• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1 ABSTRAK"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

BMT Hasanah didirikan di bawah payung hukum Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Dengan memanfaatkan simpanan pokok anggota, maka Anggota bersama pengurus dan pengurus BMT Hasanah mempunyai visi dan misi yang sama. Sehingga dalam pengelolaan Bisnis BMT Hasanah tidak hanya mengutamakan bisnis namun juga meninggalkan nilai sosial.

Jumlah anggota BMT Hasanah sebanyak 85 orang pada tanggal 31 Desember 2011, dan dua orang anggota BMT mengundurkan diri pada tanggal 16 Mei 2012. BMT Hasanah merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang benar-benar menerapkan prinsip syariah dalam setiap aktivitas transaksinya sesuai dengan Al-Quran dan al-hadist. Apalagi BMT Hasanah sebenarnya menggunakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam menjalankan aktivitasnya.

Hal inilah yang menjadi pembeda antara BMT Hasanah dengan lembaga keuangan mikro syariah lainnya, dimana pada lembaga keuangan mikro syariah lainnya masih terdapat unsur konvensional seperti bagi hasil yang dirata-ratakan, pembiayaan bagi hasil diambil dari pinjaman pokok yang tidak berdasarkan keuntungan melainkan di BMTHasanah untuk pembagian keuntungan berdasarkan keuntungan pelanggan, bukan hutang pokok. Selain hal di atas, penulis memilih BMT Hasanah sebagai objek penelitian karena sulitnya pengumpulan data di lapangan, sehingga objek penelitian diambil di BMT Hasanah walaupun jauh dari pendirian, kecuali kredit BMT Hasanah. - Risiko pembiayaan lebih tinggi dibandingkan lembaga keuangan konvensional karena BMT mempunyai kerugian distribusi antara nasabah dan BMT.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan penjelasan latar belakang permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Syari`ah Hasanah Di Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Periode 2012-2014.

Manfaat Penelitian 1. Manfaat praktis

Telaah Pustaka

KUD Banyumanik Finance di Kota Semarang” yang menjelaskan bahwa jika dilihat dari perkembangannya, rasio likuiditas KUD Banyu Manik pada tahun 2002-2006 cenderung berfluktuasi. Penelitian Dewi Mariaty dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pemerintah Kabupaten Kekar ​​Ponorogo” menjelaskan bahwa rasio likuiditas meliputi. 16Ulin NI`mah, Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi BMT Bina Usaha Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang (Skripsi Universitas Negeri Semarang, 2011).

18Dewi Mariaty, Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (KPRI) Padat Pemerintah Kabupaten Ponorogo, (Skripsi, Universitas Muhamadiyah Ponorogo, 2011). Kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas dan sewa pada KUD Musuk Kabupaten Boyolali menjelaskan bahwa kondisi keuangan KUD Mususk dilihat dari likuiditasnya (quick rasio) menunjukkan kondisi yang sangat baik karena berada diatas standar yang digunakan dalam penelitian ini. posisi keuangan jangka panjangnya dilihat dari solvabilitasnya menunjukkan posisi yang baik karena dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya pada waktu yang tepat.nilai positif artinya sudah dapat menghasilkan keuntungan, namun kurang efektif karena kurang dari standar.19Mutmainah, Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Multi Usaha Putra Mandiri Kabupaten Jember, (Skripsi, Universitas Jember, 2013).

Selain objek penelitian, perbedaan penelitian penulis dengan penelitian terdahulu adalah pada penelitian terdahulu kinerja keuangan suatu bank atau lembaga mikro dianalisis menggunakan tiga atau empat rasio, namun dari laporan tersebut belum ada yang membahas mengenai risiko kredit. rasio. , genap. padahal risiko kredit merupakan hal yang sangat penting dalam suatu bank atau lembaga keuangan, mengingat banyak sekali risiko yang akan diambil oleh suatu bank atau lembaga mikro dalam melakukan transaksi pembiayaan, salah satu risiko tersebut adalah risiko kredit macet khususnya pada lembaga keuangan syariah. Risiko kredit BMT lebih tinggi karena dalam pembiayaan musyarakah dan mudharabah jika terjadi kerugian maka BMT juga menanggung kerugian yang ditimbulkan oleh nasabah. 20Prawitasari, Analisis Kinerja Keuangan Dilihat dari Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas pada KUD Musuk Kabupaten Boyolali, (Skripsi, Universitas Sebelas Maret, 2011).

Sistematika Pembahasan

PENDAHULUAN

TELAAH PUSTAKA

METODE PENELITIAN

PEMAPARAN DATA HASIL PENELITIAN

KESIMPULAN

Pengertian Koperasi dan BMT

  • Pengertian Koperasi Syari`ah
  • Pengertian BMT
  • Sistem Operasional Pada BMT
  • Definisi Kinerja Organisasi
  • Definisi Kinerja Keuangan
  • Kegunaan Laporan Keuangan
  • Tujuan Laporan Keuangan
  • Pihak-pihak Yang Berkepentingan dalam Laporan Keungan
  • Rasio Keuangan
  • Rasio Rentabilitas
  • Rasio Solvabilitas
  • Rasio Efisiensi
  • Rasio Resiko Kredit

Melaporkan dan mempertanggungjawabkan laporan keuangan kepada pengurus, pengurus dan anggota pada rapat anggota. Peninjauan disini dilakukan dengan maksud agar laporan keuangan yang dibuat telah sesuai dengan penerapan prinsip-prinsip yang berlaku umum dalam dunia akuntansi, sehingga hasil laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Laporan keuangan menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada waktu atau periode waktu tertentu.

Di sisi lain, Farid dan Siswanto mengatakan laporan keuangan merupakan informasi yang diharapkan dapat membantu penggunanya dalam mengambil keputusan ekonomi keuangan. Lebih lanjut Munawir mengatakan bahwa laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai posisi keuangan dan hasil yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Lebih lanjut Munawir mengatakan laporan keuangan merupakan hasil suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau kegiatan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang memiliki data atau kegiatan perusahaan tersebut.

Kasmir kemudian menyatakan bahwa laporan keuangan menunjukkan keadaan keuangan secara keseluruhan.39 Lebih lanjut Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa laporan keuangan adalah neraca dan laporan perhitungan laba. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan suatu rangkuman proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan, yang digunakan untuk menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu. Berdasarkan konsep keuangan, laporan keuangan diperlukan untuk mengukur secara berkala hasil usaha dan perkembangan perusahaan serta mengetahui sejauh mana perusahaan telah mencapai tujuannya.40 Selain itu, Munawir mengatakan bahwa kegunaan laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak yang memerlukannya mengenai keadaan suatu perusahaan dari sudut pandang dan angka dalam satuan moneter. 42 Menurut standar akuntansi keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi untuk menyediakan posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna bagi berbagai macam pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dengan adanya laporan keuangan, selain untuk menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan atau bank juga digunakan untuk menilai kinerja pengurus suatu perusahaan atau bank tertentu, sehingga dapat diketahui apakah kinerja manajemen berhasil atau tidak. . kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan atau bank. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, rasio keuangan adalah alat analisis keuangan suatu perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data-data keuangan yang terdapat dalam pos-pos akuntansi yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas48. Rasio keuangan atau financial ratio ini sangat penting untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan. Ini adalah pengganti yang lebih sederhana untuk informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang sangat rinci dan kompleks.

Penggunaan rasio keuangan akan memberikan ukuran relatif terhadap kondisi suatu perusahaan, yang dimaksud disini adalah relatif dimana rasio keuangan bukan merupakan kriteria mutlak. Analisis horizontal/Analisis tren yaitu perbandingan laporan keuangan perusahaan tahun-tahun sebelumnya dengan tujuan untuk melihat tren laporan keuangan perusahaan pada periode waktu tertentu. Analisis vertikal yaitu perbandingan data laporan keuangan perusahaan dengan laporan sejenis dari perusahaan atau industri lain yang sejenis pada periode yang sama.

Untuk menilai posisi keuangan jangka pendek, berikut ini disajikan sejumlah rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menganalisis dan menerapkan data tersebut.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Natukoy sa Talahanayan 4 ang ranggo ng mga negatibong dulot ng paggamit ng animated videos sa pagtuturo ng panitikan, lumabas na nanguna rito ang hindi lahat ng guro ay maalam sa