• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wilayah awan campuran Cu dan Cg

3. Identifikasi jenis awan

5.7 Wilayah awan campuran Cu dan Cg

a. Foto awan di wilayah Ooshima Motomachi, Tokyo pada tanggal 19 Desember 1994. Hasil observasi permukaan Cumulus (Cu) CL = 2, CM = X, CH = X

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 43 b. Citra IR tanggal 19 Desember 1994

(tanda panah : wilayah Ooshima Motomachi, Tokyo) . Hasil identifikasi :

campuran awan Cu dan Cg

c. Citra VIS tanggal 19 Desember 1994 (tanda panah Ooshima Motomachi,

Tokyo) .

 Jika dilihat pada citra satelit tersebut, terlihat sebuah sabuk awan-awan konvektif terbentang di atas perairan sebelah timur Semenanjung Izu dan Ooshima.

 Penentuan berdasarkan tingkat kecerahan puncak awan konvektif ini, sabuk awan tidak hanya terdiri dari Cu tetapi juga terdapat Cg yang lebih berkembang daripada Cu. Hal ini berkaitan dengan terbentuknya tornado yang terlihat pada foto (a).

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 44

LAMPIRAN 5

Formulir Operasional Khusus dan Contohnya

BMKG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jl. Angkasa I No. 2 Jakarta Pusat INDONESIA 10720, Telp. 62 (21) 4246321, 6546315, Fax. 62 (21) 6546315

PUSAT METEOROLOGI PUBLIK BIDANG PENGELOLAAN CITRA INDERAJA

Monitoring Cuaca Signifikan / Debu Vulkanik / Kebakaran Hutan / Kejadian Khusus*) Berdasarkan Analisis Citra Satelit Cuaca

Tanggal : ………….. 2012, .... UTC

NO. PERIHAL URAIAN*) KETERANGAN

1 Fenomena Ekstrim

2 Lokasi dan Waktu Kejadian

3 Dampak

4 Jenis Citra

5 Analisis

6 Kesimpulan

7 Lampiran

*) Data dukung, informasi dan uraian analisis disesuaikan dengan target monitoring

SAMPEL / CONTOH

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 45 CONTOH : Formulir Analisa Monitoring Kejadian Khusus

BMKG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jl. Angkasa I No. 2 Jakarta Pusat INDONESIA 10720, Telp. 62 (21) 4246321, 6546315, Fax. 62 (21) 6546315

PUSAT METEOROLOGI PUBLIK BIDANG PENGELOLAAN CITRA INDERAJA

Monitoring Kejadian Khusus Berdasarkan Analisis Citra Satelit Cuaca

Tanggal : 20 Januari 2010, 04 – 06 UTC

NO. PERIHAL URAIAN*) KETERANGAN

1 Fenomena Ekstrim

Hujan Lebat dan Banjir Sumber berita :

Kompas.com 2 Lokasi dan

Waktu Kejadian

Wilayah Bogor, tanggal 20 Januari 2010, siang hari 3 Dampak Banjir, Kali Sunter meluap, Cipinang Indah tergenang,

Jalan Bangka – Jaksel tergenang

4 Jenis Citra Satelit IR1 / NWP JMA

5 Analisis a) Berdasarkan citra satelit MTSAT tanggal 20 Januari 2010 jam 04.00-06.00 UTC (11.00-13.00 WIB) terlihat pertumbuhan awan yang semakin meningkat di atas wilayah Bogor dan sekitarnya b) Hal itu ditandai dengan suhu puncak awan dari

waktu ke waktu semakin dingin (dari sekitar -22.6º C pada jam 04.00 UTC dan mencapai – 62.2º C pada jam 05.00 UTC di lokasi tersebut

c) Selain itu analisis stabilitas atmosfer dari data NWP JMA juga mengindikasikan nilai CAPE (Convective Available Potential Energy) yang semakin meningkat (dari jam 04-06 UTC berturut- turut sebesar : 730 J/kg ; 947 J/kg dan 1160 J/kg) menandakan kondisi atmosfer yang semakin labil d) Kondisi suhu puncak awan yang mencapai – 62.2º

C dan nilai indeks CAPE yang mencapai 1160 Joule/kg memungkinkan pembentukan awan- awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Bogor yang berpotensi menyebabkan hujan yang disertai kilat/petir (thunderstorm)

SAMPEL / CONTOH

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 46 6 Kesimpulan Banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya pada tanggal 20

Januari 2010, disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas konvektif pada wilayah Bogor, sehingga menyebabkan hujan lebat dan penambahan debit air yang melewati kali Sunter

7 Lampiran 1 (satu) berkas Citra satelit IR1 / NWP JMA

LAMPIRAN

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 47

LAMPIRAN 6

Alamat Email Pejabat BMKG, Unit BMKG Pusat, dan UPT Daerah

Pejabat BMKG

Kepala Pusat Meteorologi Publik : [email protected] ; [email protected] Kepala Bidang Pengelolaan Citra Inderaja : [email protected]

[email protected] Kepala Bidang Pengelolaan Citra Satelit : [email protected]

[email protected] Unit BMKG Pusat

Sub Bidang Informasi Meteorologi : [email protected]

Sub Bidang Cuaca Ekstrim : [email protected]

Sub Bidang Siklon Tropis : [email protected]

Sub Bidang Informasi Meteorologi Maritim : [email protected] Sub Bidang Informasi Meteorologi Penerbangan : [email protected] Sub Bidang Pengelolaan Citra Radar : [email protected]

Sub Bidang Pengelolaan Citra Satelit : [email protected]

UPT Daerah

1. Stasiun Meteorologi Klas II Blangbintang Banda Aceh [email protected]

2. Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam [email protected]

3. Stasiun Meteorologi Klas II Maritim Belawan Medan [email protected]

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 48 4. Stasiun Meteorologi Klas III Lhokseumawe

[email protected] 5. Stasiun Meteorologi Klas II Tabing Padang

[email protected]

6. Stasiun Meteorologi Klas III Ranai Natuna [email protected]

7. Stasiun Meteorologi Klas III Japura Rengat [email protected]

8. Stasiun Meteorologi Klas IV Maritim Tanjung Karang [email protected]

9. Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok [email protected]

10. Stasiun Meteorologi Klas III Sutan Thaha – Jambi [email protected]

11. Stasiun Meteorologi Klas II Supadio Pontianak [email protected]

12. Stasiun Meteorologi Klas III Pangsuma Putussibau [email protected]

13. Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Semarang [email protected]

14. Stasiun Meteorologi Klas III Susilo Sintang Kalimantan Barat [email protected]

15. Stasiun Meteorologi Klas III Lekunik Baa Rote [email protected]

16. Stasiun Meteorologi Klas II Sepinggan Balikpapan [email protected]

17. Stasiun Meteorologi Klas III Sangkapura Bawean [email protected]

18. Stasiun Meteorologi Klas III Salahudin Bima [email protected]

19. Stasiun Meteorologi Klas III Stagen Kotabaru [email protected]

20. Stasiun Meteorologi Klas II Eltari Kupang [email protected]

21. Stasiun Meteorologi Klas III Selaparang – Mataram [email protected]

22. Stasiun Meteorologi Klas IV Nunukan – Tarakan [email protected]

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 49 23. Stasiun Meteorologi Samarinda

[email protected] 24. Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya

[email protected]

25. Stasiun Meteorologi Klas II Maritim Perak II – Surabaya [email protected]

26. Stasiun Meteorologi Klas III Tanjung Selor [email protected] 27. Stasiun Meteorologi Klas III Juwata Tarakan

[email protected]

28. Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Bitung [email protected]

29. Stasiun Meteorologi Klas III Majene [email protected]

30. Stasiun Meteorologi Klas I Hasanuddin Makassar [email protected]

31. Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Paotere [email protected]

32. Stasiun Meteorologi Klas III Mutiara Palu [email protected] 33. Stasiun Meteorologi Klas III Saumlaki

[email protected]

34. Stasiun Meteorologi Klas III Babullah Ternate [email protected]

35. Stasiun Meteorologi Klas III Geser [email protected] 36. Stasiun Meteorologi Mopah – Merauke

[email protected]

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 50

LAMPIRAN 7 Daftar Istilah

- Aerosol optical depth : ketebalan optis yang disebabkan kehadiran aerosol (partikel padat seperti debu, dll) di atmosfer yang diukur secara vertikal pada ketinggian tertentu.

Aerosol optical depths biasanya berkurang sesuai kenaikan panjang gelombang, dimana jauh lebih kecil pada radiasi gelombang panjang (longwave radiation) daripada pada radiasi gelombang pendek (shortwave radiation). Nilai dari optical depth tidak ber- dimensi dan tergantung pada kondisi atmosfer, tetapi umumnya berkisar 0.02 – 0.2 untuk radiasi gelombang tampak (visible).

- Brightness temperature / TBB (Equivalent Blackbody Temperature) : temperatur sebuah benda hitam (blackbody temperature) ketika sejumlah radiasi infra-merah teramati diasumsikan sebagai radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam.

- Citra satelit : gambar kenampakan permukaan bumi atau fenomena di atmosfer yang diperoleh dengan oleh alat pemindai / sensor pada satelit yang mengorbit di atas bumi - Citra Infrared (IR) : citra satelit yang diperoleh dari hasil pengukuran gelombang

elektromagnetik yang berada pada kisaran spektrum panjang gelombangnya antara 3 – 13 μm. Citra ini merepresentasikan suhu obyek (thermal infrared). Obyek yang memiliki suhu lebih dingin terlihat lebih terang/cerah dibandingkan dengan obyek yang suhunya lebih tinggi

Citra IR satelit MTSAT-2

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 51 - Citra Visible : citra satelit yang diperoleh dari hasil pengukuran gelombang elektromagnetik yang berada pada kisaran spektrum panjang gelombang tampak (visible) yaitu 0.4 - 0.75 μm. Citra ini merepresentasikan tingkat reflektansi obyek (kemampuan obyek memantulkan radiasi matahari). Obyek yang memiliki reflektansi tinggi terlihat lebih terang/cerah dibanding yang reflektansinya rendah.

Citra VIS satelit MTSAT-2

- Citra Water Vapor (uap air) : citra yang merupakan visualisasi data yang diperoleh oleh sensor satelit pada panjang gelombang uap air, yaitu 6.7 atau 7. 3 μm. Uap air di atmosfer menyerap radiasi gelombang panjang pada wilayah panjang gelombang ini, sehingga menyebabkan suhu yang terukur oleh sensor satelit lebih rendah. Citra ini menggambarkan kandungan uap air di lapisan atmosfer tengah dan atas. Warna lebih terang/cerah pada citra menunjukkan wilayah yang memiliki kandungan uap air tinggi, sementara warna lebih gelap menunjukkan kandungan uap air rendah

Citra WV satelit MTSAT-2

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 52 - Citra Enhanced-IR : citra Infrared yang dimodifikasi warnanya berdasarkan suhu obyek, sehingga mudah untuk membedakan awan-awan yang suhu puncaknya lebih dingin.

Teknik color enhancement IR ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi awan-awan Cb/thunderstorm yang memiliki suhu puncak awan sangat dingin

Contoh citra Enhanced-IR (MTSAT-2)

- Cloud cluster : sekelompok awan (Cumulonimbus) yang memiliki ukuran tertentu, menurut definisi kelompok awan skala meso (mesoscale cloud cluster) oleh Iwasaki dan Takeda (1993), kluster awan harus memiliki luasan ber-diameter sekurang-kurangnya 100 km dengan suhu puncak awan (brightness temperature/TBB -50º C atau kurang

Cloud cluster

- Cloud classification : penggolongan dan identifikasi jenis awan berdasarkan interpretasi obyektif dari data satelit cuaca dengan algoritma otomatis. Identifikasi jenis awan dengan satelit didasarkan pada kenampakan dan karakteristik pada beberapa jenis kanal citra misalnya suhu puncak awan, reflektansi dll.

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 53 - Convection/convective cloud cell : jika cloud cluster terdiri dari sel-sel konvektif (Cb) yang terpisah-pisah, convective cloud cell merupakan satu kesatuan sistem perawanan yang terdiri dari awan-awan konvektif (umumnya Cb)

Convective cloud cell

- CSV (Comma-Separated Values) : format file yang menyimpan data dalam format tabular/tabel (angka dan teks) dalam bentuk teks datar (plain-text). Sehingga file akan mudah dibacaa (misalnya dengan editor teks). CSV adalah format file sederhana yang banyak didukung oleh aplikasi konsumen, bisnis, dan ilmiah. Diantara kegunaannya yang umum adalah untuk memindahkan data tabular antar program-program yang secara alami beroperasi pada format proprietary yang lebih efisien / lengkap. Sebagai contoh:

sebuah file CSV dapat digunakan untuk mentransfer informasi dari sebuah program database untuk spreadsheet.

- Enhanced-V area : "Enhanced-V" dapat dijumpai pada citra IR dan terkait langsung dengan “overshooting top” dari awan Cb. Kenampakan pada citra IR wilayah dimana suhu puncak awan yang terdingin menyerupai bentuk huruf-V atau seperti bumerang dan dibatasi dengan wilayah yang bersuhu lebih hangat sesuai arah angin. Enhanced-V mengindikasikan potensi intensifnya pembentukan suatu badai dan sering terlihat pada citra IR sebelum munculnya cuaca ekstrem. Deteksi dari ”Enhanced-V” area dapat berguna sebagai indikator bakal terjadinya badai guntur hebat (severe thunderstorm).

Berdasarkan beberapa penelitian, jeda waktu mulai saat mula-mula teridentifikasi timbulnya ”Enhanced-V” area hingga terjadinya cuaca ekstrem adalah sekitar 30 menit.

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 54 - Feng Yun : (Bahasa China yang berarti: “angin dan awan”) adalah Satelit meteorologi geostasioner yang diluncurkan oleh China dan orbitnya berada di atas garis ekuator Samudera Hindia pada posisi koordinat bujur 105°BT. Citra multi-spektral satelit ini dihasilkan oleh instrumen VISSR yang serupa dengan satelit GMS atau MTSAT milik Jepang

- File Transfer Protocol (FTP) : protokol jaringan standar yang digunakan untuk mentransfer file dari satu host ke host lain melalui jaringan berbasis TCP, seperti Internet. FTP dibangun di atas arsitektur server-client dan menggunakan kontrol koneksi data yang terpisah antara klien dan server. Pengguna FTP dapat mengotentikasi sendiri menggunakan protokol teks -sign-in yang jelas tetapi dapat juga terhubung secara anonim jika server dikonfigurasi untuk itu.

- GIS (Geographic Information System / sistem informasi geografis) : adalah sebuah sistem yang dirancang untuk memperoleh, menyimpan, memanipulasi, menganalisis, mengelola, dan menyajikan semua jenis data bereferensi geografis. Dalam istilah

V-notch (pada citra radar)

Enhanced-V (pada citra satelit IR4)

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 55 sederhana, GIS adalah penggabungan dari analisis kartografi, statistik, dan teknologi database.

- Hierarchical Data Format (HDF, HDF4, or HDF5) : nama dari satu set format file dan kelengkapannya (library-nya) yang dirancang untuk menyimpan dan mengatur sejumlah besar data numerik. HDF didukung oleh banyak platform perangkat lunak komersial dan non-komersial, termasuk Java, MATLAB, IDL, dan Python. Ada dua versi utama HDF yang saat ini ada yakni, HDF4 dan HDF5, yang berbeda secara signifikan dalam desain dan API.

- HRPT (High Resolution Picture Transmission) : resolusi penuh data digital 5 kanal citra AVHRR dengan resolusi 1.1 km di titik nadir, yang ditransmisikan pada wilayah S-band oleh satelit polar orbiter.

- Hotspot : hasil deteksi satelit yang menunjukkan terdapatnya titik panas / anomali suhu sangat tinggi pada suatu /sejumlah piksel citra satelit yang diinterpretasikan sebagai indikator terjadinya kebakaran di suatu tempat. Produk hotspot ini dihasilkan dari hasil pengamatan satelit antara lain NOAA dan MODIS Aqua / Terra

- ITCZ (Intertropical convergence zone/equatorial convergence zone -- zona konvergensi tropis / zona konvergensi khatulistiwa) : Sumbu atau bagian dari arus angin pasat yang luas di wilayah Tropis. Sumbu ini merupakan garis pemisah antara arus angin pasat tenggara (dari BBS) dan arus angin pasat timur laut (dari BBU). ITCZ letaknya berdampingan dengan cabang menaik dari sel Hadley. Pendapat lama menyatakan bahwa ini adalah garis batas konvergensi di sepanjang seluruh bagian bentangannya.

Sekarang diketahui bahwa konvergensi sebenarnya terjadi hanya di sepanjang bagian- bagian dari garis ini.

- MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectro-radiometer) : instrumen ilmiah yang terdapat pada satelit milik NASA-USA yaitu Terra dan Aqua yang mengorbit ke arah kutub bumi/polar (Polar Orbiter) dengan ketinggian sekitar 800 km dari permukaan bumi. Instrumen ini dapat memperoleh data dalam 36 wilayah spektral gelombang elektromagnetik berkisar dari 0.4 µm s/d 14.4 µm dengan resolusi spasial yang bervariasi (2 band beresolusi 250 m, 5 band beresolusi 500 m dan 29 band memiliki resolusi 1 km). Instrumen MODIS pada 2 satelit ini mampu memberikan citra seluruh permukaan bumi setiap 1 – 2 hari, dan dirancang untuk pengukuran dinamika skala global termasuk tutupan awan, besaran radiasi surya dan proses-proses yang terjadi di laut, daratan, dan atmosfer bagian bawah.

- MTSAT (Multi-functional Transport Satellite) : Satelit geostasioner milik Jepang yang didesain untuk pengamatan meteorologi sekaligus untuk keperluan penerbangan (air traffic control), yang orbitnya berada di atas ekuator pada posisi koordinat bujur 140°BT

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 56 (ketinggian sekitar 36.000 km di atas sekitar wilayah Biak, Papua) Seri satelit MTSAT adalah generasi satelit penerus misi satelit GMS (Geostationary Satellite Meteorology) Jepang dan memiliki 5 instrumen sensor (imager) VIS dan IR yang serupa dengan satelit GOES milik USA.

- NetCDF (Network Common Data Form) : adalah satu set library perangkat lunak dan self-describing, format data yang tak tergantung mesin yang mendukung penciptaan, akses, dan data saintifik berbasis-array. Homepage proyek ini diselenggarakan oleh program Unidata di Universitas Corporation Penelitian Atmosfer (UCAR). Unidata juga merupakan sumber utama dari perangkat lunak netCDF, standar pengembangan, update, dll. Format data ini merupakan standar terbuka. NetCDF Classic dan 64-bit Format Offset standar internasional dari Open Geospatial Consortium.

- NOAA : seri satelit operasional meteorologi yang mengorbit bumi ke arah kutub (polar orbiter) milik Badan Meteorologi dan Oseanografi (NOAA) USA.

- NWP (Numerical Weather Prediction / prediksi cuaca numerik) : Integrasi dari persamaan hidrodinamika yang mengatur dengan metode numerik menurut kondisi awal tertentu. Prakiraan numerik adalah dasar untuk hampir semua skema prediksi cuaca dinamis karena kompleksitas dan nonlinieritas dari persamaan hidrodinamika tidak memungkinkan solusi yang tepat dari persamaan kontinu.

- OCAI (Objective Cloud Analysis Information) : produk tentang analisis awan dari data pengamatan satelit MTSAT. OCAI berisi informasi berbasis grid-point dengan nilai indeks klasifikasi awan dan ketinggian awan.

- OLR (Outgoing Longwave Radiation) : energi radiasi yang dipancarkan dari permukaan bumi yang hangat ke angkasa yang suhunya lebih rendah, seringkali OLR diturunkan dari hasil pengukuran sensor satelit pada window channel.

- Portable Network Graphics (PNG) : format gambar bitmap yang menggunakan kompresi data lossless. PNG diciptakan untuk memperbaiki dan mengganti format GIF (Graphics Interchange Format) sebagai format file gambar yang tidak memerlukan lisensi paten. PNG dirancang untuk mentransfer gambar pada Internet, bukan untuk profesional grafis berkualitas cetak, dan karena itu tidak mendukung warna non-RGB seperti CMYK.

- RGB (Citra komposit RGB) : citra satelit yang dihasilkan dengan teknik pengolahan gabungan 3 citra dalam satu display menggunakan 3 (tiga) warna primer/pokok, yaitu : Merah (Red), Hijau (Green), dan Biru (Blue) warna – RGB. Metode ini digunakan untuk

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 57 mendeteksi/mengidentifikasi fenomena-fenomena tertentu yang jika hanya dengan menggunakan citra tunggal sulit untuk diidentifikasi.

Prinsip teknik RGB image composite dengan 3 warna cahaya pokok

Contoh citra RGB image composite

- Satelit meteorologi : satelit buatan yang mengorbit bumi yang digunakan untuk memotret atmosfer, daratan, dan laut yang mengandung informasi lapisan-lapisan atmosfer; dan mengumpulkan berbagai data-data lingkungan. Kegiatan dalam bidang satelit meteorologi meliputi pengambilan sampel ciri-ciri cuaca dan iklim antar waktu

P e d o m a n Op e r a s i o n a l P e ng e l ol a a n C i tr a S a te l i t – U P T B M K G D a e r a h | 58 dan ruang, pengembangan metode algoritma dan interpretasi, sensor/pemindai satelit, dan produk untuk aplikasi cuaca dan iklim

- SATAID (Satellite Animation and Interactive Diagnosis) : satu set perangkat lunak CAL (Computer-Aided Learning) untuk MS-Windows yang memungkinkan penggunaan berbagai data meteorologi dengan fokus pada citra satelit. Bagian inti dari sistem SATAID adalah GMSLPW (program display) dan LRITAPL (program menu). Ada beberapa varian program SATAID seperti GMSLPD, yang khusus untuk analisis siklon tropis.

- Sea surface temperature : suhu di permukaan laut, yang umumnya digunakan untuk menunjukkan suhu pada beberapa meter lapisan atas air laut.

- Split-windows – citra split windows : citra satelit hasil perbandingan 2 kanal citra, misalnya split-windows IR1-IR2, yaitu citra yang menggambarkan selisih suhu kecerahan (brightness temperature / BT) pada citra IR1 minus IR2 = (BT_IR1 –BT_IR2). Istilah lain dari citra IR split-windows adalah IR differential image (citra diferensial IR)

IR1 IR2 IR Split-Windows

(Differensial IR) Contoh : Citra IR1, IR2, dan citra split-windows (IR1-IR2)

- Thunderstorm : gangguan cuaca akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil, umumnya dihasilkan oleh awan-awan Cb (Cumulonimbus) yang seringkali disertai kilat dan guntur dan kadang-kadang disertai hujan lebat dan angin kencang.

- Vegetation Index : nilai numerik yang digunakan untuk memperkirakan atau mengukur karakteristik vegetasi/tumbuhan seperti area tutupan daun, biomassa total, dan tingkat kesehatan vegetasi/tanaman di permukaan bumi. Indeks ini biasanya diturunkan dari

Dokumen terkait