• Tidak ada hasil yang ditemukan

179 334 1 SM Jurnal Indonesia

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "179 334 1 SM Jurnal Indonesia"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 2337-3776

111 THE EFFECT OF THE ETHANOL EXTRACT OF BANANA PEEL (Musa

paradisiaca) ON GLUCOSE LEVELS IN THE RAT STRAIN (Sprague dawley) INDUCED ALLOXAN

Berawi KN, Perkasa NIB, Rachmanisa S Medical faculty of Lampung University

ABSTRACT

Diabetes mellitus is a metabolic disease with characteristic hyperglycemia that occurs due to abnormal insulin secretion, insulin act or both of them, which is mostly found in Indonesia. This study was conducted to determine the effectiveness of ambon banana (musa paradisiaca) peel extract on blood glucose levels. The results are expected to maximize waste banana peels, become economically lowering diabetes. This study was conducted from October till November 2013 in Biochemistry, Physiology Laboratory Faculty of Medicine, Chemical Laboratory Faculty of Mathematics and Natural Science Lampung University and Duta Medica Laboratory. This study uses 27 male rats strain (Sprague dawley). K1 group (control, standard diet), K2 group (standard diet plus alloxan without the continued gift of the ethanol extract of banana peel), and K3 group (standard diet plus alloxan with continued banana peel extract). Normality test conducted by Shapiro-wilk (p>0.05). Data were analyzed using One-way ANNOVA. The result of glucose levels are K1 (95.00±6.042), K2 (234.00±37.237), and K3 (114.00±12.237). Based on these result it can be concluded that the ethanol extract of banana peel has effects on glucose white male rats Sprague dawley strain.

Key words: Alloxan, banana peel (Musa paradisiaca), ethanol, rat strain (Sprague dawley).

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG AMBON(Musa paradisiaca) TERHADAP KADAR GLUKOSA PADA TIKUS

PUTIH GALUR (Sprague dawley) YANG DIINDUKSI ALOKSAN ABSTRAK

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya yang banyak ditemui di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui keefektivitasan ekstrak etanol kulit pisang ambon (Musa paradisiaca) terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian diharapkan dapat memaksimalkan limbah kulit pisang, menjadi bernilai ekonomis sebagai penurun diabetes. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober sampai November 2013 di Laboratorium Biokimia, laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran, laboratorium kimia Fakultas MIPA Universitas Lampung dan Laboratorium Duta Medika Bandar lampung.

Subjek penelitian ini adalah 27 ekor tikus jantan galur Sprague Dawley. Kelompok K1 (pemberian diet standar), kelompok K2 (diet standar ditambah induksi aloksan tanpa dilanjutkan pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon) dan kelompok K3 (diet standar ditambah pemberian aloksan dilanjutkan pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon).

Uji normalitas dilakukan dengan shapiro-wilk (p>0,05). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one-way ANNOVA (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan kadar glukosa kelompok K1 (95,00±6,042), K2 (234,00±37,237), dan K3 (114,00±12,237). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa tikus putih jantan galur Sprague Dawley.

Kata kunci: Aloksan, etanol, kulit pisang (Musa paradisiaca), tikus galur (Sprague dawley).

(2)

ISSN 2337-3776

112 Pendahuluan

Menurut WHO, 2004 menyatakan Indonesia menempati urutan ke 4 di dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak setelah India, China, Amerika Serikat. Tercatat pada tahun 2000 jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia mencapai 8,4 juta. Diperkirakan pada tahun 2030, angka penderita diabetes di Indonesia mencapai 21,3 juta penderita, dengan peningkatan sebanyak 430 ribu penderita pertahun. Berdasarkan data, prevalensi dalam kasus diabetes ini berada pada rentan umur 18-69 tahun. WHO memastikan peningkatan pada penderita Diabetes Melitus terutama tipe II paling banyak dialami oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia (Wild.S,2004).

Menurut Sudoyo, 2006 menyatakan Diabetes mellitus merupakan penyakit yang banyak ditemui di Indonesia yang merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya, bersifat kronik dan disertai komplikasi kronik ataupun akut. Sebagian penyandang diabetes mellitus tidak menyadari dan tidak berobat secara teratur sampai saat timbul komplikasi (Suwondo, 2006).

Salah satu tanaman yang sedang dikembangkan penelitiannya adalah tanaman pisang . Di Indonesia, pisang merupakan jenis buah-buahan yang paling tinggi produksinya. Sekitar tahun 2006, total produksi pisang di Indonesia mencapai 5.037.472 ton dengan 10,6% nya berasal dari Provinsi Lampung (Hendra, 2008; Imam, 2011).

Tanaman obat dilaporkan lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik . Oleh karena nya didukung data dalam penelitian sebelumnya tentang pengaruh ekstrak etanol daun salam terhadap mencit yang diinduksi aloksan menunjukkan bahwa pemberian selama 7 hari dengan dosis 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB hewan coba, efeknya setara dengan glibenklamid. kadar flavonoid yang terkandung dalam daun dalam berkisar 65 mg/g. Dengan kadar flavonoid yang lebih tinggi pada kulit pisang yakni 818mg/100g, diharapkan akan mempunyai pengaruh yang setara atau lebih terhadap penurunan glukosa tikus. (Caroline, 2007; Javed I, 2009;

Nagarajah, 2011; Perumal, 2012). .

Metode

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dan Laboratorium Duta Medika Bandarlampung.

Ekstraksi dilakukan di laboratorium kimia Fakultas MIPA Universitas Lampung.

Penelitian ini dilakukan dari bulan September-Oktober 2013. Menggunakan 27 tikus putih galur dewasa (Sprague dawley) dengan berat badan 175-200 gram.

Alat yang digunakan adalah Kandang tikus (untuk tempat mengadaptasikan tikus pada tempat percobaan) timbangan analitik, Aloksan (untuk masing-masing hewan uji yang disuntikkan secara subkutan), Spuit injeksi (untuk menyuntikkan aloksan), sonde untuk pemberian oral, glukostik (untuk mengukur kadar glukosa darah tikus), tabung, Beker glass (untuk tempat ekstrak etanol kulit pisang ambon), dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah aloksan, pelet, aquades, ekstrak etanol kulit pisang ambon.

(3)

ISSN 2337-3776

113 Sebelum dilakukan perlakuan tikus terlebih dahulu diadaptasi selama 7 hari dengan pemberian makan dan minum secara ad libitum dengan catatan berat badan tetap 150-200 gram (Caroline, 2007). Penelitianini menggunakan pre dan post-test, dengan 3 perlakuan. Masing-masing perlakuan menggunakan 9 kali pengulangan.

Perlakuan tersebut adalah kelompok K1 (kontrol negatif (-) tanpa perlakuan), kelompok K2 (diet standar+aloksan dosis tunggal (150mg/kg)), dan Kelompok K3 (diet standar+aloksan dosis tunggal (150mg/kg)+ ekstrak etanol kulit pisang ambon (250mg/kg). Pengambilan data diambil pada diakhir perlakuan masing-masing

setiap kelompok (18 hari). .

Hasil

Tabel 2. Tabel rerata pengukuran kadar glukosa darah tikus jantan galur Sprague dawley

No Kelompok Hasil

1 Kontrol (K1) 95,00 ± 6,042

2 sebelum perlakuan ekstrak etanol kulit pisang

ambon 250mg/kgBB (K2) 234,00 ± 37,237

3 setelah perlakuan ekstrak etanol kulit pisang

ambon 250mg/kgBB (K3) 114,00 ± 12,237

Tabel 3. Hasil homogenitas data, uji Oneway Annova dan analisis Post-Hoc kadar glukosa darah kontrol (K1), glukosa darah sebelum (K2) dan sesudah pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon (K3)

No Hasil data Signifikan

1 Homogenitas 0,108

2 Uji Oneway ANNOVA 0,000

3 UJI Post Hoc K1→ K3 = 0,091

K2→K3 = 0,000

Pembahasan

Berdasarkan tabel 2 tersebut diperoleh kadar kolesterol kelompok kontrol (K1) adalah 95,00 ± 6,042 mg/dl, pada kelompok sebelum pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon (K2) didapatkan kadar glukosa darah adalah 234,00 ± 37,237 mg/dl dan kadar glukosa darah sesudah pemberian ekstrak (K3) yaitu 114,00±12,237mg/dl.

Dari uji homogenitas nya dari penelitian ini diperoleh p>0,108 yang artinya data dalam penelitian ini homogen. Dari uji oneway ANOVA, diperoleh nilai p=0,000 yang artinya paling tidak terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang bermakna pada dua kelompok. Untuk mengetahui variabel apa saja yang memiliki

(4)

ISSN 2337-3776

114 hasil pengukuran yang bermakna, peneliti melihat pada tabel analisis Post Hoc

hasil uji oneway ANOVA (Dahlan, 2009). .

Dari tabel Post Hoc diperoleh data bahwa hasil pengukuran menunjukkan p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna. Perbedaan bermakna ini terintepretasikan pada kadar glukosa darah sebelum (K2) dan kadar glukosa darah sesudah (K3) pemberian ekstrak etanol kulit pisang ambon. P>0,05 yang berarti tidak bermakna secara statistik, terintepretasikan pada kadar glukosa kelompok kontrol (K1) dan kadar glukosa sesudah perlakuan (K3) maupun sebaliknya, dengan kata lain data kontrol (K1) dan data sesudah perlakuan (K3) masih dalam tingkat yang setara. hasilnya tercantum dalam tabel 4.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengaruh pemberilan ekstrak etanol kulit pisang ambon terhadap tikus galur putih yang diiduksi alokan yang diberi perlakuan berbeda dapat disimpulkan bahwa pemberian esktrak etanol kulit pisang ambon terhadap tikus galur Sprague dawley mampu menurunkan kadar glukosa.

Daftar Pustaka

Carolina, R. (0310149). 2007. Pengaruh ekstrak daun salam (Polyanthi folium) terhadap kadar glukosa darah mencit jantan galur balb/c yang diinduksi aloksan.

Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

Dahlan, S. 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Hendra, J, Suprapto, Mulyanti, N. 2008. Teknologi Budidaya Pisang.

Bandarlampung : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Imam, MZ, Akter S, Mazumder EH, Rana S. 2011. Antioxidant activities of different parts of Musa sapientum L. ssp. sylvestris fruit. Journal of Applied Pharmaceutical Science 01 (10); 2011: 68-72.

Javed I, Rahman ZU, Khan MZ, Muhammad F, Aslam B, Iqbal Z, Sultan JI, Ahmad I. 2009. Antihyperlipidaemic efficacy of trachyspermum ammi in albino rabbits. Acta. Vet. Brno , 78:229–236.

Nagarajah, B and Prakash, J .2011. Chemical compotition and antioxidant of peels from three varieties of banana. Asian Journal of Food and Ago-Industry, 2011 ,4(01), 31-46.

Perumal, S, Mahmud, R, Piaru, SP, Cai, LW, Ramanathan, S. 2012. Potential antiradical and cytotoxicity assessment of Ziziphus Mauritiana and Syzygium Polyanthum. Asian Network For Scientific Information, 2012. 8(6):537.

Wild,S, Roglic,G, Green.], A, Sicree,R, King,H. 2004. Global prevalence of diabetes. Diabetes Care. Volume 27, Number 5, p:1048-1051. .

Referensi

Dokumen terkait

Uji Efek Ekstrak Etanol 70% Buah Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan. Universitas

Uji Efek Ekstrak Etanol 70% Biji Terung Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi

Uji Efek Ekstrak Etanol 70% Buah Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan.. Latar belakang:

Aenah, F., 2004, Pengaruh Pemberian Fraksi Etanol Ekstrak Etanolik Pisang Kapas ( Musa paradisiaca L) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih jantan Galur Wistar ( Rattus

Uji Efek Ekstrak Etanol 70% Biji Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi dengan Aloksan. Latar Belakang: Biji pare

Kerangka teori pengaruh ekstrak etanol kulit manggis terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang diberi paparan

pada Jumlah Fetus Tikus Putih Rattus novergicus Galur Sprague Dawley pada Kehamilan Dita Mauliana Prabiwi1, Hendri Busman2, Tri Umiana Soleha3, Anggraeni Janar Wulan4 1Mahasiswa

Pengaruh Pemberian Thymoquinone terhadap Histopatologi Trakea Tikus Putih Rattus norvegicus Galur Sprague dawley yang dipapar Asap Rokok Sarah Tria N J1, Susianti2, Rodiani3,