• Tidak ada hasil yang ditemukan

13 AKB00000000000000000000000000000000

N/A
N/A
hafzah susanti

Academic year: 2023

Membagikan "13 AKB00000000000000000000000000000000"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 1

Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemanfaatan Buku KIA

Eny Veronika1, Febriana Widya N. R. 1, Hermawati1, Julita Pangesti1, Novembriawan Pangestu1, Rivanna Latifa1, Sabilla Farah Mahira1, Tritama Khaerani1, Wahdah Nurmiladiah*1, Dr. Besral, SKM, M.Sc1, dr.

Mutmainah Indriyati, MKM2, drg. Rizky Andriany Alimy3

1Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

2Dinas Kesehatan Kota Depok

3Puskesmas Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok Email: [email protected]

Abstract

Background: The proportion of MCH Handbook ownership in Indonesia in Riskesdas (2018) is still low (65.9%).

The ownership of MCH books, knowledge, attitudes, and utilization of MCH books by pregnant women in Jatijajar sub-district, Depok City is not yet known.

Purpose: The purpose of this paper is to know the knowledge, attitudes, and use of MCH books by pregnant women during the COVID 19 pandemic in the Jatijajar Depok Health Center area in 2022 and to increase knowledge and attitudes after the intervention.

Methods: The design of this research is descriptive quantitative with a cross-sectional design using primary data.

The sample of this study was 30 mothers who did Antenatal Care (ANC) and Post Natal Care (PNC) examinations at Jatijajar Health Center, Depok.

Result: Knowledge of pregnant women, postpartum mothers and mothers with babies <1 year in the Jatijajar Health Center area is good. P value = 1, which indicates that there is no relationship between the behavior of using MCH books and mother's knowledge of MCH books. The behavior of pregnant women, postpartum mothers and mothers with babies <1 year old in using the MCH handbook is still lacking with 21 mothers out of 20 mothers (70%). Mother's knowledge of the MCH book is in the good category with a total of 28 mothers from 30 mothers (93.3%).

Conclusion: The utilization of the MCH Handbook at the Jatijajar Health Center was considered good with a percentage of 90.9%.

Keywords: Maternal Mortality Rate Infant Mortality Rate; Maternal and Child Health Book Abstrak

Latar belakang: Proporsi kepemilikan Buku KIA di Indonesia dalam Riskesdas (2018) masih rendah (65,9%).

Belum diketahui kepemilikan buku KIA, pengetahuan, sikap, dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil di kelurahan Jatijajar Kota Depok.

Tujuan: Tujuan penulisan ini adalah diketahui pengetahuan, sikap, dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil selama pandemi COVID 19 di wilayah Puskesmas Jatijajar Depok Tahun 2022 dan peningkatan pengetahuan dan sikap setelah intervensi.

Metode: Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer. Sampel dari penelitian ini adalah 30 ibu yang melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dan Post Natal Care (PNC) di Puskesmas Jatijajar, Depok.

Hasil: Pengetahuan ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun di wilayah Puskesmas Jatijajar sudah baik. didapatkan nilai P = 1 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu mengenai buku KIA. Perilaku ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun dalam pemanfaatan buku KIA masih kurang dengan jumlah 21 ibu dari 20 ibu (70%). Pengetahuan Ibu mengenai buku KIA termasuk kategori baik dengan jumlah 28 ibu dari 30 Ibu (93,3%).

Kesimpulan: Pemanfaatan Buku KIA di Puskesmas Jatijajar dinilai baik dengan persentase 90,9%.

Kata Kunci: AKI; AKB; Buku KIA

1. PENDAHULUAN

Hasil SUPAS tahun 2015 dalam Kemenkes RI (2021), angka kematian ibu di Indonesia 305 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan terdapat 4.627 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebesar 4.221 kematian.

Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan

(2)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 2 sebanyak 1.330 kasus, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.110 kasus, dan gangguan sistem peredaran darah sebanyak 230 kasus (Wulandatika dkk, 2021).

Pada Provinsi Jawa Barat hingga Juli 2020 menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, terdapat kematian ibu sebanyak 479 kasus menghasilkan rasio kematian ibu sebesar 86,72/100.000.

Di kota Depok data kematian Ibu dari tahun 2017-2020 hampir selalu mengalami kenaikan, yaitu sebanyak 20 pada tahun 2017 dengan rasio AKI 46,88/100.000 KH, sebanyak 18 pada tahun 2018 dengan rasio AKI 41,64/100.000 KH, sebanyak 37 pada tahun 2019 dengan rasio AKI 84,37/100.000 KH, dan sebanyak 26 pada tahun 2020 dengan rasio AKI 58,45/100.000 KH (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2020).

Penyebab kematian Ibu Di Kota Depok menurut Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Depok tahun 2017 hingga 2020, ditempati oleh beberapa sebab, diantaranya yaitu Preeklampsia Berat dengan 2 kasus pada 2018, 13 kasus pada 2019 dan 8 kasus pada 2020. Hal ini juga diikuti oleh sebab lainnya yaitu perdarahan post-partum HPP dengan jumlah kasus 6 orang pada tahun 2017, 6 orang pada tahun 2018, 15 orang pada tahun 2019 dan 5 orang pada tahun 2020. Selanjutnya pada penyebab kematian yang diakibatkan oleh Jantung, terdapat 5 orang pada tahun 207 dan 5 orang pula pada tahun 2018 (Profil Kesehatan Kota Depok, 2020).

Pada Tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar terjadi 4 kematian ibu yang penyebabnya diidentifikasi karena 2 ibu meninggal karena COVID 19, 1 ibu meninggal karena suspect emboli dan 1 ibu meninggal karena eklampsia (Puskesmas Jatijajar, 2022).

Angka Kematian bayi berdasarkan SDKI (2017) dalam Kemenkes RI (2021) sebesar 24 per 1000 kelahiran hidup. Pada Provinsi Jawa Barat hingga Juli 2020 menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, terdapat kematian bayi sebanyak 1.649 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama yaitu sebesar 1.575 kasus, dengan jumlah lahir hidup sebanyak 579.037 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, 2020).

Di kota Depok, bila dihitung rasio Angka Kematian bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup, maka pada tahun 2017 sebesar 1,69/1000 KH dengan jumlah sebanyak 72, tahun 2018 sebesar 1,55/1000 KH dengan jumlah sebanyak 67, tahun 2019 sebesar 1,94/1000 KH dengan jumlah sebanyak 81, dan tahun 2020 sebesar 1,19/1000 KH dengan jumlah sebanyak 53. (Profil Kesehatan Kota Depok, 2020).

Pada Tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar terjadi 4 kematian bayi yang penyebabnya diidentifikasi karena 1 bayi meninggal didiagnosa memiliki kelainan labiopalatoskizis dan hipotermi, 1 bayi meninggal karena lahir preamtur dan BBLR sedangkan penyebab kematian 2 bayi lainnya masih dalam proses audit (Puskesmas Jatijajar, 2022).

Di Puskesmas Jatijajar pada tahun 2021 kunjungan K1 tercapai sebesar 90%, kunjungan K4 sebesar 86%, Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 90%, cakupan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan 90%, cakupan pelayanan nifas lengkap 88%, cakupan deteksi faktor risiko oleh masyarakat 79%, kunjungan neonatus 93%, dan cakupan pelayanan MTBS hanya 78%, Cakupan bayi baru lahir mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 89%, Cakupan ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) 87% (Puskesmas Jatijajar, 2022).

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak penurunan cakupan pelayanan kesehatan pada ibu dan anak adalah dengan memaksimalkan fungsi buku KIA. Buku KIA berisi informasi mengenai kebutuhan dari ibu hamil, bersalin, nifas hingga bayi dan balita. Salah satu manfaat buku KIA adalah sebagai alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi (Depkes RI dan JICA, 2015).

Proporsi kepemilikan Buku KIA di Indonesia dalam Riskesdas (2018) sebanyak 65,9%.

Evaluasi menilai pemanfaatan buku KIA oleh ibu atau pengasuh pada penelitian yang telah Lulianthy, dkk (2021) lakukan mendapatkan hasil bahwa penggunaan Buku KIA belum maksimal, buku KIA hanya dimanfaatkan sebagai pencatatan imunisasi atau pencatatan berat badan saat posyandu. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Paramitha (2016) pemanfaatan buku KIA

(3)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 3 masih belum maksimal dilihat dari faktor pengetahuan ibu yang baik hanya sebesar 32,86%, memiliki sikap positif terhadap pemanfaatan buku KIA sebesar 37,14%, dan yang mendapat dukungan baik dari petugas kesehatan sebesar 28,57%.

Tujuan penulisan ini adalah diketahui pengetahuan, sikap, dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil selama pandemi COVID 19 di wilayah Puskesmas Jatijajar Depok Tahun 2022 dan peningkatan pengetahuan dan sikap setelah intervensi.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Program ini bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi dan neonatal. Salah satu tujuan ini adalah menurunkan kematian dan kejadian sakit pada ibu dan anak melalui peningkatan mutu pelayanan dan menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan perinatal di tingkat pelayanan dasar dan pelayanan rujukan primer (Sistiarani C, 2014).

Kematian maternal atau kematian ibu menurut batasan dari The Tenth Revision of International Classification of Diseases (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi pada saat kehamilan atau dalam 42 hari setelah kehamilan, tidak tergantung dari lama dan lokasi kehamilan, disebabkan oleh apapun yang berhubungan dengan kehamilan, atau yang diperberat oleh kehamilan tersebut, atau penanganannya, akan tetapi bukan kematian yang disebabkan oleh kecelakaan atau kebetulan (WHO, 2015).

Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah angka kematian ibu (Maternal Mortality Ratio) yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. Angka ini mencerminkan risiko obstetrik yang dihadapi oleh seorang ibu sewaktu ia hamil (Saifudin, 2010).

Kematian bayi adalah bayi yang mati dan mati dini <28 hari kelahiran. Kematian bayi dibagi menjadi dua, yaitu kematian bayi dini yang terjadi selama minggu pertama kehidupan (0-6 hari) dan kematian bayi lambat yang terjadi 7-28 hari kehidupan. Kematian bayi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir yang diperoleh dari orang tuanya atau didapat selama kehamilan dan kematian bayi eksogen disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari pertama kehidupan per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), AKB adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai umur 1 tahun pada waktu tertentu per 1000 kelahiran hidup pada periode waktu yang sama.

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah melalui penggunaan buku KIA. Penggunaan Buku KIA merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat terutama keluarga untuk memelihara dan mendapatkan pelayanan KIA yang berkualitas.

Pemberdayaan Masyarakat merupakan proses untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan individu, keluarga serta masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya membantu mempercepat pencapaian derajat kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, Persalinan, dan masa sesudah melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual yang optimal.

(Permenkes, 2021)

Pemberdayaan masyarakat ini akan berhasil apabila ada peran aktif dari masyarakat dengan mengutamakan pendekatan promotif dan preventif. Sebagai pemberi pelayanan atau kuratif seperti yang tercantum dalam PMK tentang masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan dan masa sesudah melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan pelayanan Kesehatan seksual ini adalah tenaga Kesehatan, sementara untuk promotif dan preventif bisa dilakukan oleh tenaga Kesehatan dengan dibantu oleh kader.

(4)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 4 Peran Kader dalam kegiatan ini adalah untuk dapat memberikan penjelasan kepada ibu hamil, ibu yang mau bersalin dan ibu nifas akan pentingnya menjaga Kesehatan selama masa kehamilan, persalinan dan nifas serta bayi baru lahir seperti yang tercantum dalam buku KIA, sehingga buku KIA dapat berguna untuk menambah dan memperkuat informasi ibu dan keluarganya sejak kehamilan pertama.

Buku KIA merupakan alat komunikasi dan media informasi yang digunakan oleh tenaga kesehatan, keluarga dan Ibu hamil sendiri. Buku KIA berisi informasi dan materi tentang kesehatan ibu pada masa hamil, bersalin nifas dan KB serta materi kesehatan anak tentang perawatan bayi baru lahir sampai balita, perawatan balita sehari-hari, perawatan anak sakit, cara memberi makan anak dan membuat MP-ASI. Dalam buku KIA sebenarnya sudah mencakup seluruhnya kebutuhan dari ibu hamil, bersalin, nifas hingga bayi dan balita.

Secara garis besar manfaat buku KIA dapat dibagi menjadi dua yaitu manfaat umum dan khusus. Manfaat buku KIA secara umum yaitu ibu dan anak mempunyai catatan kesehatan yang lengkap. Sedangkan manfaat secara khusus yaitu pertama untuk mencatat dan memantau kesehatan ibu dan anak, yang kedua adalah alat komunikasi dan penyuluhan yang dilengkapi dengan informasi penting bagi ibu, keluarga dan masyarakat tentang paket (standar) pelayanan KIA. Ketiga merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak.

Keempat yaitu sebagai catatan pelayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya (Depkes RI dan JICA, 2015).

Indikator keberhasilan pemanfaatan buku KIA pada ibu balita dapat diukur dari kesehatan anaknya. Penilaiannya dapat dilihat dari kunjungan neonatal pertama (KN1), kunjungan neonatal lengkap (KN Lengkap), penanganan neonatus komplikasi, cakupan pelayanan kesehatan bayi, cakupan pelayanan kesehatan anak balita, kematian neonatal, kematian bayi, dan kematian balita (Kemenkes RI, 2010). Data indikator kesehatan anak tersebut dipantau setiap bulannya oleh petugas kesehatan dan ibu bayi, sehingga keberhasilan pemanfaatan buku KIA dapat dilihat dari pencapaian indikator tersebut. Pemanfaatan buku KIA pada ibu bayi akan maksimal jika ibu telah membaca dan menerapkan isi buku KIA, serta mengerti cara pengisiannya.

Perilaku seseorang dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor dari dalam maupun dari luar.

Faktor yang menentukan atau membentuk perilaku disebut determinan. Dalam bidang perilaku kesehatan, terdapat beberapa teori yang menjadi acuan dalam penelitian-penelitian kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu Teori Lawrence Green. Menurut Lawrence Green, terbentuknya suatu perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: Faktor Predisposisi (Predisposing Factor):

Tingkat Pengetahuan, Sikap, Keyakinan atau kepercayaan, Nilai-nilai, Budaya. Faktor Pendukung (Enabling Factor): Jarak Pelayanan Kesehatan, Status Ekonomi Keluarga, Ketersediaan Sarana.

Faktor Pendorong (Reinforcing Factor): Dukungan Petugas Kesehatan, Dukungan Keluarga/Suami, Dukungan Tokoh Masyarakat.

3. METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer. Komponen yang ingin dilihat adalah gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu terhadap pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Jatijajar Kota Depok dan peningkatan pengetahuan dan sikap setelah intervensi. Populasi dari penelitian ini adalah ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi berumur kurang dari 1 tahun yang melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dan Post Natal Care (PNC) dan kader serta tokoh masyarakat di Puskesmas Jatijajar, Kota Depok, Jawa Barat.

Sampel dari penelitian ini adalah 30 ibu yang melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dan Post Natal Care (PNC) di Puskesmas Jatijajar, Depok. Kriteria inklusi: Ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun; Tinggal menetap dalam 2 tahun terakhir; Bersedia untuk partisipasi dalam penelitian. Kriteria eksklusi: Ibu yang tidak bisa baca tulis; Ibu yang tidak mampu untuk berkomunikasi (karena sakit atau kondisi lainnya). Metode pengambilan sampel ibu hamil, ibu nifas dan ibu yang memiliki anak kandung usia 0-24 bulan dilakukan secara random sederhana dengan

(5)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 5 menggunakan microsoft office excel dan kemudian melihat daftar ibu yang tercatat dalam e-kohort periode tahun 2020 hingga 2021.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Uji Univariat Tabel 1. Hasil Analisis Uji Univariat

Variabel Indikator Jumlah Persentase

Pengetahuan Baik (≥75%) 28 93,3%

Kurang Baik 2 6,7%

Perilaku Efektif (≥75%) 21 70%

Tidak Efektif 9 30%

Sikap Positif (≥75%) 30 100%

Negatif 0 0

Dukungan Keluarga Baik (≥75%) 30 100%

Kurang Baik 0 0

Dukungan Tokoh Masyarakat Baik (≥75%) 22 73,3%

Kurang Baik 8 26,7%

Dukungan Tenaga Kesehatan Baik (≥75%) 29 96,7%

Kurang Baik 1 63,3%

Berdasarkan sampel yang diambil sebanyak 30 orang, 93.3% ibu memiliki pengetahuan tentang buku KIA dengan baik. Sedangkan sisanya, sebesar 6.7% ibu kurang memiliki pengetahuan mengenai buku KIA. Ibu menggunakan buku KIA sebagai pedoman untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak serta pedoman untuk ibu dalam bertanya kepada kader maupun petugas kesehatan secara efektif adalah sebesar 70% dari sampel ibu yang diambil, sisanya 30% tidak digunakan secara efektif oleh ibu untuk pemeriksaan kesehatan ibu dan anak.

Berdasarkan hasil kuesioner, seluruh sampel ibu yang diambil memberikan respon yang positif terkait pemanfaatan buku KIA. Tidak ada ibu yang memberikan respon negatif terkait pemanfaatan buku KIA tersebut. Seluruh ibu mendapatkan dukungan dari keluarga secara baik.

Sebanyak 73.3% ibu mendapat segala bentuk dukungan dari tokoh masyarakat secara baik.

Sedangkan, 26.7% ibu kurang mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. Berdasarkan sampel ibu yang diambil, sebanyak 96.7% ibu mendapat segala bentuk dukungan dari tenaga kesehatan secara baik. Sedangkan sisanya, yaitu 3.3% ibu kurang mendapat dukungan dari tenaga kesehatan.

Hasil Analisis Uji Bivariat Tabel 2. Hasil Analisis Uji Bivariat

Variabel Indikator Perilaku Pemanfaatan

Total P- Value Efektif (≥75%) Tidak Efektif

Paritas ≤1 8 (80%) 2 (20%%) 10 (33,33%)

0,675 >1 13 (65%) 7 (35%) 20 (66,67%)

Pendapatan <4.000.000 18 (72%) 7 (28%) 25 (70%)

0,622

>4.000.000 3 (60%) 2 (40%) 5 (30%)

Pengetahuan Baik 19 (67,86%) 9 (32,14%) 28 (93,33%) 1,000

(6)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 6

Kurang 2 (100%) 0 2 (6,67%)

Dukungan Tokoh Masyarakat

Baik 14 (63,6%) 8 (36,4%) 22 (73,3%)

0.374 Kurang Baik 7 (87,5%) 1 (12,5%) 8 (26,7%)

Dukungan Tenaga Kesehatan

Baik 20 (69%) 9 (31%) 29 (96,7%)

1,000

Kurang Baik 1 (100%) 0 1 (3,3%)

Berdasarkan hasil uji fisher exact yang telah dilakukan, didapatkan nilai p-value adalah sebesar 0.675. Nilai p-value ini lebih besar bila dibandingkan tingkat signifikansi 5%. Sehingga, tidak dapat menolak H0 dan tidak terdapat bukti yang kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan paritas. Didapatkan nilai p-value adalah sebesar 0.622. Nilai p-value ini lebih besar bila dibandingkan tingkat signifikansi 5%. Sehingga, tidak dapat menolak H0 dan tidak terdapat bukti yang kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pendapatan.

Nilai p-value adalah sebesar 1, yang mana bila dibandingkan dengan tingkat signifikansi 5%

nilainya lebih besar. Sehingga, tidak dapat menolak H0 dan tidak terdapat bukti yang kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu mengenai buku KIA. Atau dengan kata lain tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu mengenai buku KIA.

Berdasarkan hasil uji chi square pearson, tidak dapat dilakukan pengujian untuk mencari hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan sikap ibu. Hal tersebut, disebabkan karena pada sampel yang diambil seluruh respon ibu dalam pemanfaatan buku KIA adalah positif, sehingga variabel ini dianggap sebagai konstan. Tidak dapat dilakukan pengujian untuk mencari hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan dukungan dari keluarga. Hal tersebut, disebabkan karena pada sampel yang diambil seluruh ibu mendapat segala bentuk dukungan dengan baik dari pihak keluarga, sehingga variabel ini dianggap sebagai konstan.

Berdasarkan hasil pengujian uji fisher exact didapatkan nilai p-value adalah sebesar 0.374, yang mana bila dibandingkan dengan tingkat signifikansi 5% nilainya lebih besar. Sehingga, tidak dapat menolak H0 dan tidak terdapat bukti yang kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan dukungan dari tokoh masyarakat. Atau dengan kata lain tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan dukungan dari tokoh masyarakat. Didapatkan nilai p-value adalah sebesar 1, yang mana bila dibandingkan dengan tingkat signifikansi 5% nilainya jauh lebih besar. Sehingga, tidak dapat menolak H0 dan tidak terdapat bukti yang kuat untuk menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan dukungan dari tenaga kesehatan. Atau dengan kata lain tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan dukungan dari tenaga kesehatan.

Tabel 3. Pemberian intervensi terhadap pengetahuan ibu hamil dan tokoh masyarakat tentang buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar

Variabel Pemberian intervensi

Rata-rata SD p-value Uji T

Pengetahuan Ibu (n=9) Pre-test 5,67 2,0 0,00

(7)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 7 Berdasarkan Tabel 3., dapat dilihat bahwa terdapat 9 responden yang mengikuti penyuluhan menunjukkan pemberian intervensi terhadap pengetahuan ibu terkait Buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar dapat meningkatkan skor pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Buku KIA.

Peningkatan rerata skor pengetahuan ibu sebesar 3 poin, dari rerata skor 5,67 (sebelum dilakukan intervensi) meningkat menjadi 8,78 (sesudah dilakukan intervensi). Hasil uji T skor sikap menunjukkan p-value = 0,00 yang artinya secara statistik terdapat perbedaan signifikan sikap ibu terkait pemahaman pentingnya pemanfaatan Buku KIA antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi.

Dapat dilihat juga bahwa terdapat 20 responden yang mengikuti penyuluhan pada tokoh masyarakat. Peningkatan rerata skor pengetahuan tokoh masyarakat juga terjadi sebesar 2 poin, dari rerata skor 7,05 (sebelum dilakukan intervensi) meningkat menjadi 8,95 (sesudah dilakukan intervensi). Hasil uji T skor pengetahuan menunjukkan p-value = 0,00 yang artinya secara statistik terdapat perbedaan signifikan pengetahuan tokoh masyarakat terkait pemahaman pentingnya pemanfaatan Buku KIA antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi.

Hasil analisis Univariat penelitian terhadap pengetahuan ibu mengenai buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar pada 30 sampel yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa sebanyak 28 (93,3%) ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai buku KIA. Berdasarkan Arikunto (2006) dalam Paramitha (2016) pengetahuan ibu dikatakan baik jika ≥ 75% jawaban benar. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun di wilayah Puskesmas Jatijajar sudah baik.

Berdasarkan hasil analisis bivariat pada sampel di wilayah kerja puskesmas Jatijajar didapatkan nilai P = 1 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu mengenai buku KIA. Berbanding terbalik dengan penelitian Hanum dan Safitri (2018) dimana, Hasil uji statistik menggunakan chi-square didapatkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kerja Puskesmas Namu Ukur.

Hasil penelitian terhadap sikap dalam pemanfaatan buku KIA pada 30 sampel yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki sikap yang positif dalam pemanfaatan buku KIA. Hal ini menunjukan bahwa pemanfaatan buku KIA pada ibu di wilayah Puskesmas Jatijajar dapat dikatakan efektif.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, menunjukkan hasil bahwa ibu yang mempunyai sikap dengan kategori baik ternyata dalam penggunaan buku KIA termasuk kategori baik juga yaitu mencapai 90,9%, sedangkan ibu yang mempunyai sikap dengan kategori kurang baik ternyata dalam menggunakan buku KIA juga termasuk kurang yaitu 66,7%. Pada penelitian ini dikatakan ada hubungan antara sikap ibu dengan penggunaan buku KIA yang dibuktikan dengan p value 0,002 (Oktarina & Mugeni, 2015). Sikap yang positif mencerminkan kepedulian ibu terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anaknya.

Hasil analisis Univariat penelitian terhadap pengetahuan dukungan tokoh masyarakat dalam pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Jatijajar pada 30 sampel yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa sebanyak 22 ibu (73,3%) mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat dengan baik. Berdasarkan Paramitha (2016) dukungan tokoh masyarakat dalam pemanfaatan buku KIA efektif jika ≥75% jawaban benar. Hal ini menunjukkan dukungan tokoh masyarakat dalam pemanfaatan buku KIA masih kurang.

Post-test 8,78 1,09

Pengetahuan Tokoh Masyarakat (n=20)

Pre-test 7,05 1,84 0,00

Post-test 8,95 1,27

(8)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 8 Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan tokoh masyarakat dengan perilaku pemanfaatan buku KIA, namun hal ini dapat disebabkan oleh sampel yang sedikit. Menurut Green 1980 yang dikutip oleh Notoatmodjo (2010), yang mendasari timbulnya perilaku dapat dikelompokkan menjadi faktor predisposing, enabling, dan reinforcing.

Faktor-faktor yang tergolong sebagai faktor predisposing antara lain pengetahuan, sikap, dan pendidikan. Faktor enabling (faktor pemungkin), mencakup pelayanan tenaga kesehatan dalam hal ini bidan pada ibu hamil. Sedangkan faktor reinforcing (faktor penguat) mencakup ada tidaknya dukungan dari keluarga, dukungan dari tokoh masyarakat terhadap pemanfaatan buku KIA oleh ibu nifas. Anderson (1974) dalam Notoatmodjo (2010) menggambarkan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan model sistem kesehatan (health system model). Menurut Green dan Marshall (2005), faktor reinforcing adalah konsekuensi dari determinan perilaku, dimana masyarakat menerima feedback dan setelah itu ada dukungan sosial.

5. SIMPULAN

Penelitian tentang gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pemanfaatan buku KIA serta pelaksanaan intervensi yang dilakukan di wilayah UPTD Puskesmas Jatijajar Kota Depok pada tahun 2022 menghasilkan kesimpulan bahwa sarana dan prasarana kesehatan di wilayah Kelurahan Jatijajar cukup lengkap namun masih belum terdapat rumah sakit di Kelurahan Jatijajar maupun Kecamatan Tapos. Jumlah kematian ibu dan bayi masih terjadi pada tahun 2021 dengan berbagai penyebabnya. Perilaku ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun dalam pemanfaatan buku KIA masih kurang dengan jumlah 21 ibu dari 20 ibu (70%). Pengetahuan Ibu mengenai buku KIA termasuk kategori baik dengan jumlah 28 ibu dari 30 Ibu (93,3%). Pemanfaatan Buku KIA di Puskesmas Jatijajar dinilai baik dengan persentase 90,9%. Hasil intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan pada hari pertama dengan peserta 9 orang memiliki rata-rata posttest 8.78 dengan nilai pretest sebesar 5.67. Dari hasil intervensi tersebut terdapat kenaikan rata-rata test sebesar 3.11.

Hasil intervensi yang dilakukan pada penyuluhan kedua dengan peserta 20 orang memiliki rata-rata posttest 8.95 dengan nilai pretest sebesar 7.05. Dari hasil intervensi tersebut terdapat kenaikan rata- rata test sebesar 1.9.

Turunnya intensitas komunikasi dari kader terhadap ibu yang diakibatkan oleh pandemic COVID-19 menyebabkan turunnya kegiatan penyuluhan, maka dari itu saran yang dapat diberikan adalah pihak Puskesmas Kelurahan Jatijajar perlu memperkuat jejaring antara kader dan ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi < 1 tahun demi menjaga kegiatan penyuluhan meskipun tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Kemudian pihak Dinas Kesehatan Kota Depok perlu melakukan monitoring terkait dengan penguatan jejaring antara kader dan ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun demi penguatan jejaring tersebut dapat bertumbuh seiring berjalannya waktu. Selain itu, pihak Puskesmas Kelurahan Jatijajar perlu melakukan pertemuan berjenjang untuk penyuluhan pada ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi < 1 tahun dengan tetap melakukan protocol Kesehatan yang berlaku, membuat komunitas media interaktif kepada ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi

< 1 tahun agar meskipun dilakukan dari jarak jauh namun ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi

< 1 tahun masih memiliki antusias yang tinggi untuk mengikuti penyuluhan dan melaporkannya kepada Dinas Kesehatan Kota Depok, serta pihak Puskesmas Kelurahan Jatijajar dan Dinas Kesehatan Kota Depok perlu meningkatkan kerjasama lintas sektor dengan pihak terkait termasuk kelurahan, Lembaga kemasyarakatan untuk peningkatan kesadaran kepada masyarakat tentang kesehatan ibu dan bayi.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok, dan UPTD PKM Jatijajar atas bantuan dan dukungannya dalam pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 1 dan 2 Sarjana Ekstensi Tahun 2022

DAFTAR PUSTAKA

(9)

P-ISSN 2809-6428 | E-ISSN 2809-5251 9 Lulianthy E, dkk. (2021). Pemantapan penggunaan buku KIA untuk pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak selama pandemi Covid-19. Jurnal Pengabdi April 2021, Volume 4 Nomor 1.

[online] Available at: http://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPLP2KM

Paramitha, Putu Ayu Intan. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (Kia) Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Bali: Universitas Udayana.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia Tahun 2020. [online]

https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan- indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf

Wulandatika dkk. (2021). Knowledge About the Danger Signs Of Pregnancy With Pregnancy Care Behaviour In PMB Banjarbaru. Journal Health Media Volume 3 Issue 1 Desember 2021 Page 46- 60

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2020. Upaya Sektor Kesehatan Masyarakat Dalam Tantangan Bonus Demografi Di Jawa Barat. Dinkes Jabar: Jawa Barat.

Dinas Kesehatan Kota Depok. (2021). Profil Kesehatan Kota Depok 2020. Depok: Jawa Barat.

Departemen Kesehatan RI dan JICA. (2015). Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Colti, Sistiarini.,Gamelia, Elviera., Sari, Dyah. (2014). Fungsi pemanfaatan buku KIA terhadap pengetahuan kesehatan ibu dan anak pada ibu. Jurnal Kesmas National Public Health Journal Vo.

8 No. 8. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Buku saku petugas kesehatan : Lintas diare. Jakarta: Depkes RI.

WHO. (2015). International statistical classification of diseases and related health problems, 10th revision, Fifth edition. [online] Available at: https://apps.who.int/iris/handle/10665/246208.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta: Kemenkes RI.

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan yang setara dengan pernyataan “Jika setiap kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar gas maka tingkat polusi udara dapat diturunkan.” adalah ….. Setiap Kendaraan

mungkinn menjamin pemerintahan yang tetap di India yakni mendirikan negara- negara berdasarkan persamaan India, bangsa, sejarah, dan perhubungan. ekonomi

[r]

Pekerjaan : Pembangunan Saluran Drainase Jalan Kapt.. Majenang Nama Perusahaan

Berdasarkan hasil eva Dana P.APBD Kabupaten Asa sebagaimana tersebut dalam Pejabat Pengadaan Barang / J T.A 2017, menetapkan :..

[r]

[r]

Pejabat Pengadaan Barang / Jasa Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Kabupaten