengerjakan shalat tahajud merasa lebih sehat
11
12. Mengerjakan shalat tahajud tidak ada gangguan fisik
12
13. Mengerjakan shalat tahajud jiwa menjadi tenang
13
14. Melaksanakan shalat tahajud hati terkontrol
14
15. Melaksanakan shalat tahajud hati damai.
15
Kecerdasan Spiritual
( Y )
1. Mempunyai tujuan hidup yang pasti
1
2. Senantiasa memiliki pemikiran yang positif
2
50
3. Tidak memiliki rasa dendam dalam hatiya
3
4. Meyakini setiap kejadian pasti ada hikmahnya
4
5. Selesai shalat berdzikir dan berdo‟a
5
6. Senantiasa berdzikir disela-sela waktu luang
6
7. Tidak banyak bicara ketika direndahkan orang lain
7
8. Tidak mudah putus asa dan mengeluh
8
9. Senantiasa jujur dalam segala hal
9
10. Sopan dan santun dalam bertingkah laku
10
51
11. Memiliki sensitivitas yang tinggi
11
12. Memiliki intuisi yang tinggi
12
13. Tidak memiliki sikap sombong ketika sukses
13
14. Ketika dikritik tidak mudah sakit hati
14
15. Senantiasa membantu orang yang sedang kesusahan
15
Instrumen yang baik itu harus memenuhi dua persyaratan instrumen yaitu instrumen harus valid dan reliabel. Di dalam uji instrumen terdapat dua uji yaitu uji validitas dan uji reliabelitas.
a. Uji Validitas
Uji validitas adalah salah salah satu alat ukur instrumen yang akan digunakan. Validitas instrumen berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya. Artinya, angket tersebut
52
mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur.65
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan validasi konstruksi dengan dosen. Selain validasi berupa konstruksi, peneliti melakukan validasi instrumen menggunakan rumus hitung korelasi product moment (� ). Adapun rumus yang di gunakan untuk menguji validitas adalah sebagai berikut:
� = ∑ − ∑ ∑ )
√{ ∑ 2− ∑ )2}−{ ∑ 2− ∑ )2 } Keterangan :
� = Koefesien korelasi variabel x dan y = Banyak subyek uji coba
X = Skor tiap item Y = Skor total
XY = Perkalian skor item dengan skor total
Hasil dari penelitian uji validitas akan dibandingkan dengan nilai
� tabel atau ��� dengan kriteria sabagai berikut:
1) rℎ � � <�
,
maka butir soal angket valid 2) rℎ � � >�,
maka butir soal angket valid
65 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005), hlm. 13.
53 b. Uji Reliabelitas
Uji reliabelitas adalah salah satu alat ukur instrumen. Uji reliabelitas sama dengan konsistensi atau keajekan. Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabelitas yang tinggi, apabila angket yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak di ukur. Pengujian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach’s atau koefesien Alpha. Teknik ini tidak hanya di gunakan untuk tes dengan dua pilihan saja, tetapi penerapannya lebih luas, seperti menguji reliabilitas skala pengukuran sikap dengan tiga, lima atau tujuh pilihan. Adapun rumus yang digunakan untuk koefesien Alpha adalah sebagai berikut:66
� = 1 ∑
�
2 1�−1
�
2
Keterangan :
R = Jumlah butir soal
�2� = Varian butir soal
�2 = Varian skor total 2. Lembar Dokumentasi
Dokumentasi adalah alat bantu yang dipergunakan dalam pengumpulan benda-benda tertulis yang telah didokumentasikan.
Misalnya kegiatan pembiasaan shalat tahajud santriwati Pondok pesantren
66 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Posdakarya, 2011), hlm. 264.
54
Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, dokumentasi ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam menyusun laporan, selain itu menggunakan dokumentasi bisa memperkuat laporan hasil penelitian.67
Dokumentasi diperoleh dari dari pihak-pihak pondok terkait, seperti kepala pondok untuk memperoleh data-data sarana dan prasarana pondok, keadaan santri serta masalah-masalah yang berhubungan dengan administrasi pondok yaitu berupa arsip dan tabel-tabel yang didapat dari kantor pondok.
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.68 Pengumpulan data dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas pembiasaan shalat tahajud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual santri di pondok pesantren. Adapun macam-macam teknik pengumpulan data sebagai berikut:
67 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 130.
68 Sugiyono, Metodologi Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan dan R & D, ( Bandung:
Alfabeta, 2009), hlm. 224.
55 1. Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.69
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti secara pasti tahu variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Sehubungan dengan itu angket bisa disebut juga sebagai interview tertulis.70 Metode ini digunakan dengan cara membuat daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden disertai dengan alternatif jawaban.
Data yang harus dicari melalui angket adalah pengaruh kegiatan shalat tahajud terhadap kecerdasan spiritual santriwati.
Adapun angket yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Dalam angket tertutup pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia.71 Sehingga responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang sudah disediakan. Angket dalam penelitian ini terdiri dari pernyataan yang bersifat positif dan negatif.
69Ibid., hlm. 142.
70Hadari Nawawi dan Martini Hadari, Instrument Penelitian Bidang Sosial, (Yogyakarta:
Gajah Mada University Press, 1995), hlm. 120.
71 Sugionyo, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D ibid, hlm. 200.
56
Skala yang digunakan adalah skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan sangat negatif,72 seperti: Selalu (SL) mempunyai nilai 4, Sering (SR): 3, Jarang (JR) : 2, dan Tidak Pernah (TP) : 1 ,sedangkan pernyataan negatif: Selalu (SL) mempunyai nilai 1, Sering (SR): 2, Kadang-kadang (KK) : 3, dan Tidak Pernah (TP) : 4.
Instrumen yang telah disusun diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reabilitas suatu instrumen. Tujuannya untuk mengetahui apakah item-item tersebut telah memenuhi syarat tes yang baik atau tidak.
2. Metode Dokumentasi
Yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda, dan lain sebagainya. Metode ini digunakan untuk memperkuat data sebelumnya dengan mengumpulkan bukti-bukti tertulis.
72Ibid., hlm. 134.
57 H. Teknik Analisis Data
Data-data yang sudah ada (terkumpul), sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengolahan data. Pengolahan data melalui proses sebagai berikut:
1. Pengolahan Data a. Checking Data
Pada tahap ini peneliti harus mengecek lagi kelengkapan data, memilih dan menyeleksi saja sehingga hanya yang relevan saja yang digunakan dalam analisis.73 Hasil checking ini berupa pembetulan kesalahan, kembali ke lapangan atau mengedrop item yang yang tak dapat dibetulkan.
b. Editing (penyuntingan), yaitu dengan memeriksa seluruh daftar pertanyaan yang dikembangkan responden.
c. Coding (pengkodean), yaitu memberi tanda (simbol) yang berupa angket pada jawaban respondent yang diterima.
d. Tabulating (tabulasi), yaitu menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk disajikan dalam bentuk tabel.74
73 Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian: Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian, (Malang : UIN Maliki Press, 2010), hlm. 124.
74 Hermawan Warsito, Pengantar Metodologi Penelitian, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm. 186
58 2. Analisis Data
Dalam menganalisis data yang terkumpul, penulis menggunakan metode statistik. Karena penelitian yang digunakan adalah penelitan kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Karena datanya kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia.Pada kali ini, peneliti menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner (angket). Setelah data terkumpul, lalu data diukur dan dimasukkan pada formulasi analisis uji Paired Samples T-Test yang merupakan bagian dari T-Tes correlated sample. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh dan membandingkan antara variabel bebas dan variabel terikat. Sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas. Tujuan analisis ini adalah “menyederhanakan data dalam bentuk yang mudah dibaca dan di interpretasikan”.75
Setelah pengolahan data lalu dilakukan analisis data untuk membuktikan ada pengaruh atau tidak pengaruh kegiatan shalat tahajud terhadap kecerdasan spiritual. Sesuai dengan jenis data pada variabel tersebut, maka peneliti menggunakan analisa data sebagai berikut :
a. Tahap Deskripsi Data
75Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survei, (Jakarta: LP3ES, 1989), hlm. 263.
59
Langkah-langkah yang di tempuh adalah menyiapkan data, yaitu data tentang pengaruh pembiasaan shalat tahajud terhadap kecerdasan spiritual santriwati Pondok Pesantren Al-Azizizyah Putri Kapek Gunungsari.
b. Tahap pengujian Persyaratan
Sebelum dilakukan analisis data data pengajuan hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan analisis persyaratan meliputi:
1) Uji Prasyarat a) Uji Normalitas
Penggunaan statistik parametris mensyaratkan bahwa data variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal.
Oleh karena itu sebelum pengujian hipotesis dilakukan, maka terlebih dahulu akan dilakukan pengujian normalitas data.76 Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah suatu variabel normal atau tidak. Normal disini dalam arti mempunyai distribusi data yang normal. Untuk menguji normalitas data dapat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan ketentuan jika Asymp. Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows.
76 Ibid., hlm. 241.
60 b) Uji Linieritas
Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dan variabel terikat terdapat hubungan yang linier atau tidak. Apabila hasil linieritas didapatkan kesimpulan bahwa distribusi data penelitian di kategorikan linier maka data penelitian harus diselesaikan dengan teknik anareg linier. Demikian juga sebaliknya apabila ternyata tidak ada linier maka distribusi data harus di analisis dengan non- linier.77
Uji ini akan mempengaruhi uji yang akan di gunakan selanjutnya, untuk mengetahui linier tidaknya data penelitian dapat menggunakan progam komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0 for Windows dengan melihat tingkat signifikasinya dengan ketentuan:78
1) Jika sig > 0. 05 maka hubungan dua variabel linier . 2) Jika sig < 0.05 maka hubungan dua variabel tidak linier.
2) Uji Hipotesis
a) Regresi Linier Sederhana
77 Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Pendidikan Psikologi dan Pendidikan, (Malang: Umniversitas Muhammadiyah Malang), hlm. 180.
78 Duwi Priyatno, Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS, (Yogyakarta: Gava Media: 2010), hlm.46.
61
Untuk menguji hipotesis peneliti menggunkan uji regresi linier sederhana yaitu satu variabel dipandang sebagai variasinya di pengaruhi (dependen) oleh variabel lainnya. Variabel yang mempengaruhi di sebut variabel bebas dan variabel yang di pengaruhi disebut variabel terikat.79 Regresi linier sederhana digunakan untuk menguji rumusan masalah diantaranya sebagai berikut :
1) Apakah ada pengaruh pembiasaan shalat tahajud terhadap kecerdasaan spiritual santriwati Pondok Pesantren Al- Aziziyah Putri Kapek Gunungsari ?
Untuk mengetahui linier tidaknya data penelitian dapat menggunakan progam komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) dengan melihat tingkat signifikasinya dengan ketentuan:80
1) Jika sig > 0. 05 maka hubungan dua variabel tidak linier . 2) Jika sig < 0.05 maka hubungan dua variabel linier.
79 Partino & Idrus, Statistik Inferensial, (Yogyakarta: Safiria Insana Press, 2010), hlm. 39.
80 Duwi Priyatno, Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS, (Yogyakarta: Gava Media: 2010), hlm. 46.
62 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Umum Pondok Pesantren Al-Azizizyah Putri Kapek Gunungsari Agar bisa memberikan informasi yang konprehensif dan totalitas, di bawah ini peneliti akan menyajikan data berupa profil Pondok Pesantren Al- Aziziyah Putri Kapek Gunungsari meliputi; kondisi lingkungan pesantren, lembaga-lembaga di pesantren, tenaga pendidik, ekstrakulikuler serta jadwal kegiatan harian santri.
a. Profil Pondok Pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari
Secara singkat, profil Pondok Pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari yang dijadikan tempat penelitian oleh peneliti, dapat digambarkan seperti berikut ini:81
1) Nama Pondok Pesantren : Pondok Pesantren Al-Aziziyah
2) Alamat : Jalan TGH. Umar Abdul Aziz No. 17
Desa : Kapek
81 TGH. Umar Abdul Aziz, Profil Pondok Pesantren Al-Aziziyah. ( Gunungsari: 1989), hlm.
5.
63
Kecamatan : Gunungsari
Kota/Kabupaten : Lombok Barat
Provinsi : Nusa Tenggara Barat
Kode Pos : 8335
3) Tahun Berdiri : Minggu 03 November 1987 4) Pengasuh/Pendiri : TGH. Musthofa Umar Abdul Aziz 5) Mu‟addalah Kesetaraan : Kementrian Agama RI
b. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Al-Aziziyah
Keberadaan pondok pesantren Al-Aziziyah tidak terlepas dari keberadaan sosok ulama kharismatik TGH. Musthofa Umar Abdul Aziz.
Sosok ulama kharismatik ini pulang ke Tanah Air pada penghujung tahun 1985 setelah menyelesaikan kegiatan belajar sekaligus turun mengajar di Masjidil Haram Makkah.
Ada sesuatu yang menarik mengenai latar belakang kepulangan beliau ke Tanah Air waktu itu, yaitu adanya suatu kebijakan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang menghendaki agar seluruh Ulama non Saudi (bukan warga asli Saudi) yang mengajar di Masjid Al-Haram harus diganti dan dipulangkan ke negara masing-masing. Uang pesangon
64
dan tiket pesawatpun ditanggung oleh kerajaan demi memulangkan Para Ulama non Saudi ini. Konon kebijakan ini merupakan pesanan dari Amerika Serikat yang tidak menghendaki Islam bangkit kembali sebagaimana fakta sejarah yang membuktikan bahwa panji-panji keilmuan Islam yang berpusat di Kota Suci Makkah, justru dikibarkan oleh Ulama- ulama Besar dari kalangan Ulama non Saudi. Lihatlah nama-nama besar seperti Imam Bukhori (Rusia), Imam Syafi‟i (Palestina), Imam Ahmad bin Hanbal (Iraq), Imam Abu Hanifah (Iraq) dan masih banyak lagi Para Ulama non Saudi yang berkiprah di Kota Suci Makkah sekaligus telah memberi warna pada khazanah keilmuan Dunia Islam hingga kini. Inilah yang tidak dikehendaki oleh mereka, musuh-musuh Allah itu.82
Namun demikian, mereka boleh menyusun rencana tapi sebaik- baik Perencana adalah Allah. Dampak dari dipulangkannya Para Ulama non Saudi ini justru telah menjadikan cahaya ilmu pengetahuan semakin tersebar dan menerangi berbagai belahan dunia, tak terkecuali negeri tercinta Indonesia. Pada saat itulah Tuan Guru Haji Musthofa Umar Abdul Aziz beserta keluarga tiba di Tanah Air, tepatnya di Kampung Kapek - Desa Gunungsari - Kecamatan Gunungsari - Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Segera setelah kedatangan beliau, tokoh-tokoh
82Ibid., hlm. 7.
65
masyarakat Gunungsari melakukan musyawarah dalam rangka mengambil manfaat dari kedatangan Sang Pembawa Obor Keberkahan.
Akhirnya tepat pada tanggal 06 Jumadil Akhir 1405 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 03 November 1985 Masehi, dengan mengucapkan: Bismillahirrahmaanirrahim Pondok Pesantren Al- Aziziyah resmi didirikan. Nama Al-Aziziyah sendiri diambil dari nama kakek beliau yaitu Tuan Guru Haji Abdul Aziz, seorang Ulama yang sangat disegani pada waktu itu.83
c. Visi dan Misi Pondok Pesantren Al-Aziziyah 1) Visi
Visi dari pondok pesantren Al-Azizizyah Putri Kapek - Gunungsari adalah “Unggul dalam prestasi, berkarakter Islami dan berwawasan lingkungan”.
2) Misi
Misi pondok pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek - Gunungsari : a) Menyelenggarakan pendidikan yang berkarakter sesuai dengan
standar nasional pendidikan agar siswa memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga menjadi lulusan yang memiliki
83 Semua data dalam bab ini diperoleh melalui teknik dokumentasi baik dari buku profile pondok, pengambilan gambar, dan soft file yang dimiliki pondok
66
kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, beriman dan berahlak mulia.
b) Menumbuh kembangkan lingkungan dan perilaku Islami sehingga siswa mau dan dapat mengamalkan ajaran agama Islam secara nyata.
c) Menyelenggarakan pengembangan diri sesuai dengan minat siswa agar bakatnya dapat berkembang secara optimal sehingga dapat berprestasi ditingkat yang lebih luas.
d. Lokasi atau Gambaran Umum Pondok Pesantren Al-Aziziyah
Adapun letak dan kondisi geografis Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek – Gunungsari adalah sebagai berikut:
1) Geografis : Dataran Rendah 2) Potensi Wilayah : Perkotaan 3) Wilayah : 7-8 km
4) Jarak ke Kecamatan : 400-500 meter 5) Jarak ke Pusat Kota : 15-20 km 6) Jarak ke Kemenag : 20-22 km 2. Kebiasaan Shalat Tahajud
Berdasarkan informasi dari narasumber pimpinan pondok pesantren Al- Aziziyah Putri Kapek Gunungsari yang diperoleh oleh peneliti pada saat melakukan observasi awal, yakni dimana para santri saat melakukan aktivitas
67
atau kegiatan shalat tahajud terbilag masih kurang karena ketika mereka ketika diperintahkan untuk melakukan kebiasaan shalat tahajud masih sering malas dan ada juga yang tidak ikut mengerjakan shalat tahajud dengan berbagai alas an, seperti misalnya lagi halangan ( untuk santriwati ).
a. Data Kebiasaan Shalat Tahajud
Tabel 4.1
Hasil Perhitungan Angket Kebiasaan Shalat Tahajud (Variabel X)
No Nama Responden Skor
1
Amelia Ankopa Saputri 62
2
Elvina Maharani 65
3
Nurul Afiva 50
4
Weny Maharani 47
5
Fika Sapdiarsyah Putri 58
6
Alya Salsabilla 59
7
Reza Almafira 50
8
Ikke Aprianti 54
9
Della Sapitri 60
10
Adelya Ananda Esma 54
11
Nanda Rahmatia 56
68 12
Sabila Rizkiani 62
13
Alifiya Rosihatus 55
14
Nabila Zaqiran 63
15
Metha Triani Zahara 51
16
Aura Nazila 51
17
Shaffiyah 61
18
Lufia Imelani 56
19
Nayla Naza Fitri 68
20
Lutpiatul Azizah 61
Jumlah
1143
b. Analisa Data Kebiasaan Shalat Tahajud
Pada tabel perhitungan angket kebiasaan shalat tahajud bahwa tingkat kebiasaan shlat tahajud santriwati pondok pesantren Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari masih dikatakan baik. Dimana dari 20 reponden didapatkan skor tertinggi 60 dengan 15 butir pernyataan angket.
3. Kecerdasan Spiritual
a. Data Kecerdasan Spiritual