• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL AJAR FASE E Elemen FIKIH MUAMALAH Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah

N/A
N/A
Wildan Tea

Academic year: 2023

Membagikan "MODUL AJAR FASE E Elemen FIKIH MUAMALAH Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR

FASE E

Elemen FIKIH MUAMALAH

Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah

Nama Penyusun : Ahmad Wildan, S.Pd.I Institusi : SMK Dewantara

Jenjang Sekolah : SMK

Kelas : X

Alokasi Waktu : 3 Jp (135 menit)

Fase : E

Elemen : Fikih

Kata Kunci : al-kulliyat al-khamsah, lima prinsip dasar hukum Islam

Pertanyaan inti :

1. Melalui model pembelajaran jigsaw learning, peserta didik dapat menganalisis pengertian dan urutan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al-diniyah (masalah- masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.

2. Melalui model pembelajaran inquiry learning, peserta didik dapat menganalisis macam-macam dan penerapan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al- diniyah (masalah-masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.

3. Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat menyajikan paparan tentang al-kulliyatu al-khamsah, sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memecahkan masa’il al-diniyah (masalah- masalah keagamaan) dan menumbuhkan sikap kepekaan sosial di masyarakat.

Kompetensi Awal :

Sebelum mempelajari materi Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah, peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih muamalah, menyajikan paparan tentang fikih muamalah, dan meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah ajaran agama menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social

Profil Pelajar Pancasila :

Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah dapat meningkatkan Iman dan Taqwa pada Tuhan YME, menjadi pelajar yang mandiri, berkebhinekaan global, bernalar kritis, kreatif, dan bergotong royong.

Informasi Umum

Profil Pelajar Pancasila :

(2)

Sarana dan Prasarana :

Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya LCD Projector, multimedia pembelajaran interaktif, komputer/laptop, printer, alat pengeras suara, jaringan internet. Sarana dan prasarana ini bisa disesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing.

Maksimum 36 siswa

Tatap muka

1. Materi atau sumber pembelajaran yang utama: Buku Teks PAI dan Budi Pekerti SMA/SMK kelas X (Kemdikbud Tahun 2021). Adapun sumber pembelajaran lain Buku guru, buku siswa, internet, dan sumber lainnya yang berkaitan

2. Alat dan bahan yang diperlukan : papan tulis, spidol, alat tulis 3. Perkiraan biaya : Rp. 75.000

Pengaturan siswa:

 Berkelompok (>2 orang) Metode:

a. Ceramah

b. Diskusi (tanya jawab) c. Penugasan

1. Asesmen dilakukan melalui asesmen individu dan kelompok 2. Jenis asesmen:

 Penilaian sikap (observasi)

 Penilaian pengetahuan (tes tulis)

 Penilaian keterampilan (produk) Sarana dan Prasarana :

Kategori siswa dalam proses pembelajaran ini adalah siswa regular/tipikal

Target Siswa :

Jumlah siswa :

Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk siswa yang sulit memahami konsep

Ketersediaan Materi :

Moda pembelajara

n :

Materi ajar, alat dan bahan:

Kegiatan pembelajaran utama:

Asesmen :

(3)

Tujuan Pembelajaran :

1. Melalui metode discovey learning dan information search mampu menganalisis implementasi fikih muamalah: asuransi, bank dan koperasi syariah di masyarakat;

2. Melalui metode jigsaw, mampu menyajikan paparan tentang fikih muamalah:

asuransi, bank dan koperasi syariah;

3. Melalui metode discovery learning, mampu meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah adalah ajaran agama;

4. Melalui metode problem-based learning, mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian sosial

Pemahaman Bermakna

Banyak yang belum paham dengan materi lembaga perekonomian atau keuangan sehingga dapat membuat analisis terkait lembaga perekonomian konvesional dengan lembaga berbasis syariah. Dengan demikian, hal ini akan membantu pendidik dalam memahami materi dan menyampaikannya.

Pertanyaan Pemantik

Apa yang peserta didik ketahui mengenai perekonomian syariah khususnya terkait dengan materi dalam kehidupan sehari-hari?

1. Guru memeriksa dan memastikan semua sarana dan prasarana yang diperlukan tersedia.

2. Memastikan bahwa ruang kelas sudah bersih, aman dan nyaman 3. Menyiapkan bahan tayang dan multimedia pembelajaran interaktif

Pendahuluan ( 20 menit )

1. Peserta didik dan guru memulai pembelajaran dengan berdoa bersama.

2. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.

3. Peserta didik mendengarkan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah mempelajari materi Asuransi, Bank, Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah.

4. Peserta didik diminta untuk menyimak video pembelajaran dan materi terkait yang akan dipelajari

5. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.

Kompetensi Inti :

Persiapan pembelajaran : (5 menit)

Urutan kegiatan pembelajaran:

(4)

Kegiatan Pembelajaran Inti ( 105 menit)

1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis tersebut berisi materi tentang asuransi syariah, bank syariah dan koperasi syariah.

2. Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat pemahaman peserta didik terhadap infografis tersebut.

3. Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar (tadabbur) dan menuliskan pesan-pesan moral pada setiap gambar.

4. Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif terkait dengan materi pelajaran, yakni kutipan artikel berita tentang kisah seorang penjual gorengan yang pernah terjerat hutang kepada rentenir, dan mendapat pinjaman modal tanpa riba dari sebuah koperasi syariah di wilayah Curug, Serpong, Tangerang Selatan.

5. Peserta didik diminta menuliskan nilai-nilai keteladanan dari kisah inspiratif tersebut di buku masing-masing.

6. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivias di dalamnya pada rubrik

“Wawasan Keislaman”.

Pada bab III ini digunakan 5 metode pembelajaran yang dibagi untuk 4 pekan atau 12 jam pelajaran, yaitu:

1. Pertemuan pertama menggunakan metode discovery learning dan information search.

Langkah-langkah metode discovery learning dan information search pada materi ini adalah sebagai berikut:

1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi.

2) Guru memberikan permasalahan terkait fikih muamalah:

asuransi, bank dan koperasi syariah.

3) Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait implementasi fikih muamalah: asuransi, bank dan koperasi syariah dalam kehidupan masyarakat.

4) Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.

5) Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari referensi buku-buku yang relevan, sumber dari internet dan referensi yang tersedia di perpustakaan sekolah untuk menjawab rumusan masalah.

6) Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi dengan mendiskusikan di dalam kelompoknya.

7) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

8) Secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.

2. Pertemuan kedua menggunakan metode jigsaw

Langkah-langkah metode jigsaw adalah sebagai berikut:

(5)

9) Guru membagi kelas menjadi tiga kelompok. Tentukan satu orang yang akan bertindak sebagai Tim Ahli, yang merupakan peserta didik yang paling expert pada tiap kelompok.

10) Kelompok 1 bertugas untuk membahas materi asuransi syariah 11) Kelompok 2 bertugas untuk membahas materi bank syariah 12) Kelompok 3 bertugas untuk membahas koperasi syariah

13) Masing-masing Tim Ahli kemudian berkumpul untuk menggabungkan pemahaman terhadap semua materi dari tiap- tiap kelompok

14) Setelah semua Tim Ahli dirasa cukup dalam mengintegrasikan semua materi, kemudian kembali ke masing-masing kelompok, kemudian menjelaskan semua materi kepada kelompok

15) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

3. Pertemuan ketiga menggunaan model discovery thinking

Langkah-langkah model pembelajaran berbasis discovery thinking adalah:

1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi

2) Guru memberikan permasalahan terkait penerapan perilaku bertransaksi melalui lembaga keuangan syariah merupakan ajaran agama karena menghindari perbuatan riba

3) Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait penerapan transaksi keuangan syariah beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

4) Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.

5) Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan informasi dari referensi buku-buku yang relevan untuk menjawab rumusan masalah.

6) Peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi dengan mendiskusikan di dalam kelompoknya

7) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

8) Secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang diperoleh.

4. Pertemuan keempat menggunakan model pembelajaran problem- based learning

Langkah-langkah model pembelajaran problem-based learning adalah:

1) Guru membimbing peserta didik untuk orientasi kepada masalah 2) Guru mengorganisasikan peserta didik menjadi beberapa

kelompok

3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok untuk membuat profil dan analisis tentang latar belakang berdirinya bank-bank syariah

(6)

4) Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja kelompok 5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

6) Guru meminta peserta didik untuk membaca rangkuman yang berisi poin-poin penting materi.

Penutup Pembelajaran ( 10 menit )

1. Guru meminta salah satu siswa untuk mereview kegiatan pembelajaran hari ini, sebagai bentuk refleksi akhir. Setelah selesai, siswa tersebut kemudian memimpin doa selesai kegiatan.

2. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama.

Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:

1. Apakah semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran?

2. Kesulitan apa yang dialami?

3. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

4. Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada diri siswa?

5. Apakah kegiatan pembelajaran ini bisa membangun kesadaran siswa tentang pentingnya akhlak terhadap sesama untuk saling menghargai dan menghormati?

1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:

Pertanya an

Jawaban ya tidak 1. Tahukah anda apa itu fikih muamalah?

2. Tahukan anda pengertian dari asuransi, bank, dan koperasi syariah?

3. Dapatkah anda mejelaskan Perbedaan antara Bank Konvesional dan Bank Syariah?

4. Dapatkan anda memberikan contoh penggunaan lembaga keuangan syairah atau fenomena sosial terkait materi yang terjadi di kehidupan sehari-hari?

5. Asesmen Formatif ( Selama Proses Pembelajaran)

Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.

Refleksi Guru:

Asesmen:

(7)

a. Asesmen saat Discovery learning (ketika siswa melakukan kegiatan belajar dengan metode inquiry learning)

Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran denga metode Discovery learning

N

o Nama

Siswa Aspek yang diamati Skor

Ide/gagas

an Aktif Kerjasam

a 1 2 3 4

1 2

3 dst...

Nilai = skor x 25 6. Asesmen Sumatif

a. Asesmen Pengetahuan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1) Mengapa terdapat perbedaan mendasar antara lembaga keuangan konvensional dan lembaga keuangan syariah? Jelaskan!

2) Jelaskan jenis-jenis usaha bank syariah dalam rangka mendorong dan mendukung perekonomian umat!

3) Bagaimana perbedaan antara bai’al mudharabah, bai’ al-istishna’ dan bai’al-salaam pada kegiatan usaha koperasi syariah? Jelaskan dengan memberikan contohnya!

4) Mengapa masyarakat muslim Indonesia semestinya mempercayakan transaksi keuanganya melalui unit usaha syariah? Jelaskan hikmah dan manfaat bertransaksi melalui unit usaha syariah tersebut!

5) Pernahkah kalian mendengar seseorang yang terjebak pada praktik pinjaman rentenir? Apa yang kalian ketahui dengan pinjaman rentenir? Jelaskan, mengapa agama menganjurkan umat Islam untuk menghindari bertransaksi dengan pinjaman yang bersumber dari rentenir!

Pedoman Penskoran

No Kunci Jawaban Skor

1 Apabila dalam ekonomi konvensional, tujuan utama dari aktivitas ekonomi

semata-mata hanyalah untuk

mendapatkan keuntungan dan

kepentingan duniawi, maka dalam ekonomi syariah segala aktivitas perekonomian tujuan akhirnya harus seimbang antara kepentingan duniawi dan kepentingan ukhrawi.

1-4

2 Jenis-jenis usaha bank syariah:

a) Menghimpun dana dari masyarakat

1-4

(8)

b) Penyaluran dana kepada masyarakat c) Jasa pelayanan

Ketiga usaha tersebut menerapkan prinsip bagi hasil dan menghindari praktik riba dengan tidak menerapkan bunga seperti usaha yang dijalani oleh lembaga keuangan konvensional

3 Perbedaan antara bai’ al-mudharabah dengan bai’ al- istishna dan bai’ al-salam adalah:

Transaksi bai’ al-mudharabah adalah jual beli yang dilakukan di mana penjual secara transparan akan menyampaikan harga perolehan barang, dan melakukan kesepakatan dengan calon pembeli berapa laba yang akan ia ambil secara transparan.

Sedangkan bai al-istishna’ dan bai’ al- salam adalah jual beli yang dilakukan antara 3 pihak (pembeli – distributor – penjual). Jika pembayaran dilakukan secara tunai maka disebut bai’al-istisna namun jika dilakukan dengan mengangsur, maka disebut bai’ al- salam

1-4

4 Karena dengan bertransaksi pada unit usaha syariah, merupakan salah satu upaya untuk menghindari berkembangnya praktik riba, sebagaimana yang Allah Swt.

perintahkan bahwa bagi umat Islam Allah Swt. menghalalkan jual beli dan meninggalkan praktik riba. Dan usaha keuangan syariah adalah salah satu representasi konkrit di masyarakat untuk menghindari praktik-praktik riba yang akan merugikan mereka.

1-4

5 Pinjaman rentenir adalah pinjaman permodalan atau keuangan namun dengan kewajiban pengembalian yang disertai perhitungan bunga pinjaman yang sangat tinggi sehingga seringkali ‘mencekik’

rentabilitas (kemampuan mengembalikan) dari para peminjamnya.

Agama melarang umat Islam untuk meminjam uang kepada rentenir karena jelas di dalamnya terdapat praktik riba dan sangat berisiko menimbulkan kerugian dan kesengsaraan bagi peminjamnya, sehingga menjadikan hidup tidak maslahat.

1-4

(9)

Skor maksimal 20 Nilai = skor yang diperoleh x 5

b. Asesmen keterampilan

1. Peserta didik membuat bahan presentasi berupa paparan deskriptif tentang fikih muamalah: asuransi, bank dan koperasi syariah! dengan materi presentasinya menggunakan perangkat digital secara berkelompok, dengan tampilan yang baik, menarik dan sistematis. Kemudian di presentasikan di depan kelas!

Rubrik Penilaian Keterampilan (Pemahaman Materi)

No Nama Siswa Kriteria Penilaian Jumlah

Pemahaman Materi Penyampaian Materi 1.

2.

Dst.

Catatan Nilai:

No. Bidang Penilaian Penilaian

Maksimal Minimal

1. Pemahaman Materi 50 40

2. Penyampaian Materi 50 35

Jumlah 100 75

Nama Siswa : ...

Kelas : ...

Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi 1. Bagian manakah yang menurutmu

paling sulit dari pelajaran ini?

2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

3. Kepada siapa kamu akan meminta

bantuan untuk memahami

pelajaran ini?

4. Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang telah kamu lakukan?

Refleksi untuk Siswa:

(10)

1. Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati. 2021. PAI dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK, Jakarta: Kemdikbud RI

2. Buku Pendidikan Agama Islam siswa dan guru Kelas X, Kemendikbud, Tahun 2021

a) Pengayaan

Pengayaan diberikan pada peserta didik yang memperoleh nilai > 86, dengan memberikan tugas mencari integrasi bilangan berpangkat dalam kehidupan sehari-hari berupa makalah materi pelajaran selanjutnya di buku penunjang atau internet.

b) Remedial

Apabila 75% siswa mendapat nilai dibawah KKM maka pembelajaran remedial dilakukan secara klasikal, dengan meninjau kembali LKPD atau buku ajar jika diperlukan maka buku ajar dan LKPD akan di perbaiki sesuai dengan kemampuan peserta didik. Sedangkan jika 75 % siswa telah memperoleh nilai diatas KKM, maka pembelajaran remedial dilakukan secara individu dengan melakukan tes.

Daftar Pustaka:

Pengayaan dan Remedial:

Referensi

Dokumen terkait