Penyelenggaraan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) harus menerapkan prinsip: kecukupan jumlah dan keragaman jenis bahan ajar dan alat permainan edukatif bagi siswa; Dan. Mekanisme penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) huruf c, terdiri atas: menyusun dan menyepakati tahapan, teknik, dan instrumen penilaian serta menentukan indikator capaian perkembangan anak; melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahapan, teknik, dan instrumen penilaian; mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara bertanggung jawab dan transparan; Dan. melaporkan pencapaian perkembangan anak kepada orang tua.
KELOMPOK USIA LAHIR – 12 BULAN Lingkup
Fisik- motorik
Sosial-
Merespon suara atau suara dengan gerakan tubuh (misalnya mengayun maju mundur) dengan ekspresi wajah yang sesuai.
Nilai Agama
Kognitif A. Belajar dan
Bahasa A. Memahami
Seni
Nilai Agama dan
Fisik-motorik
Kognitif
Berat badan sesuai tingkat umur 2. Tinggi badan sesuai tingkat umur 3. Berat badan sesuai standar. Lingkar kepala sesuai tingkat umur 5. bila mencuci tangan tanpa bantuan 6. Mencuci atau mengganti alat makan jika terjatuh.
Bahasa
Sosial-emosional
KELOMPOK USIA 4 –6 TAHUN
Nilai Agama dan
Kognitif A. Belajar dan
Mengelompokkan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok sejenis atau kelompok berpasangan dengan 2 variasi 4. Mewakili berbagai jenis benda dalam bentuk gambar atau tulisan (ada benda pensil diikuti tulisan dan gambar pensil).
Bahasa
Berkomunikasi secara lisan, memiliki kosa kata dan mengetahui simbol-simbol sebagai persiapan membaca, menulis dan berhitung. Menghargai hak/pendapat/karya orang lain. 5. Gunakan metode yang diterima. menggunakan pikiran untuk memecahkan masalah).
Pedagogik
TENTANG STANDAR NASIONAL KOMPETENSI PENDIDIKAN PENDIDIKAN PAUD (GURU DEPAN, GURU Pendamping, GURU PENGAMATAN REMAJA). Memahami berbagai teori pembelajaran dan prinsip-prinsip pendidikan bermain dan pembelajaran terkait berbagai bidang perkembangan di PAUD. Mengkaji teori-teori belajar dalam konteks bermain dan belajar sesuai dengan kebutuhan aspek perkembangan anak usia dini.
Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, dan bermakna, terkait dengan berbagai bidang perkembangan PAUD. Menyelenggarakan isi program tumbuh kembang anak sesuai tema dan kebutuhan anak usia dini dalam berbagai aspek perkembangan. Merancang kegiatan yang mendidik dan mengembangkan secara utuh, baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun di luar kelas.
Memilih teknologi informasi dan komunikasi serta bahan ajar yang sesuai untuk kegiatan pengembangan anak usia dini 2. Memilih pendekatan, metode dan teknik untuk mengevaluasi proses dan hasil kegiatan pengembangan anak usia dini.
Profesional
Bersikap inklusif, bertindak objektif dan tidak melakukan diskriminasi berdasarkan gender, agama, ras, etnis, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. Saat menerapkannya, bersikaplah inklusif dan obyektif terhadap anak kecil, teman sebaya, dan lingkungan sekitar. Tidak melakukan diskriminasi terhadap anak kecil, teman sebaya, orang tua dan komunitas sekolah B.
Berperilaku baik sesuai dengan norma agama, hukum dan norma sosial yang berlaku di masyarakat3.
Kompetensi Profesional
Mengetahui gaya pengasuhan yang sesuai dengan usia anak 7 tahun. Memahami pemberian rangsangan pendidikan, pengasuhan dan perlindungan. Mengenal faktor-faktor pola asuh, sosial ekonomi keluarga, dan sosial masyarakat yang mendukung dan menghambat tumbuh kembang anak. pengasuhan, pembelajaran dan perlindungan anak) kepada orang tua.
Sosial
KOMPETENSI PENGAWAS/PENILIK PAUD
Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya. Menunjukkan motivasi dan etos kerja yang menggambarkan perubahan pola pikir dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penguasaan konsep, prinsip, metode dan teknik supervisi pendidikan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan satuan/program PAUD 3.
Menguasai metode kerja dan instrumen untuk melakukan tugas pengendalian mutu dan mengevaluasi dampak program pendidikan anak usia dini.
Penelitian dan Pengembangan
Menunjukkan akhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, serta menjadi teladan akhlak mulia kepada warga di unit/program PAUD. Menciptakan budaya dan iklim unit/program PAUD yang kondusif dan inovatif terhadap pembelajaran anak usia dini. Mengelola guru dan tenaga administrasi satuan/program PAUD agar dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal.
Mengelola hubungan antara unit/program PAUD dengan masyarakat untuk mencari dukungan gagasan, sumber belajar, dan pendanaan sekolah/madrasah. Mengelola unit layanan khusus/program PAUD untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan kegiatan siswa di sekolah/madrasah. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan pembelajaran dan pengelolaan unit/program PAUD.
Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi unit/program PAUD. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan/jasa produksi unit/program PAUD sebagai sumber belajar anak usia dini.
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 146 TAHUN 2014 TENTANG
KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2015
KERANGKA DASAR KURIKULUM A. Landasan Filosofis
Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013 dikembangkan dengan sejumlah landasan filosofis yang memberikan landasan bagi pengembangan seluruh potensi anak untuk menjadi manusia Indonesia yang berkualitas sebagaimana tertuang dalam Tujuan Pendidikan Nasional. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis sebagai berikut. Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013 memposisikan keunggulan budaya untuk menciptakan rasa bangga yang tercermin dalam kehidupan pribadi, sosial, dan berbangsa.
Kurikulum pendidikan prasekolah 2013 dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan norma yang berlaku di masyarakat setempat. Untuk mempertimbangkan keberagaman tersebut, Kurikulum 2013 untuk pendidikan pra-sekolah dasar dikembangkan secara inklusif untuk memberikan landasan dalam membangun sikap saling menghormati dan non-diskriminasi. Kurikulum PAUD 2013 dikembangkan dengan mengacu pada bagaimana membesarkan anak sebagai individu unik yang mempunyai tahapan perkembangan berbeda-beda dan belum mencapai masa operasional konkrit, sehingga digunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk setiap anak. tingkat perkembangan dan potensinya.
Kurikulum PAUD 2013 dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berbasis standar dan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum PAUD 2013 melaksanakan pembelajaran dengan memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak yang disesuaikan dengan latar belakang, karakteristik dan usia anak.
STRUKTUR KURIKULUM
Melakukan kegiatan yang menunjukkan kemampuan anak dalam meraih benda disekitarnya (misalnya meraih benda berwarna cerah).
PENGERTIAN DAN TUJUAN A. Pengertian Deteksi Dini
Hasil deteksi dini tumbuh kembang anak menjadi dasar untuk memberikan stimulasi dan intervensi yang tepat berdasarkan kebutuhannya. Stimulasi dan intervensi tersebut diwujudkan dalam program kegiatan yang sesuai dengan karakteristik tumbuh kembang anak.
STRATEGI DETEKSI DINI A. Strategi
Deteksi dini motorik halus dilakukan untuk melihat hambatan yang melibatkan pergerakan bagian tubuh tertentu yang memerlukan koordinasi yang cermat antara otot kecil/halus serta mata dan tangan. D. Deteksi dini aspek kognitif dilakukan untuk melihat kendala terkait aspek kematangan proses berpikir. e.
PENYUSUNAN PROGRAM
PELAKSANAAN PROGRAM
TINDAK LANJUT
Pendidik diharapkan mampu memahami tumbuh kembang anak dan mengenali hambatan tumbuh kembang anak sedini mungkin, sehingga dapat melakukan stimulasi dan intervensi yang tepat.
PENDAHULUAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PAUD merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik satuan PAUD.
TUJUAN
Isi pembelajaran merupakan cakupan materi pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Materi-materi tersebut harus dikuasai anak sesuai dengan tahapan usianya, yang diberikan melalui stimulasi pendidikan terpadu dengan tema-tema yang sesuai dengan kondisi lembaga/satuan pendidikan PAUD dan anak. Satuan PAUD kelompok umur 4 sampai dengan 6 tahun yang tidak mampu menyelesaikan 900 menit pembelajaran per minggu harus menyelesaikan 540 menit pembelajaran dan ditambah 360 menit pengasuhan terprogram.
Kalender Pendidikan juga memuat program kegiatan tahunan yang meliputi kegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan puncak tematik, kegiatan kelembagaan (misalnya: hiburan dan pertunjukan seni). RPPM dapat berbentuk jaringan tematik atau format lain yang dikembangkan oleh satuan PAUD yang memuat proyek-proyek yang akan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Inti kurikulum mencakup seluruh dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan dan keterampilan) serta mencakup seluruh program pengembangan yang direncanakan dan disajikan secara terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Tim pengembang/kelompok kerja melakukan analisis konteks dengan mempelajari dan mengikuti pedoman yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum 2013, menganalisis kondisi, peluang dan tantangan yang ada pada lembaga/satuan PAUD terkait anak, pendidik dan tenaga kependidikan , sarana dan prasarana, biaya dan program yang akan dilaksanakan. Dokumen disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan kewenangannya, seperti: Dinas Pendidikan setempat, Kantor Kementerian Agama setempat dan/atau Ketua/Pengurus Yayasan.
PIHAK YANG TERLIBAT
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan keterpaduan aspek Perkembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) yaitu pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan dan perlindungan anak. Kurikulum dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak dengan menyadari dan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Tim pengembangan kurikulum lembaga PAUD dalam pengembangannya dapat meliputi komite sekolah, narasumber dan pihak terkait lainnya.
PENUTUP
Pendekatan pembelajaran yang tepat pada anak usia dini akan menentukan keberhasilan anak dalam mencapai perkembangan optimal sesuai dengan karakteristik, minat, dan potensinya. Dengan perkembangan yang optimal tersebut, anak akan siap belajar untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Kesiapan belajar tercermin dari tercapainya kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan anak.
TUJUAN PEDOMAN
PEMBELAJARAN A. Pengertian
Memberikan rangsangan pendidikan dengan cara yang benar melalui bermain dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi anak. Pendidik harus mampu memberikan rangsangan atau rangsangan pendidikan sesuai kebutuhan pada anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Pengembangan kecakapan hidup dilaksanakan secara terpadu, baik melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan, maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.
Pembelajaran demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan rasa saling menghormati antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lainnya. Pembelajaran langsung adalah tentang pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang termasuk dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan). Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang tidak dirancang khusus tetapi terjadi dalam proses pembelajaran langsung.
Ekskursi adalah melihat langsung benda-benda di lingkungan tempat tinggal anak yang sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Pedoman ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian proses dan hasil pembelajaran menurut Kurikulum 2013 untuk pendidikan anak usia dini.
PENILAIAN A. Pengertian
Evaluasi hasil kegiatan pembelajaran oleh pendidik dilakukan untuk memantau secara terus menerus proses belajar dan kemajuan anak. Dalam kerangka pendidikan yang terstandar, kurikulum kompetensi, dan pendekatan pembelajaran berkelanjutan, penilaian proses dan hasil pembelajaran memungkinkan adanya gambaran tingkat pencapaian perkembangan anak yang tercermin dalam kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Agar dapat mengevaluasi proses dan hasil kegiatan pembelajaran secara efektif, perlu memperhatikan prinsip, teknik dan instrumen, mekanisme dan prosedur evaluasi.
Penilaian autentik merupakan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berkelanjutan. Penilaian terhadap proses dan hasil kegiatan belajar anak mencakup seluruh aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian terhadap proses dan hasil belajar anak dimasukkan ke dalam format yang disiapkan oleh pendidik setelah setiap kegiatan dilakukan.
Catatan penilaian proses belajar dan hasil belajar anak dituangkan dalam format ringkasan penilaian mingguan atau bulanan untuk menarik kesimpulan sebagai dasar pelaporan perkembangan anak kepada orang tua. Panduan ini disusun sebagai acuan bagi para pendidik dalam penilaian proses dan hasil belajar anak.