Sehingga data yang diperoleh layak dijadikan indikator ukur untuk mengetahui keterbacaan pikiran masyarakat sehari-hari secara umum. Jadi, data yang diperoleh layak dijadikan indikator ukur untuk mengetahui Kepadatan Pikiran Umum Sehari-hari masyarakat. Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator ukur untuk mengetahui Luasnya Pikiran Umum Sehari-hari Masyarakat.
Uji Reliabilitas Koding Depth
Dengan menggunakan rumus Chi-Square, hasil untuk kategori Luas pada Harian Umum Tribun Jabar cukup tinggi yaitu sebesar 94,2%. Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator pengukuran penentuan Lintang di Tribun Algemeen Dagblad Jawa Barat. Sehingga data-data yang diperoleh layak dijadikan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui kedalaman Semangat Harian Umum Umat.
Akurasi
Uji Reliabilitas Koding Eye Witness Comparisons
Sehingga data yang diperoleh cocok digunakan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui perbandingan saksi mata pada surat kabar People's Daily General Mind. Dengan menggunakan rumus chi-kuadrat, hasil Perbandingan Saksi Mata Harian Tribun Jabar Jawa Barat cukup tinggi yaitu 100%, hasil ini dapat dikatakan sempurna. Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator ukur untuk mengetahui perbandingan saksi mata di Harian Umum Tribun Jabar.
Completeness
Uji Reliabilitas Koding Kelengkapan Unsur Berita
Begitu pula dengan tingkat korelasi antar coder yang sangat tinggi, dimana hasil pengukuran objektivitas lebih dari 70%. Dengan menggunakan rumus Chi-Square, Kelengkapan Berita hasil Pikiran Umum Harian Rakyat cukup tinggi yaitu 100%, hasil ini dapat dikatakan sempurna. Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui kelengkapan berita dalam Pikiran Umum Harian Rakyat.
Dengan menggunakan rumus Chi-Square, skor Kelengkapan Unsur Berita Harian Umum Tribun Jabar cukup tinggi yaitu 100%, skor ini dapat dikatakan sempurna. Sehingga data yang diperoleh layak dijadikan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui kelengkapan berita di Harian Umum Tribun Jabar. Begitu pula dengan tingkat korelasi antar coder yang sangat tinggi, dimana hasil pengukuran objektivitas lebih dari 70%.
Uji Reliabilitas Koding Reference
Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui acuan dalam pikiran masyarakat sehari-hari secara umum. Dengan menggunakan rumus Chi-Square maka hasil Referensi Harian Umum Tribun Jabar cukup tinggi yaitu 100%, hasil ini dapat dikatakan sempurna. Sehingga data yang diperoleh cocok dijadikan sebagai indikator pengukuran untuk mengetahui Referensi di Harian Umum Tribun Jabar.
Relevance
Uji Reliabilitas Koding Relative Salience
Dengan menggunakan rumus Chi-Square, hasil Relative Salience dari Pendapat Umum Harian Masyarakat cukup tinggi yaitu 100%, hasil ini dapat dikatakan sempurna. Jadi data yang diperoleh layak menjadi indikator pengukuran untuk menentukan kepentingan relatifnya dalam pikiran masyarakat sehari-hari secara umum. Dengan menggunakan rumus Chi-Square, hasil Relative Salience dari Harian Umum Tribun Jabar cukup tinggi yaitu 100%, hasil ini dapat dikatakan sempurna.
Sehingga data yang diperoleh cocok digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan Relative Salience di Harian Tribun Jabar.
Uji Reliabilitas Koding Relative priority
Dengan menggunakan rumus Chi-Square, hasil dari kategori Prioritas Relatif dalam Pikiran Umum Sehari-hari Masyarakat cukup tinggi yaitu 94,7%. Sehingga data yang diperoleh cocok sebagai indikator pengukuran untuk menentukan Prioritas Relatif Pikiran Umum Sehari-hari masyarakat. Dengan menggunakan rumus Chi-Square, hasil kategori prioritas relatif pada Harian Umum Tribun Jabar cukup tinggi yaitu 84,6%.
Analisis dan Interpretasi
Kategori Faktualitas .1 Subkategori Faktualitas
- Subkategori Checkability
- Subkategori Readability
Pada tabel di atas terlihat bahwa dari dua media yang penulis teliti yaitu Harian Ilmu Rakyat dan Tribun Jawa Barat, fakta menang dengan persentase 46,03%, opini 16,34%, campuran fakta dan opini 36,34%, dan bukan fakta opini 1,26%. Paragraf di atas merupakan salah satu kalimat yang diambil dari "Pikiran Sehari-hari Umum Rakyat" dengan judul Persib harus bisa tampil sempurna, edisi 3 Mei 2014 memuat pendapat penulis berita. Harian Umum Tribun Jabar bertajuk Maung Kurang Beruntung edisi 9 Mei memuat campur aduk fakta dan opini karena isi beritanya menjelaskan pertandingan yang terjadi antara Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Paragraf di atas merupakan salah satu kalimat yang diambil dari Harian Umum Tribun Jabar bertajuk Edisi Pertempuran Tegas edisi 8 Mei 2014 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika dilihat tabel di atas yang diambil dari 4 sampel Harian Umum Rakyat, terdapat lebih banyak berita yang bermanfaat dibandingkan berita yang kurang berguna dan tidak berguna. Berbeda dengan Tribun Jabar, jika melihat tabel di atas yang diambil dari 4 sampel Harian Umum Tribun Jabar, 91,66% berita bermanfaat dan 11,11% kurang bermanfaat.
Namun dalam hal ini, Harian Umum Tribun Jabar sedikit lebih unggul dibandingkan surat kabar umum Pikiran Rakyat pada kategori Keterbacaan. Contoh paragraf informasi yang bermanfaat dalam Pikiran Umum Sehari-hari Rakyat terdapat pada contoh berita berjudul Mereka Menodai Perjanjian Damai edisi 9 Mei 2014 yang terbit setelah laga Persib Bandung versus Persija Jakarta usai. hari). Demikian pula contoh paragraf informasi yang berguna di Harian Umum Tribun Jawa Barat terdapat pada contoh berita berjudul Izin Pertandingan Belum Keluar Edisi 6 Mei 2014 yang dimuat sebelum pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta dimulai (D- 2).
Namun ada juga informasi yang kurang bermanfaat, misalnya di Harian Umum Pikiran Rakyat terdapat contoh berita berjudul Persib Harus Mampu Tampil Sempurna edisi 3 Mei 2014 yang terbit sebelum Persib Bandung. Laga versus Persija Jakarta dimulai (H-5).
Kategori Information Value .1 Subkategori Density
- Subkategori Breadth
- Subkategori Depth
Pada kategori ini, Harian Umum Tribun Jabar sedikit lebih baik dibandingkan Harian Umum Pikiran Rakyat jika dilihat dari banyaknya pemberitaan yang padat. Contoh paragraf berita yang tidak padat dalam Pikiran Umum Sehari-hari Masyarakat ada pada contoh berita berjudul Tony Terluka, Djadjang Bersiap. Contoh paragraf berita padat di Harian Umum Tribun Jabar terdapat pada contoh berita berjudul Izin Pertandingan Belum Keluar, terbitan 6 Mei 2014.
Peneliti ingin mengetahui berapa sudut pandang yang dimuat dalam pemberitaan yang dikemas Harian Ilmu Rakyat dan Tribun Jawa Barat. Dari tabel diatas terlihat Pikiran Umum Harian Rakyat berhasil mengumpulkan persentase sebesar 50,00% pada paragraf satu sudut pandang dan dua sudut pandang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa berita-berita yang disajikan sehari-hari oleh Pikiran Umum Rakyat cukup baik karena menggunakan sudut pandang yang mendukung berita tersebut.
Namun sayangnya Harian Umum Umum Rakyat masih gagal menemukan posisi, karena ada enam frekuensi pada posisi paragraf satu. Berbeda dengan Harian Umum Pikiran Rakyat, Harian Umum Tribun Jabar mengumpulkan persentase yang sama kuatnya antara paragraf mendalam dan kurang mendalam, yaitu sebesar 50,00%. Contoh paragraf berita mendalam di Harian Umum Pikiran Rakyat ada pada contoh berita berjudul Persija Target Pergeseran Posisi Persib edisi 8 Mei 2014 yang terbit sebelum kompetisi berlangsung (hari H).
Contoh paragraf berita yang kurang mendalam di Harian Umum Tribun Jabar terdapat pada contoh berita berjudul Maung Kurang Beruntung edisi 9 Mei 2014 yang terbit setelah pertandingan berlangsung (hari H+1).
Kategori Akurasi
- Subkategori Eye Witness Comparisons Tabel 4.32
Isi berita tersebut menampilkan kronologis kerusuhan yang ditimbulkan ribuan The Jakmania di Tol Cipularang km 66. Kapolres Cimahi Erwin Kurniawan berharap kesepakatan antara Bobotoh dan The Jakmania benar-benar dilakukan semua pihak. Pada penggalan kalimat di atas disebutkan bahwa para korban, saksi peristiwa, dan pihak berwenang telah diidentifikasi yang mendukung keabsahan berita tersebut.
Hal ini juga dapat meyakinkan pembacanya bahwa berita tersebut tidak dibuat-buat dan benar-benar terjadi.
Kategori Completeness
- Subkategori Kelengkapan Unsur Berita Tabel 4.34
- Subkategori Reference
Contoh paragraf berita yang mengandung 5W+1H dalam pikiran masyarakat sehari-hari secara umum terdapat pada contoh artikel berita berjudul Persib harus bisa tampil sempurna edisi 9 Mei 2014. Persib Bandung harus bekerja keras dan tampil sempurna untuk bisa tampil sempurna. menang dan memperpanjang rekornya karena belum pernah kalah melawan Persia Jakarta dalam dua musim terakhir. What (apa) di sini menjelaskan topik yang diangkat dalam pemberitaan yaitu pandangan pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman terhadap pertandingan melawan Persia Jakarta.
Dimana (where) Djadjang Nurdjaman diwawancarai di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani dan pertandingan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat. Why (mengapa) Berikut statistik yang menunjukkan bahwa dalam empat pertemuan dua musim terakhir di Liga Super Indonesia, mereka selalu menang saat bermain di Stadion Si Jalak Harupat. Bagaimana (bagaimana) bila Persib Bandung harus bekerja keras dan tampil sempurna untuk bisa memenangkan pertandingan sekaligus memperpanjang rekor tak pernah kalah dari Persija Jakarta dalam dua musim terakhir, karena Persija Jakarta musim ini lebih konsisten dibandingkan musim sebelumnya. satu musim.
Berdasarkan tabel di atas, Harian Rakyat Otak Rakyat dan Tribun Jabar mendapatkan hasil yang sama yaitu 100% pada paragraf terdapat referensi dari 4 sampel yang dipilih dari berita Harian Berita Rakyat Berita dan Tribun Jabar. Contoh paragraf berita yang mengacu pada Harian Umum Tribun Jawa Barat terdapat pada contoh berita berjudul Pertempuran Penentu, terbitan 8 Mei 2014. Penggalan kalimat ini menjelaskan bagaimana Tony Sucipto dan Muhammad Ridwan memutuskan tidak akan mampu. memperkuat Persib Bandung saat menghadapi Persija Jakarta karena cedera.
Kisah ini sebelumnya muncul di Harian Umum Tribun Jabar dengan tajuk Tanpa Ridwan di Laga Krusial edisi 7 Mei 2014 dan Harian Umum Pikiran Rakyat dengan tajuk Tony Terluka, Djadjang Siapkan Jajang edisi 6 Mei 2014 yang menjelaskan bahwa Kedua pemain ini sempat mengalami kendala kesehatan untuk menyaksikan laga melawan Persija Jakarta.
Kategori Relevance
- Subkategori Relative Salience
- Subkategori Relative Priority
Contoh paragraf berita yang relevan muncul di Harian Umum Tribun Jabar pada contoh berita berjudul Maung Kurang Beruntung terbitan 9 Mei 2014. Penempatan berita ini juga di halaman utama Harian Umum Tribun Jabar beserta Sebuah foto menandakan bahwa berita ini tidak sekedar untuk meledak-ledak dan bermanfaat bagi masyarakat. Secara keseluruhan, pemberitaan pertandingan Persib Bandung vs Persija yang dimuat di Harian Rakyat dan Tribun Jawa Barat secara umum tidak berada di belakang, melainkan dapat ditemukan di rubrik khusus Persib dan Olahraga.
Namun jika dilihat dari sisi 'penting', Harian Umum Rakyat mengumpulkan persentase 58,33% penting, dan 41,66% kurang penting. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata berita tersebut penting, namun berita yang kurang penting tersebut tetap perlu dipublikasikan. Dengan prioritas Relatif, pembaca dengan sendirinya mengetahui berita mana yang penting dan berita mana yang kurang penting.
Contoh paragraf berita penting ada di Harian Umum Tribun Jabar dalam contoh berita berjudul Maung Kurang Beruntung dan di Harian Umum Pikiran Rakyat berjudul Mereka Menodai Perjanjian Damai edisi 9 Mei 2014. Seperti sebelumnya, jelasnya. bahwa ini adalah berita yang dimuat usai pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Namun keduanya membahas topik berbeda, Harian Umum Pikiran Rakyat membahas kronologis kerusuhan Jakmania yang terjadi di Tol Cipularang km 66, sedangkan Harian Umum Tribun Jabar membahas jalannya pertandingan yang berdurasi 90 menit tersebut. .
Kedua cerita ini sangat penting dan muncul di bagian utama berita, bersama dengan foto-foto peristiwa masing-masing.