• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wilayah Perencanaan dan Wilayah Fungsional (Wilayah Ekologis)

KONDISI UMUM DAERAH

BAB 3 KONDISI UMUM DAERAH

3.1 Kondisi Geografis

3.1.1 Wilayah Perencanaan dan Wilayah Fungsional (Wilayah Ekologis)

Wilayah Provinsi DKI Jakarta terbentang antara 106°19‘30“ dan 106°58’18” Bujur Timur, serta antara 5°10‘00“

dan 6°23’54” Lintang Selatan. Provinsi DKI Jakarta memiliki luas daratan sebesar 669,64 km², termasuk sekitar 109 pulau di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, dan penambahan luas daratan sekitar 7,31 km2 yang berupa lahan hasil reklamasi dan perluasan daratan, serta luas lautan sebesar 6.998 km².

Wilayah Provinsi DKI Jakarta sendiri dibagi dalam lima Kota Administrasi dan satu Kabupaten Administrasi, yaitu

• Kota Administrasi Jakarta Pusat

• Kota Administrasi Jakarta Barat

• Kota Administrasi Jakarta Selatan

• Kota Administrasi Jakarta Timur

• Kota Administrasi Jakarta Utara

• Kota Administrasi Kepulauan Seribu dengan luasan sebagai berikut.

Tabel 3-1. Luas Wilayah DKI Jakarta

Sumber: Keputusan Gubernur DKI Jakarta 171 /2007

Wilayah Fungsional

Wilayah fungsional merupakan konsep yang berhubungan dengan cara kita memahami dan mengelompokkan area geografis berdasarkan fungsi atau karakteristik tertentu. Wilayah fungsional dapat meliputi area geografis di mana terdapat interaksi dan keterkaitan yang kuat dalam hal fungsi atau aktivitas tertentu. Wilayah ini dapat terbentuk berdasarkan hubungan ekonomi, sosial, atau fungsional lainnya yang melintasi batas-batas administratif tradisional.

Kabupaten/ Kota Administrasi

Luas Daratan

(km²) Kepulauan Seribu 8,7 Jakarta Utara 153,97 Jakarta Timur 188,03

Jakarta Pusat 48,13

Jakarta Barat 129,54 Jakarta Selatan 141,27

Total 669,64

Gambar 3-1. Peta Jakarta (Daratan dan Perairan) Sumber: RTRW 2020-2022-2042 dan RZWP3K DKI Jakarta

BAB 3 KONDISI UMUM DAERAH

KLHS RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2025 - 2029

38 Wilayah fungsional ditentukan berdasarkan batas ekologis dan batas sosial. Batas ekologis merujuk pada batasan- batasan alami atau lingkungan yang mempengaruhi atau membatasi distribusi dan kelangsungan suatu ekosistem atau spesies tertentu. Batas ekologis menandai titik di mana lingkungan fisik atau biologis berubah dan dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem, distribusi organisme, serta interaksi antara spesies dan lingkungan.

Batas ekologis dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti iklim, pengaturan air, topografi, tanah, ketersediaan sumber daya, interaksi antara organisme dan lain-lain.

Sementara itu, batas sosial merujuk pada batasan-batas yang ada dalam interaksi sosial dan hubungan antara individu, kelompok, atau masyarakat dalam suatu lingkungan atau konteks tertentu. Batas sosial dapat bersifat fisik, psikologis, atau budaya, dan memainkan peran penting dalam membentuk norma, nilai-nilai, dan pola interaksi sosial.

Penentuan wilayah fungsional di DKI Jakarta merujuk pada batas ekologis yaitu Wilayah Sungai, DAS, CAT, Ekoregion dan WPP 712 di wilayah administrasi DKI Jakarta dan batas sosial yang terkait dengan Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi JABODETABEKPUNJUR.

Wilayah sungai menekankan pada pendekatan kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai. Penetapan wilayah sungai di Indonesia adalah menjadi dasar untuk menjamin terselenggaranya tata pengaturan air yang baik guna mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya air. Berdasarkan system wilayah sungai, DKI Jakarta masuk ke dalam wilayah sungai (WS) Ciliwung-Cisadane yang terbagi dalam dua Water District (WD) Ciliwung dan WD Cisadane Hulu Bd Pasar Baru. Namun demikian, berkaitan dengan fungsi DKI Jakarta sebagai ibukota, Keputusan Presiden No 12 tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai mengatur bahwa pengelolaan sumber daya air di:

• Wilayah Sungai Cidanau- Ciujung – Cidurian di Provinsi Banten dan Jawa Barat

• Wilayah Sungai Citarum di Provinsi Jawa Barat

harus tetap menjamin kebutuhan air baku wilayah DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa ke dua WS tersebut juga merupakan bagian dari sistem ekologi penyediaan air baku. Secara spasial WS yang dipertimbangkan dalam wilayah fungsional dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Gambar 3-2. Batas Wilayah Sungai JABODETABEKPUNJUR Sumber: Kementerian PUPR dan Hasil Analisa, 2023

Berdasarkan peta Wilayah Sungai tersebut, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang secara langsung berkaitan dengan

BAB 3 KONDISI UMUM DAERAH

KLHS RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2025 - 2029

40 Sunter, Kali Buaran dan Kali Cakung. Keenam DAS tersebut bermuara di DKI Jakarta atau dengan kata lain wilayah DKI Jakarta merupakan bagian hilir dari ke enam DAS tersebut. Secara spesifik keenam DAS ini akan memberikan pengaruh kepada dan sebaliknya dipengaruhi oleh aktivitas dan kegiatan di wilayah DKI Jakarta terutama terkait dengan bencana hidrologi seperti banjir dan atau kekeringan maupun daya dukung dan daya tampung sumber daya air. Gambar 3.3. menunjukkan batas sistem hidrologi DAS.

Gambar 3-3. Wilayah Fungsional DKI Jakarta berdasarkan Batas Sistem Hidrologi DAS Sumber: KLHK

Untuk wilayah ekoregion, wilayah DKI Jakarta masuk kedalam 6 kelas ekoregion yang akan sangat berpengaruh dalam menentukan kinerja jasa lingkungan dan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Untuk wilayah perairan laut, DKI Jakarta masuk kedalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 712, yang memiliki potensi perikanan tinggi serta habitat karang dan lamun yang cukup luas. Sehingga dalam penentuan wilayah fungsional perlu mempertimbangkan WPP 712 sebagai wilayah perairan provinsi DKI Jakarta.

Dalam sistem perkotaan Nasional sebagaimana diatur dalam PP 26 tahun 2008 jo PP 13 tahun 2017 tentang RTRWN, wilayah DKI Jakarta bersama dengan wilayah sekitarnya ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yaitu PKN Kawasan Perkotaan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi). Selain itu, berdasarkan PP 13 tahun 2017, wilayah DKI Jakarta juga termasuk salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) dari kepentingan ekonomi yaitu KSN Jabodetabek-Punjur termasuk Kepulauan Seribu. Rencana Tata Ruang (RTR) KSN JABODETABEKPUNJUR yang berlaku saat ini adalah Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur. Sebagai suatu sistem perkotaan, wilayah perencanaan sesuai lingkup RTR KSN JABODETABEKPUNJUR akan sangat mempengaruhi perencanaan tata ruang DKI Jakarta, baik secara wilayah perencanaan, konektivitas antar wilayah, dan juga kondisi lingkungan hidup. Lingkup wilayah perencanaan KSN Jabodetabekpunjur berdasarkan PP 13 tahun 2017 memiliki kesamaan dengan batas wilayah sungai Gambar 3.2.

Berdasarkan uraian di atas, maka dalam kajian ini digunakan wilayah fungsional yang terdiri dari 7 administrasi kota dan 5 kabupaten di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, seperti dapat dilihat pada Gambar berikut ini:

Gambar 3-4. Wilayah Fungsional DKI Jakarta Sumber: Hasil Analisis, 2022

BAB 3 KONDISI UMUM DAERAH

KLHS RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2025 - 2029

42 Gambar 3-5. Daerah Aliran Sungai Pada Wilayah Daerah Aliran Sungai

Sumber: Kementrian PUPR (Wilayah Sungai) dan Kementrian LHK (Daerah Aliran Sungai)