PERENCANAAN BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG
RADIANTA TRIATMADJA
PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG
SEMUA PESERTA KURSUS DIMOHON MEMBAWA LAPTOP UNTUK LATIHAN
Pemecah Gelombang Batu Pecah
Komponen utama Pemecah gelombang : 1. Inti sebagai peredam gelombang
2. Filter yang melindungi agar inti tidak tercuci keluar.
3. Lapis lindung untuk pelindung filter dan inti dari serangan gelombang
Inti
filter
Lapis lindung
PEMECAH GELOMBANG BATU PECAH
Karakter PG Batu pecah : 1. Fleksibel
2. Slope(>1:1.5)
3. Umumnya tidak overtopping
4. Lebih sesuai untuk laut yang relatip dangkal
Inti
filter
Lapis Lindung
Persamaan Hudson digunakan untuk stabilitas lapis lindung.
3 cot
3
=
K D
W H
W : berat satu unit material lapis lindung
: berat jenis material lapis lindung
H : tinggi gelombang rencana (tinggi gelombang signifikan (H33) atau H10) KD : Koefisien stabilitas
: (rs –rw)/rw
: sudut kemiringan lereng pemecah gelombang rs : rapat massa material lapis lindung
rw : rapat massa air
PEMECAH GELOMBANG BATU PECAH
Tipikal Pemecah gelombang batu pecah
1.
Lakukan survey pantai untuk pemecah gelombang
2.
Tentukan posisi yang akan dilindungi serta kedalaman di lokasi tersebut
3.
Tentukan muka air tinggi (HHWL) dan muka air terendah (LLWL)
4.
Tentukan tinggi gelombang rencana
5.
Tentukan lokasi gelombang pecah dan arah gelombang pecah
6.
Tentukan jenis lapis lindung
7.
Hitung elevasi puncak pemecah gelombang
8.
Hitung berat material lapis lindung
9.
Tentukan lebar puncak pemecah gelombang ( > 3 kali diameter material)
10.
Tentukan berat material filter dan inti
11.
Tentukan daerah lereng pemecah gelombang yang harus dilindungi
12.
Gambarkan potongan melintang pemecah gelombang
TAHAPAN PERENCANAAN PEMECAH
GELOMBANG BATU PECAH
Contoh perancangan
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, berikut diberikan contoh perancangan pemecah gelombang dengan menggunakan data fiktif. Pada perancangan yang sebenarnya gunakan data yang sesungguhnya dan valid
Lokasi perancangan : CILACAP Pemecah gelombang akan
dibangun pada kesalaman 8 m (MWL)
Tinggi Pasang surut = 2 m
Rencanakan pemecah gelombang
tersebut
Kita mulai dengan peramalan kecepatan angin rencana (misalnya kita tidak mempunyai data gelombang)
• 𝑈 = ഥ
Σ𝑈𝑛
• 𝜎
𝑈=
Σ 𝑈− ഥ𝑈 2𝑛−1
• 𝑈
𝑇= ഥ 𝑈 +
𝜎𝑈𝜎𝑛
𝑌 − ത 𝑌
𝑛• 𝑈: ഥ Kecepatan angin maximum rerata
• U : Kecepatan angin maksimum tahunan
• U
T: Kecepatan angin rencana untuk selama waktu T
• N : jumlah data
• Y : kala ulang
• 𝜎
𝑛;𝑌 ത
𝑛: 𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝐺𝑢𝑚𝑏𝑒𝑙, Untuk data n = 10, berturut turut 0,94 dan 0,495
Kala Ulang 2 5 10 25 50 100
Y 0,3665 1,4999 2,2502 3,1985 3,9019 4,6001
Kala Ulang (Tahun)
𝑈ഥ 𝜎𝑛 𝑌ത𝑛 𝜎𝑈 𝑌 𝑈𝑇 (knot)
𝑈𝑇 (m/s) 2 20.400 0.940 0.495 2.413 0.367 19.774 10.172 5 20.400 0.940 0.495 2.413 1.500 25.299 13.015 10 20.400 0.940 0.495 2.413 2.250 28.956 14.896 25 20.400 0.940 0.495 2.413 3.199 33.579 17.274 50 20.400 0.940 0.495 2.413 3.902 37.008 19.038 100 20.400 0.940 0.495 2.413 4.600 40.411 20.789
Perkiraan Kecepatan Angin ( berdasarkan Gumbel)
Reduced mean (Yn)
Reduced standard deviasion (Sn)
Reduced variate (YTr)
Peramalan gelombang
Menggunakan grafik SMB
Contoh: Arah angin dari Selatan
U = 20 m/s UA = 28,3 m/s Durasi 8 jam
Dari grafik diperoleh : HS1=5,5 m
Ts = 10 s
Hasil peramalan gelombang dengan metode SMB masih menyisakan Problem
karena gelombang yang diramalkan masih di laut dalam (belum di lokasi pemecah gelombang). Bagaimana membawa hasil prediksi gelombang ke lokasi perencanaan
Posisi laut dalam Hs = 5,5 m Proses refraksi
dan shoaling Proses difraksi Berapa meter di sini ??
Menghitung gelombang akibat difraksi dan refraksi
• Hitungan untuk difraksi dan refraksi sekaligus sangat rumit sehingga diperlukan model fisik atau matematik.
• Berikut akan diberikan cara menghitung dengan grafik atau table secara sederhana.
ortogonal (arah
ge lom
bang)
r
lokasi yang ditinjau
puncak gelombang
6600m
𝜃= 75o 𝛽 = 450
Menghitung gelombang akibat difraksi dan refraksi gelombang dari utara
• T = 10 detik
• L = 83,8 m
• r/L = 6600/83,8= 80
• Gunakan r/L =10 sehingga H = 0,71 m
½ 1 2 5 10
0.34 0.25 0.18 0.12 0.08
0.38 0.29 0.22 0.13 0.10
0.42 0.34 0.26 0.17 0.13
0.50 0.43 0.36 0.27 0.20
0.59 0.56 0.54 0.52 0.52
0.71 0.75 0.83 1.01 1.14
0.85 0.95 1.09 1.04 1.07
1.04 1.06 0.96 1.03 0.98
1.05 0.98 1.03 0.99 1.01
1.02 0.98 0.99 0.99 1.00
1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
r/l 0 30 45 60 75 90 105 135 150 165 180
= 756600m
𝜃= 75o 𝛽 = 450
Menghitung gelombang akibat difraksi dan refraksi, gelombang arah tenggara
6600m
𝜃= 25o 𝛽 = 450
• T = 10 detik
• L = 83,8 m
• r/L = 6600/83,8= 80
• Gunakan r/L =10 sehingga H = 1.05 x 5,5 = 5,80 m
• berubah sedikit gelombang berubah
banyak, sangat signifikan
r/L 0 30 45 60 75 90 105 135 150 165 180
= 30 ½ 1 2 5 10
0.49 0.38 0.21 0.13 0.35
0.68 0.63 0.59 0.55 0.54
0.9 0.95 1.05 1.04 1.05
0.87 0.95 1.07 1.04 1.06
0.97 1.06 1.03 1.04 0.97
1.03 0.99 1.02 0.99 1.01
1.05 0.98 1.02 0.99 1.01
0.99 1.01 1.00 1.01 1.00
0.99 1.01 0.99 1.01 1.00
0.95 0.97 0.95 0.97 0.98
1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Contoh peramalan gelombang menggunakan simulasi dengan SWANN
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, berikut diberikan contoh perancangan pemecah gelombang dengan menggunakan data fiktif. Pada perancangan yang sebenarnya gunakan data yang sesungguhnya dan valid
Contoh area yang akan dilindungi pemecah gelombang daerah pantai selatan Jawa 1. Data Batimetri kasar diambil dari NOAA
Cara pengunduhan data :
Masuk ke https://www.ngdc.noaa.gov/mgg/global/ → muncul Pilih Extract Custom Grid pada kiri atas, klik dan muncul
Zoom dan arahkan ke daerah yang akan distudi, Misal Jawa Tengah
Klik tombol kiri atas dengan huruf “i” untuk membuat area yang akan diunduh datanya Pilih Bedrock, X-Y-Z data seperti gambar di bawah
Klik download dan klik save pada jendela yang muncul.
Data sudah di download
Data hasil download dari NOAA, langsung dibaca dengan Excell.
Caranya :
Open file, cari file di folder download. Jika tidak tampak ubah filter file yang akan dibaca dari All Excell file ke All file.
Pilih Delimited → Next, Pilih Tab, Space, Comma, Klik Finish
Data akan tampil sebagai berikut : Kolom A → X axis
Kolom B → Y axis
Kolom C → Elevasi terhadap MWL
Untuk program SWANN hanya diperlukan 1 kolom yaitu elevasi Sebelum dihapus, perhatikan berapa jumlah baris pada kolom A.
Scroll ke bawah sampai kolom B harganya berubah.
Jumlah baris pada kolom A ditunjukkan oleh nomor baris Excell.
Dalam contoh ini = 303
Jumlah baris Y = total baris/303 = 67569/303 = 223 Simpan data dalam bentuk text (bukan excell) file
Bisa diberi heading catatan pada baris 1 “ Jumlah X = 323”
Buka di SWANN sebagai berikut:
Compute option sebagai berikut
Diperoleh hasil spectrum gelombang di
stasiun 1 sebagai berikut
Hasil komputasi jika fetch dikurangi menjadi 130 km, angin berhembus selama 7 jam. (Sudah
merupakan kondisi ekstrim)
Detail simulasi dengan Swell saja
Angin dari selatan
H ~ 0,7 m
Arah angin dari tenggara (Lebih detail) Kecepatan angin dimisalkan sama dengan dari utara (hanya contoh saja)
Arah angin
Arah angin
Merencanakan Pemecah gelombang setelah
gelombang rencana ditentukan
Gelombang Rencana
Tinggi gelombang yang tersimulasikan sekitar 2,4 sd 3,2. Digunakan Hs = 3,2 m, dengan kala ulang 50 tahunan
(Dengan tabel diperoleh tinggi gelombang 5,8 m)
Gunakan hasil SWANN karena sudah memperhitungkan refraksi
-10 m MWL -8 m MWL
-6 m MWL -4 m MWL
-2 m MWL +-0 m MWL
1
1
2 2
Gaya gelombang yang bekerja pada lapis lindung PG batu pecah
R r
Gambar 8.2. Aliran ke atas, saat run-up, ke bawah saat run-dowmn dan aliran dari dalam pemecah gelombang saat run-down.
(a)
Fd+Fi FL Fb
Fg
Fd+Fi
FL Fb
Fg
(b)
Gambar 8.3. Gaya-gaya pada material lepas (a) saat run-up, dan (b) saat run-down
Penting adanya:
Berat material dalam air Saling kunci antar
material
Rencana lapis lindung pemecah gelombang
Lapis lindung dipilih material Tetrapod dengan KD = 8 Cot dipilih 2 di sebelah laut dan 1,5 sebelah daratan Berdasarkan persamaan
Hudson.
Pada kedalaman 6 dan 8 m Gelombang belum pecah
Tabel 8.3. Nilai KD beberapa material menurut CERC (1978)/(1984)
Konstruksi tengah Konstruksi ujung No Jenis material
N Gelombang pecah
Gelombang tidak pecah
Gelombang pecah
Gelombang tidak pecah
Cotα
1
2 3
4
5
6
Batu Bulat
Kasar bersudut Kubus
Tetrapod &
Quadripod Hexapod
Tribar
Dolos
2 2 2 2 2 2
1
2
2.1/1.2 3.5/ 2.0 6.8/
7.2/ 7.0
8.2/ 8.0
9.0/ 9.0
22.0/ 18.8
2.4/ 2.4 8.0/ 8.0 7.8/
8.3/ 8.0
9.5/ 9.5
10.4/ 10.0
28.0/ 31.8
1.7/ 1.1 2.9/ 1.9 -
8.5/ 8.5
8.0/ 8.0
7.8/ 7.8
18.0/ 8.0
1.9/ 1.9 3.2/ 3.2 8.0
6.1/ /8.5
7.0/ 7.0
8.5/ 8.5
16.5/ 16.0
1.5 – 3 1.5 1.5 – 3 2
2
2
2
n = jumlah lapis
3
cot
3
= K
DW H
W= 2,1 ton
Dipakai W = 2,5 ton
PERHATIKAN PENTING !!!, TENTUKAN RAPAT MASA ATAUPUN BERAT JENIS MATERIAL DENGAN TELITI. KALAU PERLU PERKIRAKAN KEMUNGKINAN VARIASINYA KARENA RAPAT MASSA SANGAT SIGNIFIKAN PENGARUHNYA PADA BERAT LAPIS LINDUNG.
Tetrapod
Y= 1506.9 W 0.336
Y = tebal dua lapis; W = Berat tetrapod W =2,5 Ton Y = 2050 mm
SUMBER :
Merencanakan Elevasi puncak pemecah gelombang
Misalnya MWL = +0,00 HWL = +1.00
Ru diperoleh dari graphic
Anggap Angka Irribaren number tertinggi untuk tetrapods diperoleh Ru/H = 1.0 Tinggi gelombang rencana 3.2 m
Jadi Ru = 3.2 m
Dengan tinggi jagaan dan kemungkinan settlement J = 1 m, maka
Elevasi puncak = HWL+Ru+J = 1,0+3,2+1,0 = + 5,20 m
impermiabel-licin
rip-rap (Ahrens)
rip-rap (Gunbak)
rip-rap (G
unbak)
Tetrapod
Dolos
Dolos Quadripods
Quadripods (Kamel) batu pecah
batu pecah (Kamel) 0.00
0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00 2.25 2.50
-0.25 -0.50 -0.75 -1.0
angka Irribaren Ru/H
Rd/H
1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0
Sumber :
Telah digambar kembali
3 / 1
3
g K W
B r
3 / 1
=
g nk W
r r
3 / 2
1 100
−
=
g W nk P
A N
rr
Lebar puncak
Tebal lapis lindung
Jumlah Tetrapod
= 3,0 m
= 2,0 m
= 100/ 100 m
2Berat unit filter = 2500/10 = 250 kg
3 / 1
=
g nk W
r r
Tebal unit Filter = = 1,0 m
Bagaimana untuk air yang lebih dangkal
Gelombang dengan tinggi 3,2m belum pecah.
Serangan gelombang terjadi pada area MSWL ( mean still water level ) Plus dan minus 1,5 Hdesign.
Anggap terjadi gelombang pada kedalaman LLWL. Jadi daerah yang harus dilindungi mencapai hingga -1,0 -1,5 x3,2 = -5,8 m. Elevasi terendah yang dilindungi oleh
tetrapod 2,5 ton adalah – 5,8m
SKEMA CROSS SECTION PG PADA KEDALAMAN 8 M (MWL)
HWL = +1.0 LWL = -1.0 Puncak + 5,20
B= 4 m D = 2.0 m
DC= 1,0 m
-8.0 m -5,80 m
Bukan Gambar Teknis, hanya informatif Geotextile
non woven Filter 200 kg
Batu pecah 150 sd 250 kg
Inti W=0,5 kg sd 10 kg
Tetrapod W = 2,5 ton
8.0 m
Bagaimana untuk air yang lebih dangkal
Misal pada kedalaman 5 m (MWL) atau 4 m (LLWL)
Anggap gelombang di lokasi ini sama dengan pada kedalaman 8 m (sebaiknya dihitung dulu).
Gelombang dengan tinggi 3,2m belum pecah.
Serangan gelombang terjadi pada area MSWL ( mean still water level ) Plus dan minus 1,5 H
design.
Anggap terjadi gelombang pada kedalaman LLWL. Jadi daerah yang harus dilindungi mencapai hingga -1,0 -1,5 x3,2 = -5,8 m.
Elevasi ini lebih rendah dibanding elevasi dasar. Dengan
demikian seluruh lereng pemecah gelombang dilindungi oleh
tetrapod 2,5 ton.
SKEMA CROSS SECTION PADA d = 5 m (MWL) (CERC, 1984)
HWL = 1.0 LWL = -1.0
HD =3,2 m Crest + 5,20 m
Tetrapod W = 2,5 ton
B= 4 m
DC= 1,0 m
- 5.0 m Geotextile
non woven Inti W=0,5 kg sd 10 kg
D= 2.0 m
SKEMA CROSS SECTION PADA d = -4 m (MWL) dengan pelindung kaki
HWL = 1.0 LWL = -1.0
HD =3,2 m Crest + 5,20 m
Tetrapod W = 2,5 ton
B= 4 m
DC= 1,0 m
- 5.0 m Geotextile
non woven Inti W=0,5 kg sd 10 kg
D= 2.0 m
Pelindung kaki 4m
Untuk kedalaman 3 m (MWL)
Pada kedalaman ini tinggi gelombang 3,2 m sudah pecah.
Tinggi gelombang pecah dapat dihitung dengan metode grafis sederhana atau menggunakan software.
Penggunaan software seperti SWANN, memerlukan data batimetri yang baik.
Memperkirakan tinggi
gelombang pecah
Ho’ adalah tinggi gelombang di laut dalam yang menyebabkan tinggi gelombang H di laut dangkal tanpa refraksi.
Ho’/Ho = Kr
Misalnya pada problem kita Kr =0.8 Jadi Ho’ = 3,2 x 0,8 = 2,56 m
gT2 = 156 m → Ho’/ gT2= 0,0164
0,87
Misalnya slope pantai
= 0,020 (atau 1:50) Hb/Ho’ = 0,87
Jadi Hb = 0,87 x 2,56 Hb =2,23 m
Berapa kedalaman laut di lokasi
gelombang pecah ?
Kedalaman laut di lokasi
gelombang pecah
Untuk menggunakan grafik ini hitung dulu Hb/gT2. Hb telah diperoleh dari grafik sebelumnya. Hb/gT2 = 2,23/156 = 0,014 Gunakan harga tersebut untuk memperoleh db/Hb.
Diperoleh db/Hb = 1,28 1,28 Jadi db = 3,03 m
Jadi pada kedalaman 3 m (MWL) gelombang pecah demikian pula saat surut lebih rendah lagi hingga LWL. Saat HHWL
gelombang belum pecah
Untuk kedalaman 2 m saat MWL
Pada kedalaman ini tinggi gelombang 3,2 m sudah pecah.
Tinggi gelombang pecah dapat dihitung dengan metode grafis sederhana atau menggunakan software.
Penggunaan software seperti SWANN, memerlukan data batimetri yang baik.
Dari hasil hitungan (lebih tepatnya perkiraan) dengan grafik ditemukan bahwa gelombang pecah pada kedalaman 3 m. Jadi pada kedalaman 2 m (MWL) gelombang sudah pecah. Gelombang bahkan sudah pecah saat HWL dengan kedalaman 3 m.
Berapa tinggi gelombang pada kedalaman 2 m (MWL) ?
Rasio tinggi gelombang pecah terhadap kedalamannya dianggap sama dengan saat gelombang pecah yaitu 0,78. Dengan demikian tinggi gelombang di lokasi kedalaman 2,0 m adalah 1,56 m.
Dengan menggunakan rumus Hudson
Diperoleh W = 0,25 TON
Pada lokasi ini tetrapod jauh lebih kecil
Elevasi puncak sebenarnya juga bisa dibuat lebih rendah
3
cot
3
= K
DW H
Coba gambarkan penampang lintang pemecah gelombang pada kedalaman 2 m (MWL)
Kerusakan Pemecah Gelombang penting untuk dipahami perencana
1. Instabilitas karena Run up and Run down
2. Over topping (Mengakibatkan kerusakan lereng belakang) 3. Filter dan inti tercuci
4. Scouring pada kaki 5. Settlement
Filter tampak dan mudah tersapu gelombang
Bagaimana jika pemecah gelombang overtopping
W >> Wi Wi bisa mencapai 2 atau 3 kali W
Alternatip solusi (blok beton)
Bagaimana jika pemecah gelombang overtopping
Alternatip solusi (blok beton) dan reflektor
Perhatikan adanya refleksi.
Perhatikan adanya gaya impact yang lebih besar
Bagaimana jika pemecah gelombang overtopping
Alternatip solusi (blok beton) dan reflektor
Perhatikan adanya refleksi.
Perhatikan adanya gaya impact yang lebih besar
Perhatikan bahwa wave overtopping tidak boleh mencapai sisi hilir bangunan Perhatikan bahwa sisi hulu bangunan terkena impak run down yang signifikan
Pemecah gelombang komposit, Caison
HWL 1. Gaya impact gelombang
2. Scouring 3. Gaya gempa
Terima kasih