Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, nikmat dan kebahagiaan yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul 'Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Jalan Dengan Menentukan Titik Sensitif dan Faktor Penyebabnya di Jln. Kondisi jalan khususnya di sepanjang ruas jalan Magelang – Purworejo yang berkelok-kelok dan menurun membuat frekuensi kecelakaan lalu lintas semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan, titik rawan kecelakaan lalu lintas serta faktor penyebab kecelakaan.
Kecelakaan lalu lintas meliputi tabrakan, penyaradan atau kehilangan kendali yang terjadi di jalan yang mengakibatkan cedera atau kematian orang atau kerusakan benda yang melibatkan minimal satu kendaraan bermotor (Sugiyanto dan Santi, 2015). Disebut rawan kecelakaan karena pada sepanjang jalur ini cukup banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan dan kondisi jalan yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya (Warpani, 1999). Banyaknya korban kecelakaan lalu lintas juga dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku kecelakaan tersebut.
Dari tahun ke tahun, kecelakaan lalu lintas di jalan Magelang – Purworejo mengalami sedikit penurunan, namun jumlah korban tidak mengalami penurunan drastis. Observasi langsung juga dilakukan pada ruas jalan Magelang – Purworejo, sebagai langkah awal untuk menentukan daerah rawan kecelakaan, titik rawan kecelakaan dan mengetahui faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Rumusan Masalah
Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kecelakaan disebabkan oleh faktor mistik yang beredar di masyarakat, faktor seperti keberuntungan seseorang dan kelalaian manusia tanpa mau mencari penyebab kecelakaan yang sebenarnya (Arbaiyah et al., 2013). Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan, titik mana yang lebih banyak terjadi kecelakaan dan faktor penyebab kecelakaan pada jalan Magelang – Purworejo.
Tujuan Penelitian
Identifikasi daerah rawan kecelakaan (black spot), titik rawan kecelakaan (black spot) menggunakan Metode Frekuensi Kecelakaan, Indeks Keparahan (SI), EPDO (Equivalent Property Damage Only) dan analisis deskriptif.
Batasan Masalah
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengguna jalan yang melintasi jalan Magelang – Purworejo agar lebih berhati-hati saat melintasi jalan berbahaya.
Keaslian Penelitian
Judul analisis daerah rawan kecelakaan dan titik-titik pada jalan kolektor sekunder kota Surakarta. Di ruas jalan Monginsidi dan Sutan Syahrir, risiko kecelakaan tergolong rendah hingga sangat rendah. Judul Penelitian : Penentuan lokasi rawan kecelakaan pada jalan nasional Tipe 2/2 Ud Kota Banda Aceh.
Oktavianus Andri, Slamet Widodo dan Siti Mayuni berjudul Analisis Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Trans Kalimantan (Kuala Ambawang – Simpang Ampar). Rahmat Sofyan dan Meylis Safriani berjudul Kajian Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Pada Jalan Nasional Tipe 2/2 Ud Kota Banda Aceh. Kemudian data tersebut diolah untuk mendapatkan daerah rawan kecelakaan lalu lintas dan titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Jalan Yos Sudarso dan jalan Kapten Mulyadi memiliki kriteria sedang yang rawan kecelakaan. Kriteria kecenderungan kecelakaan rendah dan kecenderungan kecelakaan sangat rendah terjadi pada jalan Monginsidi dan jalan Sutan Syahrir.
Landasan Teori .1 Jalan .1 Jalan
- Status Jalan
- Kecelakaan Lalu Lintas
- Faktor Penyebab Kecelakaan
- Jenis-jenis Kecelakaan Lalu Lintas
- Data Kecelakaan Lalu Lintas
- Dampak Kecelakaan Lalu Lintas
- Daerah Rawan dan Titik Rawan Kecelakaan
- Severity Index (SI)
- Metode Frekuensi (Accident Frequency Method)
- EPDO (Equivalent Property Damage Only)
- Statistik Deskriptif
- Penentuan Titik Black site dan Black spot
- Fasilitas Keselamatan Jalan
Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, kecelakaan lalu lintas adalah suatu kejadian yang tidak terduga dan tidak disengaja di jalan raya yang melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain, yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan/atau kerugian harta benda. Daerah rawan kecelakaan lalu lintas adalah daerah yang mempunyai angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi, resiko dan kecelakaan yang tinggi pada suatu ruas jalan (Warpani, 1999). Lalu lintas ditimbulkan oleh pergerakan alat angkutan karena keperluan untuk memindahkan orang dan/atau barang.
Faktor penyebab kecelakaan sama dengan unsur pembentuk lalu lintas yaitu pengguna jalan, kendaraan, jalan dan lingkungan hidup. Pengguna jalan lainnya disini antara lain adalah pedagang kaki lima, satpam, tukang reparasi rambu jalan dan petugas yang memperbaiki fasilitas jalan lainnya seperti listrik, air, telepon, gas, dan lain-lain. Kecelakaan lalu lintas dapat diklasifikasikan menurut beberapa jenis cirinya tergantung pada terjadinya kecelakaan atau penyebab kecelakaan tersebut.
Secara umum beberapa kategori ciri-ciri kecelakaan lalu lintas meliputi ciri-ciri kecelakaan menurut jumlah kendaraan yang terlibat dalam tabrakan yang dapat digolongkan menjadi: Menurut Modul Data Kecelakaan Lalu Lintas (2016), setiap kecelakaan akan dicatat dan dilaporkan sebagai catatan polisi. untuk mengetahui penyebab dan akibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas terbagi atas jumlah korban, korban luka berat dan korban luka ringan atau kemungkinan terjadinya kecelakaan tidak menimbulkan korban melainkan hanya kerugian materiil.
Jenis-jenis kecelakaan di jalan raya seperti: kecelakaan tunggal, ganda, berturut-turut serta kecelakaan depan ke depan, depan ke belakang, tabrakan samping, tabrakan pejalan kaki, dan lain-lain. Daerah rawan kecelakaan lalu lintas (black spot) merupakan daerah yang mempunyai angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi, resiko tinggi dan kecelakaan pada suatu ruas jalan (Warpani, 1999). Lampu pengatur lalu lintas adalah semua alat pengatur lalu lintas bertenaga listrik yang berfungsi untuk mengarahkan atau memperingatkan pengendara, pengendara sepeda atau pejalan kaki (Oglesby dan Hick, 1999).
Beberapa jenis jalur lalu lintas yang umum di Indonesia ditunjukkan pada Tabel 2.3 di bawah ini. Pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas menggunakan metode analisis deskriptif dari data primer dan sekunder. Dalam analisis tinjauan penyebab kecelakaan lalu lintas di lokasi penelitian diperlukan data-data yang menunjang penelitian yaitu data primer dan data sekunder yang diperoleh langsung dari lapangan atau dari dinas atau instansi terkait.
Lokasi Penelitian
41+000, rambu lalu lintas, perilaku pengemudi saat berkendara, fasilitas pelengkap jalan di Stasionering diamati di Jalan Magelang – Purworejo melalui survei langsung. Alat tulis yang digunakan antara lain pulpen, penggaris, kertas alas dan kertas survei sebagai alat untuk mencatat hasil survei di lapangan. Fiber roll meter hadir untuk mengukur geometri jalan seperti lebar jalan, lebar lajur dan panjang setiap ruas jalan.
Speed gun mengukur kecepatan kendaraan yang bergerak dengan cepat, akurat dan tepat.
Pengambilan Data
Survei Daerah Rawan dan Titik-titik Rawan Kecelakaan Lalu lintas 1. Pengambilan data
Geometris jalan untuk mendapatkan panjang jalan, panjang jalan per meter/kilometer, lebar lajur jalan dan lebar lajur jalan, kondisi geometrik per meter/kilometer jalan. Memeriksa peta lokasi yang diperoleh dari Google Maps dan Google Earth, data kecelakaan lalu lintas tahun 2015 hingga 2019 diperoleh dari Satlantas Polres Purworejo.
Analisis Data
EPDO (Equivalent Property Damage Only), SI (Severity Index) dan Analisis Deskriptif untuk mengetahui jumlah kecelakaan yang terjadi dan jumlah korban kecelakaan dalam setahun pada lokasi pengamatan per kilometer. Identifikasi daerah rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kecelakaan (black spot) titik rawan kecelakaan (black spot) menggunakan metode EPDO (Equivalent Property Damage Only), metode frekuensi kecelakaan, tingkat keparahan (SI) dan analisis deskriptif. Pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas melalui analisis deskriptif dari pengolahan data primer dan sekunder.
Sampel Penelitian
Detail Pelaksanaan Survei
Analisis Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Trans Kalimantan (Kuala Ambawang – Simpang Ampar), Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Analisis Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Kasus: Jalan Meulaboh – Samatiga Seksi Sta 8+000 – Sta 8+300), Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar Alue Peunyareng – Meulaboh. Analisis Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Sukowati Kabupaten Sragen, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pedoman Penanggulangan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas, Dinas Permukiman dan Prasarana Kawasan Konstruksi dan Bangunan (2004). Putra Rhoma Hamdi Benny, Basri Rinaldi Doni, Upaya meningkatkan keselamatan di lokasi rawan kecelakaan di jalan kota Pekanbaru. Rencana Aksi Keselamatan Jalan Lintas Pantura Surabaya-Tuban, 65 Halaman, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Menggunakan Metode Accident Rate Berdasarkan Jarak dan Berdasarkan Total Panjang Perjalanan Kendaraan (Studi Kasus: Jalan Siliwangi – Walisongo, Semarang Km Smg 7+200 – Km Smg 8+100, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Diponegoro Universitas, Volume 3, Nomor 3, 2014, Halaman 586 – 596. Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Pada Ruas Bypass Krian – Balongbendo (Km. 26+000 – Km. 44+520) Kajian Teknik Sipil Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Analisis Program Kecelakaan Lalu Lintas Ruas Jalan Karangmojo Semin (Sisi Jalan Karangmojo-Semin Km 0,0 - 10 Km), PPS Transportasi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Ruas Jalan Tol Lawang – Singosari, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.