• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 STRES, EMOSI DAN MOOD DI TEMPAT KERJA (1)

N/A
N/A
Izza Khaliyatul

Academic year: 2025

Membagikan "5 STRES, EMOSI DAN MOOD DI TEMPAT KERJA (1)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

STRES, EMOSI &

MOOD DI TEMPAT KERJA

 Stres, emosi dan suasana hati (mood) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, termasuk di tempat kerja.

 Pengelolaan stres , emosi dan suasana hati

(mood) yang efektif menjadi kunci untuk

meningkatkan produktivitas, membangun

hubungan yang positif, dan menciptakan

lingkungan kerja yang sehat.

(2)

Memahami Stres Emosi dan Suasana Hati (Mood)

Stres

Respons tubuh

terhadap tekanan atau tuntutan yang

berlebihan (tinggi atau berat), dapat bersifat fisik, mental, atau

emosional.

Emosi

Perasaan atau reaksi yang muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu

(dapat berupa emosi positif atau negative).

Suasana Hati (Mood) : perasaan-

perasaan yang cenderung kurang intens

dibandingkan emosi dan sering kali

(meskipun tidak selalu) tanpa rangsangan

kontekstual.

(3)

DEFINISI STRESS KERJA

• Robbins dan Coulter : Stres merupakan reaksi negatif dari orang-orang yang mengalami tekanan berlebih yang dibebankan kepada mereka akibat tuntutan, hambatan, atau peluang yang terlampau banyak.

• Mangkunegara : Stres kerja adalah perasaan

tertekan yang dialami karyawan dalam

menghadapi pekerjaan.

(4)

JENIS-JENIS STRES

Berney dan Selye (Dewi, 2012:107)

a) Eustres (good stres), merupakan stress yang

menimbulkan stimulus dan kegairahan, sehingga memiliki efek yang bermanfaat bagi individu yang mengalaminya.

Contoh: tantangan yang muncul dari tanggung jawab yang meningkat, tekanan waktu, dan tugas berkualitas tinggi.

b) Distress, merupakan stres yang memunculkan efek yang membahayakan bagi individu yang

mengalaminya.

Contoh: tuntutan yang tidak menyenangkan atau

berlebihan yang menguras energi individu sehingga

membuatnya menjadi lebih mudah jatuh sakit.

(5)

JENIS-JENIS STRES

c) Hyperstress, yaitu stress yang berdampak luar biasa bagi yang mengalaminya.

Meskipun dapat bersifat positif atau negatif tetapi stress ini tetap saja membuat individu terbatasi kemampuan adaptasinya.

Contoh adalah stres akibat serangan teroris atau perang.

d) Hypostress merupakan stress yang muncul karena kurangnya stimulasi.

Contoh: stres karena bosan atau

karena pekerjaan yang rutin.

(6)

DEFINISI EMOSI

• Daniel Goleman :  suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis, psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

Emosi

pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

• Darwis : gejala psikofisik yang mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku, serta

memanifestasikan dirinya dalam ekspresi tertentu. Emosi

adalah sensasi psikologis karena berhubungan

langsung dengan jiwa dan tubuh

(7)

Kecerdasan Emosional

Emotional intelligence, EI

adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, menentukan, dan mengontrol emosi dirinya sendiri, dari yang lainnya, dan dari kelompoknya (tidak hanya dirinya sendiri, yang merupakan kemampuan minimal).

Kecerdasan emosional tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan diri, namun juga

mencerminkan bagaimana cara mengelola ide,

konsep, karya, atau produk sehingga hal tersebut

diminati oleh banyak orang.

(8)

AFEK POSITIF AFEK NEGATIF Afek positif adalah sebuah dimensi

suasana hati yang terdiri atas emosi-emosi positif spesifik.

Aspek positif tinggi meliputi ketertarikan, keyakinan diri, dan keceriaan. Aspek positif rendah meliputi kebosanan, kelambanan, dan keletihan.

Afek negatif adalah sebuah dimensi dari suasana hati yang terdiri atas emosi-emosi negatif.

Aspek negatif tinggi meliputi kegugupan, stres, dan kecemasan.

Aspek negatif rendah meliputi relaksasi, ketenangan, dan kendali diri.

SUASANA HATI

(MOOD)

(9)

Faktor-faktor Penyebab Stres dan Emosi Negatif

1 Beban Kerja

Tuntutan pekerjaan yang berlebihan, tenggat waktu yang ketat, dan

ketidakpastian pekerjaan.

2 Konflik

Interpersonal

Perselisihan dengan rekan kerja, atasan, atau klien, komunikasi yang buruk, dan

ketidakharmonisan.

3 Lingkungan Kerja

Kurangnya dukungan sosial, ketidakjelasan peran, dan

ketidakadilan dalam organisasi.

(10)

Dampak Stres dan Emosi Negatif terhadap Kinerja

Penurunan Produktivitas Konsentrasi terganggu,

motivasi menurun, dan kesalahan meningkat

.

Masalah Kesehatan Kecemasan, depresi,

insomnia, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan

.

Ketidakhadiran Kerja

Cuti sakit yang lebih sering,

absen dari pekerjaan, dan

resign.

(11)

Strategi Pengendalian Stres dan Emosi

1 Identifikasi Pemicu Stres

Kenali faktor-faktor yang memicu stres dan emosi negatif.

2 Teknik Relaksasi

Latihan pernapasan dalam, meditasi, yoga, dan olahraga.

3 Manajemen Waktu

Prioritaskan tugas, atur jadwal, dan hindari penundaan.

4 Dukungan Sosial

Berbicara dengan orang terdekat, mencari bantuan profesional, dan bergabung dengan kelompok dukungan.

(12)

Komunikasi Efektif: Kunci Mengelola Stres dan Emosi

Komunikasi Terbuka

Berikan kesempatan bagi karyawan untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka.

Mendengarkan Aktif

Pahami perspektif orang lain dan tanggapi dengan empati.

Resolusi Konflik

Gunakan metode yang konstruktif untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.

(13)

Manajemen Waktu untuk Mengurangi Stres

Perencanaan

Buat jadwal yang realistis, prioritaskan tugas, dan batasi gangguan.

Pengaturan Waktu

Tetapkan waktu khusus untuk setiap tugas dan istirahat teratur.

Delegasi

Serahkan tugas yang dapat didelegasikan kepada orang lain.

(14)

Praktik Relaksasi dan Mindfulness

Teknik Relaksasi Manfaat

Latihan pernapasan dalam Menenangkan pikiran dan tubuh, mengurangi

kecemasan.

Meditasi Meningkatkan kesadaran,

fokus, dan pengendalian emosi.

Yoga Menghilangkan stres,

meningkatkan fleksibilitas, dan keseimbangan.

(15)

Pentingnya Dukungan Sosial di Tempat Kerja

1 Dukungan Atasan

Kejelasan peran, dukungan emosional, dan penghargaan atas kinerja.

2 Dukungan Rekan Kerja

Bantuan dalam pekerjaan, persahabatan, dan rasa saling percaya.

3 Program Kesejahteraan

Fasilitas kesehatan, program relaksasi, dan dukungan psikologis.

(16)

TERIMAKA

SIH

Referensi

Dokumen terkait

Sedarmayanti (2011:76) menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu kondisi berupa kelebihan tuntutan dan tekanan dari pimpinan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik

Pada kenyataannya pekerjaan di perusahaan leasing tersebut juga memberikan tekanan dan beban kerja pada karyawan yang dapat menyebabkan stres.. Dampak negatif

Beberapa penelitian tentang stres kerja terhadap perawat juga telah dilakukan berhubungan dengan beban kerja berlebih (work overload), tuntutan waktu pengerjaan

Stres kerja adalah suatu reaksi seseorang sebagai respon penyesuaian terhadap berbagai tuntutan baik yang bersumber dari dalam ataupun dari luar organisasi

Dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan suatu reaksi seorang karyawan yang mengalami penekanan dalam pekerjaannya karena ketidakmampuan sebagai tuntutan pekerjaan

Stres berlebihan yang berlaku di tempat kerja boleh menyebabkan masalah kesihatan pekerjaan yang kronik dialami oleh sumber manusia organisasi. Ini kerana lebih 20

Berdasarkan definisi di atas peneliti menyimpulkan bahwa stres adalah kondisi ketika tekanan atau stresor dipersepsi negatif karena individu tidak memiliki sumber daya

Berdasarkan berbagai definisi diatas, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa stres adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus)