• Tidak ada hasil yang ditemukan

17.3200.032 PROGRA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "17.3200.032 PROGRA"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerja paruh waktu dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa program sarjana Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Luthfi Aziz dengan judul “Hubungan Motivasi Paruh Waktu Dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Mahasiswa Pai IAIN Salatiga Angkatan 2012”. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis hubungan antara variabel bebas motivasi paruh waktu dengan variabel terikat IPK mahasiswa PAI IAIN Salatiga angkatan 2012.

Luthfi Aziz, Hubungan Motivasi Kerja Paruh Waktu Dengan IPK (Indeks Kinerja Kumulatif) Mahasiswa IAIN Pai Salatiga Angkatan 2012, (Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Ftik) Institut Agama Islam Negeri (Iain) Salatiga 2016.

Tinjauan Teori

Pendekatan behavioral bertujuan untuk menghilangkan gejala-gejala yang tidak sesuai (maladaptif) dan membentuk perilaku baru. Yang terpenting, pengkondisian operan dengan jelas menunjukkan bahwa perilaku yang diperkuat cenderung diulangi. Perilaku kompleks dibentuk oleh serangkaian perubahan kontinjensi, yang disebut program, dimana setiap fase program menimbulkan respons.

Kecenderungan untuk mengulangi atau memperluas perilaku yang diperkuat dari satu situasi stimulus ke situasi stimulus lainnya disebut generalisasi stimulus.

Kerangka Konseptual

Motivasi yang dibahas dalam penelitian ini adalah motivasi kerja, yaitu dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan suatu jenis pekerjaan. Dan katakanlah: “Bekerjalah, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, kemudian Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang kamu kerjakan.” 32 Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa bekerja sendiri merupakan bagian dari perintah Allah dan Rasul-Nya.

Ketika shalat dipanjatkan, maka tebarkanlah mereka ke muka bumi; dan carilah kebaikan Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu selamat.33. Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa mencari rejeki merupakan perintah dari Allah sendiri, dimana hal ini akan menjadi motif setiap orang dalam bekerja. Pekerjaan paruh waktu adalah ketika seorang pekerja tidak dipekerjakan oleh perusahaan untuk bekerja penuh waktu, tetapi hanya beberapa jam sehari.

Jika pekerja paruh waktu bekerja 8 jam per hari atau sekitar 40 jam per minggu, maka pekerja paruh waktu bekerja kurang dari 30 atau 35 jam per minggu.34 Dalam studi ini, pelajar paruh waktu merupakan bagian dari angkatan kerja yang kurang terlayani. Menurut KBBI, pelajar adalah seseorang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.35 Dalam dunia pendidikan, status pelajar merupakan kedudukan tertinggi seorang pelajar dalam dunia pendidikan. Secara umum mahasiswa adalah seseorang yang sedang menyelesaikan masa studi pada suatu perguruan tinggi dan secara administratif terdaftar pada suatu lembaga pendidikan tinggi.

Pelajar adalah sekelompok pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (umum/kejuruan) kemudian mendaftar dan diterima di universitas. Kelompok pelajar yang disebut mahasiswa memiliki rentang usia antara 18 tahun hingga 30 tahun, dengan mayoritas berusia sekitar 18 hingga 25 tahun.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data, melainkan melalui orang lain atau teman sekelas. 40 Data dari sumber sekunder atau informan pelengkap berupa cerita, narasi atau catatan tentang pekerjaan paruh waktu yang dilakukan. Metode observasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Wawancara adalah teknik memperoleh informasi dengan cara bertanya langsung kepada informan. 42 Cara bertanya dan menjawab informan terpilih adalah dengan memperoleh data-data yang diperlukan.

Teknik ini sering digunakan dalam penelitian karena penelitian tanpa wawancara akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan bertanya langsung kepada informan. Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti meneliti benda-benda tertulis seperti buku, jurnal, dokumen, peraturan, risalah rapat, catatan harian, dan lain-lain.43 Yang dimaksud dengan dokumentasi dalam penelitian ini adalah peneliti memperoleh data dan informasi yang bersumber dari dokumen dan arsip. jika diperlukan data tambahan.

Teknik Analisis Data

Penetapan fokus kajian menentukan apakah sebaiknya diubah atau dilanjutkan sesuai peruntukannya semula. Mengembangkan pertanyaan analitis untuk pengumpulan data selanjutnya, dimana rencana pengumpulan data selanjutnya dibuat berdasarkan temuan pengumpulan data sebelumnya. Menentukan cara pengumpulan data (informan, situasi, dokumen) 47 Data yang diperoleh pada saat pengumpulan data, misalnya membuat catatan rangkuman, kode-kode, menulis memo dan sebagainya, sebaiknya data tersebut direduksi yaitu dengan memilih hal-hal sebagai berikut. hal-hal yang sesuai dengan fokus penelitian kami.

Data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam mengenai hasil observasi dan memudahkan peneliti untuk menemukannya jika suatu saat diperlukan. Penyajian data merupakan kumpulan informasi terstruktur yang memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Dalam proses ini, peneliti mengelompokkan hal-hal serupa ke dalam kategori atau kelompok satu, kelompok dua, kelompok tiga, dan seterusnya.

Setiap tipologi terdiri dari sub-tipologi, yang biasanya mewakili urutan atau prioritas peristiwa. Pada tahap ini peneliti juga menampilkan (menyajikan) data secara sistematis, sehingga lebih mudah memahami interaksi antar bagian dalam konteks keseluruhan, tidak tersegmentasi atau terfragmentasi, terpisah satu sama lain. Analisis kualitatif ini diperoleh dengan cara memecah data lapangan yang ada menjadi kalimat-kalimat sehingga dapat diambil kesimpulan yang jelas.

Sambil menganalisis data-data tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan berdasarkan sudut pembahasan skripsi ini dan pada akhirnya menarik kesimpulan yang menyeluruh dari keseluruhan pembahasan, disertai dengan saran dan data yang diperoleh dari lapangan. Pada tahap ini, peneliti merumuskan proposisi-proposisi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip logis, mengadopsinya sebagai hasil penelitian, kemudian dilanjutkan dengan meninjau ulang data-data yang ada secara berulang-ulang, mengelompokkan data-data dan merumuskan proposisi-proposisi.

Teknik Keabsahan Data

  • Kendala Mahasiswa Bekerja Paruh Waktu di IAIN Parepare
  • Perilaku Belajar Mahasiswa IAIN Parepare yang bekerja paruh waktu

Temuan penelitian ini menggambarkan motivasi kerja yang dialami oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare yang bekerja paruh waktu meskipun berstatus mahasiswa. Dari wawancara di atas dapat dipahami bahwa salah satu motif mahasiswa bekerja paruh waktu adalah keberadaannya. Dari wawancara di atas dapat dipahami bahwa salah satu motif mahasiswa melakukan kerja paruh waktu adalah agar mahasiswa tersebut mendapatkan teman-teman yang lebih baik baginya dibandingkan teman-temannya di kampus.

Berdasarkan wawancara di atas dapat dipahami bahwa siswa didorong untuk bekerja paruh waktu karena merasa tidak enak terhadap dirinya sendiri karena bergantung pada orang tuanya untuk biaya hidup dan biaya sekolah. Berdasarkan wawancara di atas dapat dipahami bahwa hal berikutnya yang memotivasi mahasiswa untuk bekerja paruh waktu adalah banyaknya keinginan yang ingin dipenuhi. Berikut gambaran hasil penelitian yang diperoleh mengenai kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Berdasarkan wawancara di atas dapat dipahami bahwa banyak mahasiswa yang bekerja paruh waktu mengalami kendala ketika terlambat datang ke perguruan tinggi. Perilaku belajar siswa yang bekerja paruh waktu tampak sedikit berbeda dengan siswa yang tidak bekerja. Hasil penelitian ini mendeskripsikan perilaku belajar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare yang bekerja paruh waktu sebagai bagian dari statusnya sebagai mahasiswa.

Dalam hal ini alasan mahasiswa tersebut melakukan kegiatan belajar tersebut adalah karena syarat statusnya sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare meskipun ia mempunyai pekerjaan paruh waktu. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi mahasiswa untuk memprioritaskan studinya, dalam hal ini motivasi untuk lebih giat belajar meskipun memiliki pekerjaan paruh waktu.

Pembahasan

Kebutuhan yang paling mendasar dari setiap manusia adalah kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan pemeliharaan hidup secara fisik. Ketika kebutuhan fisiologis sudah cukup terpuaskan, muncul apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan akan perlindungan. Kebutuhan akan perlindungan berbeda dengan kebutuhan fisiologis, karena kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi sepenuhnya.

Orang yang rentan mempunyai kebutuhan yang sangat besar akan ketertiban dan stabilitas dan akan melakukan apa pun untuk menghindari hal-hal asing dan tidak terduga. Apabila kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa terlindungi terpenuhi, maka timbullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki. Maslow juga mengatakan bahwa kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang diberikan dan cinta yang diterima.

Ketika kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki telah terpenuhi, maka manusia akan bebas mengikuti kebutuhan akan rasa syukur. Kebutuhan yang lebih rendah adalah kebutuhan akan rasa hormat dari orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kejayaan, pengakuan, perhatian, reputasi, penghargaan, martabat bahkan dominasi. Kebutuhan tinggi adalah kebutuhan akan harga diri, meliputi perasaan, kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian, dan kebebasan.

Begitu manusia dapat memenuhi kebutuhan akan penghargaan, mereka siap memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan oleh Maslow. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri muncul segera setelah kebutuhan akan penghargaan terpenuhi.

Simpulan

Lalu ada kebutuhan untuk membayar biaya sekolah untuk mendapatkan tempat belajar yang lebih baik sehingga nantinya bisa membangun rumah yang layak. Kemudian perlunya mendapatkan rasa hormat dari orang lain, tempat mahasiswa menuntut ilmu agar dapat lulus dan mempunyai kedudukan yang baik di masyarakat. Dorongan yang diterima siswa merupakan dorongan dari orang tua, teman dan guru untuk terus melaksanakan kegiatan belajar/belajarnya secara maksimal.

Saran

Pengaruh kerja paruh waktu dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pgri Ronggolawe Tuban. Motivasi dari Sudut Pandang Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, Teori Dua Faktor Herzberg, Teori XY McGregor, dan Teori Motivasi Berprestasi McClelland,” Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Hubungan Motivasi Kerja Paruh Waktu Dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Mahasiswa IAIN Pai Salatiga Angkatan 2012.

Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM FAKULTAS ADAB DAN DAKVAH USHULUDDIN Jl. EVALUASI INSTRUMEN PENELITIAN PENULISAN TESIS.

Referensi

Dokumen terkait

Thus, the purpose of this study is to fill the existing study gap to further validate the assumption that there is a relationship between Parent- Child Attachment and Romantic