• Tidak ada hasil yang ditemukan

01 Alfian Ammardika Zuhdiansa 210611609230 proposal

N/A
N/A
Alfian Ammar

Academic year: 2024

Membagikan "01 Alfian Ammardika Zuhdiansa 210611609230 proposal"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

“ PENGARUH PERMAINAN KIDS ATHLETIC TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KEDIRI”

Disusun oleh:

Alfian Ammardika Z 210611609230

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. M.E. Winarno

DEPARTEMEN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah... 2

C. Hipotesis Penelitian...2

D. Ruang Lingkup Penelitian... 2

BAB II KAJIAN TEORI...3

A. Hakikat Variabel Terikat... 3

B. Hakikat Variabel Bebas...3

C. Hubungan Antara Variabel Terikat & Variabel Bebas...3

BAB III METODE PENELITIAN...4

A. Rancangan Penelitian... 4

B. Populasi dan Sampel Penelitian...4

C. Instrumen Penelitian... 5

D. Teknik Pengumpulan Data...6

E. Teknik Analisis Data...6

(3)

i

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Purwanto & Susanto (2018) Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan di sekolah selain bertujuan untuk menjaga kestabilan kesegaran jasmani siswa juga berperan sebagai media penanaman nilai-nilai olahraga yang terkandung di dalamnya, seperti halnya kesopanan, kejujuran, kedisiplinan, sportivitas, tanggungjawab, patang menyerah dan pola hidup sehat.

Dwiyogo (2010: 214) menggunakan istilah pendidikan jasmani yang di pakai dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di sekolah, bertujuan untuk mengembangkan fisik, mental emosi dan sosial. Kendala yang sering terjadi pada permainan kids athletic adalah kurang kreatifnya guru dalam merancang permainan atau melakukan modifikasi permainan kids athletic menyenangkan dan aman yang tidak menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan guru jarang memberikan permainan kids athletic saat aktivitas pembelajaran. Padahal dengan permainan kids athletic salah satu membangun karakter siswa. Guru di sini bertindak sebagai sumber belajar atau fasilitator dan siswa sebagai pebelajar atau orang yang belajar. Di era modern, banyak anak lebih menyukai teknologi alat-alat canggih dibandingkan dengan atletik, ini akan berdampak pada interaksi sosial dan karakter pada anak. Herguner (2012: 356) memiliki computer, bisa akses internet dirumah, pendapatan bulanan keluarga siswa, dan tempat di mana keluarga tinggal, memiliki pengaruh pada sudut pandang siswa dalam reaksi dan managemen pendidikan olahraga. Pendidikan orang tua memepengaruhi atau persepsi orang tua mengenai pentingnya anak untuk masa depan. Persepsi pentingnya pendidikan akan mempengaruhi terhadap perilaku yang dicerminkan dalam alokasi pengeluaran untuk pendidikan (Jerrim dan Micklewright, 2014). Atletik adalah olahraga tertua di dunia bahkan disebut juga sebagai Mother of Sport yaitu sebagai ibu atau induk dari olahraga, karena olahraga ini merupakan olahraga pertama kali yang ada di dunia menurut Purnomo (2007).

Pembelajaran atletik tepat jika dikenakan kepada siswa sejak Sekolah Dasar. Siswa akan memiliki kebugaran yang baik, karena atlsetik mengharuskan siswa bergerak aktif di dalam proses pembelajaran. Selain itu dengan siswa belajar atletik maka secara tidak langsung kemampuan gerak dasar siswa juga akan meningkat, kemampuan tersebut meliputi kemampuan lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif.

(5)

B. Rumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh permainan kids atletic terhadap tingkat kebugaran siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Kediri?

C. Hipotesis Penelitian

Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan pretest posttest one group design. Artinya tes dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan.

D. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup pada penelitian ini yaitu siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Kediri.

Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

(6)

BAB II KAJIAN TEORI A. Kebugaran Jasmani

Olahraga adalah suatu kegiatan kompleks serta melibatkan banyak pihak dalam kepengurusannya, sehingga peranan terhadap olahraga sangat penting. Bahwa terdapat tujuan dari olahraga selain untuk penyelenggaraan pertandingan, menurut UU No 3 Tahun 2005 pasal 4 olahraga mempunyai tujuan diantaranya untuk meningkatkan kesehatan, prestasi, menanamkan nilai-nilai moral, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Barlian (2013) olahraga memiliki 4 tujuan yaitu sebagai kebugaran jasmani, pertandingan, kelembagaan, dan sebagai aktivitas rekreasi.

Salah satu tujuannya yaitu untuk kebugaran jasmani dapat diartikan bahwa kebugaran jasmani adalah suatu kemampuan dan daya tahan fisik atau tubuh seseorang untuk melakukan berbagai macam aktivitas kehidupan sehari –hari, tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Pengertian kebugaran jasmani beberapa ahli olahraga macam –macam pengertiannya, kebugaran jasmani menurut Nurhasan (2011:12).

Salah satu cabang dalam olahraga yaitu atletik dapat diartikan bahwa atletik merupakan induk dari segala olahraga, atau yang dikenal sebagai mother of sport. Setiap kegiatan yang dilakukan sehari-hari menggunakan gerak dasar yang ada pada atletik, misalnya jalan, lari, lompat dan lempar. Gerak-gerakan tersebut tumbuh dan berkembang dari mulai anak sampai dewasa. Cabang olahraga atletik adalah cabang olahraga yang diperlombakan pada setiap multievent olahraga misalnya PON, Sea Games dan Olimpiade (Ali, 2020). Nomor atletik sudah diperlombakan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dengan nama Kids Atletik.

Kids atletik merupakan perlombaan yang dirancang IAAF dengan menyesuaikan perkembangan dan pertumbuhan anak (Mardyanto, 2019). Prihatin (2014) Tujuan dan fungsi diadakan pengukuran tes kemampuan gerak dasar kids atletik adalah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menampilkan kinerja sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut bertujuan untuk mengambil keputusan yang penting dalam melakukan bimbingan apa perlu diberi les, latihan, penyuluhan diikutkan dalam perlombaan, diluluskan dan diberi beasiswa.

(7)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Russeffendi (2010:

33) penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan observasi, wawancara atau angket mengenai keadaan sekarang ini, mengenai subyek yang sedang kita teliti. Menggunakan angket dan sebagainya kita mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menjawab suatu pertanyaan. Melalui penelitian deskriptif peneliti akan memaparkan yang sedang terjadi mengenai keadaan sekarang yang sedang diteliti. Untuk pendekatan penelitian dalam proposal ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, menurut Sugiyono (2018) metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meniliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pendekatan kuantitatif ini digunakan penulis untuk mengukur tingkat pengetahuan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tentang Kids Athletics.

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diukur, yang merupakan unit yang diteliti (Sugiono, 2018: 130). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Kediri.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiono, 2018:

131). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan teknik pengambilan sampel bersyarat. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2018: 85).

Menurut Hidayat (dalam Fahrurozi, 2020: 80-81) kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang mempunyai syarat menjadi sampel.

(8)

C. Instrumen Penelitian

Menurut Arikunto (2010: 203) Instrumen Penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Menurut Muljono (2002: 1-4) secara garis besar langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan sintesis dari teori-teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur, kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. Konstruk adalah bangun pengertian dari suatu konsep yang dirumuskan peneliti.

2. Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indicator variabel yang sesungguhnya telah tertuang secara eksplisit pada rumusan konstruk variabel langkah di atas.

3. Memberi kisi-kisi instrumen dalam bentuk spesifikasi yang memuat dimensi, indikator, nomor butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi indikator.

4. Menetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam suatu rentangan kontinum dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan, misalnya dari rendah ke tinggi, dari negatif ke positif.

5. Menulis butir-butir instrumen yang dapat berbentuk pernyataan atau pertanyaan.

6. Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harusmelalui proses validasi.

7. Tahap validasi yang pertama yang ditempuh adalah validasi teoretik, yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel.

8. Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan dari panel.

9. Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoretik atau secara konseptual, dilakukan pengaduan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba.

10. Uji coba di lapangan merupakan bagian dariproses validasi empirik.

11. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan kriteria baik kriteria internal maupun kriteria eksternal.

(9)

13. Untuk kriteria internal atau validitas internal, berdasarkan hasil analisis butir maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk diujicoba.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan memberikan instrumen berupa tes kepada responden yang menjadi subyek dalam penelitian. Adapun mekanismenya adalah sebagai berikut:

1. Peneliti meminta surat izin penelitian dari fakultas.

2. Peneliti mencari data guru melalui website dan sumber informasi lainnya.

3. Sebelum melakukan penelitian di sekolah peneliti meminta izin kepada kepala sekolah terlebih dahulu, setelah diizinkan peneliti melakukan penelitian dengan siswa kelas V.

E. Teknik Analisis Data

Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase, yaitu data dari instrumen yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan persentase. Pada penelitian ini, teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskripstif yang selanjutnya dimaknai.

(10)

Daftar Rujukan

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Barlian, E. 2013. Sosiologi Olahraga. Padang: Sukabina Press

Dwiyogo, W. 2010. Dimensi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Jasmanai Dan Olahraga.

Jakarta: Wineka Media.

Fahrurozi Achmad. (2020). Tingkat Pengetahuan Peserta Didik Kelas V Pada Pembelajaran Atletik Di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Kraton Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Herguner. 2012. Views Of Students In The Department Of Recreation And Sport Management On Distance Education. The Turkish Online Journal of educational Technology, 11 (4):

01.

Muljono, P. (Agustus 2002). Penyusunan Dan Pengembangan Instrumen Penelitian. Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Peningkatan Suasana Akademik, di Universitas Negeri Jakarta.

Nurhasan. 2011. Tips Praktis Menjaga Kebugaran Jasmani. Gresik Jawa Timur: Abil Pustaka Purwanto, S., & Susanto, E. (2018). Nilai-nilai karakter dalam pendidikan jasmani.

Yogyakarta: UNY Press

Prihatin, E. (2011). Manajemen Peserta Didik. Bandung: Alfabeta

Repiansyah, M., Alsaudi, A. T., & Pudjiastuti, S. R. (2020). Pengaruh Permainan Kid’s Athletic terhadap Tingkat Kebugaran Siswa. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III (pp. 38-43).

Russeffendi, E. T. (2010). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.

Purnomo,E. (2007). Pedoman Mengajar Atletik. Yogyakarta: FIK UNY.

Winarno, M.E. 2011. Metodologi Penelitian. Malang: Media Cakrawala Utama Press.

Ruseffendi, H. E. T. (2010). Perkembangan pendidikan matematika. Jakarta: Universitas

(11)

Sugiono, P. D. (2018). METODE PENELITIAN Kuantitati, Kualitatif dan R&D. Jakarta:

Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2013) sebagai berikut : “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, menurut Sugiyono (2018, dalam Imron, 2019) metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang didasarkan pada filsafat

Menurut Sugiyono, pendekatan kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada possitivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif .Menurut Sugiyono (2015:14) metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme

Pendekatan penelitian kuantitatif sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2018: 15) diartikan sebagai penelitian berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan

Menurut Sugiyono, pendekatan kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada possitivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Menurut Sugiyono (2016) penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat

Pendekatan Penelitian Menurut Sugiyono 2017, menjelaskan bahwa: Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,