Disusun oleh: Gunarno BDK Medan
PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN
ALAT/ BAHAN PRAKTIK BIOLOGI
PENGERTIAN PERAWATAN
• Perawatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk
meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan siap pakai.
• Perawatan merupakan usaha preventif agar Peralatan tidak rusak atau tetap terjaga dalam kondisi baik, siap beroperasi.
• Perawatan juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menyetel atau memperbaiki kembali peralatan
laboratorium yang sudah terlanjur rusak atau kurang layak sehingga siap digunakan untuk kegiatan
praktikum para siswa.
TUJUAN PERAWATAN LABORATORIUM
a. Agar peralatan laboratorium selalu prima, siap dipakai secara optimal
b. Memperpanjang umur pemakaian
c. Menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran
d. Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai
e. Mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan
f. Menghindari terjadinya kerusakan secara mendadak
g. Menghindari terjadinya kerusakan fatal
JENIS PERAWATAN
A.Perawatan terencana
Jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan monitoring dan evaluasi.
JENIS PERAWATAN
1. Perawatan preventif
Sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring.
Tujuan: untuk mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan peralatan laboratorium.
2. Perawatan Korektif
Merupakan perawatan yang bersifat koreksi, yakni sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar
dilakukan melalui tahapan perencanaan. Tujuan: untuk mengembalikan peralatan laboratorium pada kondisi
standar, sehingga dapat berfungsi normal
B. Perawatan tidak terencana
Jenis perawatan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Pekerjaan perawatan ini tidak direncanakan, dan
tidak dijadwalkan. Umumnya tingkat kerusakan yang terjadi adalah pada tingkat kerusakan berat. Karena tidak direncanakan sebelumnya, maka juga disebut perawatan darurat.
JENIS PERAWATAN
SISTEM PERAWATAN LABORATORIUM
Perlu dilihat unsur-unsur berikut ini:
a. Obyek laboratorium yang akan dirawat.
b. Sumber daya manusia sebagai tenaga perawatan.
c. Sumber daya lain: alat, bahan, suku cadang, cara, waktu, dan biaya perawatan.
PENGELOLA PERAWATAN LABORATORIUM
A. Pengertian pengelolaan
Pengelolaan atau sering disebut manajemen adalah
proses mengelola sumber daya untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Sumber daya yang dikelola meliputi 6 M, yakni: man, money, materials, machines, methods, dan minute (manusia, uang,
bahan, mesin atau peralatan, metode atau cara, dan waktu).
• Sedangkan fungsi manajemen meliputi empat kegiatan, yakni: planning, organizing, actuating, dan controlling
(perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan).
OBYEK PERAWATAN LABORATORIUM
a. Ruang laboratorium, termasuk kebersihan lantai, kelembaban, ventilasi, penerangan.
b. Perabot atau meubeler laboratorium, seperti almari, meja percobaan, meja kerja,rak, kursi.
c. Peralatan administrasi dan dokumentasi laboratorium, seperti komputer, dan filenya, buku-buku manual.
d. Sumber jaringan listrik, stop kontak, sekring, lampu.
e. Training obyek dan peralatan dan mesin-mesin pelatihan.
f. Aparatur dan perlengkapan percobaan.
g. Instrumen dan alat-alat ukur
h. Spesimen dan bahan-bahan untuk praktikum
SUMBER DAYA SISTEM
PERAWATAN LABORATORIUM
A. SDM
Tenaga laboran/teknisi mempunyai tanggung jawab dalam merawat laboratorium yang dikelolanya. Salah satu tugas seorang laboran/teknisi adalah
melaksanakan perawatan laboratorium yang meliputi pekerjaan menjaga, menyimpan, membersihkan,
memelihara, memeriksa, menyetel kembali, bahkan bila perlu dan dibutuhkan dapat melakukan penggantian dan perbaikan komponen peralatan laboratorium yang
rusak.
• Untuk pekerjaan perawatan yang ringan dan rutin dapat melibatkan siswa praktikan. Misalnya dalam menjaga kebersihan ruang dan tempat praktik,
menjaga kebersihan peralatan, membantu dalam
penyimpanan peralatan. Untuk keperluan pencegahan terhadap kemungkinan kerusakan akibat kesalahan
pemakaian sekaligus sebagai upaya pembinaan
tanggungjawab siswa, dapat peraturan dan tata tertib penggunaan peralatan di laboratorium
SUMBER DAYA SISTEM
PERAWATAN LABORATORIUM
B. BIAYA PERAWATAN (MONEY)
• Biaya Pembelian Bahan-bahan Untuk Perawatan,
Seperti Sabun, Carbol, Kain Lap, Perekat, Cat, Bahan Pengawet, Pencegah Jamur, Dan Sebagainya.
• Biaya Pembelian Suku Cadang, Seperti: Kran Air, Kabel, Mur Baut, Lensa Optik, Mouse Komputer, Dan
Sebagainya.
• Biaya Pembelian Peralatan Perawatan, Seperti: Sapu, Sikat, Sulak, Kuas, Solder, Tang, Obeng, Gunting, Dan Sebagainya.
4) Upah tenaga perawatan jika perlu, khususnya apabila pekerjaan perawatan terpaksa harus mengundang
pihak luar, misalnya ahli komputer. Biaya perawatan di atas perlu dihitung dan dimasukkan dalam usulan
anggaran, sehingga tersedia dana untuk perawatan laboratorium secara rutin.
B. BIAYA PERAWATAN (MONEY)
Yang dimaksud dengan bahan perawatan
adalah seluruh jenis bahan yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan perawatan peralatan laboratorium. Bahkan untuk
pekerjaan perawatan ini harus tersedia
dengan jumlah yang memadai, karena bahan ini merupakan salah satu sumber daya yang sangat urgen untuk merawat semua
peralatan laboratorium
C. BAHAN PERAWATAN
(MATERIALS)
1) Bahan untuk pekerjaan kebersihan, seperti: sabun, carbol, kain lap, thinner, bahan pembersih alat-alat
laboratorium, tempat sampah, kantong plastik, dan bahan pembersih lainnya.
2) Bahan untuk pemeliharaan, seperti: bahan pengawet, minyak pelumas, bahan pelapis, bahan pelindung,
pembungkus, pupuk tanaman dan makanan hewan pada laboratorium Biologi serta pembasmi serangga
3) Suku cadang, seperti: seperti kran air, kabel, mur baut, lensa optik, dan sebagainya.
C. BAHAN PERAWATAN
(MATERIALS)
1)Peralatan penyimpanan, misalnya almari, rak
2)Peralatan pemeliharaan, misalnya alat pelumas, alat pelapis
3)Peralatan pemeriksaan, misalnya instrumen pengukuran
4)Peralatan penyetelan kembalI 5)Peralatan perbaikan
6)Peralatan Kebersihan
D. PERALATAN PERAWATAN
(MACHINES)
D. PERALATAN PERAWATAN
(MACHINES)
D. PERALATAN PERAWATAN
(MACHINES)
E. CARA PERAWATAN (METHODES)
1. Melakukan pencegahan, misalnya dengan memberi
peringatan melalui gambar atau tulisan, peraturan, tata tertib bagi pengguna laboratorium/bengkel, memberi
bahan pengawet.
2. Menyimpan, misalnya menyimpan peralatan laboratorium agar terhindar dari kerusakan.
3. Membersihkan, agar peralatan laboratorium selalu bersih dari kotoran yang dapat merusak, misalnya debu dan uap air yang dapat menyebabkan terjadinya korosi.
4. Memelihara, misalnya dengan meminyaki peralatan mekanis, memberi makan hewan percobaan.
5. Memeriksa atau mengecek kondisi peralatan laboratorium untuk mengetahui adanya gejala kerusakan.
6. Menyetel kembali atau tune-up, kalibrasi alat agar fasilitas atau peralatan dalam kondisi normal atau standar.
7. Memperbaiki kerusakan ringan yang terjadi pada peralatan
peralatan laboratorium pada batas tingkat kerusakan tertentu yang masih mungkin dapat diperbaiki sendiri, sehingga siap dipakai untuk praktikum mahasiswa.
8. Mengganti komponen-komponen peralatan peralatan laboratorium yang sudah rusak.
E. CARA PERAWATAN
(METHODES)
PERAWATAN ALAT
PERAWATAN ALAT
F. WAKTU PERAWATAN (MINUTES)
Dari sisi obyek yang dirawat, jadwal pelaksanakan pekerjaan perawatan laboratorium dapat
ditetapkan berdasarkan pada:
1.Berdasarkan
pengalaman
perawatan alat yangsama diperoleh pengalaman mengenai selang waktu atau frekuensi untuk melakukan perawatan
seekonomis mungkin tanpa menimbulkan resiko kerusakan alat.
2. Berdasarkan sifat operasi atau beban pemakaian. Untuk
alat yang sering digunakan untuk kegiatan praktikum dan
pemakainya banyak orang, maka alat tersebut akan cepat kotor atau rusak. Untuk menjaga agar tetap bersih dan menghindari kerusakan, mestinya jadwal perawatannya harus dibuat tinggi frekuensinya.
Artinya obyek atau alat tersebut harus sering dilakukan perawatan.
3. Berdasarkan rekomendasi dari pabrik pembuat peralatan yang dimiliki laboratorium. Biasanya peralatan laboratorium yang
baru dibeli dari pabrik dilengkapi dengan buku manual yang memuat petunjuk operasi dan cara serta jadwal perawatan alat tersebut.
Informasi tersebut dapat dipakai sebagai rujukan dalam menyusun jadwal perawatan.
F. WAKTU PERAWATAN
(MINUTES)
MENGELOLA PEKERJAAN
PERAWATAN LABORATORIUM
a. Merencanakan
program perawatan dengan menetapkan obyek apa yang dirawat, jenis pekerjaan perawatan yang dikerjakan, kapan jadwal pelaksanannya, siapa pelaksana, apa bahan dan alat yang digunakan untuk merawat, dan jika perlu berapa biaya yang dibutuhkan.b. Mengorganisir
sistem perawatan, menentukan deskripsi pekerjaan perawatan dan mekanisme kerjanya .c. Melaksanakan
( actuating ) program perawatand. Mengevaluasi
danmelaporkan
kinerja perawatanPEMELIHARAAN PERALATAN LABORATORIUM
1. Sebelum meninggalkan
laboratorium biasakan dalam keadaan bersih terlebih
dahulu. Jangan sekali-kali
meninggalkan laboratorium dalam keadaan kotor karena dapat menimbulkan bibit-
bibit penyakit.
2. Kembalikan alat-alat laboratorium pada tempatnya, seperti bahan-
bahan kimia kembalikan pada lemari yang telah tersedia.
3. Bersihkan meja dan lantai laboratorium menggunakan antiseptik agar meja tersebut
tetap steril dan bebas dari kuman penyakit.
PEMELIHARAAN PERALATAN
LABORATORIUM
Lemari penyimpanan Safety digunakan untuk menyimpan bahan kimia dipakai sehari-hari.
Lemari penyimpanan Safety digunakan untuk menyimpan bahan kimia dalam kuantitas sedikit.
Cairan yang mudah terbakar biasanya disimpan di lemari penyimpanan
Safety di dalam laboratorium. Pintu lemari harus selalu dalam keadaan tertutup.
PEMELIHARAAN PERALATAN
LABORATORIUM
4. Cucilah dengan bersih semua alat-alat yang
telah dipakai seperti tabung reaksi, pipet, kaca preparat, dll agar tetap steril dan siap
untuk digunakan kembali.
PEMELIHARAAN PERALATAN
LABORATORIUM
5. Cepat laporkan pada guru atau pengawas
laboratorium jika ada alat yang memerlukan perbaikan.
6. Jangan sekali-kali menggunakan alat laboratorium jika alat tersebut dalam kondisi buruk.
7. Gunakan alat-alat laboratorium tersebut sesuai dengan keperluan agar menjaga kestabilan alat tersebut.
PEMELIHARAAN PERALATAN
LABORATORIUM
DILARANG UNTUK DITIRU
PEMELIHARAAN PERALATAN PRAKTIKUM BIOLOGI
• Alat standar
Alat standar sedapat mungkin disimpan dalam kondisi yang mencegah perubahan sifat fisik
Mis : Anak timbangan,hindarkan dari karat/tergores
• Alat ukur
Pemeliharaan haruslah kegiatan yang ditujukan agar alat bersangkutan dapat dipertahankan beroperasi normal.
ALAT UKUR
A. Neraca analitik
Mempunyai ketelitian /daya baca terkecil sebesar 0,1 mg (neraca semimikro)
Pemeliharaan yang perlu dilakukan antara lain:
1. Ditempatkan diatas meja yang paling stabil di laboratorium, misal: tempat dekat dinding atau dipojok ruangan;
2. Menggunakan stabilizer yang sesuai;
3. Dihindarkan dari sinar matahari langsung;
4. Dihindarkan dari gerakan udara;
5. Dihindarkan dari radiasi panas dan elektromagnetik;
6. Ditutup pintu neraca pada saat tidak digunakan 7. Dihidupkan setiap hari meskipun tidak digunakan.
B. OVEN
1. Bersihkan oven dari sisa contoh atau kotoran lain
2. Bersihkan dinding luar dari debu menggunakan lap bersih, jika perlu dapat digunakan sedikit deterjen;
3. Jika mungkin penggunaan oven hanya di satu titik ukur;
4. Hidupkan oven setiap hari meskipun tidak digunakan.
Jika tidak digunakan hidupkan 1 – 2 jam;
5. Pastikan voltase input stabil sesuai dengan spesifikasi alat;
6. Periksalah suhu oven melalui termometer indikator dan pastikan suhu mencapai titik yang diinginkan. Jika
tidak, segera matikan oven.
C. ALAT GELAS (VOLUMETRIK)
1. Cuci alat gelas menggunakan campuran asam sulfat dan kalium dikhromat, hati-hati bahan ini berbahaya
2. Keringkan pada rak pengering tetapi tidak boleh dipanaskan dalam oven
3. Simpan alat volumetrik yang tidak dipakai
dalam lemari tertutup untuk menghindari debu
D. SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
1. Dioperasikan menggunakan stabilizer yang sesuai;
Dihidupkan tiap hari meskipun tidak dipakai. Jika tidak dipakai cukup 1-2 jam;
2. Hindarkan sedapat mungkin tumpahnya cairan
kedalam wadah cuvet. Jika ini terjadi segera bersihkan kembali dan keringkan
3. Matikan lampu deuterium dan lampu wolfram bila tidak dipakai
4.Ikuti manual alat dalam pemeliharaan alat.
E. pH METER
1. Dioperasikan sesuai manual alat;
2. Dihidupkan tiap hari meskipun tidak dipakai. Jika tidak dipakai cukup 1 jam atau sampai mati sendiri jika
dilengkapi auto off
3. Bersihkan badan pH meter dari debu atau cairan yang mungkin menetes keatasnya
4. Elektroda selalu terendam dalam air suling (pH = 7) atau larutan yang disediakan pabrik
5. Larutan didalam elektroda tidak boleh kering, selalu diisi kembali dengan larutan yang dipersyaratkan pabrik.
CARA MENYIMPAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM BIOLOGI
• Prinsip yang perlu diperhatikan
• Aman
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas
dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
• Mudah dicari
Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat dan
bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
• Mudah diambil
Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan
perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.
PENYIMPANAN ALAT DAN BAHAN PERLU JUGA DIPERHATIKAN
• Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu
yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
• Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
• Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
• Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi
tinggi bahu.
• Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
• Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah
menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.
PENYIMPANAN ALAT DAN BAHAN
PERLU JUGA DIPERHATIKAN
SUMBER KERUSAKAN ALAT DAN BAHAN.
• Udara
Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki kelembaban).
• Air dan asam - basa
Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam keadaan kering dan bersih, jauh dari air, asam dan basa. Senyawa air, asam dan basa dapat
menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat, korosif dan berubah fungsinya
• Suhu
Suhu yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut, memacu terjadinya oksidasi,
merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika.
• Mekanis
Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan, tarikan dan tekanan yang besar.
• Cahaya
Secara umum alat dan bahan kimia sebaiknya dihindarkan dari sengatan matahari secara langsung. Bahan kimianya sebaiknya disimpan dalam botol yang berwarna gelap.
• Api
SUMBER KERUSAKAN ALAT DAN
BAHAN.