Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
689
PENGARUH INTERNSHIP EXPERIENCE, DIGITAL LITERACY, SELF EFFICACY, DAN SOFT SKILL TERHADAP WORK READINESS
MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA ANGKATAN 2021
Khoirunnisa’ Amalia Putri1), Kusuma Chandra Kirana2), Epsilandri Septyarini3)
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa1,2,3) E-mail: [email protected]1), [email protected]2),
[email protected]3) Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill terhadap work readiness mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa angkatan 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa angkatan 2021 menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis uji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas. Uji analisis regresi linear berganda. Uji hipotesis menggunakan uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa internship experience, digital literacy, dan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness. Sementara, self efficacy berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap work readiness. Internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja.
Kata Kunci: Internship Experience, Digital Literacy, Self Efficacy, Soft Skill, Work Readiness
Abstract
This study aims to examine the influence of internship experience, digital literacy, self- efficacy, and soft skills on the work readiness of students from the Faculty of Economics at Sarjanawiyata Tamansiswa University, Class of 2021. This type of research is quantitative descriptive. The sample consisted of 88 active students from the Faculty of Economics at Sarjanawiyata Tamansiswa University, Class of 2021, selected using a purposive sampling technique. Data quality analysis was conducted using validity and reliability tests. Data analysis techniques included the normality tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests. Multiple linear regression analysis was employed. Hypothesis testing was conducted using the t-test, f-test, and the coefficient of determination (R²). The results show that internship experience, digital literacy, and soft skills have a positive and significant effect on work readiness. Meanwhile, self-efficacy has a negative and insignificant effect on work readiness. Simultaneously, internship experience, digital literacy, self-efficacy, and soft skills have a positive and significant effect on work readiness.
Keywords: Internship Experience, Digital Literacy, Self Efficacy, Soft Skill, Work Readiness 1. PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan globalisasi telah mengakibatkan persaingan yang ketat dalam pengadaan sumber daya manusia yang unggul.
Sumber daya manusia memegang peranan krusial dalam pertumbuhan dan kemajuan sebuah
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
690 organisasi, perusahaan, maupun negara (Mustari, 2021). Sumber daya manusia terdiri dari individu yang berperan sebagai perencana dan pelaksana dalam mencapai tujuan organisasi (Simanjuntak & Armanu, 2023). Pada sebuah organisasi, keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten merupakan hasil dari berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, maka diperlukan pengelolaan sumber daya manusia dengan baik agar dapat meningkatkan kualitas, produktivitas dan pencapaian tujuan. Ilmu untuk mempelajari pengelolaan sumber daya manusia ini disebut manajemen sumber daya manusia yang memiliki beberapa fokus, termasuk pelatihan dan pengembangan karyawan (Mustari, 2021).
Kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Mustari, 2021). Tingkat pertumbuhan IPM Indonesia selama tahun 2020-2024 menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 0,75% per tahun dan di tahun 2024 mencapai 75,02 poin meningkat 0,63 poin dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, tingkat pengangguran di Indonesia justru mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2024. Menurut BPS (2024) mencatat, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,47 juta orang pada Agustus 2024. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2024 sebanyak 7,20 juta orang. Sedangkan, data BPS untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan periode Agustus 2022-2024 menujukkan jumlah pengangguran cukup banyak berasal dari lulusan universitas. Pada tahun 2022 sebesar 7,99%, tahun 2023 sebesar 10,03% dan pada tahun 2024 sebesar 11,28% yang artinya jumlah pengangguran lulusan universitas terus mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir.
Peningkatan IPM belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan sumber daya manusia yang optimal, terutama dalam aspek pendidikan. Pada tahun 2022, data BPS menunjukkan bahwa lulusan SMA, SMK, diploma, hingga universitas/sarjana menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di Indonesia (Simanjuntak & Armanu, 2023).
Sebagaimana diketahui, dari keempat lulusan tersebut, lulusan universitas yang seharusnya dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil justru menjadi lulusan yang menambah angka pengangguran di Indonesia. Perihal kesiapan kerja, mahasiswa sarjana umumnya dinilai kurang memiliki kesiapan karena fokus pendidikan cenderung lebih teoritis dari pada praktis dibandingkan dengan mahasiwa diploma yang lebih menekankan pada praktikum dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini (Damayantie
& Kustini, 2022). Kesiapan kerja (work readiness) merujuk pada upaya untuk mempersiapkan diri secara matang dalam aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai- nilai yang dibutuhkan dalam menekuni suatu pekerjaan (Pambajeng et al., 2024). Saat ini, kesiapan kerja diperlukan untuk menekan angka pengangguran dengan memenuhi kebutuhan tenaga kerja (Sari & Manunggal, 2023). Dalam hal ini, mahasiswa terutama yang berada di tingkat akhir harus memiliki kesiapan kerja yang seharusnya didukung oleh perguruan tinggi sebagai fasilitator dalam pengembangan diri untuk mencapai kesiapan kerja yang optimal (Nurbaiti & Putri, 2024).
Work readiness yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain internship experience (Gohae dalam Wahyuni et al., 2023). Internship experience merupakan peluang yang diberikan kepada seseorang melalui pengalaman yang diperolah dari mengikuti kegiatan magang di suatu organisasi (Mustari, 2021). Internship experience penting untuk mengoptimalkan work readiness, dan jika mahasiswa tidak memilikinya tentu akan kesulitan untuk mencapai semangat dirinya dalam menghadapi dunia kerja nantinya (Pambajeng et al., 2024). Internship experience dianggap menjadi investasi yang berharga dalam
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
691 membentuk work readiness sarjana yang tercermin melalui keikutsertaan program magang sarjana (Sofa et al., 2020).
Tuntutan dunia kerja terhadap tenaga kerja semakin banyak yang salah satunya adalah digital literacy (literasi digital). Digital literacy merupakan kemampuan dalam mengakses, mengelola, mengintegrasikan, memahami, mengevaluasi, mengkomunikasikan, dan membuat informasi secara aman dan tepat menggunakan teknologi digital untuk pekerjaan dan kewiraswastaan (Putri & Supriansyah, 2021). Mahasiswa yang memiliki digital literacy yang kuat akan lebih mampu untuk memanfaatkan potensi teknologi secara maksimal dalam memenuhi tuntutan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Faktor lain yang mempengaruhi work readiness mahasiswa diantaranya adalah self efficacy dan soft skill. Self efficacy adalah keyakinan atas kompetensi diri yang dimiliki. Self efficacy merupakan hal yang melekat erat dalam work readiness, artinya mahasiswa yang memiliki work readiness yang matang akan memiliki self efficacy yang baik (Nurbaiti &
Putri, 2024). Self efficacy yang baik akan membantu mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta mampu mengambil keputusan dengan tepat dan bertanggung jawab.
Aspek lain yang mempengaruhi adalah soft skill. Soft skill merupakan kemampuan atau keterampilan atau bahkan keahlian untuk mengatur atau mengelola dirinya sendiri maupun saat berhubungan dengan orang lain (Suhardjono & Haribowo, 2022). Soft skill penting kontribusinya terhadap work readiness karena perusahaan seringkali lebih mengutamakan kemampuan soft skill untuk calon tenaga kerjanya (Sari & Manunggal, 2023). Semakin baik penguasaan soft skill maka akan semakin kuat kepribadian seorang mahasiswa dalam menghadapi tantangan kerja maupun yang lainnya.
Fenomena yang berlangsung pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Angkatan 2021 menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang belum memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapi dunia kerja. Meskipun telah mendapatkan pendidikan formal, banyak mahasiswa yang baru mulai mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja pada tahun akhir perkuliahan. Keterlambatan dalam mempersiapkan diri ini menyebabkan kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki mahasiswa dengan tuntutan dunia kerja yang dinamis dan kompetitif. Akibatnya, mahasiswa belum sepenuhnya siap pakai dan belum memiliki skillset yang dibutuhkan oleh dunia kerja sejak awal.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, penulis tertarik untuk memilih objek penelitian pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Angkatan 2021. Selain itu, sebagai calon lulusan sarjana penulis ingin mengetahui seberapa baik persiapan penulis dan teman-teman lainnya sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
2. KAJIAN TEORI Internship Experience
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengalaman diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami (dijalani, dirasakan, ditanggung, dan sebagainya) baik berupa peristiwa atau hal lainnya. Sedangkan, menurut Undang Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, pemangangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
692 Menurut Azizah et al. (2021) menyatakan bahwa internship experience merupakan kesempatan untuk memperoleh dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Melalui internship experience, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan wawasan langsung tentang dunia kerja, mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke dalam praktik, serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan di lapangan.
Digital Literacy
Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO (2018) mendefinisikan digital literacy sebagai kemampuan untuk mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi dan menciptakan informasi yang aman dan tepat melalui teknologi digital dan perangkat internet untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Budiarti et al., (2024) menyatakan digital literacy merupakan suatu kompetensi (keterampilan hidup) yang menuntut seseorang memiliki perilaku dan berpikir kritis dan termotivasi sebagai kompetensi digital, sekaligus memiliki keunggulan dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi, alat informasi dan komunikasi. Seseorang dengan kecakapan digital literacy yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat melainkan juga mampu untuk bermedia digital dengan penuh tanggung jawab (Adikara et al., 2021). Dalam lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi, seseorang dengan kemampuan digital literacy yang kuat memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.
Self Eficacy
Self efficacy atau efikasi diri merupakan teori dalam kongnitif sosial yang merupakan hasil penelitian oleh professor dari Universitas Stanford, Albert Bandura. Damayantie &
Kustini (2022) menyebutkan self efficacy sebagai keyakianan diri mengenai kemampuan untuk dapat menjalankan tugas dan mencapai tujuan tertentu. Mahasiswa perlu memiliki self efficacy yang baik karena keyakinan terhadap kemampuan diri dapat membentuk mental dan emosi yang mendukung kesiapan kerja (Zainuddin & Rijal, 2022). Dengan demikian, seseorang yang memiliki self efficacy yang tinggi akan merasa yakin bahwa ia sanggup dan mampu melakukan sesuatu untuk mengubah hal-hal disekitarnya sebaliknya seseorang yang memiliki self efficacy yang rendah cenderung akan beranggapan bahwa mereka tidak sanggup dan mampu untuk melakukan hal tersebut (Ningsih & Hayati, 2020).
Soft Skill
Soft skill atau keterampilan lunak merupakan kumpulan kemampuan non-teknis yang meliputi aspek kepribadian, sosial, dan komunikasi yang penting dalam dunia kerja. Menurut (Siburian et al. (2022) mendefinisikan soft skill sebagai keterampilan dalam mengelola diri (intrapersonal skill) dan keterampilan yang berkaitan dengan orang lain (interpersonal skill) yang dapat dikembangkan untuk mendukung kinerja yang maksimal, serta mencakup kebiasaan dan sifat-sifat lain di luar kemampuan teknis. Pengembangan soft skill tidak hanya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja, tetapi juga membantu dalam membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan mencapai kesuksesan dalam karir serta kehidupan pribadi.
Work Readiness
Work readiness atau kesiapan kerja terdiri dari dua kata, yaitu kesiapan dan kerja.
Menurut Maulidiyah & Ubaidillah (2024) mendefinisikan work readiness sebagai kondisi kematangan mahasiswa yang hendak memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah tanpa pelatihan yang lama. Kesiapan kerja merupakan gambaran mengenai keseimbangan antara pengalaman belajar dan kedewasaaan psikis dan fisik. Dalam konteks mahasiswa, work
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
693 readiness menjadi tujuan yang hendak dicapai sebagai titik akhir peningkatan kemampuan soft skill dan keterampilan hard skill (Maulidiyah & Ubaidillah, 2024).
3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh variabel bebas yaitu internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill dengan variabel terikat yaitu work readiness. Berdasarkan jenis data yang dikumpulkan, penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diolah dan dikumpulkan secara langsung melalui penyebaran kuesioner.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa angkatan 2021 yang berjumlah 438 mahasiswa. Dalam menentukan jumlah sampel, Suharsimi Arikunto (2017) berpendapat “apabila subyeknya
<100 maka seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Apabila jumlah subyeknya besar, maka dapat diambil antara 10%, 15%
atau 20%, 25% atau lebih”. Dalam penelitian ini total populasi ialah 438 mahasiswa sehingga
>100, maka sampel diambil sedikitnya 20% dengan perhitungan yaitu:
Jumlah sampel = 20
100× 438
=
87.6 dibulatkan menjadi 88 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Analisis uji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas. Uji analisis regresi linear berganda. Uji hipotesis menggunakan uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi (R2) dengan bantuan softwere IBM SPSS statistics 26.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian ini uji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil dari kedua uji tersebut akan dijelaskan pada pembahasan di bawah ini:
Uji Validitas
Uji validitas pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel. Pernyataan dianggap valid jika nilai r-hitung > r-tabel pada tingkat signifikansi 0.05 atau 5%.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Internship Experience
Butir Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan IE1.1
IE1.2 0.569
0.646
0.2096
0.000 0.000
Valid IE1.3
IE1.4
0.392 0.439
0.000 0.000 IE1.5
IE1.6 0.635
0.608 0.000
0.000 IE1.7
IE1.8
0.549 0.655
0.000 0.000 IE1.9
IE1.10 0.492
0.379 0.000
0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel 1, seluruh nilai r-hitung melebihi r- tabel sehingga pernyataan dalam variabel internship experience dikatakan valid.
Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Digital Literacy
Butir Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan DL2.1
DL2.2 0.771
0.729 0.2096
0.000
0.000 Valid DL2.3
DL2.4 0.676
0.708 0.000
0.000
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
694
DL2.5
DL2.6 0.660
0.496 0.000
0.000 DL2.7
DL2.8 0.378
0.627 0.000
0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel 2, seluruh nilai r-hitung melebihi r- tabel sehingga pernyataan dalam variabel digital literacy dikatakan valid.
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Self Efficacy
Butir Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan SE3.1
SE3.2
0.798 0.799
0.2096
0.000 0.000
Valid SE3.3
SE3.4 0.757
0.732 0.000
0.000 SE3.5
SE3.6
0.505 0.814
0.000 0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel 3, seluruh nilai r-hitung melebihi r- tabel sehingga pernyataan dalam variabel self efficacy dikatakan valid.
Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Soft Skill
Butir Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan SS4.1
SS4.2 0.743
0.536
0.2096
0.000 0.000
Valid SS4.3
SS4.4 0.430
0.394 0.000
0.000 SS4.5
SS4.6 0.633
0.651 0.000
0.000 SS4.7
SS4.8 0.610
0.661 0.000
0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel 4, seluruh nilai r-hitung melebihi r- tabel sehingga pernyataan dalam variabel soft skill dikatakan valid.
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Work Readiness
Butir Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan WR5.1
WR5.2
0.764 0.674
0.2096
0.000 0.000
Valid WR5.3
WR5.4 0.672
0.496 0.000
0.000 WR5.5
WR5.6
0.433 0.556
0.000 0.000 WR5.7
WR5.8 0.699
0.640 0.000
0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas pada tabel 5, seluruh nilai r-hitung melebihi r- tabel sehingga pernyataan dalam variabel work readiness dikatakan valid.
Hasil dari uji validitas yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan menunjukkan bahwa r-hitung > r-tabel (df=88-2, df=86) yaitu 0,2096. Maka item pernyataan pada penelitian ini dinyatakan valid dan dapat dinyatakan layak sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian dengan akurat.
Uji Reliabilitas
Dalam penelitian ini untuk memastikan konsistensi dan keandalan instrumen yang digunakan dilakukan uji reliabilitas menggunakan metode cronbach’s alpha. Variabel pada kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha >0,60.
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
695 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Nilai Kritis Keterangan
Internship Experience 0.728 0.60
Reliabel
Digital Literacy 0.787 0.60
Self Efficacy 0.835 0.60
Soft Skill 0.730 0.60
Work Readiness 0.768 0.60
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas pada tabel 6, menunjukkan semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai cronbach’s alpha > 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel pada penelitian ini reliabel dan instrumen penelitian untuk variabel ini memiliki tingkat konsistensi yang baik.
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data
Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji statistik one-sample Kolmogorov-Smirnov dengan melihat nilai Sig. (2-tailed). Dasar dari pengambilan keputusan one-sample Kolmogorov-Smirnov adalah melihat probabilitas signifikan terhadap variabel, jika data memiliki tingkat signifikansi > 0,05 atau 5% dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal atau dinyatakan memenuhi asumsi normalitas.
Tabel 7. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 88
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.45305226
Most Extreme Differences Absolute .082
Positive .030
Negative -.082
Test Statistic .082
Asymp. Sig. (2-tailed) .199c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa uji normalitas data menunjukkan internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill terhadap work readiness memiliki nilai asymp sig. (2-tailed) sebesar 0.199 > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.
Uji Mutikolonieritas
Uji Mulitikolinearitas digunakan untuk menguji apakah ditemukan korelasi antar variabel bebas dalam model regresi. Korelasi antar variabel bebas dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) (Siburian et al., 2022). Jika nilai tolerance
>0,10 atau nilai VIF <10 maka dinyatakan tidak ada multikolonieritas, begitupun sebaliknya.
Tabel 8. Hasil Uji Multikolonieritas
Variabel Dependen Variabel Independen Tolerance VIF
Work Readiness
Internship Experience 0.432 2.317 Digital Literacy 0.392 2.552 Self Efficacy 0.771 1.296
Soft Skill 0.432 2.317
Sumber: data primer, 2025, diolah
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
696 Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui bahwa nilai Tolerance dan VIF pada variabel internship experience, digital literacy, self efficacy, dan variabel soft skill memiliki nilai tolerance >0,10 dan nilai VIF <10 yang menunjukkan tidak adanya gejala multikolonieritas.
Uji Heteroskedastisitas
Dalam penelitian ini uji heteroskedastisitas menggunakan uji Glesjer dimana kriteria probabilitas signifikansinya adalah 5%. Jika nilai signifikansi > 0.05 maka data yang digunakan tidak terjadi heterokedastisitas, begitu pun sebaliknya jika nilai signifikansi <
0.05 maka data mengalami heterokedastisitas.
Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel Dependen Variabel Independen t Sig.
Nilai Error (Residual Absolut)
Internship Experience 0.307 0.759 Digital Literacy -1.713 0.090 Self Efficacy 0.200 0.842
Soft Skill -0.155 0.877
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan tabel 9, dapat diketahui bahwa hasil uji Glejser pada masing-masing variabel independen memiliki nilai signifikansi (Sig.) lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel tidak mengandung gejala heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel 10. Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Variabel Dependen Variabel Independen Unstandardized Beta
Work Readiness
Internship Experience 0.192
Digital Literacy 0.213
Self Efficacy 0.055
Soft Skill 0.442
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda pada tabel 10 diperoleh persamaan model regresi sebagai berikut:
Y’= 0.192 (X1) + 0.213 (X2) + 0.055 (X3) + 0.442 (X4)
a. Koefisien regresi pada variabel internship experience (X1) sebesar 0.192 adalah positif.
Sehingga dapat diartikan setiap peningkatan satu satuan dalam internship experience akan meningkatkan work readiness mahasiswa sebesar 0.192. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak mahasiswa terlibat dalam kegiatan magang, maka work readiness cenderung meningkat. Sebaliknya, setiap penurunan satu satuan internship experience akan menurunkan work readiness sebesar 0.192 dengan anggapan bahwa variabel lain konstan.
b. Koefisien regresi pada variabel digital literacy (X2) sebesar 0.213 adalah positif.
Sehingga dapat diartikan setiap peningkatan satu satuan dalam digital literacy akan meningkatkan work readiness mahasiswa sebesar 0.213. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik digital literacy mahasiswa, maka semakin siap mereka menghadapi dunia kerja. Sebaliknya, setiap penurunan satu satuan digital literacy akan menurunkan work readiness sebesar 0.213 dengan anggapan bahwa variabel lain konstan.
c. Koefisien regresi pada variabel self efficacy (X3) sebesar 0.055 adalah positif. Sehingga dapat diartikan setiap peningkatan satu satuan dalam self efficacy akan meningkatkan work readiness mahasiswa sebesar 0.055. Hal ini menegaskan pentingnya self efficacy dalam menumbuhkan kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Sebaliknya, setiap penurunan satu satuan self efficacy akan menurunkan work readiness sebesar 0.055 dengan anggapan bahwa variabel lain konstan.
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
697 d. Koefisien regresi pada variabel soft skill (X4) sebesar 0.442 adalah positif. Sehingga dapat diartikan setiap peningkatan satu satuan dalam soft skill akan meningkatkan work readiness mahasiswa sebesar 0.442. Hal ini membuktikan bahwa keterampilan soft skill sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja.
Sebaliknya, setiap penurunan satu satuan soft skill akan menurunkan work readiness sebesar 0.442 dengan anggapan bahwa variabel lain konstan.
Uji Hipotesis
Berdasarkan persamaan regresi tersebut, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut:
Uji Parsial (Uji T)
Uji T atau uji parsial digunakan untuk menunjukkan bagaimana pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat (Maulidiyah & Ubaidillah, 2024). Apabila nilai t-hitung > t- tabel, maka variabel terikat dinyatakan mempengaruhi variabel bebas.
Tabel 11. Hasil Uji Parsial (Uji T)
Variabel Dependen Variabel Independen t Sig.
Work Readiness
Internship Experience 2.436 0.017 Digital Literacy 2.600 0.011 Self Efficacy 1.005 0.318
Soft Skill 5.276 0.000
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan tabel 11 dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Pengaruh Internship Experience terhadap Work Readiness
Hipotesis 1 berbunyi “Internship Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Hasil pada uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung > t-tabel (2.436 >
1,663) dengan tingkat signifikansi (sig.) 0,017 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima (terbukti).
b. Pengaruh Digital Literacy terhadap Work Readiness
Hipotesis 2 berbunyi “Digital Literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,600 dengan tingkat signifikansi 0,011. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t-hitung > t-tabel (2,600 > 1,663) dengan tingkat signifikansi (sig.) 0,011 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H2 diterima (terbukti).
c. Pengaruh Self Efficacy terhadap Work Readiness
Hipotesis 3 berbunyi “Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 1,005 dengan tingkat signifikansi 0,318. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t-hitung < t tabel (1,005 < 1,663) dengan tingkat signifikansi (sig.) 0,318 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self efficacy berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap work readiness. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak (tidak terbukti).
d. Pengaruh Soft Skill terhadap Work Readiness
Hipotesis 3 berbunyi “Soft Skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,276 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai t-hitung > t-tabel (5,276 > 1,663) dengan tingkat signifikansi (sig.) 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H4 diterima (terbukti).
Uji Simultan (Uji F)
Uji F atau uji simultan digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel terikat yang dimasukkan ke dalam uji regresi mempunyai pengaruh simultan terhadap variabel bebas (Maulidiyah & Ubaidillah, 2024).
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
698 Tabel 12 Hasil Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of
Squares df Mean
Squares F Sig.
1 Regression 478.084 4 119.521 54.006 .000b Residual 183.688 83 2.213
Total 661.773 87 a. Dependent Variable: Work Readiness
b. Predictors: (Constant), Soft Skill, Self Efficacy, Internship Experience, Digital Literacy
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan tabel 12 dapat diperoleh nilai f-hitung sebesar 54,006 dengan tingkat signifikansi (Sig.) sebesar 0,000. Nilai signfikansi yang diperoleh tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel indenpenden yaitu intership experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill secara (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu work readiness. Berdasarkan hasil uji F, maka H5 yang berbunyi “Internship Experience, Digital Literacy, Self Efficacy, dan Soft Skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness” maka disimpulkan bahwa H5 diterima (terbukti).
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi (R2) digunakan untuk menunjukkan seberapa besar variabel bebas terhadap variabel terikat (Maulidiyah & Ubaidillah, 2024). Nilai koefisien determinasi mulai dari 0 hingga 1 .
Tabel 13 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .850a .722 .709 1.488
a. Predictors: (Constant), Soft Skill, Self Efficacy, Internship Experience, Digital Literacy
b. Dependent Variable: Work Readiness
Sumber: data primer, 2025, diolah
Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa nilai adjusted r square sebesar 0,709 atau 70,9% variabel work readiness dipengaruhi oleh variabel internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill sementara itu sisanya sebesar (100%-70,9%) atau 29,1%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.
Pembahasan
Berdasarkan pada hasil penelitian, pada tabel 11 dapat diketahui hasil t-hitung > t-tabel (2.436 > 1,663) dengan tingkat signifikansi (Sig.) 0,017 < 0,05. Maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa “Internship Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 dapat diterima (terbukti). Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Andi Muhammad Ikhsan Mustari (2021) bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara internship experience terhadap work readiness.
Berdasarkan pada hasil penelitian, pada tabel 11 dapat diketahui hasil t-hitung > t-tabel (2.600 > 1,663) dengan tingkat signifikansi (Sig.) 0,011 < 0,05. Maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis kedua yang menyatakan bahwa “Digital Literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H2 dapat diterima (terbukti). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
699 Ema Budiarti et al. (2024) bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara digital literacy terhadap work readiness.
Berdasarkan pada hasil penelitian, pada tabel 11 dapat diketahui hasil t-hitung < t-tabel (1,005 < 1,663) dengan tingkat signifikansi (Sig.) 0,318 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self efficacy berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap work readiness. Maka penelitian ini membuktikan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa “Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness” tidak terbukti. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak (tidak terbukti). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Qristin Violinda, Siti Wahyuningsih dan Rita Meiriyanti (2023) menyatakan bahwa self efficacy tidak memiliki pengaruh terhadap work readiness, dengan hasil uji t- hitung sebesar 1,868 < 1,984 dan nilai signifikansi 0,065 > 0,05.
Berdasarkan pada hasil penelitian, pada tabel 11 dapat diketahui hasil t-hitung > t-tabel (5,276 > 1,663) dengan tingkat signifikansi (Sig.) 0,000 < 0,05. Maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis keempat yang menyatakan bahwa “Soft Skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Readiness”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H4 dapat diterima (terbukti). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riyanti Maulidiyah dan HasanUbaidillah (2024) dan Diana Nur Azizah et al. (2021) menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara soft skill terhadap work readiness.
Berdasarkan pada hasil penelitian, pada tabel 12 yang menguji uji simultan (uji F) dapat diketahui bahwa F-hitung sebesar 54,006 dengan tingkat signifikansi (Sig.) sebesar 0,000. Nilai signfikansi yang diperoleh tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini secara simultan, keempat variabel independen yaitu internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H5 dapat diterima (terbukti).
5. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan
1. Internship experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness.
2. Digital literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness.
3. Self efficacy berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap work readiness.
4. Soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness.
5. Internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap work readiness.
Saran
Saran bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk memilih topik yang sama, disarankan untuk memperhatikan faktor lain yang akan digunakan sebagai variabel bebas yang diduga turut berperan dan mempengaruhi work readiness, dapat diperkaya dengan penambahan variabel lain seperti pengalaman organisasi, hard skill, motivasi kerja, atau dukungan sosial (teman sebaya, keluarga, dan dosen). Dalam penelitian ini variabel internship experience, digital literacy, self efficacy, dan soft skill hanya mempengaruhi work readiness sebesar 70,9% sementara itu sisanya sebesar 29,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Saran selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya untuk memperluas sampel penelitian agar tidak terbatas pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa angkatan 2021 saja, melainkan dapat melibatkan mahasiswa dari angkatan, program studi, fakultas bahkan mahasiswa dari universitas lain guna untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
700 DAFTAR PUSTAKA
Adikara, G. J., Kurnia, N., Adhrianti, L., Astuty, S., Wijayanto, X. A., Desiana, F., & Astuti, S. I. (2021). Aman Bermedia Digital. https://pustaka- digital.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=3018&keywords=
Arikunto, S. (2017). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta.
Azizah, D. N., Muslim, S., & Cholik, M. (2021). The correlation of industrial work experience and soft skills on work readiness of graduated of vocational high school.
International Journal for Educational and Vocational Studies, 3(4), 248.
https://doi.org/10.29103/ijevs.v3i4.3018
BPS. (2024). Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 1986 - 2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/OTcyIzE=/pengangguran-terbuka- menurut-pendidikan-tertinggi-yang-ditamatkan-1986---2023.html
Budiarti, E., Ubaidillah, H., & Firdaus, V. (2024). The Influence of Digital Literacy, Self- Efficacy and Motivation to Enter the World of Work on the Job Readiness of Management Study Program Students at Muhammadiyah University of Sidoarjo Class of 2020/2021. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 5(2), 6131–6144.
https://journal.yrpipku.com/index.php/msej/article/view/5071/2876
Damayantie, A. A., & Kustini, K. (2022). Soft Skill dan Self Efficacy sebagai Faktor Pembentuk Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir FEB UPNVJT. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7(3), 670. https://doi.org/10.28926/briliant.v7i3.1028
Maulidiyah, R., & Ubaidillah, H. (2024). Pengaruh Soft Skill, Hard Skill, dan Motivasi Pada Kesiapan Kerja Mahasiswa Sebagai Generasi Z Dalam Menghadapi Era Digital.
Journal of Economic, Business and Accounting, 7(3), 4875–4889.
https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/view/7993
Mustari, A. M. I. (2021). Pengaruh Pengalaman Magang dan Minat Kerja Terhadap Kesiapan Kerja (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya). Jimfeb (Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB), 1, 1–18.
https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/7270
Ningsih, W. F., & Hayati, I. R. (2020). Dampak Efikasi Diri terhadap Proses & Hasil Belajar Matematika (The Impact Of Self-Efficacy On Mathematics Learning Processes and Outcomes). Journal on Teacher Education, 1(2), 26–32.
https://doi.org/10.31004/jote.v1i2.514
Nurbaiti, & Putri, A. D. (2024). Hard Skill, Soft Skill dan Efikasi Diri Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir FEB Perguruan Tinggi di Kota Bandar Lampung.
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB, 14(1).
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jab/article/view/55086
Pambajeng, A. P., Sumartik, S., & Sari, H. M. K. (2024). Pengaruh Pengalaman Magang, Motivasi Kerja, dan Soft Skill Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Dalam Memasuki Dunia Kerja. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 7(2), 2864–
2875. https://doi.org/10.31539/costing.v7i2.7338
Putri, R. Y., & Supriansyah. (2021). Pengaruh Literasi Digital terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z di Sekolah Menengah Kejuruan. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3007–3017. https://edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/1055
Sari, C. N. I., & Manunggal, S. A. M. (2023). Pengaruh Soft Skill Dan Hard Skill Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Di Bank Syariah. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 8(2), 347–356. https://doi.org/10.31932/jpe.v8i2.2491
Siburian, B., Afifah, S., Tumpal Sinaga, P., Marpaung, O., & Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta, S. (2022). The Effect Of Soft Skill And Hard Skill On Work Readiness Of
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 14 No. 02, Juni 2025 P-ISSN: 2252-8636, E-ISSN: 2685-9424
701 The 2018 STIE Jayakarta Students. Economics, Management and Science (IJIEMS), 1(2). https://journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/ijiems/article/view/881
Simanjuntak, A. R., & Armanu, A. (2023). Pengaruh Pengalaman Magang, Soft Skill, dan Minat Kerja terhadap Kesiapan Kerja. Jurnal Kewirausahaan Dan Inovasi, 2(4).
https://www.researchgate.net/publication/383590587_PENGARUH_PENGALAMA N_MAGANG_SOFT_SKILL_DAN_MINAT_KERJA_TERHADAP_KESIAPAN_
KERJA
Sofa, F. M., Suryani, N., & Rahmawati, F. D. (2020). The Influence of Industrial Work Practice (Internship), Corporate World Information, and Motivation of Entering Corporate World towards Working Readiness of Students at Class XII Office Administration Department in SMK Negeri 2 Temanggung 2018/2019. In KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v4i6.6637
Suhardjono, & Haribowo, R. (2022). Buku Ajar Soft Skill dan Kepemimpinan.
https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=Ax5oEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR 6&dq=kinerja+%22generasi+z%22&ots=KJ2jqbch7M&sig=fngno4xyCiriUl4a9Iqk QBfABVc
UNESCO Institute for Statistics. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. In UNESCO Institute for Statistics (Issue 51, p.
146). http://uis.unesco.org/sites/default/files/documents/ip51-global-framework- reference-digital-literacy-skills-2018-en.pdf. Consultado em 05fev2023, 17:45
Violinda, Q., Wahyuningsih, S., & Meiriyanti, R. (2023). Pengaruh Career Planning, Self Efficacy dan Adversity Quotient terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa S1 di Semarang.
Jurnal Aplikasi Manajemen Dan Bisnis, 9(2).
https://journal.ipb.ac.id/index.php/jabm/article/download/42253/25691
Wahyuni, S., Kumalasari, F., & Titing, A. S. (2023). Pengaruh Internship Experience Dan Soft Skill Terhadap Kesiapan Kerja ( Studi Pada Mahasiswa Manajemen Angkatan 2018 & 2019 ). Jurnal Manajemen Kreatif Dan Inovasi, 1(4), 257–269.
https://journal.widyakarya.ac.id/index.php/jmki-widyakarya/article/view/1301
Zainuddin, M., & Rijal, M. S. (2022). The Effect of Self-efficacy and Career Guidance Mediated by Work Competency on Job Readiness of Students of Smk Negeri 1 Selong Indonesia. Asian Journal of Economics, Business and Accounting, 22(24), 112–123.
https://doi.org/10.9734/ajeba/2022/v22i24899