• Tidak ada hasil yang ditemukan

b = ب t = ت th = ث j = ج h = ح kh = خ d = د dh = ذ r = ر

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "b = ب t = ت th = ث j = ج h = ح kh = خ d = د dh = ذ r = ر "

Copied!
238
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

NILAI-NILAI RELIGIOUS CULTURE DALAM

Kurikulum dan Referensi Materi Akidah Akhlak

-Nilai budaya keagamaan dalam pembelajaran akhlak akhlak di Madrasah Aliyah Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor. Nilai-nilai pendidikan budaya keagamaan dalam pembelajaran akhlak di Madrasah Aliyah Mu’allimin NW Pancor antara lain: nilai keimanan dan komitmen, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, percaya diri, sosial, kerja keras, keadilan dan toleransi. Nilai-nilai pendidikan budaya multireligius dalam pembelajaran moral keyakinan di Madrasah Aliyah Abu Hurairah Mataram.

Nilai-nilai budaya keagamaan yang terkandung dalam mata pelajaran aqidah akhlak di MA Qamarul Huda Bagu, MA Mu’allimin NW Pancor, dan MA Abu Hurairah Mataram adalah nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, kepercayaan diri, sosial, kerja keras, keadilan dan toleransi. Muatan lokal yang dikembangkan di Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu, Madrasah Aliyah Muallimin NW Pancor dan Madrasah Aliyah Abu Hurairah Mataram bertujuan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam rangka penanaman dan peningkatan nilai-nilai budaya keagamaan. Implementasi nilai-nilai budaya keagamaan di MA Qamarul Huda Bagu dan MA Mu’allimin NW Pancor dilakukan dengan mencantumkan nilai-nilai budaya keagamaan dalam silabus dan RPP.

Program kegiatan Ramedial, nilai budaya religi yang ditanamkan adalah cinta ilmu, kejujuran dan kerja keras. Dalam penerapan nilai-nilai budaya keagamaan di madrasah melalui kegiatan kajian kitab yaitu nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, percaya diri, kerja keras. Analisis data dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh atau berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan nilai-nilai budaya keagamaan di madrasah.

Dalam hal ini objek yang dijadikan bahan kajian adalah implementasi nilai-nilai budaya keagamaan di madrasah. Pentingnya penerapan nilai-nilai budaya keagamaan di madrasah adalah untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi pengaruh negatif. Penerapan nilai-nilai budaya keagamaan dalam pembelajaran keyakinan moral baik dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah.

Pendidikan budaya keagamaan di Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu mempunyai implikasi terhadap: peserta didik, guru, lingkungan madrasah dan lulusan. Pendidikan budaya keagamaan di Madrasah Aliyah Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor mempunyai implikasi bagi siswa, guru, lingkungan sekolah dan lulusan.

Nilai Budaya Keagamaan Dalam Materi Pembelajaran

Analisis

Setelah dilakukan penyajian data, langkah selanjutnya adalah analisis data yang didasarkan pada informasi yang diperoleh dari temuan penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan budaya keagamaan yang memuat mata pelajaran aqidah moral di ketiga Madrasah Aliyah. . Menurut Novan Ardy Wiyana, pembentukan budaya keagamaan di lingkungan sekolah yang menunjang kualitas keimanan dan ketakwaan guru dan siswa dapat dilakukan dengan program sebagai berikut: a) Membiasakan membaca Al-Quran/tadarus setiap kali awal masuk sekolah. kegiatan belajar dan mengajar, b) Pembelajaran dengan kaitannya dengan pembahasan disiplin ilmu tertentu dari sudut pandang ilmu agama, c) Menumbuhkan salam ketika memasuki kelas, d) Memberikan hukuman bagi siswa yang melanggar peraturan seperti terlambat ke sekolah ; dan d) Mengajar dengan larangan segala kreativitas setiap kali waktu salat tiba dan kehadiran petugas keamanan sekolah bagi siapa saja yang tidak salat berjamaah.117. Pengajaran yang dilakukan di ketiga madrasah tersebut menggunakan seluruh kurikulum 2013 kemudian dilaksanakan di kelas X, XI dan XII. Dengan struktur kurikulum masing-masing madrasah terdiri dari 51 jam pelajaran dari pusat (Kementerian Agama), dan 3 jam pengajaran mata pelajaran muatan lokal dari yayasan pondok pesantren.

Penyelenggaraan pengajaran di Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu, Madrasah Aliyah Mu’allimin NW Pancor dan Madrasah Aliyah Abu Hurairah Mataram menggunakan sistem paket, dimana seluruh siswa wajib ikut serta. Kegiatan proses belajar mengajar di madrasah tidak lepas dari kurikulum yang telah disusun dan ditetapkan oleh masing-masing madrasah untuk dijadikan acuan dalam proses pembelajaran. Terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat, puasa, zakat, haji, membaca Al-Quran, berdzikir, beribadah kurban, itikaaf di masjid pada bulan puasa, dan lain-lain. Amalan atau akhlak merujuk pada tingkat tingkah laku umat Islam yang dapat dilatarbelakangi oleh ajaran – ajaran agama, yaitu bagaimana individu berhubungan dengan dunia khususnya dengan orang lain, antara lain menolong, bekerja sama, bersedekah, menjunjung keadilan dan kebenaran, jujur, pemaaf, menjaga lingkungan, tidak mencuri, tidak merusak, tidak menipu, tidak berjudi, tidak minum minuman keras.

Implementasi kurikulum MA Qamarul Huda Bagu, MA Mu'allimin NW Pancor dan MA Abu Hurairah Mataram menggunakan kurikulum 2013. keduanya mengacu pada visi, misi dan tujuan madrasah harus dilaksanakan oleh seluruh unsur atau unit yang ada di madrasah. . Adanya komitmen seluruh unsur madrasah dan kebijakan pimpinan madrasah baik tertulis maupun tidak tertulis yang menjadi dasar pengembangan program-program yang telah ditetapkan bersama untuk dilaksanakan.

Kurikulum muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya bukan merupakan mata pelajaran lain atau terlalu banyak untuk dijadikan mata pelajaran mandiri. Seluruh kurikulum dengan muatan lokal yang dikembangkan di madrasah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam membina dan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Muatan lokal yang dikembangkan di Madrasah Aliyah Qamarul Huda Bagu mengembangkan nahwu/shorf dan aswaja, Madrasah Aliyah Mu’allimin NW Pancor mengembangkan nahwu/shorf dan NW-ness, dan Madrasah Aliyah Abu Hurairah Mataram mengembangkan tahfiz al-Qur’an.

Menjalankan pengajian kitab di MA Qamarul Huda Bag menggunakan kitab nahwu/shorf dan aswaja, MA Mu'allimin NW Pancor mempelajari kitab ta'lim muta'allim, bahsul masail, kitab fathul qarib, kitab sa'. Adah (tauhid), hadis arbain an-Nawawiyah dan MA Abu Hurairah Mataram mempelajari kitab surah min hayatittabiin dan kitab tauhid.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI RELIGIOUS CULTURE DI

Implementasi Nilai-Nilai Religious Culture Dalam

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah moral, untuk meningkatkan keterampilan siswa, kami mengadakan dan menawarkan kegiatan tambahan kepada siswa berupa tugas kerja kelompok, dimana tugas diberikan dalam bentuk laporan sesuai tema yang ditentukan oleh guru. guru dan dipresentasikan di kelas. Kegiatan penugasan kerja kelompok diberikan kepada siswa untuk melatih dan meningkatkan keterampilan sosial dan interaksi antar sesama siswa, menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota kelompok, serta kemampuan bekerja dalam kelompok. Pemberian tugas kepada siswa juga bertujuan agar kinerjanya lebih baik karena siswa melaksanakan tugas atau latihan sambil melaksanakan tugas tersebut, sehingga pengalaman siswa ketika mempelajari suatu masalah/tema dapat lebih terintegrasi.

Tugas siswa berupa kegiatan kerja kelompok, nilai-nilai budaya keagamaan yang diajarkan adalah kejujuran, disiplin dan tanggung jawab. Dengan pemberian tugas laporan individu maupun kelompok berdasarkan tema dan dipresentasikan di kelas maka nilai-nilai budaya keagamaan yang ditanamkan adalah kejujuran, disiplin, tanggung jawab, percaya diri dan kerja keras. Pemberian tugas memastikan siswa aktif belajar dan merasa terstimulasi untuk meningkatkan proses belajarnya, mengembangkan inisiatif dan berani mengambil tanggung jawab sendiri.

Kami berharap tugas-tugas yang diberikan kepada siswa menyadarkan mereka untuk selalu memanfaatkan waktu luangnya dengan hal-hal yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Kegiatan tugas ini tidak hanya sekedar menerima sejumlah informasi tertentu yang disampaikan oleh guru, tidak hanya sekedar menuliskan apapun yang tertulis di papan tulis, namun siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide yang berbeda melalui jawaban yang ditulisnya. Pembelajaran dengan memberi tugas dapat membuat siswa lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, serta menuntut tanggung jawab atas jawaban yang diberikan.

Dengan diberikannya tugas ini diharapkan minat dan motivasi siswa semakin meningkat untuk lebih giat dalam belajar. Selain memberikan tugas kerja kelompok dan tugas mandiri dalam bentuk laporan, guru juga melakukan kegiatan remedial dan pengayaan. Kami menawarkan kegiatan radikal bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar atau keterlambatan belajar.

Setelah menganalisis permasalahan belajar yang terjadi pada siswa, kami menawarkan program kerangka kepada siswa dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran kembali dengan menggunakan metode dan media yang berbeda, memberikan bimbingan khusus individu atau kelompok, memberikan tugas individu dan tugas kelompok, dan menggunakan pendampingan teman sejawat. Program pengayaan merupakan program bagi peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal dari kurikulum.

Implementasi Nilai-Nilai Religious Culture Dalam

Oleh karena itu penerapan budaya keagamaan di madrasah sangat penting agar siswa memiliki akhlak Islami. Sangat diperlukan penerapan budaya keagamaan di madrasah sebagai bentuk pembiasaan siswa yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya dan hubungan dengan sesama manusia. Dari ketiga madrasah tersebut penerapan nilai-nilai budaya keagamaan dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler adalah nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, cinta ilmu, percaya diri. , sosial, kerja keras dan kejujuran.

Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa perubahan perilaku siswa menunjukkan perubahan positif yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya keagamaan yang ditanamkan dan dibudayakan. Upaya yang dilakukan madrasah untuk menanamkan nilai-nilai budaya keagamaan kepada siswa berdampak pada lingkungan madrasah dan sekitarnya (masyarakat setempat) yang merasakan dampak perubahan perilaku siswa. Implikasi dari penanaman nilai-nilai pendidikan budaya keagamaan pada siswa tetap dilakukan untuk meningkatkan akhlak siswa.

Upaya penanaman nilai-nilai pendidikan budaya keagamaan yang dilakukan oleh madrasah berdampak pada seluruh sivitas akademika untuk lebih giat mengembangkan budaya keagamaan di madrasah. Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa perubahan perilaku peserta didik menunjukkan perubahan positif yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya keagamaan yang ditanamkan dan juga telah membudaya. Dalam hal ini pengajaran budaya keagamaan di Madrasah Aliyah Abu Hurairah Mataram dapat dilihat dari berbagai kegiatan keagamaan yang diprogram dan dilaksanakan di lingkungan madrasah.

Upaya penanaman nilai-nilai keagamaan yang dilakukan madrasah mempengaruhi seluruh sivitas akademika untuk lebih berkomitmen terhadap pengembangan budaya keagamaan di madrasah. Dari pernyataan di atas terlihat jelas bahwa perubahan perilaku santri menunjukkan perubahan yang positif, hal ini dipengaruhi oleh penanaman nilai-nilai budaya keagamaan di lingkungan madrasah dan pesantren. Perubahan perilaku siswa tersebut menunjukkan perubahan positif yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya keagamaan yang ditanamkan dan menjadi budaya di lingkungan antar kabupaten.

Antusiasme siswa yang baik merupakan unsur yang sangat penting dalam melaksanakan kegiatan budaya keagamaan di madrasah. Terciptanya budaya keagamaan yang baik di madrasah disebabkan oleh adanya kerjasama seluruh komponen yang ada melalui: kegiatan gotong royong.

IMPLIKASI PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIOUS

PENUTUP

Gambar

Gambar 1.1  Pola Pelakonan, 53.

Referensi

Dokumen terkait

Identifying the Sweetness of Syrup with Light Refractive Index Hon-Seng Lo*, Eva Natalia Chiristina, Shang-He Hong and Siang-Lin Lin Senior High School, Juntou International School