Aku Diselamatkan Karena Kasih Tuhan
Sekolah Orientasi Melayani Keluarga Allah
Persepuluhan dan 10
Persembahan Khusus
Deskripsi Pelajaran
Pelajaran ini menjelaskan kebenaran Firman Tuhan tentang persepuluhan dan persembahan khusus, serta cara yang benar di dalam melakukannya.
Tujuan Pelajaran
1. Setiap murid mengerti tentang persepuluhan dan persembahan khusus, serta melakukannya secara benar.
2. Setiap murid hidup dalam anugerah berkat Tuhan lewat kesetiaannya mengembalikan persepuluhan.
Metode Pengajaran
1. Ceramah 2. Tanya jawab
3. Melakukan aplikasi
Materi Pelajaran
1. Apakah persepuluhan itu?
2. Mengapa kita harus mengembalikan persepuluhan?
3. Bagaimana mengembalikan persepuluhan yang benar?
4. Kembali melakukan ketetapan Tuhan membuat kita dipulihkan.
Pendalaman
Murid menjawab pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari.
ita telah memahami bahwa jika kita menerima Yesus sebagai Tuhan, maka kita harus menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hidup kita. Kita menyadari bahwa segala yang ada pada kita termasuk harta kita harus kita kelola sesuai dengan kehendak-Nya.
Sesungguhnya Tuhan berjanji membawa kita kepada hidup yang berkelimpahan, sebagaimana dikatakan-Nya saat menjelaskan keberadaan-Nya sebagai Gembala yang baik.
Sang Gembala yang Baik tidak akan membiarkan domba-domba-Nya berkekurangan, yaitu bila domba-domba mau berjalan sesuai dengan tuntunan-Nya.
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
(Yohanes 10:10b)
Salah satu kebenaran yang harus kita ketahui dan lakukan agar kita hidup dalam kelimpahan berkat Tuhan adalah ketaatan dalam hal persepuluhan. Persepuluhan pertama kali diajarkan di dalam Perjanjian Lama. Tetapi di dalam Perjanjian Baru juga persepuluhan tetap diharuskan. Perhatikan ayat di bawah ini
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.
Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
(Lukas 11:42)
Tuhan Yesus menegur orang Farisi karena mereka hanya taat dalam membayar persepuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus juga menganggap penting persepuluhan karena Ia menyatakan bahwa persepuluhan harus dilakukan, dan hal-hal lain yang diperintahkan Tuhan juga jangan diabaikan, karena Persepuluhan adalah salah satu sarana yang membuat kita menerima berkat besar yang sudah Tuhan sediakan bagi kita umat-Nya.
A. Apakah Persepuluhan Itu?
1. Persepuluhan sudah ada sejak zaman Abraham.
18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
(Kejadian 14:18-20)
K
Persepuluhan adalah sepuluh persen dari hasil pendapatan bersih, dari semua yang kita dapatkan, baik berupa barang ataupun uang.
Dalam pola kehidupan di Perjanjian Lama, orang mendapatkan berkat dalam bentuk panen hasil bumi, ternak yang beranak-pinak, rampasan saat menang perang, dsb. Mereka membawa sepersepuluh dari semua yang mereka dapatkan itu kepada Tuhan melalui imam.
Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, berkat yang kita terima dapat berupa upah atau gaji saat kita bekerja, laba bersih dari usaha kita, pemberian berupa uang atau barang, warisan, dsb. Maka sepuluh persen dari uang dan harga barang yang kita terima itu harus dikembalikan kepada Tuhan.
Itulah yang dimaksud dengan persepuluhan. Persepuluhan bukan karena hukum Taurat, tetapi Persepuluhan sudah ditetapkan sebelum ada hukum Taurat, yaitu pada zaman Abraham sampai pada saat sekarang ini.
2. Persepuluhan ditegaskan lagi dalam Hukum Taurat.
30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Imamat 27:30
32 Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi
persembahan kudus bagi TUHAN.
Imamat 27:32
Ada 4 persepuluhan umat Yahudi:
a. Ma’aser Ri’shon diberikan setiap tahun kepada kaum Lewi (Bilangan 18:21,23) b. Ma’aser ‘ani diberikan pada setiap tahun ketiga dan keenam. Persepuluhan ini
juga sering disebut persepuluhan orang miskin (Ulangan 26:12)
c. Ma’aser Seheni diberikan setiap tahun pertama, kedua, keempat dan kelima.
Persepuluhan ketiga ini diberikan untuk bait suci dan untuk perayaan (Ulangan 14:22-23)
d. Bahkan, ada lagi ketetapan untuk bangsa Yahudi tentang persembahan khusus yang disebut “terumah” yang merupakan persembahan untuk imam. Menurut ensiklopedia Yahudi, persembahan khusus untuk imam tersebut adalah sebesar 2,5%
Persepuluhan dan Persembahan Khusus
Bangsa Israel memiliki 3 jenis Persepuluhan :
a. 10% untuk suku Lewi dibawa ke rumah Tuhan. Bil 18;24-28. Mal 3:8-10.
b. 10% untuk Perayaan & digunakan sendiri saat hadiri hari taya israel. Ul 14:22- 26. 16:16.
c. 10% tahun ke 3 untuk orang miskin, janda dll. Ul 14:28-30. 26:12.
Kalau dihitung rata orang Israel memberi setiap tahun 23.3 % 3. Persepuluhan pada Masa Perjanjian Baru
1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. 2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
Ibrani 7:1-2
8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup. 9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, Ibrani 7:8-9
8 Imam-imam yang menerima pungutan sepersepuluh bagian itu adalah orang yang bisa mati. Tetapi menurut Alkitab, Melkisedek yang menerima pemberian sepersepuluh bagian itu adalah orang yang tetap hidup.
Ibrani 7:8 (BIS)
Jadi saat kita memberi Persembahan dan hati kita tertuju pada Tuhan, Maka disini manusia yg menerima tapi disana disorga Tuhan yg menerima.
23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Matius23:23
4. Persepuluhan pada Masa Kini
Persepuluhan yang merupakan sepuluh persen dari berkat yang diberikan Tuhan kepada kita adalah ketetapan batas minimal yang harus kita persembahkan kepada Tuhan untuk dibawa ke rumah Tuhan untuk memajukan pekerjaan Tuhan.
1 Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk- petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah
kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
1 Korintus 16:1-2
2 Pada hari pertama setiap minggu, hendaklah Saudara semuanya menyisihkan uang, masing-masing sesuai dengan pendapatannya. Simpanlah uang itu sampai saya datang, supaya pada waktu itu tidak perlu lagi dikumpulkan.
1 Korintus 16:2 (BIS)
Orang-orang Kristen pada saat itu mayoritas adalah orang Yahudi, dan orang Yahudi biasa membawa persembahan persepuluhan mereka.
B. Mengapa Kita Harus Mengembalikan Persepuluhan?
1. Persepuluhan adalah Bentuk Pengakuan pada Otoritas Allah Buah pohon pengetahuan adalah tanda otoritas dari Tuhan.
16 TUHAN berkata kepada manusia itu, "Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, 17 kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh
engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga."
Kejadian 2:16-17
Hukum yang pertama.
37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Matius 22:37-38
Demikian juga dengan Yusuf.
40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat;
hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
Kejadian 41:40
Takhta adalah lambang otoritas Firaun. Selama Yusuf tidak menyentuh dan mengusik takhta Firaun, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Dia bisa memerintah Mesir menurut kehendaknya. Akan tetapi, kalau Yusuf menyentuh takhta Firaun yang berarti mengusik otoritasnya, maka dia akan dihancurkan.
Demikian juga dengan perpuluhan adalah lambang otoritas, selama kita tidak mengambil perpuluhan itu untuk diri kita, kita akan terus hidup dalam anugerah, tetapi saat kita mengambil perpuluhan untuk diri kita maka kita akan melanggar otoritas dan kita akan kehilangan anugerah Allah.
Persepuluhan dan Persembahan Khusus
2. Pengakuan Bahwa Segala yang ada Pada Kita adalah Dari dan Milik Tuhan
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN;
itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
(Imamat 27:30)
1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Mazmur 24:1
Semua kekayaan serta kemampuan untuk memperoleh kekayaan adalah dari Tuhan. Kita bukanlah pemilik harta tetapi hanya sebagai pengelola dan Tuhanlah pemilik setiap harta. Jika Tuhan meminta 10% dari semua yang kita terima, maka itu adalah hak Tuhan sebab harta yang kita dapatkan adalah milik Tuhan. Kita harus bersyukur sebab Tuhan telah memberikan 90% dari seluruh berkat yang Tuhan berikan untuk dikelola dan dipercayakan kepada kita, dan yang 10% harus dikembalikan kepada Tuhan.
Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."
(1 Korintus 10:26)
Daud mengakui semua milik Tuhan
11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
1 Tawarikh 29:11-12
Kita sudah dibeli dengan lunas
20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:
Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
1 Korintus 6:20
Jadi Tuhan adalah pemilik dari segala sesuai yang ada pada diri kita. Hal yang perlu senantiasa kita ingat adalah bahwa kita hanya pengelola dan bukan pemilik. Kita harus menjadi pengelola yang baik. Jika Tuhan sudah menetapkan untuk kita memberikan 10% dari apa yang kita miliki, maka kita harus taat untuk melakukannya. Dan jika kita tidak menyadari bahwa semua adalah milik Tuhan, maka akan sangat sulit bagi kita untuk mengembalikan persepuluhan bagi pekerjaan Tuhan.
3. Belajar Mengasihi Tuhan
21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Matius 6:21
Harta dan hati adalah komponen yang saling terkait. Dimana kita ada hati, disitu kita berani untuk memberikan harta. Kita berani keluarkan banyak harta kita untuk rumah, mobil, pekerjaan Tuhan dan semua itu karena hati kita ada di dalamnya. Terlebih saat kita jatuh cinta, kita akan sangat berani, rela, dengan sukacita untuk memberikan segalanya termasuk harta kita.
4. Supaya pekerjaan Tuhan semakin Maju
10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku
Maleakhi 3:10a
Penyelenggaraan pekerjaan Tuhan membutuhkan biaya. Untuk gedung, peralatan, biaya operasional, sumber daya manusia, peribadahan, siaran, gerakan sosial, KKR, dll.
Persepuluhan adalah salah satu mekanisme keuangan untuk mencukupkan biaya bagi penyelenggaraan pekerjaan Tuhan, sehingga pekerjaan Tuhan bisa lancar dan maju. Kalau setiap jemaat membawa persepuluhan untuk gerejanya, maka tidak ada gereja Tuhan yang kekurangan.
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengkhususkan orang Lewi untuk melayani di Bait Allah. Oleh karena itu hanya suku Lewi yang tidak mendapat bagian wilayah untuk menjadi milik pusaka mereka. Tuhan menyediakan berkat untuk memenuhi kebutuhan mereka supaya mereka bisa melayani pekerjaan Tuhan dengan baik melalui persembahan persepuluhan dari suku-suku Israel yang lain. Sedangkan suku Lewi sendiri memberikan persepuluhan mereka kepada imam Harun. Jadi Persepuluhan bangsa Israel untuk suku Lewi, lalu persepuluhan suku Lewi untuk Harun imam besar.
Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
Bilangan 18:21
26 "Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka:
Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu,
Persepuluhan dan Persembahan Khusus
27 dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. 28 Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun. 29 Dari segala yang diserahkan kepadamu, yakni dari segala yang terbaik di antaranya, haruslah kamu mempersembahkan seluruh persembahan khusus kepada TUHAN, sebagai bagian kudus dari padanya.
30 Lagi haruslah engkau berkata kepada mereka: Apabila kamu mengkhususkan yang terbaik dari padanya, maka bagi orang Lewi haruslah hal itu dihitungkan sebagai hasil tempat pengirikan
dan hasil tempat pemerasan anggur;
Bilangan 18:26-30
Persepuluhan berbeda dengan persembahan. Persepuluhan adalah 10% dari berkat yang kita terima, sedangkan persembahan adalah semua pemberian kepada Tuhan dari yang 90%.
Persepuluhan memiliki sifat wajib sehingga harus dilakukan tidak perduli keadaan seseorang. Persembahan memiliki sifat sukarela. Berdasarkan sifatnya ini maka kita bisa mengambil kesimpulan secara sederhana bahwa persepuluhan diperintahkan Tuhan untuk menguji ketaatan kita, sedangkan persembahan untuk menguji kasih kita kepada Tuhan.
Dengan memberikan persepuluhan, maka kita sedang menaati perintah Tuhan.
Sedangkan dengan memberikan persembahan, maka kita sedang menyatakan kasih kita kepada Tuhan. Bagi kita sekarang, persepuluhan yang kita berikan akan dipakai untuk kelancaran pekerjaan Tuhan melalui gereja lokal, yaitu tempat di mana kita mendapat makanan rohani.
5. Tingkap Langit dibuka dan Berkat-berkat Dicurahkan
10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Maleakhi 3:10
Persepuluhan bukan membuat kita kekurangan, tetapi justru kelimpahan. Banyak orang berpikir jika kita mengembalikan persepuluhan, kita akan kekurangan. Yang perlu kita ketahui adalah bahwa berkat Tuhan itu melampaui ilmu matematika.
Jika Tuhan sampai berkata ujilah Aku, maka sudah pasti digenapi oleh Tuhan.
Ini merupakan janji yang luar biasa untuk setiap umat-Nya. Tuhan berjanji akan memberi berkat kepada kita dengan berkelimpahan kepada umat-Nya yang mengembalikan persepuluhan. Berkat yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya
sangat luas tidak hanya tentang hal uang tetapi kesehatan, kekuatan, damai sejahtera, sukacita, dll. Berdasarkan janji yang Tuhan berikan ini, umat Tuhan semestinya tidak ragu-ragu lagi dalam mengembalikan persepuluhan.
6. Tuhan akan Menghardik Belalang Pelahap
11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
Maleakhi 3:11
Belalang pelahap berbicara tentang banyak hal, yaitu semua yang menggerogoti berkat Tuhan dalam hidup kita. Berkat sebenarnya sudah diberikan, akan tetapi habis seperti air yang dimasukkan ke dalam kantong yang bocor. Kita sudah bekerja dan mendapat nafkah yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tetapi karena keluarga sakit sehingga terpaksa berobat ke dokter dan mengeluarkan banyak uang sehingga habis tak bersisa. Bisa juga habis karena ditipu orang, dagangannya tidak dibayar atau dicuri, sehingga apa yang sudah dihasilkan tidak bisa dinikmati. Bila keadaan kita seperti ini, Tuhan menyuruh kita kembali kepada ketetapan Tuhan, maka belalang pelahap akan disingkirkan dari hidup kita.
Janji lain yang Tuhan berikan adalah Tuhan sendiri akan menghardik belalang pelahap dari kehidupan umat-Nya. Yang dimaksud dengan belalang pelahap adalah semua kerugian keuangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, seperti kecurian, sakit, kerugian perampokan, kegagalan, dll.
Seringkali umat Tuhan membawa ke rumah berkat yang cukup banyak, tetapi berkat tersebut habis dengan sangat cepat karena beberapa hal yang sebenarnya tidak harus terjadi. Umat Tuhan sering terus mengalami kekurangan. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena ia belum mengembalikan persepuluhan?
7. Hidup Kita Menjadi Kesaksian bagi Banyak Orang
12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.
Maleakhi 3:12
Jika tingkap langit dibukakan dan berkat Tuhan dicurahkan, belalang pelahap dilenyapkan, maka orang-orang akan menyebut kita berbahagia. Negeri kesukaan, tempat kesukaan adalah tempat Tuhan suka mencurahkan berkat anugerahNya.
Tempat orang datang pada kita, sehingga melalui kita, menjadi kesaksian banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan.
Persepuluhan dan Persembahan Khusus
8. Belajar Takut akan Tuhan
22 "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. 23 Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
Ulangan 14:22-23
Tidak belajar mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan, berarti tidak belajar untuk selalu Takut akan Tuhan.
C. Bagaimana Mengembalikan Persepuluhan yang Benar?
1. Persepuluhan Harus Menjadi Prioritas yang Pertama
37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Matius 22:37-38
2 maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kaukumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.
Ulangan 26:2
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak- lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
Kejadian 4:4
2. Persepuluhan Harus Dibawa ke Rumah Tuhan/Gereja Tuhan dimana Kita Mendapat Makanan Rohani
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Maleakhi 3:10
Sesuai dengan ayat diatas, persepuluhan harus kita kembalikan ke Rumah Tuhan, yaitu gereja lokal dimana kita memperoleh makanan rohani secara rutin. Ini adalah ketetapan Tuhan yang harus kita lakukan tanpa kompromi.
Selain persembahan persepuluhan, juga ada persembahan yang lain yaitu persembahan khusus. Persembahan khusus adalah persembahan yang diberikan diluar persembahan persepuluhan. Kita bisa memberikan persembahan khusus untuk mendukung pekerjaan Tuhan di Gereja Lokal, misalnya untuk mendukung aksi sosial, pembangunan gedung, dll.
3. Cara Menghitung Persepuluhan
a. Untuk orang yang mendapat gaji bulanan
Perhitungan jumlah persepuluhan yang harus dibayarkan dapat dihitung dengan sangat mudah. Cukup dengan menghitung 10 persen dari gaji yang diterima, maka akan mendapat jumlah persepuluhan yang harus dikembalikan.
Misalkan jika seseorang mendapat gaji sebesar Rp. 1,5 juta. Maka persepuluhan yang harus dibayarkan adalah 10% X Rp. 1,5 juta : Rp. 150 ribu.
b. Untuk seorang pengusaha
Menghitung persepuluhan bagi seorang yang memiliki usaha sendiri harus dihitung dari keuntungan bersih yang didapat.
Contoh:
- Misal ada seseorang yang membeli rumah seharga Rp. 100 juta. Kemudian ia berhasil menjualnya seharga Rp. 125 juta. Maka persepuluhan yang harus dikembalikan kepada Tuhan adalah 10 persen dari keuntungan yang didapat yaitu Rp. 2,5 juta.
- Pengusaha yang memiliki banyak transaksi dalam satu hari dan sistem administrasi yang dipunyainya kurang lengkap akan mengalami kesulitan menghitung keuntungan bersih yang telah ia terima. Biasanya ia hanya bisa mengetahui pendapatan kotor. Untuk menghitung persepuluhan secara tepat ia akan mengalami kesulitan sebab persepuluhan dihitung dari laba bersih. Untuk memudahkan perhitungan, maka bisa dilakukan dengan cara:
1) Pengusaha tersebut harus mengetahui kira-kira berapa keuntungan bersih yang didapat dari pendapatan kotor berdasarkan pengalaman pengusaha.
2) Kemudian persepuluhannya adalah 10% dari laba bersih yang didapat.
Persepuluhan dan Persembahan Khusus
Bagaimana jika ternyata perhitungan persentasi ini meleset? Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa Tuhan melihat hati dan bukannya jumlah persepuluhan. Oleh karena itu kita bisa mengandalkan hati nurani untuk melakukan perhitungan ini. Jika kita merasa sejahtera dengan persentase yang kita tetapkan, maka Tuhan akan melihat itu sebagai kebenaran karena kita memang mengalami kesulitan untuk mendapat persentase yang tepat.
Tetapi jika kita merasa kurang dalam menentukan persentase keuntungan bersih, maka kita bisa menaikannya.
- Pengusaha yang memiliki pembukuan yang baik tidak akan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan bersih. Persepuluhan yang dikembalikan adalah 10 persen dari keuntungan bersih. Contoh :
Modal ... Rp 100 juta Biaya-biaya ... Rp 50 juta Penjualan ... Rp 250 juta Maka keuntungan bersih Rp 250 juta – Rp 50 juta – Rp 100 juta = Rp 100 juta Persepuluhannya adalah ... 10% X Rp. 100 juta = Rp 10 Juta c. Warisan
Jika kita mendapat warisan, maka persepuluhannya adalah 10% dari jumlah harga warisan yang kita dapatkan.
d. Pelajar
- Seorang pelajar yang setiap bulan atau setiap minggu mendapat uang jajan, maka persepuluhannya adalah 10% dari uang jajan yang diterima.
- Untuk pelajar yang kos di luar daerah dan mendapat uang kiriman yang di dalamnya termasuk uang sekolah (SPP, uang kos) dan uang untuk keperluan pribadi (uang makan, uang transport), maka persepuluhannya diambil dari jumlah uang yang dipakai untuk keperluan pribadinya.
e. Bagi orang yang belum bekerja
Bagi orang yang belum bekerja, maka persepuluhan yang harus diberikan dapat dihitung dari semua berkat yang ia terima. Jadi bukan merupakan masalah, apakah kita sudah bekerja atau belum. Kita harus belajar taat kepada Tuhan. Bahkan kita harus mulai mengajarkannya kepada anak-anak kita sejak kecil supaya mereka mulai terbiasa belajar taat kepada Tuhan.
D. Kembali Melakukan Ketetapan Tuhan Membuat Kita Dipulihkan
6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya.
Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
Maleakhi 3:6-8
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk kembali kepada Tuhan. Artinya, kembali kepada petunjuk, ketetapan dan Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah ya dan amin serta merupakan jaminan bagi hidup kita. Firman Tuhan adalah Allah sendiri dan Firman itu menjelma menjadi manusia yaitu Tuhan Yesus. Kembali pada Firman berarti kembali pada Allah. Saat kita kembali pada Firman, maka saat itulah kita akan mengalami pemulihan. Oleh sebab itu, marilah kita kembali melakukan ketetapan Tuhan tentang persepuluhan ini sehingga hidup kita diberkati dan mengalami anugerah Tuhan yang berkelimpahan.
Yang terpenting dalam prinsip persepuluhan adalah bukan hanya jumlah uangnya tetapi ketaatan hati kita. Tuhan itu maha kaya, segala sesuatu adalah milik-Nya.
Tuhan tidak membutuhkan harta kita, tetapi Ia ingin melihat ketaatan kita. Jika kita taat, maka kita akan menerima berkat. Jika kita tidak taat, kita bisa kehilangan berkat- berkat Tuhan. Yang harus ada dalam hati kita adalah sikap taat dan bukan mengharapkan imbalan berkat meskipun pada akhirnya kita akan diberkati. Dengan demikian hati kita tetap memiliki motivasi tidak mencari keuntungan tetapi karena hati yang ingin mengasihi dan menaati Tuhan.
UNTUK DIRENUNGKAN
Apakah Saudara mengasihi Tuhan? Mari kita dukung pekerjaan Tuhan dengan mengembalikan persepuluhan dan memberikan persembahan secara teratur ke gereja lokal tempat kita beribadah.