• Tidak ada hasil yang ditemukan

(2)Institut Teknologi Nasional 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(2)Institut Teknologi Nasional 3"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Menurut SNI 2004, klasifikasi jalan berkaitan dengan kemampuan jalan dalam menampung beban lalu lintas, yang dinyatakan dalam beban gandar maksimum (MST) dalam ton, dan kemampuan jalan dalam menampung kendaraan dengan dimensi maksimum tertentu. Jalur lalu lintas adalah seluruh bagian trotoar yang khusus diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan (Sukirman, 2015). Lebar lajur lalu lintas adalah lebar kendaraan dengan sisi bebas kiri dan kanan dalam satu lajur, dan lebar lajur lalu lintas ditentukan oleh jumlah lajur dan lebar tiap lajur, lebar minimum lajur adalah 4,5 m. , yang memperbolehkan dua kendaraan saling berpapasan dengan lebar maksimal dua kendaraan 2,5 m (SNI, 2004).

Kemiringan jalan yang melintang berfungsi untuk drainase jalan, sehingga air yang jatuh di permukaan jalan langsung mengalir ke saluran drainase samping (Sukirman, 2015). Tempat pemberhentian sementara bagi kendaraan yang mogok, pengemudi yang hendak beristirahat dan jalur keluar; Kemiringan melintang normal pada bahu jalan sebaiknya lebih besar 3% -5% dibandingkan kemiringan melintang pada permukaan jalan karena adanya perbedaan sifat kedap air bahu jalan dan badan jalan (SNI, 2004).

Ruang jalan adalah ruang untuk penggunaan jalan dan sebidang tanah tertentu di luar penggunaan jalan yang diperuntukkan bagi penggunaan ruang jalan, pelebaran jalan, penambahan jalur lalu lintas di kemudian hari (Peraturan Nomor 6 Tahun 2017). . Untuk ruang pemanfaatan jalan, ruang jalan dan ruang pemantauan jalan dapat dilihat pada Gambar 2.3. Dimensi dasar setiap kategori kendaraan yang direncanakan dapat dilihat pada Tabel 2.5 dan Gambar 2.4 hingga Gambar 2.9.

Kecepatan rencana merupakan kecepatan kendaraan yang mendasari perencanaan rekayasa jalan, yaitu kecepatan yang dapat dicapai apabila kendaraan melaju tanpa gangguan dan aman (Sukirman, 2015).

Tabel 2.3 Lebar Lajur Jalan dan Bahu Jalan
Tabel 2.3 Lebar Lajur Jalan dan Bahu Jalan

Alinyemen Horozontal

  • Pemilihan Trase Jalan
  • Jarak Antara Dua Titik Potong Tangen Horizontal
  • Sudut Azimuth dan Delta
  • Panjang Bagian Lurus
  • Superelevasi
  • Radius Minimum
  • Lengkung Peralihan
  • Lengkung Horizontal

Perpotongan kedua garis singgung tersebut dinamakan PI (Titik Persimpangan), jarak antara 2 titik PI ditentukan oleh koordinat titik PI tersebut. Sudut azimuth (Az) merupakan sudut relatif terhadap arah utara (Sukirman, 2015), sudut azimuth dihitung dari garis utara yang diputar searah jarum jam hingga menyentuh sumbu jalan seperti terlihat pada Gambar 2.11. Untuk menentukan panjang suatu ruas lurus harus memperhatikan faktor keselamatan pengguna jalan yaitu dari segi kelelahan pengemudi.

Superelevasi adalah kemiringan melintang permukaan pada suatu kurva horizontal, yang berfungsi untuk memperoleh komponen berat kendaraan untuk mengimbangi gaya sentrifugal pada saat kendaraan melintasi suatu tikungan. Superelevasi tidak diperlukan pada jalan yang mempunyai radius besar karena tidak ada gaya sentrifugal pada jalan tersebut. Jari-jari minimum adalah jumlah kurva yang dapat direncanakan untuk nilai kecepatan desain yang dipilih pada nilai cant maksimum.

Nilai radius minimum yang besar sebaiknya dihindari karena pengemudi akan merasa tidak nyaman saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Kurva transisi berfungsi untuk mengantisipasi perubahan alinyemen jalur dari radius tak hingga ke radius Rc atau sebaliknya (SNI, 2004). Apabila digunakan kurva transisi maka posisi lintasan pada kurva tersebut bergeser dari bagian jalan yang lurus ke bagian dalam kurva melalui P (Pusbin-KPK, 2005) yang dapat dilihat pada Gambar 2.12.

Jika nilai P kurang dari 0,20 m maka tidak diperlukan kurva transisi sehingga tipe tikungan menjadi lingkaran penuh (RSNI, 2004). Kurva horizontal terdiri dari kurva lingkaran sederhana (FC), kurva spiral-lingkaran-spiral (SCS), dan kurva spiral-spiral (SS).

Gambar 2.10 Contoh rencana garis sumbu jalan
Gambar 2.10 Contoh rencana garis sumbu jalan

Lengkung Lingkaran Sederhana (FC)

Bagian lintasan yang lurus disebut garis singgung dan bagian yang membentuk busur lingkaran disebut lingkaran, sehingga bagian kiri disingkat TC dan bagian kanan disingkat CT.

Gambar 2.14 Lengkung lingkaran sederhana
Gambar 2.14 Lengkung lingkaran sederhana

Lengkung Spiral-Lingkaran-Spiral (SCS)

Lengkung Spiral-Spiral (SS)

Diagram Superelevasi

Pada pembengkokan tipe FC, kurva yang berbentuk busur lingkaran tidak mempunyai kurva transisi, oleh karena itu diperlukan superelevasi untuk memperjelas perubahan bentuk dari lereng normal ke lereng dengan superelevasi. Letak Ls dimulai dari tepi luar datar sampai tercapai superelevasi, yaitu terletak 2/3 Ls' pada bagian singgung dan 1/3 Ls' pada bagian busur (Sukirman, 2015) seperti pada Gambar 2.17. Pada kurva SCS, superelevasi dicapai mulai dari kemiringan normal sampai titik TS atau sampai awal kurva transisi, kemudian bertahap.

Gambar 2.17 Metoda pencapaian superelevasi pada tikungan
Gambar 2.17 Metoda pencapaian superelevasi pada tikungan

Pelebaran Perkerasan Pada Lengkung Horizontal

B = lebar perkerasan yang ditempati oleh satu kendaraan pada suatu tikungan mendatar Z = penambahan lebar akibat kesulitan berkendara pada tikungan (m). Bn = jumlah lebar perkerasan pada bagian lurus (m) Bt = jumlah lebar perkerasan mendatar melengkung (m) n = jumlah lajur.

Gambar 2.21 Pelebaran perkerasan di tikungan
Gambar 2.21 Pelebaran perkerasan di tikungan

Alinyemen Vertikal

  • Kelandaian Jalan
  • Panjang Lengkung Vertikal

Kemiringan maksimum dipengaruhi oleh kondisi medan jalan, kondisi medan tersebut dapat dilihat pada tabel 2.10. Setiap perubahan dari satu lereng ke lereng lainnya harus dilengkapi dengan kurva vertikal untuk mengurangi dampak akibat perubahan lereng dan menjamin visibilitas perhentian (Bina Marga, 2009). Panjang kurva vertikal terbagi menjadi dua bentuk yaitu kurva vertikal cembung dan kurva vertikal cekung (Gambar 2.22).

Tabel 2.10 Kelandaian Maksimum
Tabel 2.10 Kelandaian Maksimum

Lengkung Vertikal Cembung

Lengkung Vertikal Cekung

  • Pekerjaan Tanah
  • Dasar Penggunaan Software Autodesk Autocad Civil 3D 2018
  • Perencanaan Menggunakan Software Autocad Civil 3D
    • Pemodelan Alinyemen Horizontal
    • Pemodelan Alinyemen Vertikal 1. Membuat profil
    • Membuat Diagram Superelevasi
    • Menampilkan Data Volume Galian dan Timbunan 1. Membuat assembly
  • Kajian Terdahulu

Pekerjaan tanah selalu diperlukan dalam pekerjaan konstruksi jalan untuk membangun dasar jalan, pekerjaan tanah galian dan tanggul dapat dilihat dari hasil perencanaan alinyemen vertikal seperti pada Gambar 2.23. Salah satu file ini diimpor ke perangkat lunak Autocad Civil 3D sehingga data kontur dapat digunakan untuk merancang rencana jalan. Untuk menjalankan aplikasi Autocad Civil 3D dapat diaktifkan menggunakan icon di desktop komputer.

Sebelum memulai perancangan jalan diperlukan data kontur untuk memudahkan perencanaan, sehingga untuk memperoleh data kontur dalam format .xyz dapat diperoleh dengan bantuan aplikasi tambahan yaitu Global Mapper seperti pada Gambar 2.24. Langkah pertama dalam merencanakan perataan horizontal adalah mengimpor data kontur ke dalam aplikasi Autocad Civil 3D menggunakan menu Home – Surface – Create Surface. Kemudian akan muncul kotak dialog untuk menentukan jenis permukaan dan gaya kontur yang akan muncul pada aplikasi.

Selanjutnya untuk menampilkan titik koordinat, pilih menu Tambah data – File titik/grup titik, maka akan muncul kotak dialog untuk input. Cara membuat garis tengah adalah dengan memilih menu Home – Alingement – ​​​​Alingement Creations Tools, kemudian akan muncul kotak dialog untuk mengisi nama alinyemen, kecepatan rencana dan radius minimum yang akan digunakan dalam perencanaan. Setelah itu akan muncul kotak dialog untuk mendesain garis sejajar dan juga mendesain kurva horizontal.

Cara membuat garis singgung-singgung adalah dengan memilih Gambar Tangen-Tangen (tanpa kurva) pada kotak dialog tata letak penyelarasan, kemudian tarik garis dari titik awal jadwal hingga akhir jadwal dengan memperhatikan garis kontur. . Cara membuat kurva horizontal sama dengan membuat garis tracing, yaitu dengan memilih jenis kurva pada kotak dialog Alignment Tools lalu menerapkannya pada garis singgung yang telah dibuat sebelumnya. Untuk membuat profil jalan, pilih menu Beranda – Profil – Buat profil permukaan. Kemudian akan muncul kotak dialog dimana Anda dapat memilih permukaan untuk membuat profil. Kemudian pilih Draw in Profile View untuk mengatur tampilan profil jalan.

Setelah memilih profil, maka akan muncul kotak dialog Create Profile untuk mengatur layout yang akan dibuat, kemudian akan muncul kotak dialog Profile Layout Tools untuk membuat perataan vertikal. Setelah itu akan muncul kotak dialog Calcuate Superelevation untuk memilih jenis jalan sesuai kebutuhan, pengaturan lebar jalan dan kemiringan jalan, pengaturan lebar bahu jalan dan kemiringan bahu jalan. Untuk menampilkan koridor ini, memilih menu Home - Corridor akan menampilkan kotak dialog Create Corridor untuk memasukkan data rakitan dan data permukaan.

Setelah itu secara otomatis akan terbentuk koridor horizontal seperti pada gambar 2.33. Koridor ini dapat dilihat dengan tampilan 3 dimensi seperti pada gambar 2.34. Untuk menampilkan penampang, pilih menu Beranda - Contoh Garis, kemudian akan muncul kotak dialog untuk memilih perataan, setelah itu akan muncul kotak dialog Buat Grup Garis Sampel untuk mengubah gaya koridor dan mengubah tampilan penampang yang akan ditampilkan.

Gambar 2.24 Galian dan timbunan
Gambar 2.24 Galian dan timbunan

Gambar

Gambar 2.3 Bagian-bagian jalan
Gambar 2.8 Kendaraan truk 4 as
Gambar 2.9 Kendaraan truk 5 as
Gambar 2.10 Contoh rencana garis sumbu jalan
+7

Referensi

Dokumen terkait

While the learning innovations at SMKS Pelita Bunga Bangsa include several things, namely; carry out learning in schools, communicate with students through social media,

Pengaruh Return On Asset, Return On Equity Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Studi Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015..