Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing) SELFIE DI MEDIA SOSIAL
(STUDI PEMAKNAAN DAN KONSEP DIRI DI INSTAGRAM PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA)
Nadila Ulva¹ Bukhari²
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah Email : [email protected]
ABSTRAK
Selfie merupakan sebuah seni fotografi yang biasanya dilakukan sendirian atau berkelompok dengan menggunakan kamera smartphone, yang kemudian diunggah ke situs-situs jejaring sosial seperti instagram.
Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara, dan dokumentasi.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna selfie bagi mahasiswa serta untuk mengetahui konsep diri yang dimiliki oleh pelaku selfie tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, makna selfie adalah kegiatan memotret diri sendiri, berpose tanpa bantuan orang lain yang biasanya dilakukan menggunakan kamera depan smartphone. Perilaku selfie merupakan sebuah kegiatan yang positif yang dapat menghibur pengguna dalam berekspresi. Untuk hasil fotonya tidak semua diunggah, akan tetapi melalui seleksi, hanya foto selfie yang bagus dan menarik yang akan diunggah ke media sosial instagram di karena agar tetap menjaga image dan harus tampil semaksimal. Adapun hal yang menarik dari fenomena selfie ini yaitu adanya konsep diri positif, yang dapat dilihat pada aktivitas mereka saat sebelum mengupload foto, yaitu tidak memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan, dengan begitu pelaku selfie dapat menerima diri apa adanya, dan konsep diri negatif, yaitu yang cederung berlebihan dalam memanipulasi atau mengedit bahkan merubah tampilan, bentuk wajah, warna kulit, dan makeup yang berlebihan yang dikarenakan kurangnya percaya diri.
Kata Kunci :Selfie, Konsep Diri, Instagram, Smartphone
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
SELFIE ON SOCIAL MEDIA
(STUDY OF USEFUL AND SELF-CONCEPT IN INSTAGRAM IN SYIAH KUALA UNIVERSITY STUDENTS)
ABSTRACT
Selfie is an art of photography that is usually done alone or in groups using a smartphone camera, then uploaded to social networking sites like Instagram. This study uses qualitative research methods using a sampling procedure that is purposive sampling with data collection techniques in the form of interviews, documentation and visual material.
The theory used in this study is the Symbolic Interaction Theory by George Herbert Mead. This study aims to determine the meaning of the selfie phenomenon for students and to know the self-concept that is owned by the perpetrator of the selfie it self. Based on the results of the study, the meaning of selfie is the activity of photographing or photographing your self, adjusting the style or poses without the help of other people and usually use the smartphone's front camera. Selfie is a positive activity that can be entertaining and expressive for the users.
Not all selfies are uploaded, but through the selection. Only good and interesting selfies will be uploaded to Instagram. The interesting thing about this phenomenon are, the existence of a positive self-concept, which can be seen in their activities before uploading a selfie photo, which is they're not manipulating their selfies excessively, so they can accept themselves as they are. And negative self-concept, which tends to be excessive in manipulating or editing even changes the appearance, face shape, skin color, and excessive makeup due to lack of self- confidence.
Keywords: Selfie, Self-concept, Instagram, Smartphone.
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing) PENDAHULUAN
Teknologi infomasi telah berkembang begitu pesat dan tidak dapat dipungkiri lagi akan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Segala perubahan mulai dari cara bicara, tingkah laku dan berbusana pun mulai tampak di dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kemunculan teknologi informasi berbasis internet secara otomatis ikut mempengaruhi perkembangan media sosial di kalangan masyarakat. Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain dalam bentuk ikatan sosial sehingga tidak mengenal batas, jarak, ruang dan waktu. ( Nasrullah,2015:11).
Selfie merupakan kegiatan memotret diri sendiri melalui smartphone, kemudian diunggah melalui media sosial, hadirnya gadget memudahkan manusia melakukan foto selfie, foto menurut Ronald Barthe merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan dan keyakinan seseorang atau sebagai bukti. (Dian Swandayani,2005:10)
Mahasiswa Fisip Unsyiah sebagai konsumen dalam kemajuan teknologi informasi, dimana fenomena kegiatan selfie tersebut dilakukan, dimanapun dan kapanpun. Kegiatan selfie membuat kebanyakan mahasiswa mengabadikan berbagai macam peristiwa, momen dan situasi apapun kedalam sebuah foto dan kemudian foto tersebut akan di bagikan ke akun media sosial yang dimiliki. Seolah-olah mengabadikan suatu peristiwa dengan berfoto selfie ini adalah suatu keharusan, meskipun peristiwa itu sudah terjadi berulang-ulang kali.
Fenomena selfie juga dianggap sebagai perangkat citra diri di masyarakat urban. Selfie merupakan fenomena baru dan telah menyebar luas ke setiap lapisan masyarakat, seiring dengan bermunculana situs jejaring sosial, seperti halnya instagram. Fenomena selfie dalam instagram memunculkan persoalan baru, terlihat dari selfie yang ditampilkan dalam instagram seperti ekspresi, latar tertentu dan atribut yang dikenakan. Hal lain dari pada itu, selfie juga telah dianggap sebagai kebiasaan khalayak dalam bermedia sosial dan semakin kuat kebiasaanya tersebut ditandai adanya komentar yang diberikan oleh pengguna lain terhadap foto selfie yang di bagikan.(Kursrini,2013)
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
Selain itu selfie merupakan bentuk komunikasi secara non-verbal dimana penyampaian pesan lebih ditunjukan menggunakan tanda-tanda dari sebuah ekspresi dalam foto. Melihat fenomena selfie sekarang ini yang semakin populer telah menyebar kesetiap lapisan masyarakat baik pada tingkat umur maupun pendidikan, terlihat kecenderungan ingin menunjukan sesuatu dari diri mereka baik ekspresi dan latar maupun attribut yang ditampilkan. Seperti di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi tidak terkecuali pada mahasiswa Fisip Universitas Syiah Kuala.
Khususnya Mahasiswa Fisip yang umumnya menggunakan media sosial instagram sebagai tempat menyalurkan atau membagikan bentuk ekspresi diri dengan ber-selfie. Berdasarkan observasi awal, peneliti melihat bahwa kegiatan selfie adalah suatu kegiatan yang wajib untuk mengabadikan momen-monen, sehingga dimanapun dan kapan pun selalu mengabadikannya dalam bentuk ber-selfie mahasiswa Fisip tidak kalah eksis dari selebgram (selebriti instagram), akan tetapi dari kegiatan tersebut dapat berdampak buruk, seperti halnya khasus yang baru baru ini terjadi di kalangan mahasiswa Fisip salah satu informan yang hampir tertabrak kendaraan bermotor ketika mengambil foto selfie di ketika sedang mengendarai sepeda motor, kegiatan ini sedang populer sehingga mahasiswa tersebut tertarik untuk melakukan kegiatan selfie yang ekstrim dengan dalih mengikuti apa yang sedang populer saat ini. Untuk menampilkan sesuatu yang menarik seseorang bisa melakukan berbagai cara agar hasil foto selfie terlihat bagus dan menarik tanpa harus memikirkan bahayanya.
Adapun tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang bagaimana Mahasiswa Universitas Syiah Kuala memaknai selfie di media sosial. dan bagaimana konsep diri yang dimiliki oleh Mahasiswa Universitas Syiah Kuala terhadap foto selfie di media sosial.
Penelitian menggunakan teori interaksi simbolik. Interaksi simbolik pertama kali dicetuskan oleh George Herbet Mead. Pada awal perkembanganya, interaksi simbolik lebih menekankan studinya tentang perilaku manusia pada hubungan interpersonal bukan pada keseluruhan kelompok atau masyarakat. Proporsi paling mendasar dari interaksi simbolik adalah perilaku dan interaksi manusia itu dapat dibedakan,
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
karena ditampilkan lewat simbol dan maknanya. Mencari makna dibalik yang sensual menjadi penting didalam interkasi simbolis.
Pemikiran interaksi simbolik ini menjadi dasar untuk menjelaskan bagaimana makna atas simbol-simbol yang mahasiswa pelaku selfie pahami dan pikirkan dalam menentukan tindakan yang mereka lakukan.
Makna atas simbol yang mereka pahami akan semakin sempurna karena adanya interaksi di antara sesama mahasiswa pelaku selfie. Simbol-simbol yang mereka ciptakan, pikirkan dan pahami merupakan bahasa yang mengikat aktivitas di antara mereka dan dengan kelompok di luar kelompok mereka. Pandangan interaksi simbolik membantu menjelaskan bagaimana pelaku selfie memandang dirinya sendiri maupun pandangan orang lain terhadap dirinya dalam memahami atau menilai dirinya sendiri.
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan bahwa mahasiswa Fisip termasuk mahasiswa yang aktif di media sosial khusunya di media sosial Intagram. Kemudian peneliti sendiri juga termasuk mahasiswa Fisip dimana peneliti mengetahui kegiatan dan permasalahan yang terjadi pada mahasiswa Fisip sehingga dapat memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 7 (tujuh) orang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi . Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif, data yang telah dikumpulkan direduksi, dilanjutkan dengan penyajian data lalu diverifikasi dan dilakukan penarikan kesimpulan.
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
KONSEP DIRI MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA DI INSTAGRAM
Fisher menjelaskan bahwa mempersepsikan diri tidak hanya sebatas penilaian diri sendiri, melainkan juga bagaimana seseorang mempersepsi orang lain yang memandang dirinya (meta-metapersepsi).
(Kuswarno, 2009:198). Selain itu, sebagaimana yang dijelaskan dalam teori interaksi simbolik bahwa, juga membahas mengenai “diri” (self) yang tumbuh melalui nogosiasi makna dengan orang lain. Sehingga, interkasi simbolik berasumsi bahwa manusia belajar dari pengalaman.
Persepsi seseorang selalu diterjemahkan di pelajari melalui interaksi di antara orang-orang. Makna tersebut muncul karena adanya pertukaran simbol-simbol dalam kelompok sosial. (Kuswarno. 2009:114).
Konsep Diri Positif – Konsep Diri Negatif
Konsep diri adalah kesadaran akan pandangan, pendapat, penilaian dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri yang meliputi fisik, penampilan, diri sosial dan juga etik. Menurut pandangan Interaksi Simbolik, secara sosial seseorang dapat melakukan tindakan kepada dirinya sendiri. Dengan kata lain, seseorang dapat menjadikan dirinya sebagai objek tindakannya sendiri. Penelitian ini berdasarkan konsep diri adalah untuk mengetahui bagaimana konsep diri mahasiswa Fisip Unsyiah di instagram. Sehingga dapat terlihat apakah mahasiswa pelaku selfie di instagram memiliki konsep diri positif atau negatif dalam dirinya sebagai makhluk sosial.
Semua informan memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi keluarga maupun lingkungan sosialnya. Tetapi berdasarkan data yang di dapatkan. Mereka mengkonsepkan dirinya atas dasar diri sendiri.
Setidaknya lingkungan diamna mereka berda sedikit mempengaruhi apa yang telah mereka konsepkan pada diri mereka sendiri. Dimana konsep awal dari setiap orang adalah mengenali siapa dirinya.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan dari hasil wawancara yang diperoleh, terlihat empat (4) orang informan memiliki konsep diri negatif.
Hal ini terlihat dari perilaku mahasiswa Fisip pelaku selfie yang merasa
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
tidak percaya diri dengan penampilan mereka. Mereka merasa tidak puas dengan tampilan diri mereka ketika ingin melakukan selfie sehingga mereka berupaya untuk berdandan terlebih dahulu sebelum melakukan selfie.
Dimana, pada dasarnya kegiatan selfie ini berhubungan atau berkaitan erat dengan self image, yaitu citra diri yang di persepsikan seserang atas dirinya sendiri. Sehingga, para remaja pelaku selfie akan berlomba-lomba untuk me nampilkan sisi terbaiknya kepada orang lain melalui penampilannya dalam foto selfie yang di unggah ke instagram agar dapat dinilai baik oleh orang lain. Sehingga mereka akan berusaha untuk berdandan dan mengunakan attribut lainnya, namun hal ini malah memperlihatkan bahwa mereka merasa tidak percaya diri dengan penampilan yang mereka miliki atau tidak bisa menerima dirinya apa adanya.
Hal ini sejalan dengan konsep diri negatif yang memiliki dua pandangan yaitu, pertama, pandangan seseorang tentang dirinya benar- benar tidak teratur, dia tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan, kedua, orang tersebut memiliki konsep diri yang terlalu stabil dan teratur, sehingga terkesan kaku. (Calhoun dan Acocella, 1995:72).
Pada konsep diri informan diatas, yaitu seseorang dengan konsep diri yang benar-benar tidak teratur, dia tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan. Pada kondisi ini, dia benar-benar tidak tahu siapa dia, apa kekuatannya dan kelemahannya. Kondisi ini umum dan normal di antara para remaja. Konsep diri mereka kerap kali tidak teratur untuk sementara waktu dan ini terjadi pada masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa (Calhoun dan Acocella, 1995:72).
Akan tetapi, ada juga informan pada penelitian ini yang tidak terlalu memperdulikan penampilan mereka. Dalam artian, ketika melakukan selfie, mereka hanya berdandan atau berpenampilan apa adanya dan merasa puas dengan dirinya.
Berdasarkan hasil penelitian terlihat tiga (3) orang mahasiswa pelaku selfie yang mengunggahnya ke instagram merasa puas atas penampilan apa adanya. Meraka merasa bersyukur dan tidak mempermasalahkan penampilan mereka sehingga tidak merasa malu untuk menunjukkan diri mereka kepada orang lain. Selain itu, informan
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
tersebut mengetahui kelemahan dan kelebihan, dengan begitu informan sangat mengenal potensi yang dimiliki oleh dirinya.
Hasil dari penelitian tersebut senada dengan dasar dari konsep diri positif yang bukan mengarah pada kebanggaan yang besar tentang diri tetapi lebih kepada penerimaan diri. Dimana, yang menjadi penerimaan diri mungkin adalah orang dengan konsep diri positif mengenal dirinya dengan konsep diri positif dapat memahami dan menerima sejumlah fakta mengenai dirinya sendiri (Calhoun dan Acocella, 1995:73).
MAKNA SELFIE
Konsep diri merupakan turunan dari interaksi simbolik karena melalui interaksi simbolik terjadi pertukaran simbol yang diberi makna yang lama kelamaan akan membentuk konsep diri seseorang. Konsep diri akan mempengaruhi pesan yang akan disampaikan. Dimana dibutuhkan konstruksi interpretative di antara orang-orang untuk menciptakan makna (West dan Turner, 2009:98-99).
Mahasiswa Fisip Pelaku Selfie Memaknai Dirinya Sendiri (Self) di Instagram Setiap manusia tentu memiliki pemikiran dan pendapat sendiri mengenai dirinya sendiri dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap manusia pasti dapat memberikan penilaian tentang segala hal yang ada pada diri sendiri, baik berupa kelebihan maupun kekurangan yang di miliki. Setiap manusia mempunyai hak untuk menilai dirinya sendiri dimanapun berada, bahkan mahasiswa pelaku selfie juga mengetahui dengan dampak dari apa yang sudah di lakukan. Berdasarkan penelitian informan memaknai selfie sebagai kegiatan yang baik, positif. Mahasiswa pelaku selfie menjadikan foto selfie yang di unggah ke instagram sebagai media untuk mengekspresikan diri, meyalurkan hobi dan sebagai sarana dokumentasi yang dapat dilihat kapanpun.
Hal tersebut senada dengan yang du ungkapkan oleh Kasandra Putranto, seorang psikologi klinik dan forensic, bahwa selain menghibur diri, selfie juga berguna untuk mengisi waktu luang seseorang ketika sedang tidak ada kegiatan. Selfie membuat pelakunya merasa puas dengan apa yang dilakukannya, entah karena foto yang di posting melalui media
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
sosial mendapat respon positif atau memang ada kesenangan tersendiri saat melakukannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fisip menilai dirinya cantik, menarik dalam foto selfie tersebut sehingga timbul percaya diri yang tinggi untuk memposting hasil foto tersebut kemedia sosial instagram sehingga sesame pengguna instagram dapat melihat dan mengikuti berbagai aktivitas yang di unggahnya.
Significant Others memaknai Selfie di Instagram
Significant Others merupakan salah satu kelompok yang penting dalam pembentukan konsep diri seseorang. Significant others adalah orang-orang yang dianggap penting orang yang bersangkutan seperti kakak, adik, ayah, ibu dan teman. Significant others yang di minta pendapatnya dalam penelitian ini adalah teman terdekat informan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menurut significant others pada penelitian ini, kegiatan selfie di instagram dapat menjadi kegiatan yang pos itif jika dilakukan secara tepat sesuai takaran yang semestinya, yaitu dilakukan secara tidak berlebihan. Namun, kegiatan selfie juga dapat menjadi negatif jika dilakukan secara berlebihan atau dapat menimbulkan stress pada pelakunya. Namun apapun itu, selfie di instagram yang dilakukan adalah salah satu bentuk ekspresi dari mahasiswa pelaku selfie di instagram untuk menunjukkan siap dirinya kepada orang lain.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dan analisis data penelitian selfie di media sosial (studi pemaknaan dan konsep diri di instagram pada mahasiswa Fisip Universitas Syiah Kuala), maka dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas selfie yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip Unsyiah sudah menjadi kebutuhan yang harus dilakukan setiap harinya, baik disaat waktu senggang. Kegiatan foto selfie dilakukan dengan alasan yang beragam, namun alasan serta motivasi yang paling krusial adalah karena ingin menunjukkan penampilan fisik dihadapan orang lain dengan
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
tujuan untuk mendapat penilain-penilaian positif dan tetap menunjukkan eksistensinya di media sosial.
Setiap melakukan kegiatan selfie, mahasiswa Fisip maksimalkan penampilannya karena adanya citra diri yang dijaga, sehingga harus selalu terlihat cantik, anggun, berwibawa dan terlihat rapi sehingga ada upaya tersendiri untuk melakukan segala hal agar tetap harus tampil cantik, seperti harus makeup. Dengan demikian mahasiswa Fisip Unyiah memaknai selfie adalah sebuah kegiatan positif, dapat menyalurkan hobi berfoto, sehingga foto selfie sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari hari jika semua itu masih dalam tahap wajar dan tidak membahaya diri sendiri maupun orang lain. Mahasiswa Fisip juga mengungkapkan bahwa dengan ber-selfie sangat memudahkan seseorang untuk berekspresi, di karenakan selfie dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Sehingga dengan ber-selfie seseorang dengan bebasnya berekspresi dan menghibur diri.
Hasil foto dari kegiatan selfie yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip tersebut kemudian di unggah di Media Sosial Instagram, dengan memilih terlebih dahulu foto yang paling bagus diantara yang lain dengan ditambah editan cahaya yang digunakan agar lebih kelihatan lebih menarik dengan tujuan untuk menadapat perhatian dan menunjang ke eksistensian mahasiswa Fisip di Media Sosial Instagram. Akan tetapi ada sebagian dari mahasiswa Fisip yang tidak melakukan editan dan menampilkan penampilan yang biasa saja, tanpa melakukan dandanan yang berlebihan dan lain sebagainya.
Dengan demikian mahasiswa Fisip yang mengunggah foto selfie di media sosial memiliki dua konsep diri yang berbeda, dimana konsep diri tersebut dilihat dari cara mereka memandang diri sendiri. Seperti ketika memiliki konsep diri positif mereka akan merasa percaya diri dengan penampilannya dan menerima diri merek aapa adanya. Namun, ketika mereka memiliki konsep diri negatif, mereka merasa tidak puas atau percaya diri dengan penampilan mereka. Sehingga mereka berupaya untuk menciptakan image yang baik dengan memperhatikan penampilan.
Selain itu, kegiatan selfie yang dilakukan sebagian besar mengakibatkan pada obsesi untuk mendapatkan foto yang diinginkan.
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing) DAFTAR PUSTAKA
Buku
Bambang Dwi Atmoko. 2012. Instagram Handbook. Jakarta: Media kita.
Baron, Robert A &Donn Byne. 2004. Psikologi Sosia/ Edisi Kesepuluh/Jidil 1.Indonesia: Penerbit Erlangga.
Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Calhoun, James F. dan Joan Ross Acocella. 1995. Psikologi Tentang Penyesuaiandan Hubungan Kemanusian (Edisi Ketiga). Semarang:
IKIP Semarang Press.
Fauzi, Akmad. 2008. Pengantar Teknologi Informasi, Yogyakarta: Grha Ilmu.
Feldman, Robert S. 2012. Pengantar Psikologi, Jakarta: Salemba Humanika.
Mulyana Dedy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung . Rosdakarya
Nasrullah, R. 2015. Media sosial (perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi). Jakarta: Simbiosa Rekatama Media.
Rahmad. J. 2007:99-100. Psikologi komunikasi remaja .rosdakarya, bandung.
Rakhmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ritzer, George dan Goodman J Douglas, 2004. 20 Teori Sosiologi Modern.
Jakarta : Kencana.
Sobur, alex. 2013:503-3. Psikologi umum dalam lintas sejarah. pustaka setia, Bandung.
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
Sugiyono, 2010. Memahami Penelitian Kualitatif, Jakarta. Buku Obor.
West, Richard & Turner, Lynn . 2008. Pengantar Teori Komunikasi:
Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Skripsi
Adi, Pradana Saktya. 2008 “ Kecenderungan Narsistik Terhadap Pengguna Frienster Ditinjau Dari Harga Diri.” Skripsi tidak diterbit, Fakultas Psikologi, Universitas Soegijapranata, Semarang.
Anis Qurly & Rita Damayanti Sipayung. 2014.Asyiknya Menggenggam TeknologiInstagram.Diaksesdarihttp://www.medanbisnisdaily..co m/news/read/2014/04/20/91084/asyiknya-menggenggam-
teknologiinstagram/#.Vs3pqkDYGm.Pada tanggal 02 mei 2018, jam11.21 WIB.
Dian Swandayani dalam Makalah dalam Seminar Internasional “Cultural Studies dalamKajian Sastra”, Rumpun Sastra (Fakultas Bahasa dan Seni, UNY padatanggal1415September2005).Hlm.10
Fritta Faulina S., & Noor Efni S. 2015. Fenomena Selfie (Self Portrait) Di Instagram (Studi Fenomenologi Pada Remaja Di Kelurahan Simpang Baru Pekanbaru).
Khairunnisa. (2014). Dampak Aplikasi Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif Remaja Dalam Berbelanja Online Di Kalangan Siswa- Siswi Sma Negeri 2 Tenggarong. Kuswarno, Engkus. 2009.
Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian Fenomena Pengemis KotaBandung. Bandung: Widya Padjadjaran.
Pradana Saktya Adi dan M. Erna Agustina Yuliati, Harga Diri dan Kecenderungan Narsisme Pada Pengguna Frienster, (Depok: Jurnal Elektronik UniversitasGunadarma,2009),h.2.
Rahmawati, Sartik. 2015 “Selfie: Peran jenis komentar terhadap hubungan anatara kecemasan sosial dan perilaku agresif perilaku selfie”.
Corresponding Author: [email protected]
JIM FISIP Unsyiah:
(¹ Penulis/Mahasiswa, ² Dosen Pembimbing)
Jurusan Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya,.
Sartika Rahmawati, dkk.2014 Selfie: Peran Jenis Komentar Terhadap Hubungan Antara Kecemasan Sosial dan Perilaku Agresif”.
Malang: Jurnal Elektronik Universutas Brawijaya.
Simatupang, Fitta Faulina. 2015 “ Fenomena Selfie ( self portrait) Di Intagram ( Studi Fenomenologi pada Remaja Di Kelurahan Simpang Baru Pekanbaru)”. Jurusan Ilmu Komunikasi Bidang Kajian Julnalistik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Kampus Bina Widya Universitas Riau.
Zaim Qashmal & Dadi Ahmadi. 2015. Hubungan Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Pembentukan Citra Diri. Prosiding Penelitian SPeSIA. Universitas Islam Bandung. Diakses dari.
Internet
http://www/nefosnews.com/post/opini/selfie-narsisme-dan-wajah- kita,di,unduh pada 8 februari 2018.
https://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/05/18.gaya-hidup http://www.harpersbazaar.co.id/articles/read/1/2017/3331/3-Tipe-
Pengunggah Selfie-Berdasarkan-penelitian.
http://wolipop.detik.com/reas/2014/02/07/07489885/852/fenomena-selfie- dan-alasan-aksi-foto-narsis-ini-begitu-digemari.
http://wolipop.detik.com/reas/2014/02/07/07489885/852/fenomena-selfie- dan-alasan-aksi-foto-narsis-ini-begitu-digemari.
http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/humas/article/download/305/pd f.Pada 12 Januari 2016, Jam 12:43 WIB