• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

N/A
N/A
Surya Natalia

Academic year: 2023

Membagikan "PEDOMAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI"

Copied!
414
0
0

Teks penuh

BASUKI HADIMULJONO

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

TAHUN 2021 TENTANG

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG PENGGUNA DAN PENYEDIA B. TATA CARA PMPM PEKERJAAN KONSTRUKSI

RANCANGAN KONSEPTUAL SMKK

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) E. RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI (RMPK)

RENCANA KERJA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RKPPL)

RENCANA MANAJEMEN LALU LINTAS PEKERJAAN (RMLLP) I. LAPORAN PELAKSANAAN

KRITERIA PENENTUAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI K. KOMPONEN KEGIATAN PENERAPAN SMKK;

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG PENGGUNA DAN PENYEDIA JASA DALAM PENERAPAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

  • Umum
  • Tugas dan Fungsi Para Pihak .1 Pengguna Jasa
    • Unit Pembina Jasa Konstruksi
    • Pimpinan Unit Organisasi Penyelenggara Infrastruktur
    • Unit Kerja Pelaksana Pemilihan Barang dan Jasa
    • Unit Kerja Pelaksana Kegiatan
    • Penanggung Jawab Kegiatan
    • Penyedia Jasa

Berhak meminta penjelasan kepada UKPBJ mengenai risiko keselamatan konstruksi, termasuk kondisi dan risiko keselamatan konstruksi yang mungkin timbul pada saat Rapat Penjelasan Pekerjaan (instruksi) atau sebelum batas waktu pemasukan penawaran; Melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai dengan tujuan mutu, biaya, waktu, keselamatan konstruksi dan lingkungan kerja.

Gambar A.1 Struktur Organisasi Penjaminan dan Pengendalian Keselamatan  Konstruksi
Gambar A.1 Struktur Organisasi Penjaminan dan Pengendalian Keselamatan Konstruksi

TATA CARA PENJAMINAN MUTU DAN PENGENDALIAN MUTU (PMPM) PEKERJAAN KONSTRUKSI

  • Pengertian
    • Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre-Construction Meeting/PCM dan/atau Kick Off Meeting) merupakan rapat awal
  • Penerapan PMPM dalam tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Penjaminan mutu dan pengendalian mutu pekerjaan konstruksi menjadi bagian
    • TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
    • Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
    • TAHAPAN PENYELESAIAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

Penanggung jawab kegiatan wajib menyerahkan lokasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi sebagaimana ditetapkan dalam rencana kerja yang disepakati dalam rapat persiapan penandatanganan kontrak. Jadwal pelaksanaan : Penyedia jasa pekerjaan konstruksi menyampaikan jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk dibahas dan disepakati bersama. . P. Untuk memulai suatu kegiatan pekerjaan, Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi harus mengajukan permohonan izin memulai pekerjaan (Permohonan Pekerjaan).

Apabila hasil pekerjaan sesuai spesifikasi, Penyedia Jasa Konstruksi mengirimkan permintaan pengendalian kepada penanggung jawab kegiatan sesuai prosedur (P-06). Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan ditemukan penyimpangan terhadap spesifikasi, Penyedia Jasa Bangunan dan Konstruksi serta pengawas membuat laporan penyimpangan sesuai Prosedur (P-08) dan (P-09). Penyerahan serah terima pekerjaan dari penyedia jasa konstruksi dilakukan sebelum tanggal berakhirnya pekerjaan (tanggal PHO), sebagaimana tercantum dalam SPMK.

Penyedia Jasa Konstruksi memberikan laporan pemeliharaan kepada Penanggung Jawab Kegiatan atas kegiatan yang dilakukan selama masa pemeliharaan; Pada akhir masa pemeliharaan, Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyampaikan laporan pemeliharaan dan permohonan tertulis kepada Penanggung Jawab Kegiatan untuk penerimaan akhir.

Gambar B.1 Tahapan Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Konstruksi
Gambar B.1 Tahapan Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Konstruksi

RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)

  • FORMAT RANCANGAN KONSEPTUAL SMKK PENGKAJIAN/
    • IDENTIFIKASI KESELAMATAN KONSTRUKSI Tabel 1 Identifikasi Keselamatan Konstruksi
  • FORMAT RANCANGAN KONSEPTUAL SMKK PERANCANGAN KONSTRUKSI
    • Data Umum
    • Metode Pelaksanaan
    • Standar Pemeriksaan dan Pengujian
    • Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
    • Rencana Manajemen Lalu Lintas
    • Identifikasi Bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan Tingkat Risiko Memuat tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas
    • Daftar Standar dan/atau Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Konstruksi
    • Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan
    • Dukungan Keselamatan Konstruksi
    • Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharaan Konstruksi Bangunan

PENILAIAN/PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI 1. Waktu Pelaksanaan: Pengkajian/Perencanaan Konstruksi Nama Konsultan: Ruang Lingkup Tanggung Jawab. 1 Lokasi diisi dengan informasi misalnya: kondisi tanah, daerah aliran sungai, kontur, curah hujan, ketersediaan bahan, bahan dan alat. Melengkapi hasil rekomendasi teknis, misal: Perawatan struktur tanah disesuaikan dengan kondisi negara sehingga diperlukan metode sesuai kebutuhan, dll. diselesaikan sesuai dengan metode dan kondisi yang ditentukan. dibutuhkan………) 2 Lingkungan fisik dipenuhi dengan informasi,. Aktivitas) dilengkapi dengan uraian setiap aktivitas pekerjaan yang akan dianalisis untuk pemeriksaan dan uji mutu.2 Kolom Referensi. diisi dengan artikel atau formulir dokumen yang berguna sebagai sarana pengendalian dan penunjang pemeriksaan dan pengujian.

3 Rekomendasi Melengkapi persyaratan rencana pengelolaan lingkungan hidup terkait dokumen lingkungan hidup (Amdal, UKL-UPL, RKL-RPL, dll). Identifikasi bahaya, pengurangan bahaya dan penentuan tingkat risiko Berisi tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada kegiatan Berisi tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada kegiatan konstruksi berdasarkan hasil perancangan. Penuh dengan paparan/akibat yang timbul dari kondisi berbahaya dan tindakan berbahaya dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi].

Pernyataan penetapan tingkat risiko keselamatan konstruksi Penetapan tingkat risiko keselamatan konstruksi ditentukan oleh Penetapan tingkat risiko keselamatan konstruksi ditentukan berdasarkan kriteria penetapan tingkat risiko keselamatan. Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk menentukan kebutuhan Tenaga Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi pada pekerjaan konstruksi, bukan untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi Pasar Jasa Konstruksi. Konsultan Desain Konstruksi secara naratif menjelaskan metode pengoperasian dan pemeliharaan bangunan atau struktur sipil, sesuai dengan paket pekerjaan yang dirancang.

Tabel 1a Contoh Pengisian Tabel Identifikasi Keselamatan Konstruksi  No.  ASPEK  DESKRIPSI AWAL  REKOMENDASI TEKNIS
Tabel 1a Contoh Pengisian Tabel Identifikasi Keselamatan Konstruksi No. ASPEK DESKRIPSI AWAL REKOMENDASI TEKNIS

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

  • FORMAT RKK KONSULTANSI KONSTRUKSI PENGAWASAN/

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

KONSULTANSI KONSTRUKSI PENGAWASAN/ MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI

  • KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI TENAGA KERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
    • Lembar Komitmen Rencana Aksi Keselamatan Konstruksi
  • PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI 1 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
    • Peraturan Perundang-undangan dan Standar
    • Sasaran dan Program Pengawasan
  • DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI 1 Kompetensi
    • Struktur Organisasi Pengawasan Pekerjaan Konstruksi
    • Pengelolaan Keselamatan Konstruksi
  • EVALUASI KINERJA PENERAPAN SMKK
  • FORMAT RKK PELAKSAAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
    • Penjelasan subelemen RKK Pelaksanaan
    • Format RKK Pelaksanaan

Berisi tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada kegiatan pengawasan konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi (Penyedia Pengawasan Konstruksi/Jasa Konsultan Konstruksi MC) dan disetujui oleh Kepala Pengawas Pekerjaan Konstruksi /MC. Identifikasi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya diuraikan sesuai dengan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko untuk kegiatan pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi. Berisi tabel sasaran dan program berdasarkan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko kegiatan pengawasan pelaksanaan konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi.

Sertifikat personel yang ikut serta dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dicantumkan pada Tabel 4. Contoh daftar personel yang mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Berisi tata cara dan/atau petunjuk kerja pengawasan proses pelaksanaan konstruksi yang ditandatangani oleh Pengawas Pekerjaan Konstruksi dan Pengguna Jasa yang akan dilaksanakan. Format penawaran RKK pada tahap seleksi penyedia jasa pekerjaan konstruksi harus mengikuti persyaratan yang ada di SMKK yaitu sebagai informasi yang terdokumentasi.

Dalam hal pekerjaan konstruksi dan/atau konsultasi konstruksi dilakukan dengan cara pertemuan langsung, penyedia jasa menyusun RKK sesuai dengan persyaratan dalam SMKK.

Tabel 1.a Contoh Pengisian Tabel Identifikasi Bahaya  dan Pengendalian Risiko.
Tabel 1.a Contoh Pengisian Tabel Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko.

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) PELAKSANAAN

DISUSUN OLEH

RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

GAMBARAN UMUM PROYEK Menggambarkan garis besar proyek

KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI TENAGA KERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI

  • Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal 1. Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal
  • Organisasi Pengelola SMKK
  • Komitmen Keselamatan Konstruksi dan Partisipasi Tenaga Kerja 1. Lembar Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
    • Lembar Kebijakan Keselamatan Konstruksi
    • Tinjauan Pelaksanaan Komitmen
    • Konsultasi dan Partisipasi Pekerja
  • Supervisi, training, akuntabilitas, sumber daya dan dukungan

Lampiran memuat contoh format risiko keselamatan konstruksi menengah dan besar yaitu dengan pengelola UKK tersendiri yang berkoordinasi langsung dengan pengelola konstruksi. Untuk pekerjaan yang risiko keselamatan konstruksinya rendah, fungsi pengelolaan UKK melekat pada pimpinan puncak pekerjaan konstruksi. Melakukan inspeksi keselamatan konstruksi di tempat kerja Melaporkan kejadian baik berupa insiden maupun kecelakaan kepada Manajer/Koordinator Keselamatan Konstruksi, Response Officer.

Apabila Penyedia Jasa belum memiliki Lembar Kebijakan Keselamatan Konstruksi, Anda dapat mengikuti contoh Lembar Kebijakan di bawah ini. Melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem Manajemen dan Kinerja Keselamatan Konstruksi untuk meningkatkan budaya keselamatan konstruksi yang baik di tempat kerja. Membangun tempat kerja dan pekerjaan sesuai dengan peraturan hukum dan persyaratan lain yang berkaitan dengan keselamatan konstruksi.

Memberikan pendidikan atau pelatihan terkait keselamatan konstruksi kepada pekerja untuk meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi perusahaan. Pekerjaan konstruksi yang terhenti karena adanya perintah penghentian pekerjaan tidak akan dilanjutkan sampai seluruh aspek keselamatan konstruksi telah terpenuhi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Pimpinan tertinggi Penyedia Jasa memberikan wewenang kepada Kepala Unit Keselamatan Konstruksi untuk melakukan verifikasi penghentian pekerjaan.

Tabel 1-1. Contoh Identifikasi dan Penetapan Isu Eksternal dan Internal  DAFTAR IDENTIFIKASI ISU EKSTERNAL DAN INTERNAL
Tabel 1-1. Contoh Identifikasi dan Penetapan Isu Eksternal dan Internal DAFTAR IDENTIFIKASI ISU EKSTERNAL DAN INTERNAL

PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

  • Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko, dan Peluang (IBPRP)
  • Rencana Tindakan Keteknikan, Manajemen, dan Tenaga Kerja (Sasaran dan Program)
    • Sasaran Umum dan Program Umum
    • Sasaran Khusus dan Program Khusus
  • Standar dan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Konstruksi Identifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang harus

Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan kerja sesuai dengan pekerjaan rutin dan non-rutin sebagaimana tercantum dalam uraian tugas pada tabel jadwal. Identifikasi bahaya/jenis kecelakaan: Penentuan karakteristik kondisi berbahaya/tindakan berbahaya sesuai dengan peraturan terkait Risiko: Paparan/akibat yang diakibatkan oleh kondisi berbahaya dan tindakan berbahaya. Penilaian risiko Sisa dari penilaian risiko yang timbul setelah memperhitungkan pengendalian yang ditetapkan untuk mengurangi risiko keselamatan konstruksi.

Berisi tabel tujuan umum dan program umum berdasarkan identifikasi risiko, penilaian risiko secara keseluruhan, paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:. Berisi tabel tujuan khusus dan program khusus berdasarkan identifikasi risiko, penilaian risiko dan peluang khusus yang masing-masing mempunyai skala prioritas menengah dan tinggi. Bentuk tabelnya mengikuti contoh, namun isinya harus disesuaikan dengan identifikasi sebelumnya pada tabel Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Peluang (IBPRP).

Tabel 2-2 Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko, dan Peluang (IBPRP)
Tabel 2-2 Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko, dan Peluang (IBPRP)

DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

  • Sumber Daya 1. Peralatan
    • Material
    • Biaya
  • Kompetensi Tenaga Kerja
  • Kepedulian Organisasi
  • Manajemen Komunikasi
  • Informasi Terdokumentasi

Memuat prosedur dan/atau instruksi kerja untuk meningkatkan kesadaran Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat risiko yang ditandatangani oleh Pengawas Pekerjaan Konstruksi dan Tenaga Ahli Teknis terkait. Berisi tata cara dan/atau instruksi kerja Induksi Keselamatan Konstruksi (safety Induction) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Manajer Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Induksi Keselamatan Konstruksi dilakukan terhadap pekerja baru/pekerja pindahan, tamu, pemasok dan pihak-pihak terkait pelaksanaan pekerjaan yang akan memasuki area pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Berisi tata cara dan/atau instruksi kerja rapat pagi (safety morning) yang ditandatangani oleh penanggung jawab keselamatan konstruksi dan pengelola pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja rapat kelompok kerja (toolbox meeting) yang ditandatangani oleh Manajer Konstruksi dan Manajer Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja rapat Keselamatan Konstruksi yang ditandatangani oleh penanggung jawab Keselamatan Konstruksi dan Manajer Pelaksana Konstruksi.

Rapat Keselamatan Konstruksi dipimpin oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan/atau Manajer Pekerjaan Konstruksi dan dihadiri oleh seluruh pimpinan unit kerja. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja pelaksanaan informasi risiko sesuai dengan tingkat risiko pada pekerjaan yang dilaksanakan, yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Penanggung Jawab Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi. Memuat prosedur pengendalian dokumen dan/atau instruksi kerja terhadap seluruh dokumen yang dimiliki dan ditandatangani oleh Pekerja Konstruksi.

Tabel 3-3 Format Daftar Personil Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
Tabel 3-3 Format Daftar Personil Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
  • Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi a. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
  • Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
  • Pengendalian Operasi
    • Analisis Keselamatan Konstruksi (Construction Safety Analysis)
    • Pengelolaan Keamanan Lingkungan Kerja a. Pengelolaan Keandalan Bangunan
    • Pengelolaan Keselamatan Kerja
    • Pengelolaan Kesehatan Kerja
  • Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja tanggap darurat

Berisi daftar induk prosedur dan/atau instruksi kerja yang ditandatangani oleh Tenaga Ahli Teknis terkait dan Kepala Bidang Konstruksi/Deputi Manajemen. Tata cara dan/atau petunjuk kerja dalam keadaan darurat sesuai dengan sifat dan klasifikasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja sesuai tahapan pekerjaan konstruksi yang ditandatangani oleh Manajer Teknis.

Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin kerja/PTW berdasarkan Persyaratan Keselamatan Konstruksi sesuai dengan Tahapan Pekerjaan Konstruksi, ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja sistem permohonan izin keluar/masuk barang yang ditandatangani oleh Tenaga Ahli Teknis terkait dan Kepala Pekerjaan Konstruksi/Deputi Manajemen. Memuat tata cara dan/atau petunjuk kerja suatu sistem keselamatan kerja berdasarkan program kerja yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.

Berisi prosedur dan/atau instruksi kerja penggunaan alat pelindung diri (APD) yang ditandatangani oleh penanggung jawab keselamatan konstruksi. Berisi tata cara dan/atau petunjuk kerja pengelolaan tata graha terkait program 5R (ringkas, rapi, bersih, cermat, tekun) yang ditandatangani oleh penanggung jawab keselamatan konstruksi dan pengelola pelaksanaan pekerjaan konstruksi/wakil pimpinan. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja darurat sesuai dengan sifat dan klasifikasi pekerjaan konstruksi yang dilakukan, ditandatangani oleh ahli teknis terkait dan penanggung jawab keselamatan konstruksi.

Tabel 4-1 Contoh Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
Tabel 4-1 Contoh Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja

EVALUASI KINERJA PENERAPAN SMKK

  • Pemantauan atau Inspeksi
  • Audit
  • Evaluasi
  • Tinjauan Manajemen
  • Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
  • FORMAT RKK SEDERHANA PELAKSAAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI COVER DOKUMEN
    • Kebijakan Keselamatan Konstruksi
    • Pengadaan APD/APK
    • IBPRP Sederhana
    • Rambu Keselamatan Sesuai Identifikasi Bahaya
    • Jadwal Inspeksi
  • FORMAT PENILAIAN RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) RKK yang telah dimasukkan pada tahap pemilihan penyedia jasa harus dinilai

Tur keselamatan selama konstruksi dilakukan oleh seluruh pengelola perusahaan (penyedia jasa, pengawas kerja, subkontraktor) dan pengguna jasa. Ini berisi prosedur audit internal dan/atau instruksi kerja, yang ditandatangani oleh ahli terkait atau orang yang bertanggung jawab atas keselamatan konstruksi dan perwakilan manajemen. Berisi prosedur dan/atau instruksi kerja terkait dengan pelaksanaan tinjauan manajemen, ditandatangani oleh ahli teknis terkait atau penanggung jawab keselamatan konstruksi dan perwakilan administrasi.

Prosedur dan/atau instruksi kerja terkait pelaksanaan tinjauan manajemen memuat program yang dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan konstruksi. Penyedia jasa memastikan bahwa program peningkatan keselamatan konstruksi berdasarkan hasil tinjauan manajemen diikuti dalam pekerjaan konstruksi di masa depan. Pekerjaan konstruksi yang terhenti dapat dilanjutkan apabila aspek keselamatan konstruksi terpenuhi sesuai persyaratan yang ditentukan.

Perintah penghentian pekerjaan konstruksi harus dilaksanakan dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab serta tetap dilaksanakan sesuai dengan persyaratan pemenuhan aspek keselamatan konstruksi yang telah ditetapkan.

Tabel 5-1 Contoh Pengisian Matriks Hasil Pemantauan dan Pengukuran
Tabel 5-1 Contoh Pengisian Matriks Hasil Pemantauan dan Pengukuran

Gambar

Gambar A.1 Struktur Organisasi Penjaminan dan Pengendalian Keselamatan  Konstruksi
Gambar A.2 Struktur organisasi penjaminan dan pengendalian Keselamatan  Konstruksi di Kementerian PUPR
Gambar A.3 Tanggung Jawab dan Wewenang Penanggung Jawab  Kegiatan dalam Tahap Pembangunan
Gambar A.4. Fungsi – fungsi penjaminan dan pengendalian   penerapan SMKK pada Struktur Organisasi Penyedia Jasa
+7

Referensi

Dokumen terkait

1) Menerima SMS atau fax dari semua puskesmas. 2) Bila puskesmas mengirim melalui SMS maka Kabupaten membuat transkrip ke dalam format mingguan. 3) Cek format

(2) Data sisa persediaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai bahan penyusunan neraca SKPD.. 3) Format laporan bulanan mutasi barang persediaan beserta

CATATAN 2: Suatu sistem manajemen termasuk struktur  organisasi, aktivitas perencanaan (termasuk, misalnya, 

Pada penelitian ini budaya keselamatan kerja dibagi menjadi enam faktor utama yaitu (1) komitmen top manajemen, (2) peraturan dan prosedur keselamatan kerja, (3) komunikasi,

Pada penelitian ini budaya keselamatan kerja dibagi menjadi enam faktor utama yaitu (1) komitmen top manajemen, (2) peraturan dan prosedur keselamatan kerja, (3) komunikasi,

RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET SASARAN PENANGGUNG JAWAB VOLUME KEGIATAN JADWAL RINCIAN PELAKSANAAN LOKASI PELAKSANAAN BIAYA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penilaian penerapan SMKP perlu dilakukan oleh semua perusahaan industri pertambangan yang diatur dalam Keputusan Dirjen Minerba Nomor 185.K/37.04/DJB/2019 [3] tentang petunjuk teknis

viii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR iii ABSTRAK vi ABSTRACT vii DAFTAR ISI viii DAFTAR GAMBAR xi DAFTAR TABEL xii DAFTAR LAMPIRAN xiii BAB I PENDAHULUAN 1 I.1 Latar Belakang 1