• Tidak ada hasil yang ditemukan

18 BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "18 BAB V"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

100

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap Return On Assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2010 sampai dengan 2016, maka penulis membuat kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa Non Performing Loan tidak cukup berdampak terhadap pergerakan Return on Assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Tidak berdampaknya Non Performing Loan pada BRI dikarenakan proporsi kredit bermasalah pada perusahaan tidak begitu besar dan tinggi tingkat kehati-hatian bank dalam memberikan kredit.

2. Berdasarkan temuan penelitian menjelaskan bahwa Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sangat berdampak terhadap tingkat pergerakan Return on Assets. Dampak naik atau tidaknya laba yaitu dilihat dari tingkat keuntungan yang diperoleh Bank Rakyat Indonesia lebih tinggi, sehingga akan mendorong naiknya Return on Assets dengan cara mengontrol efesiensi dalam perusahaannya.

3. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh bahwa pergerakan Return on Assets berdampak pada Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Hal ini dikarenakan pergerakan profitabilitas (laba) masih dapat dipertahankan pada level yang stabil. Kinerja keuangan PT Bank Rakyat

(2)

101

Indonesia (Persero) Tbk juga menunjukkan kapabilitas yang efektif dalam menjalankan kelangsungan usaha dimasa yang akan datang.

4. Hasil koefisien regresi linier berganda yang diperoleh ditulis dalam bentuk persamaan yang menggambarkan hubungan data X dan Y yang digunakan adalah sebagai berikut:

Y = 0,130 + 0,974 X1 + (-0,158) X2

Konstanta sebesar 0,130 menunjukkan nilai return on assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama periode 2010-2016 ketika tidak ada perubahan pada non performing loan dan biaya operasional pendapatan operasional.

Non performing loan memiliki koefisien 0,974 artinya setiap kenaikan non performing loan sebesar 1 kali diprediksi akan meningkatkan return on assets sebesar 0,974.

Biaya operasional pendapatan operasional memiliki koefisien -0,158 artinya setiap penurunan biaya operasional pendapatan operasional sebesar 1 kali diprediksi akan meningkatkan return on assets sebesar 0,158 dengan asumsi non performing loantidak berubah

5. Koefisien korelasi parsial antara non performing loan dan return on assets adalah sebesar -0,221 artinya non performing loan memiliki hubungan yang rendah terhadap return on assets dengan arah yang negatif. Koefisien korelasi parsial antara biaya operasional pendapatan operasional dan return on assets adalah sebesar -0,704 artinya biaya operasional pendapatan operasional memiliki hubungan yang kuat terhadap return on assets dengan arah yang negatif. Nilai koefisien korelasi berganda adalah 0,883 (R), artinya non performing loan dan

(3)

102

biaya operasional pendapatan operasional memiliki hubungan simultan yang rendah terhadap return on assets.

6. Koefisien determinasi non performing loan dan biaya operasional pendapatan operasional terhadap return on assets adalah sebesar 77,97%. Memberikan arti bahwa besarnya pengaruh non performing loan dan biaya operasional pendapatan operasional terhadap naik atau turunnya return on assets sebesar 77,97% sedangkan sisanya adalah sebesar 22,03% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain di luar penelitian.

7. Non performing loan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return on assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan non performing loan berpengaruh terhadap return on assets ditolak.

8. Biaya operasional pendapatan operasional secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan biaya operasional pendapatan operasional berpengaruh terhadap return on assets diterima.

9. Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return On Assets pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara simultan berpengaruh terhadap Return On Assets diterima.

(4)

103

5.2. Saran

Berdasarkan penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan, penulis mencoba memberikan masukan maupun saran bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk maupun pihak lainnya sebagai bahan pertimbangan mengenai Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap Return On Assets yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan terkait kinerja keuangan (NPL, BOPO dan ROA) yang dilihat dari risiko kredit yang bermasalah bisa semakin berkurang termasuk dalam hal mengurangi biaya bunga untuk mendapatkan pendapatan operasional yang tinggi. Pihak perusahaan juga diharapkan lebih giat dalam melakukan ekspansi kredit sehingga pendapatan akan semakin tinggi dan kinerja meningkat. Lebih meningkatkan kehati-hatian dalam mengeksekusi calon debitur, dari segi kolateral dan kapasitasnya.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

a. Memperluas sampel penelitian dan memperluas objek penelitian.

b. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, besarnya pengaruh Non Performing Loan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap naik atau turunnya Return On Assets adalah sebesar 77,97% sedangkan sisanya adalah sebesar 22,03% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain di luar penelitian. Untuk itu disarankan bagi peneliti selanjutnya agar menambah jumlah variabel yang digunakan yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun betuk persamaan Regresi linier berganda tersebut adalah sebagai berikut :.. 2) Koefisien regresi harga menunjukkan koefisien yang positif sebesar 0,263

Berdasarkan hasil analisis dengan regresi linier berganda yang peneliti lakukan pada variabel Pelatihan ( X I ) dan Disiplin (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan Persamaan Y

Persamaan regresi linier berganda adalah Y = 5,610 + 0,408 X 1 + 0,379 X 2 menunjukkan bahwa faktor Moralitas (Tingkat Kepercayaaan) dan Budaya Pajak (Peraturan

Dari hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh hasil persamaan Y = 6,963 - 0,148 X1 + 0,525 X2 + 0,439 X3 + e , dan hasil koefisien korelasi kompensasi sebesar 0,187 yang

Maka dalam hal ini dipakai penghitungan dengan menggunakan rumus regresi linier berganda yang persamaan rumusnya sebagai berikut: Regresi linier berganda: Y = a + b1X1+ b2X2 Y =

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : dilihat dari persamaan regresi linier berganda Y = 4,981 + 0, 357 X1 + 0, 347 X2 + 0, 141 X3, hal ini menunjukkan bahwa

Adapun model persamaan regresi linier berganda yang terbentuk adalah sebagai berikut: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + ei Y = -58,006 + 0,880 X1 + 0,779 X2 Model persamaan regresi linier

Dari hasil persamaan regresi linier dengan regresi liniear berganda yaitu Y = 24.919 + 0,490X1 + 0,106X2 + e, Koefisien bernilai positif dengan arti terjadi hubungan yang positif