• Tidak ada hasil yang ditemukan

002.-A5-FINAL-BOARD-MANUAL-2021-20122021.docx.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "002.-A5-FINAL-BOARD-MANUAL-2021-20122021.docx.pdf"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

Pemerintah tetap menugaskan Perum BULOG untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehubungan dengan ketahanan pangan nasional berupa: 1. Pemerintah menugaskan Perum BULOG untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehubungan dengan ketahanan pangan nasional berupa: 2.

Maksud dan Tujuan

Penyusunan Pedoman Tata Usaha Perum BULOG didasarkan pada asas-asas hukum perseroan, ketentuan anggaran dasar, peraturan perundang-undangan, petunjuk pemilik modal dan penerapan praktik GCG terbaik. Mengingat Pedoman Manajemen merupakan kumpulan asas-asas hukum perusahaan, maka pelaksanaannya harus selalu mengacu dan selalu mengikuti peraturan hukum dan keputusan Rapat Pembahasan Bersama (RPB).

Ruang Lingkup

Daftar Istilah dan Pengertian

Dewan Pengawas merupakan organ Perseroan yang bertugas mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan Pengurusan Perseroan.4. RPB merupakan Badan Perusahaan yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam Perusahaan dan memegang segala wewenang yang tidak dilimpahkan kepada direksi atau Dewan Pengawas.

Visi, Misi, dan Nilai AKHLAK

Sekretariat dewan merupakan satuan fungsional struktural di bawah dewan yang bertugas memberikan dukungan kepada dewan dalam melaksanakan tugasnya. 9 Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SE-7/MBU/07/2020 tentang Nilai-nilai Inti Sumber Daya Manusia pada Badan Usaha Milik Negara.

Dasar Hukum

PER-11/MBU/07/2021 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara; Kep-101/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Badan Usaha Milik Negara;

DEWAN PENGAWAS

Tugas Dewan Pengawas Dewan Pengawas bertugas: 10

Wewenang Dewan Pengawas

Meminta Direksi dan/atau pejabat lain di antara Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan; Eksekusi tindakan Pengurusan Perusahaan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2016;

Kewajiban Dewan Pengawas

Menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan dewan pengawas yang dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan; Remunerasi atau nomenklatur lain yang fungsinya sama dengan alat penunjang dewan pengawas, yang terdiri atas ketua dan anggota14;

Kriteria Anggota Dewan Pengawas

15 Bab II Huruf A angka (2) Lampiran Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-02/MBU/05/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas dan Dewan Pengawas BUMN. 16 Bab II Huruf B Lampiran Peraturan Menteri BUMN No.: PER-02/MBU/05/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas dan Dewan Pengawas BUMN.

Masa Jabatan Dewan Pengawas

Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) orang anggota Dewan Pengawas, maka salah satu anggota Dewan Pengawas diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas.19.

Rangkap Jabatan Anggota Dewan Pengawas

Anggota Dewan Pengawas dilarang menjadi pengurus partai politik, calon legislatif, anggota legislatif, calon presiden daerah, calon wakil presiden daerah, presiden daerah, dan/atau wakil presiden daerah.31. Pengurus partai politik, calon anggota legislatif, anggota legislatif, calon presiden daerah, calon wakil presiden daerah, presiden daerah, dan/atau wakil presiden daerah dilarang diangkat menjadi anggota Dewan Pengawas.32.

Program Pengenalan dan Peningkatan Kapabilitas Dewan Pengawas

Program induksi dapat berupa presentasi, pertemuan, kunjungan ke fasilitas dan kantor perwakilan perusahaan, serta peninjauan dokumen atau program lain yang dianggap sesuai bagi perusahaan. Pengurus wajib terus meningkatkan kompetensi yang berkaitan dengan tugas pengawasannya sesuai dengan bidang usahanya masing-masing dengan mengikuti program pelatihan dan/atau pengembangan profesi, seperti: 35.

Anggota Dewan Pengawas Independen 1. Jumlah Dewan Pengawas

  • Etika Jabatan Dewan Pengawas

Bersama-sama dengan administrasi, perusahaan bertanggung jawab untuk melindungi kerahasiaan data yang diperoleh selama pelaksanaan tugas anggota dewan pengawas 42 3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan Dalam melaksanakan tugasnya, dewan pengawas harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau anggaran dasar, pedoman tata kelola perusahaan yang baik dan kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.44.

Rapat Dewan Pengawas dan Mekanisme Pengambilan Keputusan

Penyelenggaraan rapat sebagaimana dimaksud pada angka 10 tidak diperlukan apabila seluruh anggota dewan pengawas hadir dalam rapat.56. Dalam hal anggota Dewan Pengawas yang paling lama masa jabatannya lebih dari 1 (satu), salah satunya

Kinerja Dewan Pengawas

Anggota dewan pengawas yang tidak dapat menghadiri rapat wajib mewakili anggota dewan pengawas lainnya.71. Menteri melakukan evaluasi kinerja anggota dewan pengawas setiap tahunnya dengan tidak mengurangi hak Menteri untuk memberhentikannya sewaktu-waktu dengan memperhatikan beberapa faktor, yaitu: 76.

Organ Pendukung Dewan Pengawas

BUMN No: Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN, Lampiran II Penjelasan 24 angka 79 poin (3) Cap. BUMN No: Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN, Lampiran II Penjelasan 24 angka 79 poin (4) Cap. BUMN No: Per-12/MBU/2012 tentang Badan Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN, Lampiran II Penjelasan 24 angka 81 ayat (3) angka satu huruf (3) Cap.

DIREKSI

Tugas Direksi Tugas Direksi 116

Wewenang Direksi

Melaksanakan segala tindakan dan perbuatan lain yang berkaitan dengan pengurusan dan kepemilikan kekayaan Perseroan, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan, serta mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan sehubungan dengan segala hal dan segala peristiwa. , dengan batasan sebagaimana diatur dalam pasal dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban Direksi

Memberikan penjelasan mengenai pengurusan perusahaan apabila diperlukan atau diminta oleh anggota Dewan Pengawas dan/atau Menteri; Menyimpan di tempat kediaman Perseroan, risalah rapat Dewan Pengawas dan risalah rapat Direksi, laporan tahunan, dokumen keuangan dan dokumen lainnya; Pemberian laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai ketentuan, serta laporan khusus dan laporan lainnya apabila diperlukan oleh Dewan Pengawas dan/atau Menteri;

Kriteria Anggota Direksi

Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Anggota pengurus diangkat untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) periode pemilihan berikutnya.

Komposisi dan Pembagian Tugas Direksi 1. Komposisi Keanggotaan Direksi

  • Pembagian Tugas Direksi
  • Direktur Pembina GCG Perusahaan 128

Para anggota Direksi yang memangku jabatan rangkap lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 1, mandatnya sebagai anggota Direksi berakhir sejak tanggal presentasi jabatan rangkap tersebut. 130. Anggota Direksi yang tidak mengundurkan diri dari jabatannya yang lama sebagaimana dimaksud pada angka 3, maka jabatannya sebagai anggota Direksi berakhir setelah lewat waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana ditentukan dalam angka 3.132 5. Pengurus partai politik, calon legislatif, anggota legislatif, calon presiden daerah, calon wakil presiden daerah, presiden daerah dan/atau wakil presiden daerah dilarang diangkat menjadi anggota Direksi.134.

Benturan Kepentingan Anggota Direksi 137

Dewan Komisaris pada perusahaan lain yang mewakili/memperjuangkan kepentingan BUMN, jika mendapat izin dari Menteri BUMN. Apabila terjadi benturan kepentingan yang melibatkan seluruh anggota direksi dan tidak ada dewan pengawas, menteri menunjuk satu orang atau lebih untuk mewakili perusahaan. Dalam hal seluruh anggota direksi atau dewan pengawas mempunyai benturan kepentingan dengan perusahaan, menteri menunjuk orang lain untuk mewakili perusahaan.

Program Pengenalan Dan Peningkatan Kapabilitas Direksi 1. Program Pengenalan 138

  • Etika Jabatan Anggota Direksi 1. Etika Keteladanan;

Anggota direksi dilarang melakukan tindakan yang mengandung benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi baik langsung maupun tidak langsung dari pengambilan keputusan dan kegiatan usaha selain penghasilan yang sah.144. Jika timbul konflik kepentingan, hal tersebut harus diungkapkan, dan anggota dewan terkait tidak boleh terlibat dalam proses pengambilan keputusan perusahaan terkait masalah tersebut. Anggota direksi tidak diperkenankan mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan pandangan, penilaian dan kepentingan pribadinya, yang dapat menimbulkan citra negatif bagi perusahaan.

Rapat Direksi dan Pengambilan Keputusan 1. Rapat Direksi

  • Mekanisme Rapat Direksi
  • Mekanisme Pengambilan Keputusan
  • Kebijakan Direksi dan Peluang Bisnis Perusahaan
  • Pengambilan Keputusan di Luar Rapat (Sirkuler)

Kuorum dalam hal ini ditetapkan lebih dari ½ (setengah) jumlah anggota pengurus atau wakilnya. Setiap anggota dewan berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk anggota dewan yang diwakilinya. Sekretaris perusahaan memberikan salinan risalah rapat dewan, yang disahkan dan ditandatangani oleh direktur, kepada setiap anggota dewan.

Kinerja Direksi

170 Pasal 2 Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-11/MBU/11/2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi BUMN. 174 Pasal 9 ayat (2) Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-11/MBU/11/2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi BUMN. 175 Pasal 11 Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-11/MBU/11/2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi BUMN.

Organ Pendukung Direksi 1. Sekretaris Perusahaan

Sekretaris Kementerian BUMN Nomor : SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi GCG pada BUMN. SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi GCG pada BUMN 193 Lampiran II Penjelasan 35 Nomor 130 digit (1) sd (6) Kep. Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi GCG pada BUMN.

HUBUNGAN KERJA DEWAN PENGAWAS DAN DIREKSI

Rapat Pembahasan Bersama (RPB)

  • Rapat Pembahasan Bersama (RPB) Tahunan
  • Rapat Pembahasan Bersama (RPB) Luar Biasa

OP diselenggarakan oleh Menteri dengan dihadiri oleh direksi, dewan pengawas, dan pemilik modal untuk mengkaji dan menyetujui laporan tahunan, yang dilaksanakan paling lambat pada batas waktu sesuai ketentuan. Laporan tahunan tersebut harus diperhatikan oleh dewan pengawas dan direksi sebelum disetujui dan diserahkan kepada menteri. OP luar biasa dapat dilakukan oleh direksi atau dewan pengawas atas permintaan tertulis dari pemilik modal, yang di dalamnya dirinci hal-hal yang perlu diperhatikan.

Perbuatan Direksi yang Memerlukan Persetujuan Tertulis dari Dewan Pengawas

Dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diterimanya penjelasan dan/atau tambahan dokumen dari Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Dewan Pengawas mengambil keputusan. Dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterimanya permohonan dari Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Dewan Pengawas harus memberikan tanggapan tertulis.218. Dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diterimanya penjelasan dan/atau dokumen tambahan dari Direksi sebagaimana dimaksud pada ayat (5), Dewan Pengawas harus memberikan tanggapan tertulis.221.

Komunikasi Formal dan Informal Komunikasi Formal

121 | dan pemilik modal pada saat ada acara penting dan/atau atas permintaan pengurus/pemilik modal. Pelaporan khusus adalah penyampaian laporan dari direksi kepada direksi di luar penyampaian laporan RKAP secara periodik triwulanan dan tahunan atas perintah direksi atau prakarsa direksi, yang berkaitan dengan pelaksanaan RKAP. perusahaan. kegiatan 241 Penanganan Korespondensi/Memorandum. Surat/memorandum dapat berupa undangan, sosialisasi, permintaan pendapat dan saran, permintaan jawaban tertulis yang konkrit, dan permintaan persetujuan pengurus kepada pengurus.

Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Gratifikasi, dan Whistle Blowing System

Komunikasi informal adalah komunikasi antara pengurus dengan dewan pengawas, antara anggota atau anggota suatu badan dengan badan lainnya, di luar ketentuan komunikasi formal yang diatur dalam undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penggunaan Waktu

Penyediaan, Penggunaan Tunjangan dan Fasilitas

Segala biaya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengurus dan direksi menjadi tanggungan perusahaan dan dituangkan secara jelas dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan. Penggunaan sarana dan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan pejabat, tamu perusahaan dan kepentingan lainnya tetap dapat terjadi dengan selalu mematuhi peraturan yang berlaku terhadap fasilitas tersebut dan apabila memungkinkan. Demikian pula penggunaan sarana dan prasarana untuk kepentingan pemerintah dan partai politik harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perjalanan Dinas

Jenis angkutan, penyedia akomodasi, dan besaran santunan perjalanan dinas bagi direksi dan dewan pengawas diatur lebih rinci dengan keputusan direktur. 246 Huruf E angka 2.a Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-08/MBU/12/2015 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri bagi Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN. 247 Huruf E angka 2.b Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-08/MBU/12/2015 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri bagi Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN.

ANAK/PATUNGAN

Pendahuluan

Setiap penanaman modal pada anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan harus mendapat persetujuan pemilik modal dan dituangkan dalam RPB yang memuat maksud dan tujuan serta jumlah kekayaan induk perusahaan atas modal saham tersebut. . Setiap perubahan modal saham pada perusahaan induk, termasuk penambahan dan pengurangan modal saham pada anak perusahaan dan/atau perusahaan patungan, diatur dalam RPB. Penambahan modal berupa penyertaan pada kekayaan perusahaan induk dan/atau pengurangan penyertaan modal perusahaan induk pada Anak Perusahaan atau Perusahaan.

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan

Perusahaan patungan hanya akan diberikan syarat dan jangka waktu tertentu sepanjang sesuai dengan kepentingan jangka panjang Perusahaan Induk berdasarkan persetujuan RUPS/Anak Perusahaan.

Mekanisme Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Anak/ Patungan

Kriteria Calon Dewan Komisaris Perusahaan Anak/Patungan 249

Kriteria Calon Direksi Perusahaan Anak/Patungan 250

Pengalaman, artinya yang bersangkutan mempunyai rekam jejak yang menunjukkan keberhasilan dalam mengelola BUMN/perusahaan/anak perusahaan/lembaga yang bersangkutan selama bekerja sebelum diangkat; 139 | dan/atau Perseroan, kecuali menandatangani pernyataan kesediaan untuk mengundurkan diri dari jabatannya apabila terpilih menjadi Anggota Direksi pada Anak Perusahaan/Perusahaan Patungan;

Penjaringan Calon Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Anak/Patungan 251

  • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Anak/Patungan

Anggaran Dasar Perum BULOG mengatur bahwa Direksi Perusahaan Induk memerlukan persetujuan tertulis dari Dewan Pengawas dan Menteri sebelum mengangkat seseorang menjadi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan/Perusahaan Bersama. Selanjutnya mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar Anak Perusahaan/Perusahaan Gabungan yang berdasarkan Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. RUPS anak perusahaan/perusahaan patungan bertujuan untuk mematuhi kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan induk, dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PENUTUP

Pemberlakuan Board Manual

Sosialisasi Board Manual

Evaluasi dan Reviu Board Manual

Referensi

Dokumen terkait

menunjukan secara parsial sbahwa Dewan Direksi dan Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan, hal ini menunjukan bahwa setiap