• Tidak ada hasil yang ditemukan

18.2600.006 PROGRAM ST

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "18.2600.006 PROGRAM ST"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana upaya pemerintah dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di kota parepare berdasarkan peraturan daerah nomor 7 tahun 2014 tentang pengelolaan ruang terbuka hijau di kota parepare.

TUJUAN PENELITIAN

KEGUNAAN PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN TEORI

  • Teori Negara Hukum
  • Teori Penegakan Hukum
  • Teori Hukum Pemerintahan Daerah

KERANGKA KONSEPTUAL

  • Pengertian Dasar Ruang
  • Tata Ruang dan Penataan Ruang
  • Ruang Terbuka Hijau

24 Tahun 1992 tentang penataan ruang pada pasal 1 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut: “Ruang adalah suatu wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara sebagai suatu kesatuan kawasan, tempat manusia dan makhluk hidup lainnya melakukan kegiatan dan kelangsungan hidupnya”” mempertahankan" 16. Penataan ruang merupakan bagian dari penataan ruang, selain pelaksanaan atau pelaksanaan penataan ruang dan evaluasi pemanfaatan tata ruang. Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara manusia dan perbuatan hukum yang berkaitan dengan bumi, air, dan luar angkasa. 19 Sementara itu, Pasal 1 Ayat (2) UU No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang: “Perencanaan tata ruang adalah proses penataan ruang, baik yang direncanakan maupun tidak.

Pengelolaan rencana ruang terbuka hijau di Kota Parepare dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan dari semua sektor. Ruang Terbuka Hijau Perkotaan (RTH) adalah suatu bagian ruang terbuka (open space) pada suatu kawasan perkotaan yang di dalamnya terdapat tumbuhan, tumbuhan, dan tumbuh-tumbuhan (endemik, introduksi) untuk menunjang manfaat langsung dan/atau. Menurut Peraturan Daerah Kota Parepare No. 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kawasan Terbuka Hijau, Kawasan Terbuka Hijau yang selanjutnya disingkat.

Penjelasan mengenai ruang terbuka hijau sendiri tertuang dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan.22 . Ruang terbuka hijau merupakan tempat bertemunya sistem alam dan manusia serta menjadi tempat terjadinya interaksi dan hubungan timbal balik dalam lingkup perkotaan. Menurut Fandeli, ruang terbuka hijau perkotaan adalah bagian dari penataan ruang suatu kawasan perkotaan yang memuat tumbuhan dan vegetasi untuk menunjang manfaat ekologi, sosial, budaya, ekonomi, dan estetika, namun juga merupakan kawasan lindung.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan RTH mempunyai fungsi pokok (internal) dan fungsi tambahan (eksternal) masing-masing. : 22 Mashuri Mashuri, “Identifikasi Ruang Terbuka Hijau Kota Rembang”, Dermaga 1 No. a) Fungsi pokok (internal) sebagai fungsi ekologi meliputi pemberian jaminan terhadap penyediaan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari sistem sirkulasi udara (paru-paru kota), pengendalian iklim mikro sehingga sistem sirkulasi udara dan air alami. berfungsi lancar, seperti peneduh, menghasilkan oksigen, menyerap air hujan, menyediakan habitat bagi hewan, menyerap polutan di udara, air dan tanah serta menghalangi angin. 23 Tumiar Sidauruk, “Perlunya Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan”, Majalah Geografis 4, No. Selain itu, fungsi ruang terbuka hijau menurut Persiapan Peraturan Daerah Kota Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau pada Pasal 3 adalah: “Pengelolaan ruang terbuka hijau dilaksanakan untuk membangun dan memelihara kesinambungan ekologi, sosial, proses ekonomi, budaya dan estetika, dengan fungsi utama sebagai kawasan”;

Pengembangan ruang terbuka hijau hendaknya dilakukan secara hierarkis dan terintegrasi dengan sistem struktur ruang yang ada di kawasan perkotaan, sehingga keberadaan ruang terbuka hijau dapat berfungsi secara efektif baik secara ekologis maupun spasial. Dengan demikian, keberadaan ruang terbuka hijau tidak hanya sekedar melengkapi penataan kota, namun juga membentuk struktur ruang kota melalui kehadiran unsur-unsur pembentuk ruang terbuka hijau. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Pasal 2 menyatakan: “Pengelolaan ruang terbuka hijau bertujuan untuk menciptakan keseimbangan ruang dan meningkatkan daya dukung lingkungan hidup di kawasan, serta menciptakan keselarasan antara pemenuhan kebutuhan ekologi, konservasi, sosial ekonomi, budaya, estetika, psikologis, dan lainnya.

KERANGKA PIKIR

Pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare secara umum sudah baik. Ruang terbuka hijau taman merupakan bagian dari ruang terbuka hijau publik yang pengelolaannya menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare. Peran Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Parepare terbagi menjadi 2 (dua), yaitu ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat.

Selain Master Plan, pemerintah juga bekerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan dan pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau di kota Parepare. Dan beberapa kendala yang dihadapi oleh para pekerja ini dalam menata taman umum terbuka hijau di kota Parepare. Kendala yang ditemui dalam penataan taman terbuka hijau adalah adanya oknum oknum juga.

Pengawasan ruang terbuka hijau di Kota Parepare sudah ada dan juga sudah ada pengawas dalam hal ini petugas taman. Keputusan pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam perawatan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau Kota Parepare merupakan keputusan yang tepat. Terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Parepare, misalnya kerusakan yang disebabkan oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir
Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yang akan dijadikan tempat penelitian adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare yang dinilai mempunyai data yang lengkap terkait dengan objek penelitian, pemerintah daerah atau instansi yang ada di Kota Parepare mengenai permasalahan yang diangkat yaitu peranan. Pemerintah Kota Pelopor Pengelolaan Ruang Open Green. Sesuai dengan Peraturan Walikota Patepare Nomor 26 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup, dimana tugas dan fungsinya meliputi penataan, pemeliharaan dan pengawasan ruang terbuka hijau. mempunyai tugas membantu walikota dalam melaksanakan pekerjaan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang lingkungan hidup.

Berfungsi melaksanakan kegiatan administrasi perkantoran dan pengelolaan keuangan, meliputi administrasi umum, kepegawaian, penyusunan dan perencanaan program dan kegiatan serta keuangan, serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan dinas. Di bawah arahan Kepala Subbagian mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum dan pelayanan kepegawaian, tata usaha, pengelolaan barang milik daerah, hubungan masyarakat, dokumentasi, perlengkapan dan penatausahaan persuratan. Di bawah arahan Kepala Subbagian mempunyai tugas menyusun dan menyusun rencana subbagian, pemantauan dan evaluasi, urusan administrasi dan pengelolaan administrasi keuangan, program dan kegiatan, serta membuat laporan berkala.

Dipimpin oleh Kepala Suku Dinas bertugas menyusun dan membuat program kerja serta laporan keuangan departemen. Dipimpin oleh kepala departemen yang bertugas melakukan penguatan data dan informasi, perencanaan, pemantauan, pengawasan dan evaluasi keanekaragaman hayati, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, serta perancangan taman kota. Dipimpin oleh kepala dinas yang mempunyai tugas dan melaksanakan pelaksanaan kebersihan dan pengelolaan sampah.

Badan ini dipimpin oleh seorang manajer sektor yang bertugas melaksanakan pencegahan, pengembangan dan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Badan ini dipimpin oleh seorang Kepala Departemen yang bertugas menangani pengaduan dan penegakan peraturan perundang-undangan lingkungan hidup serta meningkatkan kapasitas lingkungan hidup. Mereka mempunyai tugas melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas pekerjaannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6 Arhamdi, S.Si., M.Si Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 7 Magdalena Dewi Ratna, SE Kepala Suku Dinas.

Tabel 3.1 Daftar Nama Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare
Tabel 3.1 Daftar Nama Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Yang dimaksud dalam hal ini adalah media dokumentasi yang dapat memberikan sumber dan informasi bagi peneliti seperti laporan jurnal, buku, situs internet dan lain sebagainya.

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Observasi adalah suatu cara pengumpulan data melalui pengamatan terhadap objek penelitian yang diamati langsung oleh peneliti. 25 Suatu kegiatan yang terencana dan terfokus untuk mengamati dan mencatat serangkaian perilaku atau arah suatu sistem yang mempunyai tujuan tertentu, serta menemukan tentang apa yang melatarbelakangi munculnya perilaku dan dasar sistem tersebut. Menurut Mils, pengamatan tidak hanya dapat dilakukan terhadap obyek-obyek perilaku manusia saja, tetapi dapat juga dilakukan terhadap suatu sistem tertentu yang berfungsi dan memperkirakan apa yang mendasari berfungsinya sistem tersebut serta dapat menarik kesimpulan apakah sistem tersebut berfungsi atau tidak. sistem berfungsi sesuai tujuannya atau tidak. Studi dokumenter adalah pengumpulan dokumen dan data yang diperlukan dalam suatu permasalahan penelitian kemudian mengkajinya secara mendalam sehingga dapat mendukung dan meningkatkan kredibilitas dan pembuktian suatu peristiwa.

Uji Keabsahan Data

Teknik Analisis Data

Dimana setiap masyarakat yang akan melakukan pembangunan harus mempunyai landasan Ruang Terbuka Hijau. 20% untuk ruang terbuka hijau sebagai syarat izin pembangunan untuk menciptakan kawasan ruang terbuka hijau di kawasan pemukiman. Karena keberadaan ruang terbuka hijau di Kota Parepare sangat berpengaruh, karena jika tidak ada ruang terbuka hijau otomatis berdampak pada udara juga.” 35.

Pengawasan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare meliputi pengawasan terhadap penetapan ruang terbuka hijau publik, yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan memperindah lingkungan. Kami tidak mengetahui siapa yang mengambil fasilitas Ruang Terbuka Hijau tersebut karena mengambilnya pada tengah malam.

Tabel 4.1 luas wilayah Per Kecamatan serta jumlah Kelurahan
Tabel 4.1 luas wilayah Per Kecamatan serta jumlah Kelurahan

Gambar

Gambar 1  Bagan Kerangka Pikir  27
Tabel 1.1 Luas Ruang Terbuka Hijau di Kota Parepare Tahun 2019
Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Daftar Nama Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare
+7

Referensi

Dokumen terkait

[4] Designing and Controlling a Ball and Beam Control Using Microcontroller, Authored by Christina Ritonga, December 2007, Swiss German University [5] Building and Controlling

Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Pusat Pelayanan Kota.. Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan