RAHASIA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PUSAT PENDIDIKAN INTELIJEN
LAPORAN INFORMASI
NOMOR : R / LI - 04 / VI / 2024 / Unit 5
Bidang : EKONOMI DAN KEAMANAN
Perihal : 4 FAKTA KASUS MIRAS OPLOSAN SUBANG HINGGA 13 ORANG TEWAS
I. PENDAHULUAN
A. Sumber Informasi : detiknews.com,
https://news.detik.com/berita/d-7015171/ 4 Fakta Kasus Miras Oplosan Subang hingga 13 Orang Tewas (detik.com), Tim detikJabar - detikNews, Kamis, 02 Nov 2023 11:39 WIB
B. Hubungan dengan Sumber : Pembaca C. Cara Mendapatkan Informasi : Penelitian
D. Waktu Mendapatkan Informasi : Kamis, 6 Juni 2024, Pukul: 16.30 Wib
E. Nilai Informasi : D.2
II. FAKTA-FAKTA
Kasus miras oplosan di Subang menewaskan 13 orang. Mereka tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan yang diracik oleh pasangan suami istri (pasutri).
Usai diburu polisi, pasutri tersebut berhasil diamankan polisi. Lalu, bagaimana awal mula kejadiannya? Berikut informasi selengkapnya.
1. Awal Mula Kasus Miras Oplosan Subang
Dilansir detikJabar, insiden maut itu bermula saat belasan warga sedang menghadiri pesta pernikahan di Subang, pada Sabtu (28/10/2023). Setelah selesai, mereka kemudian beranjak ke salah satu kios miras yang berada di
wilayah Bunihayu, Jalancagak.
Di sana, mereka berpesta miras oplosan hingga dini hari. Pihak kepolisian yang menerima laporan pesta miras itu langsung datang ke lokasi. Di sana, petugas masih mendapatkan sejumlah orang yang baru selesai menenggak miras
oplosan tersebut.
"Tadi malam kami mendapatkan informasi oleh warga bahwasannya ada sekelompok warga mengkonsumsi minuman keras oplosan. Sehingga kami datang ke TKP, kami dapati beberapa pemuda yang selesai mengkonsumsi minuman oplosan," ungkap Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu.
2. Pasutri Penjual Miras Oplosan Jadi Tersangka
Sebanyak 13 warga Kabupaten Subang, Jawa Barat tewas akibat RAHASIA
RAHASIA
menenggak minuman keras oplosan. Diketahui, miras oplosan itu dijual oleh pasutri.
Pasangan suami istri tersebut berinisial NN (59) dan RH (43) asal Desa Sarireja, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Mereka berdua ditangkap usai melarikan diri ke wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan maupun penyidikan, kedua tersangka mengaku telah melakukan pengoplosan miras dengan melebihi dosis batas normal.
"Kedua pelaku berhasil diamankan di Hotel Amaris Setiabudi Bandung, pelaku mengakui jika telah melakukan pengoplosan miras di luar dosis yang telah ditentukan," ujar Ariek di Subang, Senin (30/10/2023).
Menurut Ariek, dari hasil pemeriksaan juga, keduanya telah melakukan aksi pengoplosan miras sejak Maret 2023.
"Kemudian, terkait dari dua tersangka tersebut berdasarkan alat bukti dan barang bukti serta keterangan saksi yang kami kumpulkan baik di TKP maupun kios tempat pengoplosan dua orang tersebut sudah cukup untuk kami naikkan ke status tersangka," sambungnya.
3. 13 Tewas, 4 Masih Dirawat
Total 13 warga Subang meninggal dunia karena mengonsumsi miras oplosan.
Korban terakhir yang tewas adalah Arif (24), warga Jalancagak, Subang.
Sempat mendapat perawatan di RSUD Ciherang pada Senin (30/10) kemarin, Arif meninggal dunia pada Selasa (31/10/2023) dini hari.
"Untuk update hari ini dan dari kemarin jumlah korban di angka 13 orang.
Mudah-mudahan tidak bertambah lagi," kata Kasat Reskrim Polres Subang Iptu Herman.
Kini, ada 4 orang yang masih dirawat setelah kritis akibat miras oplosan di Subang itu. Beberapa di antaranya dirawat di RSUD Ciherang, serta di puskesmas terdekat dari tempat tinggal para korban.
4. Kesaksian Salah Satu Korban Selamat
FR (30), warga dari Jalancagak, Subang selamat dari pesta miras oplosan. FR adalah salah satu warga yang ikut menenggak miras oplosan usai menghadiri pesta pernikahan rekannya di Cipulus, Sagalaherang.
Dia mengatakan, kondisinya berangsur membaik usai menjalani perawatan medis di Puskesmas Jalancagak, sejak Senin (30/10). Menurutnya, ia merasakan mual hingga sakit kepala sebagai efek dari menenggak miras
oplosan tersebut.
"Allhamdulilah kalau sekarang udah mendingan sehat. (Yang dirasakan) mual- mual sama sakit kepala gitu kerasanya sehari setelah minum," ujar FR.
FR menceritakan, ia bersama dengan rekan-rekan lainnya menenggak miras oplosan pada Sabtu (29/10) malam. Namun, sehari setelahnya kondisi FR langsung menurun dan langsung dibawa ke Puskesmas Jalancagak.
"Hari Sabtu minumnya terus Minggunya langsung. Yang bareng sama saya waktu hajatan itu tujuh orang yang lainnya nggak tahu gimana (kondisinya),"
katanya.
RAHASIA
RAHASIA
Saat di acara pesta pernikahan temannya itu, kata FR, rekan-rekannya telah membeli miras oplosan di kios yang berada di Desa Bunihayu, Jalancagak.
Beruntung, FR tidak kembali ikut untuk melanjutkan pesta miras oplosan dan memilih pulang bersama istri dan anaknya.
"Pertama kita bareng-bareng kesana ke hajatan terus udah ada yang bawa minuman, udah aja kalau saya mah langsung pulang soalnya bawa anak sama istri kalau yang lain lanjut (minum miras)," ungkapnya.
III. PENDAPAT PELAPOR A. Analisis
1. Adanya penjualan minuman keras (miras) oplosan yang Tidak memiliki Izin edar yang dijual murah dan secara bebas di Jawa Barat.
2. Minimnya pengetahuan warga akan dampak yang akan ditimbulkan dari mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan tersebut.
3. Pelaku usaha hanya mementingkan keuntungan ekonomi yang didapatkannya tanpa memperhatikan dampak bahaya dari menjual miras oplosan tersebut.
B. Prediksi yang akan terjadi 1. Ekonomi
Pelanggaran terhadap UU RI No. 7 Th. 2014 ttg Perdagangan.
2. Keamanan
a. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol
b. Pelanggaran terhadap UU RI No. 17 Th. 2023 ttg Kesehatan C. Langkah-langkah Intelijen
1. Melakukan penelitian dari media online terkait peredaran minuman keras (miras) oplosan.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi meningkatnya kasus keracunan minuman keras di Jawa Barat.
Mencakup analisis tentang pola konsumsi minuman keras oleh berbagai kelompok usia dan jenis kelamin, serta faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku konsumsi.
D. REKOMENDASI
Agar Badan POM dan lintas sektor terkait tetap memberikan himbauan terkait bahayanya mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan, dan memberikan pembinaan terlebih dahulu terhadap pelaku usaha yang masih melakukan penjualan miras oplosan tersebut
Bandung, Juni 2024 Pelapor
Fadli Ramadhan, S.Farm., Apt
RAHASIA
RAHASIA Lampiran