STRES, EMOSI &
MOOD DI TEMPAT KERJA
Stres, emosi dan suasana hati (mood) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, termasuk di tempat kerja.
Pengelolaan stres , emosi dan suasana hati
(mood) yang efektif menjadi kunci untuk
meningkatkan produktivitas, membangun
hubungan yang positif, dan menciptakan
lingkungan kerja yang sehat.
Memahami Stres Emosi dan Suasana Hati (Mood)
Stres
Respons tubuh
terhadap tekanan atau tuntutan yang
berlebihan (tinggi atau berat), dapat bersifat fisik, mental, atau
emosional.
Emosi
Perasaan atau reaksi yang muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu
(dapat berupa emosi positif atau negative).
Suasana Hati (Mood) : perasaan-
perasaan yang cenderung kurang intens
dibandingkan emosi dan sering kali
(meskipun tidak selalu) tanpa rangsangan
kontekstual.
DEFINISI STRESS KERJA
• Robbins dan Coulter : Stres merupakan reaksi negatif dari orang-orang yang mengalami tekanan berlebih yang dibebankan kepada mereka akibat tuntutan, hambatan, atau peluang yang terlampau banyak.
• Mangkunegara : Stres kerja adalah perasaan
tertekan yang dialami karyawan dalam
menghadapi pekerjaan.
JENIS-JENIS STRES
Berney dan Selye (Dewi, 2012:107)
a) Eustres (good stres), merupakan stress yang
menimbulkan stimulus dan kegairahan, sehingga memiliki efek yang bermanfaat bagi individu yang mengalaminya.
Contoh: tantangan yang muncul dari tanggung jawab yang meningkat, tekanan waktu, dan tugas berkualitas tinggi.
b) Distress, merupakan stres yang memunculkan efek yang membahayakan bagi individu yang
mengalaminya.
Contoh: tuntutan yang tidak menyenangkan atau
berlebihan yang menguras energi individu sehingga
membuatnya menjadi lebih mudah jatuh sakit.
JENIS-JENIS STRES
c) Hyperstress, yaitu stress yang berdampak luar biasa bagi yang mengalaminya.
Meskipun dapat bersifat positif atau negatif tetapi stress ini tetap saja membuat individu terbatasi kemampuan adaptasinya.
Contoh adalah stres akibat serangan teroris atau perang.
d) Hypostress merupakan stress yang muncul karena kurangnya stimulasi.
Contoh: stres karena bosan atau
karena pekerjaan yang rutin.
DEFINISI EMOSI
• Daniel Goleman : suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis, psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Emosi
pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
• Darwis : gejala psikofisik yang mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku, serta
memanifestasikan dirinya dalam ekspresi tertentu. Emosi
adalah sensasi psikologis karena berhubungan
langsung dengan jiwa dan tubuh
Kecerdasan Emosional
Emotional intelligence, EI
adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, menentukan, dan mengontrol emosi dirinya sendiri, dari yang lainnya, dan dari kelompoknya (tidak hanya dirinya sendiri, yang merupakan kemampuan minimal).
Kecerdasan emosional tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan diri, namun juga
mencerminkan bagaimana cara mengelola ide,
konsep, karya, atau produk sehingga hal tersebut
diminati oleh banyak orang.
AFEK POSITIF AFEK NEGATIF Afek positif adalah sebuah dimensi
suasana hati yang terdiri atas emosi-emosi positif spesifik.
Aspek positif tinggi meliputi ketertarikan, keyakinan diri, dan keceriaan. Aspek positif rendah meliputi kebosanan, kelambanan, dan keletihan.
Afek negatif adalah sebuah dimensi dari suasana hati yang terdiri atas emosi-emosi negatif.
Aspek negatif tinggi meliputi kegugupan, stres, dan kecemasan.
Aspek negatif rendah meliputi relaksasi, ketenangan, dan kendali diri.
SUASANA HATI
(MOOD)
Faktor-faktor Penyebab Stres dan Emosi Negatif
1 Beban Kerja
Tuntutan pekerjaan yang berlebihan, tenggat waktu yang ketat, dan
ketidakpastian pekerjaan.
2 Konflik
Interpersonal
Perselisihan dengan rekan kerja, atasan, atau klien, komunikasi yang buruk, dan
ketidakharmonisan.
3 Lingkungan Kerja
Kurangnya dukungan sosial, ketidakjelasan peran, dan
ketidakadilan dalam organisasi.
Dampak Stres dan Emosi Negatif terhadap Kinerja
Penurunan Produktivitas Konsentrasi terganggu,
motivasi menurun, dan kesalahan meningkat
.Masalah Kesehatan Kecemasan, depresi,
insomnia, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan
.Ketidakhadiran Kerja
Cuti sakit yang lebih sering,
absen dari pekerjaan, dan
resign.
Strategi Pengendalian Stres dan Emosi
1 Identifikasi Pemicu Stres
Kenali faktor-faktor yang memicu stres dan emosi negatif.
2 Teknik Relaksasi
Latihan pernapasan dalam, meditasi, yoga, dan olahraga.
3 Manajemen Waktu
Prioritaskan tugas, atur jadwal, dan hindari penundaan.
4 Dukungan Sosial
Berbicara dengan orang terdekat, mencari bantuan profesional, dan bergabung dengan kelompok dukungan.
Komunikasi Efektif: Kunci Mengelola Stres dan Emosi
Komunikasi Terbuka
Berikan kesempatan bagi karyawan untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka.
Mendengarkan Aktif
Pahami perspektif orang lain dan tanggapi dengan empati.
Resolusi Konflik
Gunakan metode yang konstruktif untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.
Manajemen Waktu untuk Mengurangi Stres
Perencanaan
Buat jadwal yang realistis, prioritaskan tugas, dan batasi gangguan.
Pengaturan Waktu
Tetapkan waktu khusus untuk setiap tugas dan istirahat teratur.
Delegasi
Serahkan tugas yang dapat didelegasikan kepada orang lain.
Praktik Relaksasi dan Mindfulness
Teknik Relaksasi Manfaat
Latihan pernapasan dalam Menenangkan pikiran dan tubuh, mengurangi
kecemasan.
Meditasi Meningkatkan kesadaran,
fokus, dan pengendalian emosi.
Yoga Menghilangkan stres,
meningkatkan fleksibilitas, dan keseimbangan.
Pentingnya Dukungan Sosial di Tempat Kerja
1 Dukungan Atasan
Kejelasan peran, dukungan emosional, dan penghargaan atas kinerja.
2 Dukungan Rekan Kerja
Bantuan dalam pekerjaan, persahabatan, dan rasa saling percaya.
3 Program Kesejahteraan
Fasilitas kesehatan, program relaksasi, dan dukungan psikologis.
TERIMAKA
SIH