ARTI PENTING DAN ASAS-ASAS
DALAM HUKUM ACARA PIDANA
BRAHMA ASTAGIRI, SH., MH.
HUKUM ACARA PIDANA
MATERIIL = MATERI PEMIDANAAN (:KUHP)
FORMIL = TATA CARA / PROSES BERACARA
PIDANA (:KUHAP)
SIFAT HUKUM PIDANA FORMIL TERHADAP HUKUM PIDANA
MATERIIL :
Menegakkan melaksanakan
mempertahankan
Mengabdi kepada hukum materiil
PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT LANGSUNG
DALAM HUKUM ACARA PIDANA
Aparat Penegak Hukum seperti Polisi, Jaksa, Hakim dan Petugas Lapas
Tersangka atau terdakwa atau terpidana atau Advokad
Korban.
PERATURAN
PERUNDANGAN
TERKAIT DG KUHAP (UU 8/81):
(UNDANG-UNDANG ORGANIK)
1. UU Kepolisian 2. UU Kejaksaan
3. UU Mahkamah Agung
4. UU Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman 5. UU Lembaga Pemasyarakatan
6. UU Perlindungan Saksi dan Korban 7. UU Advokad
ASAS-ASASS DALAM HAP
Asas opportunitas dan asas legalitas.
Equality before the law, Verbod van eigen richting, Iudex ne procedat ex officio, Openbaar heid van het process,
Kebebasan hakim dalam mengadili suatu perkara pidana.
Asas praduga tak bersalah
ASAS LEGALITAS
Merupakan penegasan bahwa adanya aturan main dalam beracara pidana merupakan suatu keharusan yang ada terlebih dahulu serta adanya kewajiban untuk menuntut semua perkara pidana yang ada demi mewujudkan rasa kepastian hukum.
ASAS LEGALITAS
HUKUM PIDANA MATERIIL =
NULLUM DELICTUM NULLA POENA SINE PRAEVIA LEGE POENALI (NO CRIME NO PUNISHMENT WITHOUT PREVIOUS PENAL LAW)
HUKUM FORMIL = …?
Asas legalitas dalam Hk Formil= setiap Penuntut Umum wajib segera mungkin menuntut setiap perkara.
Artinya, asas legalitas lebih dimaknai setiap perkara hanya dapat diproses di pengadilan setelah ada
tuntutan terhadapnya (berdasarkan Hukum Acara).
pengecualian terhadap asas ini dikenal dengan adanya penerapan asas oportunitas yang berarti bahwa demi kepentingan umum, Jaksa Agung dapat mengesampingkan penuntutan suatu perkara pidana.
ASAS LEX SCRIPTA.
hukum acara pidana yang mengatur proses
beracara dengan segala kewenangan yang
ada harus tertulis . Selain itu, asas ini
juga mengajarkan bahwa aturan dalam
hukum acara pidana harus ditafsirkan
secara ketat.
ASAS DIFERENSIASI FUNGSIONAL
Asas ini menyatakan setiap aparat penegak hukum dalam sistem
peradilan pidana memiliki tugas dan
fungsinya sendiri yang terpisah antara
satu dengan yang lan;
EQUALITY BEFORE THE LAW
Semua sama dimuka hukum
Memberikan jaminan bahwa semua manusia harus
diperlakukan sama/setara kedudukan (hak/kewajiban) nya dihadapan hukum.
VERBOD VAN
EIGENRICHTING
Menjamin bahwa penerapan hukum acara pidana harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan bukan didasarkan atas usaha main hakim sendiri.
Eigenrichting = an action where citizens, trying to enforce rights or reacting to crimes, transgress legal limits.
IUDEX NE PROCEDAT EX OFFICIO
Ex officio = Judge do not procesute
memberikan penegasan bahwa hakim harus
bersifat pasif dalam penuntutan
namun bersifataktif ketika melakukan pemeriksaan dimuka
persidangan.
OPENBAAR HEID VAN HET PROCESS
menjamin bahwa sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum kecuali dalam hal yang diatur dalam undang-undang.
KEBEBASAN HAKIM DALAM MENGADILI SUATU PERKARA
PIDANA
prinsip independensi kehakiman dari pihak
manapun juga baik secara individu maupun
institutional
ASAS PRADUGA
TIDAK BERSALAH
Dugaan awal yang harus dilakukan adalah setiap individu itu tidak bersalah.
Asas ini memberikan ketegasan bahwa tersangka ataupun terdakwa tidak dapat dinyatakan/
diperlakukan bersalah sampai ada keputusan yang
inkracht van gewijsde.
ASAS OPORTUNITAS
… DEPONEERING
memberikan jaminan bahwa tidak semua perkara pidana harus dilanjutkan dalam persidangan dan mencapai putusan yang inKracht sepanjang
kepentingan umum (Kepentingan
Masy+Pemerintah) menginginkannya.
OPORTUNITAS
Pasal 35 c UU 16/2004 tentang Kejaksaan. Dikatakan “Jaksa Agung mempunyai tugas dan wewenang: menyampingkan perkara demi kepentingan umum.”
Makna “kepentingan umum” dalam penjelasan Pasal 35 butir c adalah: “Yang dimaksud dengan “kepentingan umum” adalah kepentingan bangsa dan negara dan/atau kepentingan masyarakat luas.”
Hanya dapat dilakukan oleh Jaksa Agung, setelah memperhatikan saran dan pendapat dari badan-badan kekuasaan negara yang mempunyai hubungan dengan masalah tersebut.
OPENBAARHEID VAN HET PROCESS,
Openbaarheid: terbuka disaksikan umum/ publisitas/ terbuka secara public.
Ada pengecualian yang diatur UU untuk kasus2 tertentu yang melibatkan anak-anak , korban perkosaan, dll.