PENGERTIAN DAN JENISNYA
SASTRA ARAB
ﻲﺑرﻌﻟا بدﻷا
Perkembangan Makna Leksikal Adab dalam Bahasa Arab
▪ Dalam bahasa Arab, sastra disebut adab (بدأ: jamaknya بادآ).
▪ Dalam bahasa Indonesia, kata adab ini diserap bukan dengan makna sastra, tetapi kesopanan, kehalusan, kebaikan budi pekerti atau akhlak.
Masa Jahiliyah (Pra-Islam)
Pada masa Jahiliyah (pra-Islam) atau sejak sekitar 150 tahun sebelum Nabi Muhammad lahir (571 M), kata adab berarti undangan untuk menyantap makanan (ﻰﻟإ ةوﻋدﻟا مﺎﻌطﻟا). Tradisi semacam ini merupakan perbuatan yang amat terpuji dan bentuk moral yang tinggi, karena pada dasarnya akan mendorong seseorang untuk menghormati dan memuliakan para
tamunya dan kemudian
Masa Awal Islam
Pada masa awal Islam (periode Nabi dan Khulafa’ al-Rasyidun, 610–661 M), adab berarti pendidikan budi pekerti (akhlak), serta menjauhi kebiasaan yang tercela. Sebagaimana dalam hadis Nabi Saw.
ﻲﺑﯾدﺄﺗ نﺳﺣﺄﻓ ﻲﺑر ﻲﻧﺑدأ
“Tuhanku telah mendidikku, kemudian menjadi baik
Masa Umayyah dan Abbasiyah
▪ Pada masa Umayyah (661–750 M) kata adab berarti pengajaran puisi, orasi, dan sejarah Arab.
▪ Pada masa Abbasiyah awal (750–945 M), kata adab mengalami perluasan makna.
Selain artinya pengajaran puisi, orasi, dan sejarah Arab, kata adab juga berarti
Abad 3 H (Sekitar Abad 10 atau 11 M)
Pada abad ke-3 H, kata adab baru memiliki pengertian sastra yang dikenal sebagaimana saat ini, yaitu dalam arti bahasa yang memiliki estetika bentuk dan isi, baik lisan maupun tulisan.
Karena itulah, pada masa modern, kata adab, selain berarti sopan santun, juga memiliki dua makna: ilmu
Jenis-jenis Sastra Arab
Dalam arti kesusastraan, adab terbagi ke dalam dua bagian
besar:
1. ﻲﻔﺻوﻟا بدﻷا (Sastra Deskriptif)
2. ﻲﺋﺎﺷﻧﻹا بدﻷا (Sastra Kreatif)
ﻲﻔﺻوﻟا بدﻷا (Sastra Deskriptif / Nonfiksi)
▪ Al-adab al-wasfi sering juga disebut dengan al-‘ulum al- adabiyah (ilmu sastra).
▪ Al-adab al-wasfi terdiri dari tiga bagian, yaitu: teori sastra (nazariyat al-adab), sejarah sastra (tarikh al-adab), dan kritik sastra (naqd al-adab).
Teori sastra (nazariyat al-adab) adalah bagian al-adab al-wasfi yang membicarakan pengertian- pengertian dasar tentang sastra, unsur-unsur yang membangun karya sastra, jenis-jenis sastra, dan perkembangan serta kerangka pemikiran para pakar tentang apa yang mereka namakan sastra dan cara 1. Teori Sastra (بدﻷا ﺔﯾرظﻧ)
Sejarah sastra (tarikh al-adab) adalah bagian al-adab al-wasfi yang memperlihatkan perkembangan karya sastra (kontinuitas dan perubahan sastra sepanjang sejarah), tokoh-tokoh, dan ciri-ciri dari masing-masing tahap perkembangan tersebut.
2. Sejarah Sastra (بدﻷا ﺦﯾرﺎﺗ)
3. Kritik Sastra (بدﻷا دﻘﻧ)
Kritik sastra (naqd al-adab) adalah bagian dari al-adab al-wasfi yang memperbincangkan pemahaman, penghayatan, penafsiran, dan penilaian terhadap karya sastra.
ﻲﺋﺎﺷﻧﻹا بدﻷا (Sastra Kreatif / Fiksi)
Al-adab al-insya’i adalah ekspresi bahasa yang indah dalam bentuk puisi, prosa, atau drama yang menggunakan gaya bahasa yang berbeda dengan gaya bahasa biasa, karena mengandung aspek estetika bentuk dan makna (memuat rasa, imajinasi, dan pikiran), sehingga memengaruhi terutama rasa, bahkan juga pikiran penikmatnya (pembaca atau pendengar) dan kekuatan isi
Secara umum, al-adab al-insya’i dibagi ke dalam tiga bagian:
1. Puisi (رﻌﺷﻟا) 2. Prosa (رﺛﻧﻟا)
3. Drama (ﺔﯾﺣرﺳﻣﻟا)