• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Bagaimana tingkat keamanan obat antivirus ... - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "1. Bagaimana tingkat keamanan obat antivirus ... - Spada UNS"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Yosef Calasanza Chrisna Pradana M3518056

1. Bagaimana tingkat keamanan obat antivirus dan obat lain yg ada untuk ibu hamil dan menyusui ?

Berikut kategori tingkat keamanan penggunaan obat pada ibu hamil dari FDA (Food Drug Administration) :

Kategori A

Aman untuk janin seperti vitamin C asam folat, vit B6, parasetamol, zinc, dan sebagainya.

Kategori B

Cukup aman untuk janin seperti amoksisilin, ampisilin, azitromisin, bisakodil, cefadroksil, cefepim, cefixim, cefotaxim, ceftriaxon, cetirizin, klopidogrel, eritromisin, ibuprofen, insulinlansoprazol, loratadin, me penem, metformin, metildopa, metronidazol, dan sebagainya.

Kategori C

Dapat beresiko, digunakan jika perlu. Obat dianjurkan hanya jika manfaat yang diperoleh oleh ibu atau janin melebihi resiko yang mungkin tim bul pada janin. Contohnya albendazol, allopurinol, aspirin, amitriptilin, kalsitriol, kalsium laktat, kloramfe nikol, ciprofloksasin, klonidin, kotrimoksazol, codein + parasetamo dektrometorfan, digoksin, enalapril, efedrin, flukonazol dan sebagainya.

Kategori D

Ada bukti positif dari resiko, digunakan jika darurat. Pengunaan obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan. Contohnya alprazolam, amikasin, amiodaron, carbamazepin, klordiaz epoksid, diazepam, kanamisin, fenitoin, asam valproat, dan sebagainya.

Kategori X

Kontraindikasi dan sangat berbahaya bagi janin, conhnya (amlodipi atorvastatin), atorvastatin, (kafein + ergotamin), (desogestrel + etinil es tradiol), ergometrin, estradol, miso prostol, oksitosin, simvastatin, warfarin.

Kategori penggunaan obat bagi ibu menyusui :

L1: Paling aman, contohnya parasetamol, ibuprofen, loratadin

L2: Aman, contohnya cetirizin, dimenhidrinat, guaiafenesin.

L3: Cukup aman,contohnya pseudoefedrin, lorazepam, aspirin

(2)

L4: Kemungkinan berbahaya, contohnya kloramfenikol, sibutramin

L5: Kontraindikasi, contohnya amiodaron

Obat antiviral yang digunakan pada Concensus Internitonal

 Lopinavir, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C, ibu menyusui tidak dianjurkan mengkinsumsi obat ini.

 Ritonavir, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori B, ibu menyusui tidak dianjurkan mengkinsumsi obat ini.

 Ribavirin, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori X.

 Oseltamivir, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C.

 Chloroquine, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C.

 Tocilizumab, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C.

 Interferon, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C.

 Asam askorbat, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori A.

 Ramdesivir, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori X.

 Imunoglobulin, untuk obat ini pada ibu hamil termasuk dalam kategori C.

2. Permasalahan apa yang potensial muncul dari alternatif pilihan pengobatan ?

a. Dosis berlebih b. Terapi obat salah c. Reaksi obat merugikan d. Gagal menerima obat

Berikut contoh efek yang tidak diinginkan pasien berdasarkan Concensus Internitonal:

Lopinavir, Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau pada saat waktu sekitar makan pada makanan atau makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Masalah yang mungkin muncul adalah diare, sakit perut, muntah, dispepsia.

 Ritonavir, masalah yang mungkin muncul perubahan bentuk atau lokasi lemak tubuh (terutama di lengan, kaki, wajah, leher, payudara, dan pinggang).

Ribavirin, masalah yang mungkin terjadi adalah adanya tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Oseltamivir, masalah yang mungkin muncul adalah susah tidur, sakit kepala.

Chloroquine, masalah yang mungkin muncul adalah pusing, mual, rambut rontok.

(3)

Tocilizumab, masalah yang mungkin muncul adalah batuk, sesak nafas.

 Interferon, masalah yang mungkin muncul adalah demam, sakit kepala.

 Asam askorbat, masalah yang mungkin muncul adalah diare, mual, muntah.

 Imunoglobulin, masalah yang mungkin muncul adalah dada sesak, kejang- kejang, merasa seperti pingsan.

3. Monitoring apa yang perlu farmasi lakukan terkait pengobatan yang diterima oleh pasien ?

Pemantauan Terapi Obat mencakup pengkajian dari:

Ketepatan terapi dari regimen obat pasien

Ketepatan penggunaan obat (dosis, indikasi, interaksi, antagonis, duplikasi, kontraindikasi dan lain-lain)

Ketepatan rute, jadwal dan metode pemberian dosis obat

Ketepatan informasi yang diberikan pada pasien

Tingkat kepatuhan pasien dengan regimen obat yang tertulis

Interaksi obat – obat, obat – makan, obat – uji laboratorium dan obat – penyakit

Data laboratorium klinik dan farmakokinetika untuk mengevaluasi efek samping, toksisitas / efek merugikan

Tanda fisik dan gejala klinik yang relevan dengan terapi obat pasien

Referensi

Dokumen terkait