• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Bahan Sosialisasi Juknis

N/A
N/A
eky nugroho

Academic year: 2024

Membagikan "4. Bahan Sosialisasi Juknis"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

SOSIALISASI

PETUNJUK TEKNIS PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN TAHUN ANGGARAN 2023

DIREKTORAT PENATAGUNAAN TANAH

DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN AGRARIA KEMENTERIAN ATR/BPN

TAHUN ANGGARAN 2023 Disampaikan oleh:

Kasubdit Layanan dan Pengembangan Penatagunaan Tanah

(2)

2

PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN (PTP)

BERDASARKAN PP NO 21 TAHUN 2021 Jo PERMEN ATR/KBPN NOMOR 12 TAHUN 2021

PENGERTIAN & RUANG LINGKUP PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN

Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) adalah pertimbangan yang memuat hasil analisis teknis penatagunaan tanah yang meliputi ketentuan dan syarat penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan/atau pemanfaatan tanah dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang, sifat dan jenis hak, kemampuan tanah, ketersediaan tanah serta kondisi permasalahan pertanahan.

PENGERTIAN

1 2 RUANG LINGKUP

(3)

PELAKSANAAN PTP

TERKAIT PENERBITAN PERSETUJUAN KKPR UNTUK KEGIATAN BERUSAHA MELALUI SISTEM OSS

3

PELAKU

USAHA

OSS

PP No 5 Th 2021 Pasal 181

VALIDASI BERKAS PERMOHONAN

LENGKAP/

VALID TIDAK LENGKAP/

TIDAK VALID

DIKEMBALIKAN KE OSS UNTUK PERBAIKAN DATA

PTP PENYELENGGARAAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH

PTP PKKPR BERUSAHA

PKKPR TERBIT OTOMATIS Tanpa penilaian dan tanpa

PTP

KAJIAN KKPR

PKKPR UNTUK KEGIATAN BERUSAHA

Diberikan sebagai kelengkapan administrasi pertanahan kepada Pelaku Usaha yang melakukan proses pendaftaran tanah dengan melampirkan dokumen PKKPR Otomatis/pernyataan mandiri

PROSES PENERBITAN PTP DI KANTAH

SISTEM KKPR

SISTEM KKP

UMK

Tanpa Kajian KKPR

(dengan pernyataan mandiri)

(4)

4

PROSES BISNIS LAYANAN PTP DALAM RANGKA

PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

(5)

PROSES BISNIS

UNTUK PENERBITAN:

1. Dalam Rangka PKKPR Kegiatan Nonberusaha 2. PKKPR/RKKPR untuk

Kegiatan yang Bersifat Strategis Nasional 3. Kegiatan penegasan

status dan rekomendasi penguasaan Tanah

Timbul 4. Kegiatan

penyelenggaraan

kebijakan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah

Sementara sistem KKPR-GISTARU secara elektronik untuk kegiatan nonberusaha belum tersedia maka pendaftaran serta penyampaian hasil layanan PTP dilakukan melalui loket pelayanan Kantor Pertanahan.

5

(6)

1. Peta atau sketsa lokasi yang dimohon disertai tabel koordinat setiap sudut bidang tanah lokasi dan luas (m

2

)

Dalam hal bidang permohonan PTP merupakan satu hamparan yang mencakup beberapa desa/kelurahan dan/atau kecamatan, maka tarif PNBP layanan PTP dihitung berdasarkan luas total poligon lokasi di seluruh desa/kelurahan dan/atau kecamatan yang dimohon dalam satuan m

2

(meter persegi).

2. Surat Kuasa (apabila dikuasakan);

3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan fotokopi KTP penerima kuasanya (apabila dikuasakan);

4. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak;

5. Untuk Badan Hukum: Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum dan akta perubahan terakhir beserta pengesahannya;

6. Keterangan rencana Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah;

7. Dokumen persyaratan bagi pemohon Pelaku Usaha juga melampirkan:

a. Nomor Induk Berusaha (NIB) jika telah terdaftar dalam sistem OSS;

b. KBLI yang diajukan;

c. Proposal rencana kegiatan berusaha (untuk pelaku usaha) yang sekurang-kurangnya memuat latar belakang kegiatan, permodalan, nilai proyek, penyerapan tenaga kerja.

8. Gambar Site plan/Rencana Tapak.

Pemohon yang mengajukan PTP harus mengajukan permohonan dengan dilengkapi :

PERSYARATAN PERMOHONAN

PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN

6

Syarat Utama:

(7)

A. Untuk keperluan penyelesaian administrasi pertanahan bagi Pemohon pemegang PKKPR Otomatis dan Pernyataan Mandiri UMK (Usaha Mikro Kecil) dari OSS:

a. surat pengantar dari DPMPTSP atau Rekomendasi kesesuaian rencana penggunaan tanah dengan pola ruang dari instansi yang berwenang; (lihat Bab II- C);

b. fotocopy Sertifikat Hak atas tanah;

c. pernyataan kesediaan pemilik tanah untuk dilepaskan haknya apabila pemohon bukan pemilik tanah.

B. Untuk keperluan penyelesaian administrasi pertanahan bagi Pemohon pemegang Rekomendasi KKPR dari OSS:

a. fotocopy Sertifikat Hak atas tanah;

b. pernyataan kesediaan pemilik tanah untuk dilepaskan haknya apabila pemohon bukan pemilik tanah.

C. Untuk keperluan pencatatan perubahan penggunaan tanah, pemecahan bidang tanah, peralihan hak dan pembaruan hak, perpanjangan/perubahan hak, perlu melampirkan fotocopy Sertifikat Tanah yang dimohon. Untuk keperluan pemecahan bidang tanah, diperlukan juga sketsa rencana pemecahan bidang tanah berupa rencana tapak kavling dari pemohon.

PERSYARATAN PERMOHONAN

PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN

7

Syarat Tambahan sesuai keperluan :

(8)

PELAKSANAAN PENINJAUAN LAPANG

8

Kegiatan yang dilakukan dalam Peninjauan Lapangan:

1 Validasi dan identifikasi koordinat dan batas-batas lokasi yang dimohon dengan kondisi faktual

Inventarisasi kondisi faktual di sekitar lokasi yang dimohon: 2

a. Wilayah Administrasi Lokasi yang dimohon;

b. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah lokasi yang dimohon dan sekitarnya;

c. Kemampuan Tanah;

d. Status Penguasaan dan Kepemilikan Tanah lokasi yang dimohon dan sekitarnya;

e. Keberadaan infrastruktur pada lokasi yang dimohon dan sekitarnya ;

f. Keberadaan situs dan kepentingan publik lainnya;

g. Data dan informasi lainnya yang terkait dengan kegiatan yang dimohon.

Data dan informasi dari kegiatan

inventarisasi ini dituangkan dalam

Catatan Peninjauan Lapangan (CPL)

yang ditandatangi oleh petugas

lapangan dan pemohon

(9)

PELAKSANAAN PENINJAUAN LAPANG

9

Untuk Permohonan PTP dalam rangka PKKPR Kegiatan Berusaha, syarat-syarat permohonan dianggap lengkap karena telah dilakukan validasi persyaratan KKPR oleh validator KKPR- GISTARU. Data persyaratan permohonan PTP merujuk kepada data persyaratan permohonan PKKPR Kegiatan Berusaha yang ada di sistem KKPR-GISTARU, atau dilengkapi oleh pemohon pada saat koordinasi peninjauan lapangan.

Berkas persyaratan PTP PKKPR Kegiatan Berusaha

Catatan untuk PTP dalam rangka KKPR Kegiatan Berusaha:

Pemohon wajib mendampingi petugas lapangan pada saat dilakukan Peninjauan Lapangan.

Apabila pemohon tidak dapat dihubungi dan/atau tidak menghubungi petugas sampai dengan batas waktu yang dijadwalkan dalam Surat Tugas Peninjauan Lapangan, Peninjauan Lapangan tidak dilaksanakan

Berita Acara dibuat berdasarkan data sekunder yang diperoleh dalam berkas permohonan dan data yang ada di kantor.

Kebenaran peta poligon lokasi yang dimohon

menjadi tanggung jawab pemohon

(10)

Permohonan Pertimbangan Teknis Pertanahan yang berada pada 2 (dua) kabupaten/kota atau lebih di dalam 1 (satu) provinsi dilaksanakan oleh masing-masing Kantor Pertanahan, dengan tahapan sebagai berikut:

a. Pemohon menyampaikan permohonan layanan PTP ke masing-masing Kantor Pertanahan dengan tembusan kepada Kanwil BPN Provinsi Bidang Penataan dan Pemberdayaan;

b. Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Provinsi melakukan rapat koordinasi awal bersama pemohon dan Kantor Pertanahan terkait untuk menyepakati:

❑ Jenis layanan PTP yang diberikan;

❑ Persiapan dan penjadwalan peninjauan lapangan bersama pada lokasi yang berbatasan antar Kantor Pertanahan;

❑ Data spasial dan Batas wilayah administrasi yang digunakan;

c. Pelaksanaan PTP oleh masing-masing Kantor Pertanahan;

d. Bidang Penataan dan Pemberdayaan melakukan rapat koordinasi untuk hasil PTP dan melakukan sinkronisasi data spasial dan tekstual hasil PTP.

e. Penerbitan dan penyerahan PTP kepada Pemohon oleh masing-masing Kantah.

PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN LINTAS WILAYAH ADMINISTRASI

10

(11)

STANDARDISASI ATRIBUT SHP PTP

11

PENAMAAN ISIAN/ DATA TYPE KETERANGAN

WADMKD Wilayah Administrasi Desa Lokasi PTP {data type: string/length :

50} Ditulis dengan huruf kapital

WADMKC Wilayah Administrasi Kecamatan Lokasi PTP {data type :

string/length: 32} Ditulis dengan huruf kapital

WADMKK Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota Lokasi PTP {data type :

string/length: 50} Ditulis dengan huruf kapital

WADMPR Wilayah Administrasi Provinsi Lokasi PTP {data type :

string/length: 50} Ditulis dengan huruf kapital

LOKASI Keterangan Lokasi yang dimohonkan PTP, meliputi nama jalan,

RT/RW, dan nomor {data type: string/length : 100} Ditulis dengan huruf kapital PEMOHON Keterangan Nama Pemohon PTP {data type: string/length : 100} Ditulis dengan huruf kapital

NAMA_PERUS Keterangan bertindak atas nama {data type: string/length : 100} Memuat Perusahaan atau badan hukum dan ditulis dengan huruf kapital

RENCANA_KE Keterangan Rencana Kegiatan {data type: string/length : 100} Ditulis dengan huruf kapital

NIB Keterangan Nomor Induk Berusaha {data type: string/length: 10} Khusus untuk pelaku usaha yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha

KODE_KBLI Keterangan Kode Klasifikasi Baku Lapangan usaha Indonesia dari rencana kegiatan {data type: string/length: 10}

Untuk kegiatan berusaha dan ditulis dengan huruf kapital

KBLI Keterangan Nama Klasifikasi Baku Lapangan usaha Indonesia dari rencana kegiatan {data type:string/length: 100}

Untuk kegiatan berusaha dan ditulis dengan huruf kapital

(12)

STANDARDISASI ATRIBUT SHP PTP

12

PENAMAAN ISIAN/ DATA TYPE KETERANGAN

JNS_PTP

Keterangan Jenis PTP yang dimohon sesuai Permen 12 Th 2021 ttg PTP

(Penamaan mengacu pada

nomenklatur Permen 12 Th 2021) { data type: string/length : 100}

1) PTP untuk PKKPR Berusaha (Kode: PTP.01) 2) PTP untuk PKKPR Nonberusaha (Kode: PTP.02)

3) PTP untuk PKKPR/RKKPR Kegiatan yang bersifat Strategis Nasional (Kode: PTP.03)

(4) PTP untuk Penegasan Status dan Rekomendasi Penguasaan Tanah Timbul (Kode: PTP.04)

(5) PTP untuk Penyelenggaraan Kebijakan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah(Kode: PTP.05)

Nomor_PTP

Keterangan Nomor PTP yang telah diterbitkan {data type : string/length: 32}

MENGIKUTI FORMAT SEBAGAI BERIKUT:

Kabupaten/Kota/Kode Jenis Layanan PTP/Nomor Urut Terbit PTP/Bulan Terbit/Tahun Terbit

*Singkatan Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota sesuai dengan SNI 7657:2010

Kode Kantah Kota Surabaya 1: SBY1 Kode Kantah Kota Surabaya 1: SBY2 Kode Kantah Kabupaten Bogor 1: CBI1 Kode Kantah Kabupaten Bogor 2: CBI2

(13)

13 Contoh Standardisasi Penomoran PTP:

SBY1/PTP.01/045/II/2023 Keterangan:

SBY1 : Kantah Kota Surabaya 1

(Singkatan Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota sesuai dengan SNI 7657:2010)

PTP.01 : PTP untuk PKKPR Berusaha 045 : Nomor urut terbit PTP

II : Bulan terbit PTP (Februari) 2023 : Tahun terbit PTP (2023)

PENAMAAN ISIAN/ DATA TYPE KETERANGAN

TGL_PTP

Keterangan Tanggal PTP diterbitkan {data type:

string/length : 32}

Contoh : 22 Januari 2021

HASIL_PTP

Keterangan berdasarkan hasil PTP, baik yang sesuai, tidak sesuai dan sesuai bersyarat { data type: string/length : 32}

Hasil PTP

Luas_M2

Keterangan Luas berdasarkan hasil PTP dalam satuan meter persegi { data type:

double/length:32}

TAHUN_DATA Keterangan Tahun Terbit PTP { data type: string/length : 32}

Tahun Terbit PTP Contoh: 2022

STANDARDISASI ATRIBUT SHP PTP

(14)

FORMAT PERTIMBANGAN TEKNIS PERTANAHAN

Penamaan Judul

Pertimbangan Teknis Pertanahan

HARUS SESUAI

dengan nomeklatur berdasarkan permohonan

.

Berisi tentang Informasi pemohon serta penggunaan, pemanfaatan,

penguasaan/pemilikan tanah

Berisi tentang

syarat dan

ketentuan

penggunaan dan pemanfaatan tanah, yang disesuaikan dengan jenis rencana kegiatan yang dimohon (pertanian atau non pertanian)

Berisi tentang hasil PTP (SESUAI/TIDAK

SESUAI/SESUAI

BERSYARAT) antara rencana penggunaan tanah dengan hasil analisis PTP

14

(15)

Catatan 2:

** : Sudah Bayar - Sudah Risalah

Jumlah Kantah Pelaksana Layanan PTP : 472 Kantah

PELAKSANAAN LAYANAN PTP TAHUN 2023

Sumber : https://statistik.atrbpn.go.id/KKPR Per tanggal: 10 Maret 2023

15

No Kanwil Sudah Dibayar *Sudah Risalah Sudah Selesai **Belum Selesai

1 Aceh 40 26 21 14

2 Sumatera Utara 234 181 170 53

3 Sumatera Barat 59 44 39 15

4 Sumatera Selatan 135 115 105 20

5 Riau 153 137 124 16

6 Jambi 111 99 91 12

7 Bengkulu 89 81 79 8

8 Lampung 97 81 73 16

9 DKI Jakarta 35 8 8 27

10 Jawa Barat 1168 867 802 301

11 Jawa Tengah 597 520 506 77

12 Jawa Timur 1022 864 798 158

13 DIY 184 173 169 11

14 Kalimantan Barat 122 96 82 26

15

Kalimantan

Tengah 66 57 54 9

16 Kalimantan Timur 191 147 138 44

17

Kalimantan

Selatan 70 60 57 10

18 Sulawesi Utara 75 55 50 20

No Kanwil Sudah Dibayar *Sudah

Risalah Sudah Selesai **Belum Selesai 19

Sulawesi

Tengah 106 76 66 30

20 Sulawesi

Selatan 199 156 131 43

21

Sulawesi

Tenggara 56 46 42 10

22 Bali 373 327 318 46

23 NTB 75 66 61 9

24 NTT 74 57 57 17

25 Maluku 29 25 25 4

26 Papua 29 22 21 7

27 Maluku Utara 15 8 8 7

28 Banten 639 512 506 127

29 Bangka

Belitung 92 71 69 21

30 Gorontalo 68 64 61 4

31 Sulawesi Barat 24 17 15 7

32 Kepulauan

Riau 332 247 238 85

33 Papua Barat 19 16 16 3

Total 6578 5321 5000 1257

Catatan 1:

: Secara de facto PTP sudah selesai karena pasti diajukan ke Kakan. Namun karena beberapa belum dilakukanklik SELESAI di LOKET PENYERAHAN, maka jumlah

Sudah Selesai < Sudah Risalah

(16)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH PELAKSANAAN PTP DALAM PENERBITAN PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

16

No. Permasalahan Penyebab Solusi Penyelesaian

1. Durasi proses penerbitan PTP melebihi ketentuan batas waktu 10 hari

a. Data permohonan dalam notifikasi tidak lengkap;

b. Pemohon tidak dapat dihubungi untuk koordinasi peninjauan lapangan;

c. Data yang sudah diinput di OSS, namun tidak masuk di Gistaru KKP;

d. Terdapat permohonan yang tidak muncul pada validasi;

e. Beberapa Permohonan PTP masuk dalam Lahan Sawah Dilindungi (LSD), disamping itu juga terdapat ketentuan LP2B atau kebijakan lainnya yang menjadi faktor pembatas, sehingga terdapat Kantah yang masih

bingung menindaklanjuti permohoan yang berada pada kawasan-kawasan tersebut;

f. Volume pekerjaan di Kantah yang bersangkutan tergolong tinggi, baik

permohonan rutin maupun program strategis pertanahan lain seperti PTSL, Redistribusi Tanah, dll

a. Seksi P2 Kantah sudah diberikan akses GISTARU untuk melihat data permohonan;

b. Tetap melanjutkan berkas ke tahapan ST Peninjauan Lapangan di KKP, peninjauan lapangan dilakukan

menggunakan data permohonan di OSS tanpa kehadiran pemohon;

Resiko:

1. Tidak ada konfirmasi/afirmasi kebenaran letak lokasi yg dimohon;

2. Bila lokasi masih dalam penguasaan pihak lain, maka tidak dapat memasuki area permohonan untuk menghindari benturan;

3. Transport dan akomodasi petugas tidak ada yang menanggung

c. Memberikan informasi akses link untuk melihat progres perkembangan permohonan yang diajukan yaitu melalui link https://tataruang.atrbpn.go.id/oss_kkpr2;

d. Masukan bagi pemohon ialah tetap harus melaporkan dokumen fisik ke loket pelayanan untuk mencegah keterlambatan dalam layanan PTP.

(17)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH PELAKSANAAN PTP DALAM PENERBITAN PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

17

No. Permasalahan Penyebab Solusi Penyelesaian

e. Masukan bagi pemohon ialah tetap harus melaporkan dokumen fisik ke loket pelayanan untuk mencegah keterlambatan dalam layanan PTP;

f. Apabila permohonan di atas LSD, terhadap permohonan tersebut maka produk PTP dikeluarkan dengan sesuai bersyarat, syaratnya ialah alih fungsi lahan sawah dapat dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari menteri.

g. Kantah selalu menyelesaikan permohonan PTP yang masuk apabila dapat berkoordinasi dengan pemohon, dan apabila terdapat beberapa permohonan PTP yang tidak terselesaikan dalam waktu 10 hari adalah untuk menjaga kualitas PTP yang dihasilkan.

2. Data peta SHP yang dijadikan dasar

penerbitan PTP tidak sama dengan data pada sistem OSS

a. Kantah menggunakan data yang diberikan langsung oleh pemohon (sebelum

memperoleh akses mengunduh data dari GISTARU). Sehingga pasti ada perbedaan, karena data asli dari pemohon lebih detil daripada yang diupload di OSS.

b. Terdapat perbedaan batas wilayah antara pengetahuan pemohon dengan batas wilayah yang ditetapkan oleh Kemendagri sebagai acuan peta dasar.

a. Apabila ingin mempertahankan konsistensi data, maka yang digunakan adalah data shapefile yang berasal dari OSS;

b. Perlu dilakukan Kebijakan Satu Peta yang terintegrasi dan dapat diakses oleh siapapun yang membutuhkan, sehingga peta dasar yang digunakan bisa seragam (antara data BIG, Kementerian ATR/BPN, dan Kemendagri);

c. Perlunya peningkatan sosialisasi maupun pendampingan kepada pemohon dalam penggunaan sistem OSS;

(18)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH PELAKSANAAN PTP DALAM PENERBITAN PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

18

No. Permasalahan Penyebab Solusi Penyelesaian

2. Data peta SHP yang dijadikan dasar

penerbitan PTP tidak sama dengan data pada sistem OSS

c. Adanya ketidaksinkronan antara RDTR dan RTRW yang yang sekarang (Contoh: pada RTRW tercantum untuk perumahan namun di RDTR tercantum untuk RTH);

d. Kurangnya pemahaman dan ketelitian pemohon dalam mengunggah berkas permohonan di sistem OSS;

e. SHP yang diterima sistem KKP merupakan SHP yang sama yang dikirimkan oleh sistem OSS maupun KKPR-GISTARU. Apabila terdapat perbedaan SHP, dimungkinkan SHP yang diterima berada diluar batas kewenangan Kantah tersebut, sehingga SHP tersebut harus dipotong sesuai batas kewenangan kantah

d. Apabila SHP permohonan berada pada lebih dari 1 (satu) Kab/Kota, maka sebaiknya sistem KKPR telah membagi shp tersebut sebelum dikirimkan ke sistem KKP pada Kantah masing-masing;

e. Apabila terjadi perbedaan antara poligon yang di uploaddi OSS dan hasil Peninjauan Lapangan, Kantah dapatuploadSHP hasil Peninjauan Lapangan untuk dijadikan acuan penerbitan PTP-nya.

3. a. Mekanisme proses pelaksanaan survei lapangan dan penilaian dokumen PTP berbeda-beda antar Kantor Pertanahan;

a. Sosialisasi terkait Juknis belum maksimal dilaksanakan dan kemampuan memahami Juknis oleh masing-masing SDM tidak sama;

b. Kondisi fisik dan sosial di tiap lokasi

permohonan memiliki karakteristik yang beragam, sehingga penyeragaman format dan muatan akan menjadi potensi kurangnya

informasi yang disajikan

a. Dilaksanakan sosialisasi berkala baik melalui daring maupun luring melalui kegiatan supervisi dan monitoring

b. Penyeragaman bisa dilakukan di dalam konteks penyajian peta (layout) PTP yang bisa diakses langsung melalui sistem KKP.

Untuk hal ini perlu berkoordinasi dengan Pusdatin.

Terhadap format dan muatan, penyeragaman hal bisa dilakukan pada informasi dasar

(19)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH PELAKSANAAN PTP DALAM PENERBITAN PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

19

No. Permasalahan Penyebab Solusi Penyelesaian

3. b. Format dan muatan informasi PTP berbeda antar Kantor Pertanahan dan belum sesuai dengan Juknis PTP

c. Dalam juknis telah dilampirkan lampiran contoh Catatan Peninjauan Lapangan

4. Kesalahan dalam proses unggah dokumen PTP ke dalam sistem OSS untuk KKPR

Berusaha, dimana dokumen yang diunggah berupa Risalah PTP

a. Keterbatasan sistem OSS dalam memberikan notifikasi apabila ada kesalahan file yang terunggah (hanya menggunakan indikator format file .pdf saja, tanpa memperhatikan substansi);

b. Di alur eksisting pada sistem KKP layanan PTP, Kantah mengunggah Risalah dan data spasial PTP supaya bisa lanjut ke tahapanuploadPTP oleh Kakan, yang secara otomatis terkirim ke Gistaru. InterfaceKakan masih berbunyi

“Upload Risalah”, sehingga banyak Kantah meng-upload Risalah PTP.

a. Melakukan koordinasi dengan Pusdatin, Datin Taru dan BKPM terkait notifikasi salah unggah file permohonan;

b. Sudah dilakukan koordinasi dengan Pusdatin, dan akan dilakukan penyempurnaan sistem dalam waktu dekat.

(20)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH PELAKSANAAN PTP DALAM PENERBITAN PKKPR KEGIATAN BERUSAHA

20

No. Permasalahan Penyebab Solusi Penyelesaian

5. Mekanisme Pelaksanaan Tutup Berkas PTP dan proses lanjutannya pada pelaksanaan KKPR

Penutupan berkas PTP dapat dilakukan atas permohonan dari pihak pemohon atau atas diskresi dari Kantor Pertanahan dengan alasan yang kuat, yang dituangkan dalam Berita Acara Penutupan Berkas.

Perlu disepakati Proses Bisnis tutup

berkas PKKPR Berusaha antara BKPM dan Kementerian ATR/BPN (Pusdatin, Ditjen Taru dan Ditjen Pentag), karena khusus PTP PKKPR Kegiatan Berusaha merupakan bagian dari rangkaian integrasi penerbitan PKKPR untuk Kegiatan Berusaha yang melibatkan 3 (tiga) sistem layanan

elektronik ( OSS - GistaruKKPR - KKPWeb).

(21)

BERKAS YANG SUDAH DITUTUP TIDAK DAPAT DIBUKA KEMBALI

MEKANISME TUTUP BERKAS

21

Berdasarkan Revisi Surat Sekretaris Jenderal Nomor 1377/2.3-100/III/2016 tentang Penyampaian Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencatatan Pendapatan Diterima Dimuka Atas Pelayanan Pertanahanpoint e nomor (1) dan (2)

Untuk berkas pada Aplikasi KKP masih dalam proses tetapi berkas fisik belum lengkap, objek bermasalah, agar dilakukan tunda berkas pada Aplikasi KKP kemudian dilanjutkan dibuat surat kepada

pemohon untuk segera melengkapi/memenuhi persyaratan paling lambat 10 hari, apabila surat pertama tidak ditanggapi oleh pemohon maka dibuat surat kedua untuk ditanggapioleh pemohon paling lambat 10 hari, apabila dalam jangka waktu yang ditentukan tersebut tidak dilengkapi/ditanggapi maka dilakukanTUTUP BERKAS DI

APLIKASI KKP dan dibuatkan BA Tutup Berkas yang ditanda tangani oleh Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Kanwil BPN/Pejabat

Struktural yang berwenang

Untuk berkas sebagaimana dimaksud pada angka 1, apabila pemohon akan melanjutkan proses pelayanan

pertanahan maka harus membayar Uang Pendaftaran sesuai Peraturan

Perundangan yang berlaku

1 2

(22)

MITIGASI PERMASALAHAN DALAM PENGUNGGAHAN PETA PTP DI SISTEM KKP

22 Apabila temuan lapangan memang menyatakan bahwa terdapat bagian yang berada di luar batas kab/kota, maka dilakukan pengeluaran poligon permohonan yang masuk kab/kota lain atau

pemotongan terhadap polygon yang berada di luar wilayah administrasi kab/kota

2

Melakukan pemutakhiran pada batas administrasi Geo-KKP/garis pantai agar poligon permohonan sepenuhnya berada dalam poligon kab/kota yang bersangkutan

1

Memastikan bahwa poligon PTP berada sepenuhnya di dalam polygon batas administrasi kab/kota.

Bila posisi polygon PTP berada di wilayah pantai/perbatasan dengan kab/kota disebelahnya, maka:

Gagal upload peta PTP ke Sistem KKP

Memastikan file SHP yang terupload dalam format .ZIP

SHP

TIDAK MENGANDUNG Z

VALUE (Nilai Ketinggian)

(23)

Melayani, Profesional, Terpercaya

@atr_bpn Kementerian ATRBPN @Kementerian.atrbpn

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait