• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Sistem Pendidikan

N/A
N/A
Dini lestari

Academic year: 2025

Membagikan "2. Sistem Pendidikan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN MANAJEMEN

Dalam Sistem Pendidikan Nasional 2

Dr. H. Soedjono, M.Si

Manajemen Pendidikan

Nasional

(2)

PERAN MANAJEMEN DALAM SPN

a. Sistem Pendidikan

b. Pendidikan & Pendidikan Nasional

c. Pandangan tentang Hakekat Manusia dari Berbagai Dimensi

d. Visi, Misi, Fungsi, Tujuan, Pengorganisasian,

Strategi, Dan Ruang Lingkup Pendidikan Nasional e. Kontribusi Manajemen Pada Pendidikan Nasional

2

Manajemen Pendidikan

Nasional

(3)

SISTEM PENDIDIKAN a.

Manajemen Pendidikan Nasional

Konsep Sistem (Kenneth Boulding):

Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan/ himpunan dari unsur,

komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.

Teori sistem mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi harus mendapat perhatian penuh dari pemimpin organisasi secara merata baik

komponen fisik maupun non-fisik.Unsur-unsur yang mewakili suatu sistem secara umum adalah memasukan (input),pengolahan (processing), dan keluaran

(output).

(4)

SISTEM PENDIDIKAN a

Manajemen Pendidikan Nasional

Karakterist ik Sistem

Komponen (components)

Komponen sistem/ elemen system, semua hal yg menjadi bagian penyusun sistem, dpt berupa benda nyata ataupun abstrak

Batas (boundary)

Batas sistem diperlukan u/ membedakan satu sistem dgn sistem yg lain agar tidak menyulitkan saat

memberikan batasan scope tinjauan terhadap sistem.

Lingkungan (environments)

Lingkungan sistem adalah semua hal yang

berada diluar sistem, dapat merugikan ataupun menguntungkan.

Punghubung/antarmuka (interface)

Penghubung/antarmuka, semua hal yg menjadi

penghubung antarkomponen sistem. Interface menjadi sarana setiap komponen untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi.

Masukan (input)

Masukan, komponen sistem yg merupakan bahan yg akan

diolah lebih lanjut u/

menghasilkan keluaran yg berguna.

Pengolahan (processing)

Pengolahan, komponen sistem yang paling penting dalam mengolah masukan agar menghasilkan

keluaran yang berguna.

Keluaran (output)

Keluaran, komponen sistem yang merupakan hasil dari komponen pengolahan.

Sasaran (objectives) dan Tujuan (goal)

Agar mencapai sasaran dan tujuan sistem, setiap komponen dalam sistem harus dijaga.

Kendali (control)

Agar bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing, setiap komponen harus diperhatikan dan dijaga.

Umpan balik (feedback)

Umpan balik diperlukan oleh kontrol untuk

mengetahui adanya penyimpangan agar dapat dikembalikan pada kondisi normal.

(5)

SISTEM PENDIDIKAN a

Nilai-nilai yang mendasari

penyelenggaraan pendidikan di suatu tempat. Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 2 bahwa “Pendidikan nasional

berdasarkan Pancasila dan Undang-

Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”

Harapan dari pendidikan nasional sesuai UU No. 20 Tahun 2003 Tentang

Sistem Pendidikan

Nasional Pasal 3 adalah

“Bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sistem Pendidikan Nasional

Administrasi/Manajemen

Manajemen Pendidikan

Nasional

(6)

Analisis Sistem Pendidikan Nasional

Manajemen Pendidikan Nasional

SISTEM PENDIDIKAN a

Makna pendidkan sebagai sistem adalah seluruh komponen yang ada dalam pendidikan (seperti lingkungan, masyarakat, sumber daya) dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan pendidikan pendidikan nasional, yang dalam

implementasinya dapat dilihat dari aspek-aspek sistem yaitu input-proses-output,

dan hasil akhir dari output dapat memberikan umpan balik terhadap input dan proses sehingga dapat diketahui hasil akhir tujuan pendidikan.

Kondisi Faktual Kondisi Ideal Pengelolaan

Peran Pemerintah &

Masyarakat

Substansi Kompetensi Pendekatan dan Metode

Pembelajaran SDM

Pendanaan

Academic Atmosphere Pengendalian

Internal/eksternal

#

(7)

Ilmu Pendidikan

Carter V Good Ilmu yang bukan saja menelaah

objeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki objek itu,

melainkan mempelajari pula hendaknya bertindak

M.J.Langeveld

Bangunan pengetahunan yang sistematis mengenai aspek kuantitatif dan objektif dari proses belajar

Ilmu pendidikan adalah teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan. Ilmu yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktek pendidikan.

S. Brodjonagoro

b

Ada dua makna sentral

• Menujuk suatu hipotesis atau serangkaian hipotesis yg telah diverifikasi dgn observasi atau eksperimen.

• Pemikiran sistematik atau serangkaian pemikiran sistematik atau serangkaian pemikiran yang koheren  menghasilkan banyak teori.

Teori Pendidikan

Fungsi utama teori pendidikan (P.H. Hirst)

• Membimbing praktek pendidikan (to guide education) Memiliki aspek ilmiah dan aspek preskriptif (normatif)

• Merupakan unsur-unsur bangunan pengetahuan (a body ofe knowledge) ilmu pendidikan

Imam Barnadib

Ilmu Pendidikan adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah

umum pendidikan secara menyeluruh dan abstrak.

Driyakara

Ilmu pendidikan adalah: pemikiran ilmiah (kritis, metodis dan sistematis) tentang realita yang kita sebut dengan pendidikan (mendidik dan dididik)

PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NASIONAL

Manajemen Pendidikan

Nasional

(8)

Pendidikan sebagai gejala manusiawi

Dapat dianalisis dari proses atau situasi pendidikan, yaitu adanya komponen

pendidikan yang secara terpadu saling berinteraksi dalam mencapai tujuan, yang meliputi:

• Tujuan pendidikan Peserta didik

• Pendidik Isi Pendidikan

• Metode Pendidikan Alat Pendidikan

• Lingkungan pendidikan

Pendidikan sebagai Upaya Sadar

Sistematika ke Tiga

Bertolak dari fungsi pendidikan:

• Menumbuhkan kreativitas peserta didik

• Menjaga lestarinya nilai- nilai insani dan nilai- nilai illahi (pendidikan moralitas)

• Menyiapkan tenaga kerja produktif (pendidikan produktivitas)

Ilmu Pendidikan memiliki tiga dimensi sebagai sistematika ilmu pendidikan

• Dimensi lingkungan pendidikan, meliputi pendidikan keluarga, pendidikan lingkungan sekolah & luar sekolah

• Dimensi jenis-jenis persoalan pendidikan (persoalan fondasional, persoalan struktural dan persoalan operasional)

• Dimensi waktu dan ruan

• Menyiapkan tenaga kerja produktif (pendidikan produktivitas)

b PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NASIONAL

Manajemen Pendidikan

Nasional

(9)

Pendidikan Memiliki Metoda

Metode yang dipakai dalam Ilmu Pendidikan (Sudomo)

• Metode Normatif, berkenaan dengan konsep manusia yang ideal & masalah nilai baik &

buruk

• Metode Eksplanatori, berkenaan dengan kondisi & kekuatan yang membuat suatu proses pendidikan berhasil

• Metode Teknologis, mengungkap bagaimana melakukan dalam rangka menuju keberhasilan

• Metode Deskriptif-Fenomenologis, menguraikan kenyataan pendidikan, kemudian mengklasifikasi

• Metode Hermeneutis, memahami kenyataan pendidikan yang konkrit & historis

• Metode Analisis Kritis (filosofis)

Sifat Ilmu Pendidian

Empiris, objeknya dijumpai dalam dunia pengalaman

Rokhaniah, bertujuan membawa ke arah manusia yg berbudaya

Normatif, berdasar pemilihan

Historis, memberikan uraian teoritis ttg sistem pendidikan sepanjang jaman

Praktis

Fondasi pendidikan: studi tentang fakta-fakta prinsi2 dasar yg melandasi pencarian kebijakan

& praktek pendidikan.

Van Cleve Morris, membagi fondasi pendidikan menjadi 2: Fondasi historis & filosofis tentang pendidikan

Fondasi sosiologis dan psikologis tentang pendidikan

Pengetahuan yang fundamental tentang pendidikan meliputi: Sejarah pendidikan

Filsafat pendidikan Sosiologi pendidikan Psikologi pendidikan

Fondasi Ilmu Pendidikan

b PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NASIONAL

Manajemen Pendidikan

Nasional

(10)

PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NASIONAL b

Rumusan operasional tentang pendidikan tertuang dalam UU No. 20 th 2003:

• Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilanyang diperlukan dirinya,masyarakat

bangsa dan negaa.

• Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan jaman.

Manajemen Pendidikan

Nasional

(11)

PANDANGAN TENTANG HAKEKAT MANUSIA DARI BERBAGAI DIMENSI

c

Dimensi

Individual Merupakan mahluk monodualistik & dikaruniai status sebagai khalifah Allah di atas bumi.

Bayi manusia itu lemah tetapi memiliki sejumlah potensi yaitu potensi jasmaniah (tubuh dengan seluruh anggota badan) dan rohaniah (cipta, rasa, karsa, intuisi, bakat) serta lingkungan yang

melingkupinya (bangsa, suku, ras, adat istiadat, kebudayaan, dll).

Dimensi

Kesosialan Manusia selain mahluk monodualistik sekaligus juga mahluk monopluralistik.

Dimensi kesosialan manusia tumbuh karena sejak lahir manusia itu lemah dan pada tahapan berikutnya manusia selalu saling membantu

HAKEKAT MANUSIA Dimensi Kesusilaan

Dengan nalar dan akal maka manusia memungkinkan dapat menentukan dan memilih yang baik dan yang tidak baik.

Karsa manusia akan memimpin apakah manusia memilih yang baik atau memilih yang tidak baik. Melalui bimbingan orang tua dan bantuan orang di sekitarnya seorang anak akan

mengidentifikasi, menyamakan, menilai, dan menarik kesimpulan untuk kemudian melakukan perbuatan berdasarkan keputusan tadi. Keputusan inilah yang disebut keputusan kesusilaan.

Driyarkara menyatakan bahwa manusia yang berkesusilaan adalah mereka yang memiliki, menghayati, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Hierkarki nilai dlm kehidupan manusia (nilai fundamental/

kesempurnaan manusia): Nilai jasmani (vital); Nilai keindahan;

Nilai kebenaran; Nilai kesusilaan; Nilai religius

Suprapto berpendapat bagi bangsa Indonesia sistem nilai yang digunakan adalah Pancasila yang dijabarkan secara operasional menjadi norma yaitu:

Norma moral; Norma Susila; Norma hokum; Norma pembangunan

Dimensi

Keberagaman Kehidupan manusia yg lengkap meliputi kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.

Dimensi keindividuan, dimensi kesosialan, dimensi kesusilaan, titik berat

implementasinya adalah pada kehidupan dunia.

Untuk kesempurnaan kehidupannya

manusia perlu mengembangkan kehidupan keagamaan

Pada dimensi keberagamaan manusia

berusaha mengembangkan hubungan dgn Tuhan Yang Maha Esa.

Kehidupan yg serasi, selaras, & seimbang dunia akhirat akan menjadi corak/ ukuran kualitas hidup manusia.

Dimensi Pancasila

Monodualistik & monopluralistik;

Keselarasan, keserasian, &

keseimbangan;

Integralistik:

Kebersamaan & kekeluargaan

Manajemen Pendidikan

Nasional

(12)

PANDANGAN TENTANG HAKEKAT MANUSIA DARI BERBAGAI DIMENSI

c

Hakekat Manusia dari Dimensi Pancasila

Menurut pandangan monodualistik hakikat manusia adalah

• Ciptaan Tuhan yg memiliki hubungan serasi dgn penciptanya.

• Unsur jasmani dan rohani merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dengan darma msing-

masing.

• Tidak terpisahkan dr masyarakat bangsanya;

selalu hidup selaras, serasi, dan seimbang.

Menurut pandangan monopluralistik bahwa bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan dari unsur yang

beraneka ragam seperti suku, adat, budaya, agama, dan kepercayaan (konsep Bhinneka Tunggal Ika).

Merupakan konsep atau gambaran sifat-sifat manusia Indonesia yang harus dikembangkan agar mampu hidup selaras, serasi, seimbang dalam konteks enam hubungan yaitu:

1. dalam hubungan hidup manusia sebagai pribadi 2. dalam hubungan manusia dengan masyarakat 3. dalam hubungan manusia dengan alam

4. dalam hubungan bangsa dengan bangsa 5. dalam hubungan manusia dengan Tuhan

6. dalam hubungan mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohani

Manajemen Pendidikan

Nasional

(13)

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, PENGORGANISASIAN, STRATEGI, DAN RUANG LINGKUP

PENDIDIKAN NASIONAL

d

Visi

• Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang

berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan jaman yang selalu berubah.

• Sejalan dengan visi tersebut Sistem Pendidikan Nasional hendak menghasilkan insan

Indonesia cerdas dan kompetitif pada tahun 2025. Dengan istilah insan Indonesia yang cerdas dimaksudkan insan yang cerdas secara komprehensif yang meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis

Misi• Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia

• Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak dini sampai akhir hayat

• Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan

• Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabillitas lembaga pendidikan Fungsi

• Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan

• Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Manajemen Pendidikan

Nasional

(14)

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, PENGORGANISASIAN, STRATEGI, DAN RUANG LINGKUP

PENDIDIKAN NASIONAL

d

Pengorganisasian

• Pengorganisasian adalah proses untuk mencapai tujuan dengan membuat pengelompokan kegiatan untuk diselesaikan oleh orang-orang tertentu. Pengorganisasian pendidikan

merupakan proses yang akan menghasilkan satuan-satuan organisasi dengan tugas pokok, fungsi, serta sumber daya manusia yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan pendidikan yang ditentukan.

• Hoy dan Miskel, melakukan kajian organisasi dalam tiga pandangan yaitu: rasional, natural, dan open sistem.

Pandangan rasional: organisasi merupakan instrumen formal yang dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dan struktur merupakan aspek yang paling penting.

Pandangan natural: organisasi dipandang sebagai kelompok sosial khusus yang bertujuan untuk pertahanan; orang-orang merupakan aspek yang paling penting.

Pandangan open sistem: organisasi dipandang sebagai sesuatu yang potensial untuk menggabungkan komponen rasional dan natural dalam satu kerangka dan memberikan suatu pandangan yang lebih lengkap.

• Jika dikaitkan dengan pendidikan, organisasi pendidikan adalah tempat untuk melakukan aktifitas pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Unsur-unsur dasar dalam sebuah organisasi meliputi:

• Adanya tujuan bersama, tujuan inilah yang menyatukan berbagai unsur dalam organisasi

• Adanya kerja sama dua orang atau lebih

• Adanya pembagian tugas. Pembagian tugas ini agar organisasi bisa efektif, efisien, dan produktif.

• Manfaat organisasi pendidikan

• Mengatasi keterbatasan kemampuan dan sumberdaya untuk mencapai tujuan pendidikan

• Terciptanya efektifitas dan efisiensi

• Menjadi wadah pengembangan potensi yang dimiliki

Manajemen Pendidikan

Nasional

(15)

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, PENGORGANISASIAN, STRATEGI, DAN RUANG LINGKUP

PENDIDIKAN NASIONAL

d

Strategi

• Pelaksanaan pendidikan agama serta ahlak mulia;

• Pengembangan dan pelaksanaan kurikuum berbasis kompetensi;

• Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis;

• Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan;

• Peningkatan keprofesionalan pendidikan dan tenaga kependidikan;

• Penyediaan sarana belajar yang mendidik;

• Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan

• Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata;

• Pelaksanaan wajib belajar;

• Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan;

• Pemberdayaan peran masyarakat;

• Pusat pemberdayaan dan pembangunan masyarakat; dan

• Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional

Manajemen Pendidikan

Nasional

(16)

VISI, MISI, FUNGSI, TUJUAN, PENGORGANISASIAN, STRATEGI, DAN RUANG LINGKUP

PENDIDIKAN NASIONAL

d

Ruang Lingkup

• Manajemen Sistem Pendidikan Nasional mengalami perkembangan terkait dengan perannya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional berdasarkan peraturan

perundangan yang berlaku.

• Berdasarkan UU no. 20 tahun 2003 ruang lingkup manajemen pendidikan meliputi:

• Peserta didik

• Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

• Pendidik dan tenaga kependidikan

• Kurikulum

• Sarana dan prasarana pendidikan

• Pendanaan

• Pengelolaan pendidikan

• Peran serta masyarakat dalam pendidikan

• Dewan pendidikan dan komite sekolah

Manajemen Pendidikan

Nasional

(17)

KONTRIBUSI MANAJEMEN PADA PENDIDIKAN NASIONAL

e

• Memberikan jaminan terselenggaranya pendidikan yang bermutu, merata, efektif, dan efisien.

• Memberikan jaminan terlaksananya pendidikan berbasis hak asasi manusia

• Memberikan jaminan terlaksananya regulasi dan afirmasi internasional

• Memberikan jaminan terlaksananya pendidikan menuju knowledge based economy.

Manajemen Pendidikan

Nasional

Referensi

Dokumen terkait

3 Oleh karena itu sistem dalam definisi lamanya dinyatakan sebagai seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan

Menurut Jogiyanto (Pengenalan Komputer, 2000:683), Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berinteraksi untuk

Tahap perancangan sistem dilakukan agar setiap komponen pada sistem dapat dirancang untuk berintegrasi dengan baik sesuai kebutuhan.. Setiap bagian dianalisis agar dapat

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem adalah Kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai

3 Oleh karena itu sistem dalam definisi lamanya dinyatakan sebagai seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan

Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan interaktif antara guru dan siswa yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai

Komponen- Komponen Pendidikan Islam Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses untuk mencapai sistem, komponen