PENDAHULUAN
Latar Belakang
Oleh karena itu, tugas guru pendidikan agama Islam di sekolah adalah mendidik siswanya melalui pendidikan agama Islam yang dapat mengembangkan akhlak siswa dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis memfokuskan penelitian ini pada strategi guru Pendidikan Agama Islam dan kurikulum yang diterapkan sekolah untuk meningkatkan akhlak siswa.
Fokus penelitian dan Deskripsi Fokus
Rumusan Masalah
Kajian Pustaka
Keempat, Nur Pratiwi (2010) dalam tesisnya yang berjudul Peran Guru Aqidah Akhlak Dalam Meningkatkan Moral Siswa di MIN Jejeran Bantul. Sebagai pembimbing yang mengarahkan dalam membangkitkan semangat peserta didik melalui hukuman yang mendidik.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Guru berkeyakinan moral sebagai evaluator, yang menilai dan mengevaluasi program yang dicapai dalam pelaksanaan tugasnya, bekerjasama dengan guru kelas dan wali siswa. Berdasarkan uraian di atas, baik tesis maupun tesis, peneliti menyatakan belum ada yang secara khusus membahas atau menjelaskan strategi pengajaran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk akhlak mulia pada siswa di SMA 5 Bulukumba.
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA FIKIR
Konsep Strategi Guru Pendidikan Agama Islam
Aka menemukan bahwa menjadi guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya sekedar mengajar siswa. Berdasarkan uraian di atas maka tugas guru Pendidikan Agama Islam harus dilaksanakan secara seimbang antara dunia dan akhirat.
Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Untuk itu pembelajaran pendidikan agama Islam sangat penting untuk membentuk dan membina anak sejak dini. Metode Pendidikan Agama Islam yang dimaksud dalam penelitian ini tentu saja adalah metodologi pengajaran (teaching method).
Pembentukan akhlakul karimah
Tetapi bagaimana pula peranan hati nurani, akal dan pandangan masyarakat dalam menentukan baik dan buruk, kerana manusia diciptakan oleh Allah swt, mempunyai sifat tauhid dan mengakui keesaanNya. Semua ketetapan syar'ah" tidak boleh dipengaruhi oleh apa-apa dan tidak akan bercanggah dengan hati nurani manusia kerana kedua-duanya datang dari sumber yang sama iaitu Allah swt. Mentauhidkan Allah swt ialah penegasan keesaan Allah atau pengakuan bahawa tidak ada sesuatu yang setara dengannya. Dia dari zat, sifat, Af'al dan Nama.
Sikap malu merangkumi sikap malu kepada Allah dan malu kepada diri sendiri kerana melanggar peraturan Allah Yang Maha Esa. Merendah diri tidak akan menyumbang kepada orang itu melainkan meningkatkan darjat kepada Allah swt. Maka bertawadhulah, semoga Allah meninggikan derajatmu.
Kerangka Konseptual
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Pelatih, dijelaskan bahwa terdapat dasar bagi setiap anggota masyarakat untuk berhak diangkat menjadi guru dan pelatih, asalkan mempunyai kualifikasi profesi, kompetensi, dan pengalaman. Kompetensi sosial yang dimaksud adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik, rekan kerja dan masyarakat (Djumiran. Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan di . setidaknya.
Pendidikan agama adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peran yang memerlukan penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli dalam ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
METODE PENELITIAN
Jenis dan lokasi penelitian
Pendekatan Penelitian
Pendekatan psikologi digunakan untuk menciptakan suatu konsep pengembangan akhlak bagi peserta didik, yang disesuaikan dengan aspek pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak usia sekolah. Pendekatan ini digunakan dalam pengajaran pendidikan agama Islam yang berkonsentrasi pada pengembangan akhlak peserta didik (Arifin.
Sumber data…
Pendekatan ini digunakan dalam pengajaran pendidikan agama Islam yang menitikberatkan pada pengembangan moral peserta didik (Arifin 2000: 136). Dalam penelitian lapangan, sumber data primer adalah data utama yang diambil langsung dari informan, dalam hal ini kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, guru atau pengawas asrama, profil sekolah, informasi tentang pendidik dan pendidik. Menurut Sugiyon, sumber data sekunder merupakan data yang tidak diambil langsung dari informan melainkan melalui dokumen.
Kemudian peneliti memfokuskan pada strategi guru dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam, semangat belajar siswa di sekolah dan dampak dari strategi tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa IX 3 Jurusan IPA sebanyak 34 orang, dengan asumsi kelas tersebut dapat mewakili populasi yang ada ditambah dengan guru Pendidikan Agama Islam yang ada di kelas tersebut.
Tehnik pengumpulan data
Wawancara mendalam adalah proses memperoleh informasi untuk keperluan penelitian melalui tanya jawab tatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kegiatan sosial. hidup dalam waktu yang relatif lama. Dengan wawancara mendalam, peneliti akan mengetahui lebih mendalam hal-hal tentang sekolah SMA 5 Bulukumba yang tidak dapat ditemukan melalui observasi saja. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi karena hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel/dapat diandalkan jika didukung dengan sejarah atau catatan peristiwa masa lalu.
Instrumen pengumpulan data
Panduan wawancara adalah alat yang digunakan untuk melakukan wawancara, yaitu berupa serangkaian pertanyaan yang disiapkan untuk disajikan atau ditanyakan kepada responden. Panduan wawancara dalam hal ini peneliti tidak menggunakan panduan wawancara tidak terstruktur karena wawancara ini bersifat bebas dimana peneliti tidak menggunakan panduan wawancara yang terstruktur secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Format dokumentasi yang akan digunakan peneliti adalah dokumen tertulis misalnya buku harian, kisah hidup dan biografi, karena yang ingin diteliti adalah sejarah berdirinya SMA 5 BULUKUMBA.
Tekhnik pengolahan dan analisis data
Representasi data yang dimaksud adalah representasi data yang telah disaring dan disusun secara keseluruhan dalam bentuk tabulasi dan kategorisasi. Dalam penyajian data dilakukan interpretasi terhadap hasil data yang telah ditetapkan, sehingga kesimpulan yang diambil menjadi lebih obyektif. Dalam penelitian kualitatif, data biasanya disajikan dalam bentuk deskripsi singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan lain-lain.
Data kualitatif seperti guru, siswa, sarana dan prasarana serta hasil angket disajikan dalam bentuk tabel. Sedangkan data kuantitatif seperti sikap, perilaku dan pernyataan disajikan dalam bentuk naratif deskriptif.
Pengecekan keabsahan data
Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa bimbingan sholat sunnah di SMA 5 BULUKUMBA sangat baik karena guru selalu membiasakan siswanya sholat dengan kesadaran sendiri. Hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah memantau tugas-tugas yang diberikan guru sendiri. Peneliti mengamati bahwa siswa SMA 5 BULUKUMBA cukup baik dalam pergaulan, ketika mulai bertemu dengan guru langsung berjabat tangan dan sopan dalam berbicara.
Setiap siswa di SMA 5 BULUKUMBA diajarkan bagaimana menjadi pemimpin melalui kegiatan sekolah, siswa secara bergiliran menjadi pemimpin dalam setiap kegiatan sekolah. Berdasarkan hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa perkembangan akhlakul karimah di SMA 5 BULUKUMBA ditinjau dari pengembangan diri siswa sudah cukup baik. Sehubungan dengan dampak strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap ibadah siswa di SMA 5 BULUKUMBA, peneliti mewawancarai bapak yang menyampaikan hal tersebut.
Peneliti menyimpulkan bahwa siswa di SMA 5 BULUKUMBA belum mempunyai kesadaran sendiri dalam melaksanakan ibadah, masih memerlukan arahan dan paksaan dari guru. Berdasarkan hasil wawancara diatas maka peneliti dapat memahami bahwa dampak strategi pengajaran Pendidikan Agama Islam terhadap semangat kerja siswa SMA 5 BULUKUMBA cukup baik, melihat dari data yang ada di sekolah yaitu kehadiran untuk setiap aktivitas. Bagaimana strategi pembentukan moral siswa sekolah ini, apakah sudah diterapkan di SMA 5 Bulukumba?
GAMBARAN UMUM DAN HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum SMAN 5 Bulukumba
Bentuk/Strategi Guru Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak
Dari wawancara diatas peneliti memahami bahwa bimbingan sholat berjamaah di SMA 5 BULUKUMBA sudah cukup baik karena para siswa mendapat kesempatan untuk langsung praktek menjadi imam, saling mengawasi antar sesama siswa. Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa siswa SMA 5 BULUKUMBA juga dibekali dalam menghafal surah, tidak hanya pembelajaran umum saja namun juga mampu mempelajari Al Quran dengan baik dengan cara menghafalnya. Berdasarkan hasil observasi peneliti, siswa diperiksa seragamnya sebelum masuk dan bagi yang tidak memakai seragam diberi sanksi di lapangan.
Dari berbagai hasil wawancara diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa bentuk dorongan tanggung jawab siswa di SMA 5 BULUKUMBA sudah cukup baik, siswa selalu diawasi dalam setiap kegiatannya oleh guru baik di sekolah maupun di asrama, sehingga. Siswa di SMA 5 BULUKUMBA selalu diajarkan kerjasama dengan orang lain, etika dengan orang tua dan pemuda, toleransi, kepedulian sosial dan adaptasi terhadap lingkungan, teman, masyarakat, dll. Namun strategi yang digunakan guru masih perlu ditingkatkan, karena peneliti melihat perkembangan moral siswa belum maksimal.
Dari hasil observasi peneliti terhadap siswa dalam kaitannya dengan kedisiplinan, peneliti melihat rata-rata siswanya adalah laki-laki dan perempuan.
Gambaran Keseharian Akhlak siswa SMAN 5 Bulukumba… 110
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pembinaan akhlak
Bentuk/strategi guru agama Islam dalam mengembangkan moral siswa di SMAN 5 Bulukumba adalah dengan melakukan dialog dengan siswa yaitu melalui pertemuan pribadi antara guru agama khususnya dengan siswa sehingga menghasilkan beberapa saran untuk pengembangan moral. misalnya dengan memberikan contoh yang baik kepada siswa. Apakah anda dapat menemukan pembelajaran pendidikan agama islam dengan metode yang digunakan oleh guru mata pelajaran pendidikan agama islam? Jika anda mempunyai waktu luang di sekolah, apakah anda memanfaatkannya untuk mempelajari pelajaran agama islam?
Apakah orang tua/wali Anda membantu jika Anda mengalami kesulitan belajar khususnya mata pelajaran agama Islam? Bagaimana proses pembinaan akhlak yang bapak/ibu dapatkan di sekolah ini terkait dengan guru pendidikan agama islam?
PENUTUP
Kesimpulan
Pembiasaan artinya siswa dibiasakan berperilaku terpuji di lingkungan sekolah. Nasihat diberikan dengan cara yang sama. Ketika guru melihat seorang siswa mulai terpengaruh oleh teman-temannya, maka guru memberikan nasehat, termasuk memberikan perhatian kepada siswanya agar terus berperilaku terpuji. Faktor yang mempengaruhi perkembangan semangat kerja siswa di SMAN 5 Bulukumba ada dua, yaitu internal dan eksternal.
Implikasi Penelitian
Kepada para Guru Agama Islam SMAN 5 Bulukumba agar selalu memberikan perhatian khusus kepada siswanya, agar dapat memberikan nasehat atau bimbingan baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang yang dapat mengembangkan kreatifitasnya, sehingga dapat menghasilkan siswa yang kreatif dan berakhlak mulia. keterampilan. karakter yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bulukumba. Mohon penjelasannya mengenai latar belakang sejarah berdirinya sekolah ini serta struktur organisasi SMA 5 Bulukumba. Bagaimana perencanaan pendidikan PAI di sekolah ini? dipertanyakan meliputi: metode yang digunakan dan langkah pembelajaran).
Sudahkah menyiapkan kurikulum/materi yang sesuai dengan KTSP, tujuan dan buku pendukung? Penilaian apa saja yang biasa dilakukan Bapak/Ibu untuk mengukur/mengetahui keberhasilan siswa pada saat perkuliahan sedang berlangsung?